Site Logo
Semua Berita
Semua Berita Siaran PersPenelitianPengumumanUNG BerdampakPengabdianSNPMBKemdikti SaintekMBKMSDGsPrestasi MahasiswaKerjasamaKemahasiswaanCampus LifeAkademikAkreditasiUmumJDIH
Dari Limbah Jadi Berkah, Inovasi BioNira Zero Waste UNG Buka Peluang Ekonomi di Dulamayo Selatan
14 Oct 2026
05:40 WITA

Dari Limbah Jadi Berkah, Inovasi BioNira Zero Waste UNG Buka Peluang Ekonomi di Dulamayo Selatan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Limbah pengolahan gula aren yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, kini dikembangkan menjadi produk bernilai tambah oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui inovasi BioNira Zero Waste, limbah kolang-kaling dan kulitnya diolah menjadi serbuk serat Nano Fiber serta pelet biomassa, yang berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Dulamayo Selatan, Kabupaten Gorontalo.Program bertajuk “BioNira Zero Waste: Inovasi Nano Fiber dan Pelet Biomassa Limbah Biji Nira Berbasis Pemberdayaan Karang Taruna Dulamayo Selatan” ini dilaksanakan oleh Rifka Anggraini Anggai, M.Farm., Dr. Dra. Ha. Sri Endang Saleh, M.Si., dan Angry Pratama Solihin, M.Sc. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, yang memperoleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek Tahun 2026.Gagasan ini berangkat dari pengamatan tim terhadap aktivitas pengolahan gula aren di Desa Dulamayo Selatan, yang melibatkan banyak pengrajin dan pelaku usaha. Di balik aktivitas ekonomi tersebut, terdapat limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini mendorong tim menghadirkan pendekatan zero waste dengan mengolah sisa bahan produksi, menjadi produk baru sekaligus melibatkan Karang Taruna sebagai mitra utama dalam pengembangan inovasi di tingkat desa.Ketua tim pengabdian, Rifka Anggraini Anggai, menjelaskan bahwa program ini memanfaatkan kolang-kaling dan kulit kolang-kaling untuk menghasilkan dua jenis produk berbeda. Kolang-kaling diolah menjadi serbuk serat Nano Fiber, menggunakan peralatan yang diserahkan kepada pengurus Karang Taruna, sedangkan kulitnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pelet biomassa yang lebih ramah lingkungan.“Buah kolang-kaling kami olah dengan beberapa alat yang kami berikan kepada pengurus Karang Taruna untuk dijadikan serbuk serat Nano Fiber, sementara kulitnya dijadikan pelet biomassa yang ramah lingkungan,” jelas Rifka.Tidak berhenti pada penyediaan peralatan, tim UNG juga memberikan pendampingan agar mitra mampu menjalankan proses produksi secara lebih terarah. Pendampingan mencakup tahapan pengolahan bahan baku, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan serbuk serat Nano Fiber dan pelet biomassa. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi mitra, untuk menjaga konsistensi proses produksi dan mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan.Penguatan kapasitas mitra juga diarahkan pada aspek pemasaran dan digital branding. Melalui pemanfaatan berbagai platform digital, produk yang dikembangkan diharapkan memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Dengan demikian, pemberdayaan tidak hanya berfokus pada keterampilan mengolah limbah, tetapi juga pada kemampuan mengelola produksi dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen.Melalui BioNira Zero Waste, UNG mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah hasil pengolahan aren, dari sisa produksi yang belum termanfaatkan menjadi sumber daya yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Keterlibatan Karang Taruna menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan masyarakat, untuk mengelola inovasi secara mandiri sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan potensi desa.Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pemanfaatan limbah aren yang lebih produktif di Desa Dulamayo Selatan. Dengan dukungan teknologi tepat guna, pendampingan, dan penguatan pemasaran, inovasi BioNira Zero Waste mencerminkan upaya UNG dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.

UNG Siapkan Lulusan Go Global, Perkuat Kerja Sama Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia
13 Oct 2026
08:01 WITA

UNG Siapkan Lulusan Go Global, Perkuat Kerja Sama Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Peluang berkarier di luar negeri kini semakin terbuka bagi lulusan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, UNG memperkuat langkah menyiapkan sumber daya manusia terdidik yang memiliki keterampilan, kemampuan bahasa asing, dan pemahaman tentang pelindungan pekerja migran.Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan KemenP2MI/BP2MI melalui BP3MI Sulawesi Utara, Senin (12/10/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., dan Kepala BP3MI Sulawesi Utara, AKBP Hendrick Situmorang, S.H., S.I.K., M.Si.Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kapasitas dan keterampilan calon pekerja migran terdidik asal Gorontalo. Melalui program prioritas SMK Go Global, UNG dipersiapkan menjadi pusat pelatihan intensif bahasa asing sekaligus pembekalan kompetensi kerja agar calon pekerja migran memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki pasar kerja internasional.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT.,menegaskan bahwa peluang kerja global perlu ditangkap secara strategis, terutama di tengah bonus demografi Indonesia. Sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Australia, hingga negara-negara Eropa, menghadapi tantangan penuaan penduduk dan kebutuhan tenaga kerja produktif. Kondisi tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.“Perguruan tinggi memiliki peran penting untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang berbeda,” ungkapnya.Untuk mendukung program tersebut, UNG akan mengoptimalkan fasilitas Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa sebagai sarana penguatan kemampuan bahasa asing. Selain itu, fasilitas Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) UNG direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan terpadu untuk mendukung pelaksanaan program.Melalui dukungan fasilitas dan kolaborasi antarlembaga, program ini diharapkan dapat membantu mempersiapkan calon pekerja migran yang profesional, kompetitif, dan memahami hak serta mekanisme pelindungan hukum selama bekerja di luar negeri. Aspek keselamatan, prosedur penempatan yang sesuai ketentuan, dan pemahaman terhadap negara tujuan menjadi bagian penting agar peluang kerja internasional dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.“Kerja sama ini sekaligus memperluas peran UNG dalam menyiapkan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin terbuka. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Rektor.Melalui kemitraan tersebut, UNG berharap semakin banyak putra-putri Gorontalo yang mampu bersaing di tingkat internasional dengan bekal pendidikan, keterampilan, dan pemahaman pelindungan yang memadai. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG untuk memperluas kesempatan lulusan, memperkuat daya saing sumber daya manusia, dan menghadirkan dampak pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat.

Raih Prestasi Gold Medal dan Best Paper, Mahasiswa Fakultas Teknik UNG Bersinar di Idea Fest 6
12 Oct 2026
01:43 WITA

Raih Prestasi Gold Medal dan Best Paper, Mahasiswa Fakultas Teknik UNG Bersinar di Idea Fest 6

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Dua mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuktikan bahwa gagasan, yang dikembangkan melalui proses akademik mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Adelia Syafarusi Sahadat dan Haida Arianti, mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik (FT) UNG, berhasil meraih Gold Medal sekaligus penghargaan Best Paper pada ajang Idea Fest 6 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 10–11 Oktober 2026, di Malang.Prestasi tersebut diraih pada subtema Pariwisata dan Budaya. Raihan dua penghargaan sekaligus menjadi pencapaian membanggakan karena tidak hanya menunjukkan keberhasilan tim dalam kompetisi, tetapi juga menegaskan pengakuan terhadap kualitas karya tulis ilmiah yang mereka hasilkan.Gold Medal menjadi apresiasi atas capaian dalam kompetisi, sementara penghargaan Best Paper menunjukkan bahwa karya yang diusung memiliki kualitas penulisan ilmiah yang mendapat pengakuan dari penyelenggara. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa Teknik Industri UNG dalam mengembangkan gagasan analitis dan inovatif pada isu yang melampaui bidang keilmuan mereka.Keberhasilan Adelia dan Haida tidak terlepas dari persiapan dan pendampingan akademik yang mereka jalani. Keduanya merupakan mahasiswa bimbingan Idham Halid Lahay, S.T., M.Sc., yang mendampingi proses pengembangan gagasan hingga persiapan mengikuti kompetisi.Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam mempertajam ide, memperkuat substansi karya, serta mempersiapkan mahasiswa menyampaikan gagasan secara ilmiah. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat berkembang menjadi karya nyata yang memperoleh apresiasi di luar lingkungan kampus.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut beserta peran dosen pembimbing. Menurutnya, prestasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, mengikuti kompetisi, dan mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah.Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, agar semakin percaya diri membawa gagasan dan karya mereka ke berbagai forum kompetitif.“Penghargaan yang diraih melalui proses pembimbingan akademik juga menunjukkan pentingnya lingkungan kampus, dalam menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas,” terangnya.Raihan Gold Medal dan Best Paper oleh Adelia Syafarusi Sahadat dan Haida Arianti menjadi kebanggaan bagi fakultas dan juga universitas. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak karya mahasiswa yang inovatif, berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi melalui forum akademik di tingkat nasional maupun internasional. (**)

Dari UNG untuk Indonesia, Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Persembahkan Medali di Asian Games 2026
08 Oct 2026
02:25 WITA

Dari UNG untuk Indonesia, Mahasiswa dan Alumni FOK UNG Persembahkan Medali di Asian Games 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di panggung olahraga internasional. Mahasiswa dan alumni Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG turut berkontribusi, mempersembahkan medali bagi Indonesia pada ajang Asian Games 2026 melalui cabang olahraga sepak takraw.Tiga insan olahraga yang memiliki keterkaitan dengan FOK UNG, tampil membawa nama Indonesia di kompetisi olahraga terbesar di Asia tersebut. Mereka adalah mahasiswa UNG Jelki Ladada, serta dua alumni Gelvin Usman dan Rizki Yusuf Djaina.Jelki Ladada berhasil mencatatkan prestasi dengan menyumbangkan medali perak dan perunggu untuk kontingen Indonesia. Sementara itu, dua alumni FOK UNG, Gelvin Usman dan Rizki Yusuf Djaina, masing-masing turut mempersembahkan medali perunggu bagi Merah Putih.Raihan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNG, khususnya Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Prestasi para atlet tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka bersaing di tingkat Asia, tetapi juga menjadi gambaran kontribusi pendidikan dan pembinaan olahraga di lingkungan kampus.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa dan alumni Jurusan Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga FOK UNG tersebut. Menurutnya, keberhasilan membawa pulang medali dari Asian Games merupakan pencapaian luar biasa yang membanggakan seluruh sivitas akademika UNG.“Keberhasilan meraih medali perak dan perunggu pada cabang olahraga sepak takraw merupakan sebuah pencapaian luar biasa dan membanggakan, khususnya bagi sivitas akademika UNG,” ungkap Eduart.Menurut Rektor, prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan kualitas pembinaan olahraga yang terus dikembangkan FOK UNG. Cabang olahraga sepak takraw menjadi salah satu bidang, yang menunjukkan kontribusi nyata melalui kiprah mahasiswa dan alumni di tingkat internasional.“Capaian Jelki, Gelvin, dan Rizki menjadi bukti bahwa perjalanan seorang atlet tidak berhenti ketika meninggalkan ruang kelas. Dari kampus, mereka membawa bekal pendidikan, pembinaan, dan pengalaman untuk kemudian tampil di panggung Asia dengan membawa nama Indonesia,” terangnya.Prestasi tersebut diharapkan semakin memotivasi mahasiswa UNG untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun olahraga. Di sisi lain, capaian ketiga atlet tersebut menjadi bentuk komitmen UNG dalam membina atlet terbaik, khususnya dalam olahraga sepaktakraw untuk kemudian berkompetisi dan menghadirkan prestasi bagi Indonesia khususnya di tingkat internasional.

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dan D3 Farmasi Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen Pendidikan Kesehatan Berkualitas
06 Oct 2026
05:07 WITA

Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dan D3 Farmasi Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen Pendidikan Kesehatan Berkualitas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas membuahkan hasil membanggakan. Dua program studi (Prodi) di Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), yakni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Program Studi D3 Farmasi, berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi FOK UNG, sekaligus menegaskan konsistensi fakultas dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di bidang kesehatan. Predikat Unggul menjadi pengakuan atas kualitas pendidikan dan pembelajaran yang dimiliki, tata kelola program studi, serta pengembangan kompetensi lulusan.Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi. Menurutnya, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja bersama, seluruh sivitas akademika yang terus berkomitmen menjaga standar mutu pendidikan.“Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola program studi, serta menghasilkan lulusan bidang ilmu kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap Hartono.Ia menegaskan, predikat Unggul bukan menjadi titik akhir, melainkan momentum untuk semakin memperkuat budaya mutu dan mendorong inovasi di lingkungan kedua program studi. Capaian tersebut diharapkan menjadi energi baru, bagi Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dan Prodi D3 Farmasi untuk terus berkembang serta meningkatkan daya saing.Apresiasi juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., kepada seluruh sivitas akademika FOK yang telah memberikan kontribusi terhadap pencapaian tersebut. Menurutnya, Akreditasi Unggul menunjukkan bahwa kualitas kedua program studi, telah memperoleh pengakuan dan mampu disejajarkan dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan bahwa kualitas kedua prodi tersebut, telah sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini adalah buah dari dedikasi berbagai pihak, yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UNG,” ujar Eduart.Eduart menambahkan, capaian akreditasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNG untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk menjaga konsistensi mutu, dan terus memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.Dengan diraihnya predikat Unggul oleh Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dan D3 Farmasi, FOK UNG kini memiliki modal penting untuk melangkah lebih jauh. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas lulusan, dan menghadirkan kontribusi nyata pendidikan kesehatan bagi masyarakat. (**)

Mahasiswa KKN UNG Kenalkan Pirolisis, Ubah Sampah Plastik Jadi Peluang Edukasi Energi di Desa Luhu
06 Oct 2026
01:42 WITA

Mahasiswa KKN UNG Kenalkan Pirolisis, Ubah Sampah Plastik Jadi Peluang Edukasi Energi di Desa Luhu

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Tumpukan sampah plastik yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan mulai dilihat dari sudut pandang berbeda oleh mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026. Melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi di Desa Luhu, mahasiswa memperkenalkan teknologi pirolisis sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah plastik sekaligus mengajak masyarakat memperkuat kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal bagaimana plastik tertentu dapat diolah melalui proses pemanasan dalam kondisi oksigen terbatas. Dalam proses pirolisis, uap yang dihasilkan kemudian didinginkan hingga membentuk cairan yang dikenal sebagai minyak pirolisis.Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa hasil pengolahan tidak hanya ditentukan oleh proses pemanasan, tetapi turut dipengaruhi oleh jenis plastik, kondisi proses, hingga penanganan produk dan residu yang dihasilkan. Karena itu, teknologi pirolisis diperkenalkan bukan sebagai solusi tunggal persoalan sampah, melainkan sebagai bagian dari edukasi dan penjajakan teknologi yang perlu dilakukan secara tepat dan aman.Koordinator Desa KKN, Haikal, mengatakan bahwa perubahan dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, terutama pemilahan. Teknologi pengolahan perlu dijalankan secara aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.Dalam edukasi tersebut, mahasiswa turut menekankan bahwa minyak pirolisis tidak dapat langsung dianggap setara dengan bahan bakar seperti bensin atau solar. Pemanfaatannya membutuhkan pengujian mutu, penilaian emisi, pengelolaan residu, serta perhatian terhadap aspek keselamatan.Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan kegiatan KKN sebagai ruang untuk membangun pemahaman masyarakat secara lebih utuh. Sebelum berbicara mengenai teknologi pengolahan, masyarakat diajak terlebih dahulu memahami pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan memilah sampah agar jenis sampah yang terkumpul dapat dikelola sesuai karakteristiknya.Melalui KKN Tematik Infrastruktur 2026, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas antara masyarakat dan pemerintah Desa Luhu mengenai sistem pengumpulan sampah plastik, pilihan teknologi yang sesuai, serta langkah tindak lanjut yang dapat dikelola secara berkelanjutan. (**)

Buah Mangrove Jadi Pengawet Alami, Inovasi UNG untuk Menjaga Mutu Ikan Cakalang
05 Oct 2026
00:32 WITA

Buah Mangrove Jadi Pengawet Alami, Inovasi UNG untuk Menjaga Mutu Ikan Cakalang

Abdul Wahid Rauf

Mangrove selama ini dikenal sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut. Namun, di balik fungsi ekologisnya, tanaman mangrove ternyata menyimpan potensi lain yang menarik untuk dikembangkan, khususnya dalam pengolahan hasil perikanan.Potensi tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh Risky S. Maulanan, Lukman Mile, dan Fernandy M. Djailani dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian mereka mengkaji pemanfaatan buah mangrove Rhizophora mucronata sebagai bahan pengawet alami untuk menjaga kualitas fillet ikan cakalang (Katsuwonus pelamis).Penelitian yang diterbitkan dalam Applied Environmental Science Vol. 2 No. 2 Tahun 2025 tersebut berjudul “Effectiveness of Water Extract of Mangrove Fruit Flour (Rhizophora mucronata) as a Natural Preservative in Skipjack Fish Fillets (Katsuwonus pelamis)”.Dari Hutan Mangrove ke Teknologi Pengawetan IkanGagasan penelitian ini berangkat dari dua potensi yang dimiliki Gorontalo, yakni kekayaan ekosistem mangrove dan besarnya potensi perikanan tangkap, terutama ikan cakalang.Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomi, tetapi seperti produk ikan segar lainnya, kualitasnya relatif mudah mengalami penurunan. Aktivitas mikroorganisme menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat kerusakan ikan sehingga diperlukan teknologi penanganan pascapanen yang mampu mempertahankan mutu produk.Di sisi lain, buah Rhizophora mucronata diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif. Para peneliti kemudian mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatannya sebagai sumber bahan pengawet alami.Dalam penelitian tersebut, buah mangrove dikeringkan dan diolah menjadi tepung. Tepung kemudian diekstraksi menggunakan air melalui proses pemanasan pada suhu 70°C selama 30 menit. Ekstrak yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk merendam fillet ikan cakalang.Peneliti menguji beberapa lama waktu perendaman, yakni 10, 12, dan 14 jam. Kualitas ikan kemudian diamati melalui sejumlah parameter, antara lain penilaian organoleptik, pH, serta Total Plate Count (TPC) untuk mengetahui jumlah mikroorganisme yang terdapat pada ikan setelah perlakuan.Senyawa Alami yang Menahan Pertumbuhan BakteriHasil uji fitokimia memberikan petunjuk penting. Ekstrak tepung buah Rhizophora mucronata diketahui mengandung alkaloid dan triterpenoid.Kedua kelompok senyawa tersebut dikaitkan dengan aktivitas antibakteri sehingga berpotensi membantu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada bahan pangan. Temuan inilah yang menjadi salah satu dasar pemanfaatan ekstrak buah mangrove sebagai bahan pengawet alami pada fillet ikan cakalang.Salah satu indikator yang menarik terlihat dari hasil pengujian TPC. Pada ikan yang tidak mendapatkan perlakuan perendaman, nilai TPC tercatat sekitar 27,09 × 10³. Setelah direndam selama 10 jam, nilainya turun menjadi 15,39 × 10³.Penurunan lebih lanjut terlihat pada perendaman selama 12 jam, dengan nilai TPC mencapai 8,38 × 10³. Sementara itu, pada perendaman selama 14 jam, nilai TPC tercatat 10,82 × 10³.Data tersebut menunjukkan adanya kemampuan ekstrak buah mangrove dalam menahan pertumbuhan bakteri. Nilai TPC terendah dalam penelitian justru ditemukan pada perlakuan perendaman selama 12 jam.Tidak Hanya Bakteri, Mutu Ikan Juga DiamatiPengawetan bahan pangan tentu tidak hanya berbicara mengenai jumlah bakteri. Karakteristik yang dapat dilihat dan dirasakan konsumen juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas produk. Karena itu, penelitian turut mengamati penampakan, aroma, dan tekstur fillet ikan.Pada parameter aroma, ikan yang mendapat perlakuan perendaman masih menunjukkan karakteristik aroma yang relatif segar. Peneliti mengaitkan kondisi tersebut dengan keberadaan senyawa antibakteri dalam ekstrak mangrove yang dapat membantu menghambat aktivitas mikroorganisme penyebab penurunan mutu.Namun, lama perendaman tetap perlu diperhatikan. Pada parameter tekstur, terjadi perubahan antara ikan tanpa perlakuan dan ikan yang direndam selama 10, 12, maupun 14 jam. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak alami sebagai bahan pengawet tetap membutuhkan pengaturan waktu yang tepat agar efektivitas pengawetan tidak mengorbankan karakteristik fisik produk.Sementara itu, hasil pengukuran pH berada pada kisaran 5,46–6,04 dan menunjukkan kecenderungan menurun seiring bertambahnya lama perendaman. Dalam penelitian tersebut, seluruh perlakuan berada pada kondisi asam.Menjaga Ikan, Memanfaatkan Potensi LokalTemuan penelitian ini menarik bukan semata-mata karena buah mangrove dapat digunakan untuk membantu menghambat pertumbuhan bakteri. Lebih jauh, penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana sumber daya lokal dapat dihubungkan dengan kebutuhan teknologi pengolahan hasil perikanan.Gorontalo memiliki kawasan mangrove sekaligus potensi perikanan tangkap yang besar. Menghubungkan kedua sumber daya tersebut melalui penelitian membuka peluang lahirnya inovasi yang berbasis pada kekayaan lokal.Pemanfaatan bahan alami juga dapat menjadi salah satu arah pengembangan teknologi pengawetan yang lebih berkelanjutan. Namun, penerapannya tentu tetap membutuhkan kajian lanjutan untuk menentukan formulasi, konsentrasi, waktu perendaman, keamanan pangan, serta karakteristik produk yang paling sesuai.Dalam artikel penelitian tersebut, perendaman selama 10 jam disebut sebagai waktu optimal berdasarkan indikator kualitas organoleptik, aroma, dan tekstur. Sementara hasil pengujian TPC menunjukkan bahwa ekstrak tetap memiliki kemampuan menahan pertumbuhan bakteri hingga periode perendaman yang lebih panjang.Pada bagian kesimpulan, penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak buah Rhizophora mucronata dapat memberikan daya tahan hingga 14 jam berdasarkan parameter aroma. Namun, perubahan penampakan dan tekstur tetap perlu diperhatikan karena berkaitan dengan proses oksidasi kimia.Dari Konservasi ke InovasiPenelitian yang dilakukan para akademisi FKTP UNG ini memberikan gambaran bahwa mangrove tidak hanya penting untuk dipertahankan karena fungsi ekologisnya. Potensi sumber daya yang terkandung di dalamnya juga dapat menjadi objek penelitian untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.Pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan pengawet alami mempertemukan dua kepentingan sekaligus: menjaga kualitas hasil perikanan dan mengeksplorasi potensi sumber daya lokal secara lebih bijaksana.Bagi Gorontalo, pendekatan semacam ini membuka ruang pengembangan teknologi pascapanen yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada pemanfaatan kekayaan hayati daerah.Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari bahan atau teknologi yang jauh dari lingkungan sekitar. Di kawasan pesisir Gorontalo, salah satu jawabannya mungkin justru tumbuh di antara akar-akar mangrove—menunggu untuk diteliti, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.Artikel Penelitian Dipublikasikan Melalui Tautan Berikut

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik
29 Sep 2026
09:34 WITA

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat tata kelola akademik melalui penyempurnaan pedoman, yang menjadi acuan penyelenggaraan kegiatan akademik di lingkungan kampus. Langkah tersebut dilakukan melalui uji publik Draf Pedoman Akademik 2026 yang dilaksanakan secara daring dan luring, Selasa (29/9).Uji publik yang dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., tersebut melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari pimpinan jurusan, program studi, penjamin mutu fakultas, hingga Gugus Penjamin Mutu Program Studi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memastikan, pedoman yang disusun dapat mengakomodasi kebutuhan akademik secara lebih komprehensif.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan, penyusunan Draf Pedoman Akademik 2026 merupakan bagian dari upaya UNG, untuk menyempurnakan sekaligus memperkuat tata kelola kegiatan akademik di lingkungan kampus kerakyatan UNG.“Pedoman tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih jelas, terarah, dan terukur bagi pelaksanaan berbagai aktivitas akademik,” ujar Hafidz.Menurutnya, uji publik memiliki posisi penting dalam proses penyusunan pedoman karena menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan, kritik, maupun saran konstruktif dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan akademik. Berbagai perspektif tersebut diperlukan agar aturan yang disusun tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelaksanaan akademik di lapangan.“Sebelum ditetapkan dan disahkan secara resmi, substansi dalam pedoman akademik perlu melalui proses penyempurnaan secara menyeluruh. Karena itu, berbagai masukan menjadi bagian penting, untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun diperjelas dalam draf pedoman,” terangnya.Melalui proses uji publik ini, UNG menunjukkan komitmennya untuk membangun tata kelola akademik secara partisipatif. Pedoman Akademik 2026 diharapkan nantinya tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen yang mampu memberikan arah yang seragam, menyempurnakan mekanisme penyelenggaraan akademik, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di seluruh lingkungan UNG. (**)

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro
25 Sep 2026
09:48 WITA

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut mengambil bagian, dalam penguatan pendidikan vokasi rumpun Teknik Elektro di tingkat nasional. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan akademisi UNG, Ervan Hasan Harun, S.T., M.T., yang juga Pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota Divisi Forkom Vokasi – Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom Vokasi.Keterlibatan ini dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on Electrical Engineering) 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar, 24–26 September 2026.Tidak sekadar menghadiri forum nasional, Ervan juga terlibat sebagai kontributor dalam penyusunan dan pembahasan sejumlah panduan pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun Teknik Elektro. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya FORTEI memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).Tiga dokumen panduan yang menjadi bagian dari kontribusi tersebut meliputi Panduan Kurikulum Vokasi (Sarjana Terapan) Rumpun Teknik Elektro, Panduan Magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi Mahasiswa Sarjana Terapan, serta Panduan Capstone Project. Ketiga panduan tersebut menjadi bagian penting, dalam mendorong pengembangan pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.Menurut Ervan, salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemaparan Panduan Kurikulum Vokasi Rumpun Teknik Elektro. Dalam kesempatan tersebut, Ia turut mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan, sekaligus penguatan rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan Sarjana Terapan bidang Teknik Elektro.“Panduan kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama, bagi program studi Sarjana Terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik pendidikan vokasi,” ujarnya.Selain memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan kurikulum juga diarahkan agar tetap responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang Teknik Elektro.Bagi Ervan, keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi strategis, terhadap pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET).“Forum nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta program studi Teknik Elektro di Indonesia,” terangnya.Melalui keterlibatan ini, UNG kata Ervan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat nasional. Partisipasi tersebut memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterhubungan dengan industri, serta perkembangan teknologi.Kegiatan Munas FORTEI dan FORTEI-ICEE Tahun 2026 berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 September 2026, dan menjadi salah satu forum nasional bagi pengembangan serta penguatan jejaring pendidikan tinggi Teknik Elektro di Indonesia.

Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus
24 Sep 2026
06:24 WITA

Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Jabatan dan pangkat bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di lingkungan UNG, Selasa (22/9).Dalam suasana khidmat, Rektor secara resmi mengukuhkan sejumlah pejabat fungsional dosen dan tenaga kependidikan. Pelantikan tersebut mencakup sejumlah jabatan fungsional tenaga kependidikan, di antaranya Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Pranata Keuangan APBN Penyelia, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, dan PLP Terampil. Sementara pada jabatan fungsional dosen, pengangkatan dilakukan untuk jenjang Lektor dan Asisten Ahli.Dalam arahannya, Prof. Eduart menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa jabatan fungsional dan kepangkatan harus dimaknai lebih dari sekadar pencapaian karier.Menurutnya, jabatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kontribusi yang telah diberikan kepada institusi. Karena itu, setiap pejabat fungsional dituntut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan etika.“Bekerjalah dengan baik, jujur, dan menjunjung tinggi etika. Ketika dosen dan tendik memberikan kontribusi yang terbaik dengan cara yang benar, maka pangkat dan jenjang karier akan mengikuti dengan sendirinya,” pesan Rektor.Ia menegaskan, ukuran keberhasilan seorang ASN tidak semata-mata dilihat dari gelar maupun pangkat yang melekat, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan melalui pekerjaan dan kontribusinya terhadap kemajuan lembaga.“Bukan gelar atau pangkat yang dinilai orang, melainkan apa manfaat dan kontribusi yang kita berikan bagi kemajuan lembaga,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh jajaran ASN UNG untuk terus menumbuhkan empati dalam bekerja, menjaga integritas, serta menghindari orientasi kerja yang hanya berfokus pada tuntutan terhadap fasilitas. Menurutnya, kemajuan universitas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif dari seluruh sivitas akademika.Melalui pelantikan tersebut, UNG tidak hanya menegaskan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan tata kelola sumber daya manusia. Para pejabat fungsional yang dilantik diharapkan mampu menjadikan jabatan sebagai ruang untuk memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat ekosistem UNG yang semakin maju dan berdampak.

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama
22 Sep 2026
07:25 WITA

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah untuk mendukung penguatan peran perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) di Gedung Rektorat UNG, Senin (21/9).Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mematangkan rencana kemitraan resmi antara UNG dengan KemenP2MI. Pertemuan difokuskan pada pembahasan substansi draf Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus mempersiapkan berbagai aspek teknis menuju agenda penandatanganan kerja sama.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa koordinasi tatap muka tersebut, menjadi bagian penting dalam menyelaraskan poin-poin kesepahaman sebelum dokumen kerja sama difinalisasi.“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto.Menurutnya, penyelarasan substansi menjadi penting agar kerja sama yang dibangun nantinya memiliki arah dan ruang lingkup yang jelas, serta dapat diimplementasikan secara optimal oleh kedua belah pihak. Karena itu, pembahasan dilakukan secara bersama dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masing-masing institusi.“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas,” terangnya.Bagi UNG, kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama kelembagaan.Pertemuan ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi terbangunnya kemitraan yang lebih konkret antara UNG dan KemenP2MI. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan mendukung kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
22 Sep 2026
07:17 WITA

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas

Abdul Wahid Rauf

Potensi hasil perikanan di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Jika diolah dan dipasarkan dengan baik, hasil perikanan juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi pengembangan UMKM pesisir di Kantor Desa Huangobotu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN Tematik Tahap II UNG yang bertajuk “Penguatan Pangan Keluarga Melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding, Kemasan, dan Kemitraan Pemasaran.”Kegiatan ini diikuti pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Sosialisasi menghadirkan akademisi UNG yakni Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., dan Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber.Dalam materinya, Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., mengangkat topik “Penguatan Pangan Keluarga melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding dan Kemasan.” Ia mengaitkan pemanfaatan ikan dengan ketahanan pangan keluarga sekaligus peluang pengembangan produk olahan skala rumah tangga.Peserta juga diperkenalkan pada berbagai aspek yang dapat meningkatkan daya saing produk, mulai dari pemilihan nama atau merek, desain dan jenis kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, hingga penyusunan label. Aspek legalitas dan jaminan mutu turut menjadi bagian penting agar produk yang dikembangkan tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki dasar yang mendukung kepercayaan konsumen.Selanjutnya, Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., membahas strategi pemasaran produk olahan hasil perikanan. Materi diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, seperti mengenali pasar, menghitung harga pokok produksi (HPP) secara tepat, menentukan saluran penjualan, membangun kemitraan pemasaran, serta memilih strategi promosi yang sesuai.Pencatatan penjualan juga menjadi bagian yang ditekankan agar pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Huangobotu, Sitty Ainsyah Habibie, S.Pi., M.Sc., mengatakan bahwa potensi hasil perikanan di wilayah pesisir, perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk dan memasarkannya. Menurutnya hasil perikanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, menjadi produk pangan keluarga sekaligus produk usaha.“Peningkatan daya saing tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan branding, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual,” ujarnya. Dengan adanya program ini,  Sitty berharap masyarakat Desa Huangobotu diharapkan semakin melihat hasil perikanan sebagai potensi yang dapat dikembangkan dari hulu hingga hilir. Produk yang berasal dari sumber daya lokal tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat pesisir. (**)

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum
19 Sep 2026
06:35 WITA

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berupaya mempersiapkan diri, dalam menyambut transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan pemahaman tata kelola PTN-BH yang menghadirkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Jumat (19/9).Kegiatan yang melibatkan jajaran pimpinan universitas, fakultas dan lembaga di lingkungan UNG, menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tata kelola PTN-BH sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penting dalam menopang kinerja institusi.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar UNG, dalam mempersiapkan seluruh elemen universitas menghadapi transformasi menuju PTN-BH. Kehadiran Rektor dan jajaran MWA Unhas diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pengalaman praktis dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum.“Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan diri menuju PTN-BH. Dengan hadirnya Rektor dan Pimpinan Majelis Wali Amanat Unhas, kami berharap pemahaman civitas akademika mengenai tata kelola universitas sebagai PTN-BH semakin kuat,” ujar Eduart.Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyebut pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sesi berbagi pengalaman mengenai tata kelola PTN-BH, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen bersama antara Unhas dan UNG sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.“Semangatnya kami bawa adalah bagaimana Unhas dan UNG bisa tumbuh bersama sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.Menurutnya, salah satu kunci dalam menjaga tata kelola PTN-BH di Unhas adalah membangun hubungan yang harmonis antara Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, dan Pimpinan Universitas. Ketiga unsur tersebut, kata Jamaluddin, perlu terus menjaga komunikasi dan saling mendukung agar tata kelola perguruan tinggi dapat berjalan secara efektif.Melalui kegiatan tersebut, UNG tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai konsep dan mekanisme tata kelola PTN-BH, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dari pengalaman Unhas yang telah menjalankan status sebagai PTN-BH. Penguatan kapasitas SDM dan pemahaman tata kelola diharapkan menjadi modal penting bagi UNG dalam membangun tata kelola universitas yang semakin adaptif, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi. (**)

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026
15 Sep 2026
06:16 WITA

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Langkah 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menempuh pendidikan tinggi, mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima buku tabungan dan ATM tersebut, merupakan penerima beasiswa KIP-K UNG yang diterima melalui jalur SNBT dan SNBP.Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.“Bantuan biaya hidup tersebut kami salurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan. Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti,” ujar Taufiq.Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.“Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pesannya.Dengan diterimanya KIP Kuliah kata Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya. Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. (**)

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan
14 Sep 2026
06:29 WITA

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan

Rachmad Hidayah

Gorontalo — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”.Melalui tema tersebut, mahasiswa mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta merancang sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.Rancangan mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu tersebut berangkat dari hasil survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan tersebut telah dipaparkan mahasiswa pada FGD pertama kepada OPD terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.Pada FGD kedua yang dilaksanakan pada 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan.Di samping itu, untuk pengelolaan persampahan pesisir, mahasiswa mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.Dengan demikian, material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan permukiman dan perairan laut.Integrasi desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah, dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata.Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, mahasiswa menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan, yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa
11 Sep 2026
03:45 WITA

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo terus melakukan pengembangan layanan digital, untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik. Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) adalah, fitur akses bagi orang tua/wali mahasiswa untuk memantau perkembangan studi anaknya.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menuturkan Informasi akademik yang dapat dipantau oleh orang tua/wali meliputi semester yang sedang ditempuh dan status akademik mahasiswa, termasuk status cuti, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Indeks Prestasi Semester (IPS), jumlah Satuan Kredit Semester (SKS), nilai mata kuliah, serta persentase kehadiran dalam perkuliahan.Dengan informasi tersebut, orang tua/wali dapat mengetahui perkembangan studi mahasiswa dari semester ke semester. Data IPK dan IPS memberikan gambaran mengenai capaian akademik, sedangkan informasi jumlah SKS dan nilai mata kuliah dapat membantu melihat progres penyelesaian beban studi. Sementara itu, informasi persentase kehadiran dapat menjadi salah satu indikator, dalam memantau partisipasi mahasiswa pada proses pembelajaran.“Fitur ini dirancang sebagai akses informasi atau read only. Artinya, orang tua/wali hanya diberikan kewenangan untuk melihat informasi akademik yang tersedia, dan tidak memiliki akses untuk menambah, mengubah, menghapus, maupun melakukan transaksi terhadap data akademik mahasiswa,” terangnya.Menurutnya pembatasan tersebut menjadi bagian penting, dalam menjaga keamanan dan integritas data akademik. Seluruh proses akademik yang membutuhkan perubahan atau persetujuan tetap, dilakukan melalui mekanisme dan kewenangan yang telah ditetapkan bagi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, maupun unit terkait.“Pengembangan fitur akses orang tua/wali ini juga menjadi bagian dari upaya UNG, dalam meningkatkan transparansi layanan akademik, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa,” jelas Harto.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., mengungkapkan melalui kehadiran fitur ini, orang tua atau wali dapat memperoleh informasi perkembangan akademik mahasiswa, secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi dalam satu layanan.“Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan orang tua/wali, dalam memberikan dukungan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan di UNG,” ujarnya.Dengan SIAKAD yang terus dikembangkan, UNG kata Eduart terus berupaya menyempurnakan ekosistem layanan akademik yang semakin informatif, aman, terintegrasi, dan memberikan kemudahan tidak hanya bagi mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga bagi orang tua/wali sebagai salah satu pihak yang berperan dalam memberikan dukungan terhadap keberhasilan pendidikan mahasiswa.Untuk permohonan pembuatan akun SIAKAD untuk orang tua/wali dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba
10 Sep 2026
02:01 WITA

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menciptakan lingkungan desa yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba terus didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan Tim Relawan Anti Narkoba yang digelar di Kantor Desa Ayuhulalo, Selasa (8/9).Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah mahasiswa KKN Tematik UNG, dalam mendorong terwujudnya Desa Ayuhulalo sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Pelatihan melibatkan masyarakat serta unsur terkait di desa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran warga mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Tidak sekadar memberikan informasi, pelatihan ini diarahkan untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian masyarakat agar turut mengambil bagian, dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing. Mahasiswa KKN Tematik UNG berharap masyarakat dapat menjadi bagian aktif, dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari dua pemateri. Salah satunya Lutfiani Labuga yang memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba. Ia menjelaskan bahwa ancaman narkoba dapat hadir di sekitar kehidupan masyarakat, baik melalui lingkungan pergaulan maupun perkembangan media sosial.Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa. Semakin kuat kepedulian dan pengetahuan masyarakat, semakin luas pula jangkauan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.Pesan tersebut kemudian dirangkum melalui semboyan “Cegah, Lawan, dan Laporkan”. Semboyan ini menjadi dorongan bagi masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan kepedulian. Ada tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni niat, ilmu, dan aksi. Niat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, ilmu melalui pemahaman mengenai bahaya narkoba dan langkah pencegahannya, sedangkan aksi diwujudkan melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd., M.Si., menjelaskan, bahwa keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.“Keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG berharap terbentuk tim relawan yang mampu menjadi mitra masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan narkoba secara berkelanjutan. (**)

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo
09 Sep 2026
06:50 WITA

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Nuansa religius dan kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, civitas akademika UNG berkumpul dalam suasana penuh suka cita melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Senin (9/9), di Masjid Sabilurrasyad UNG.Peringatan Maulid tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan mahasiswa serta sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo. Kebersamaan tersebut menjadikan peringatan Maulid, sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.Keunikan peringatan Maulid di UNG semakin terasa dengan hadirnya tradisi walimah khas masyarakat Gorontalo, lengkap dengan tolangga yang dihias dan diisi beragam sajian. Tolangga tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG.Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan momentum penting untuk menumbuhkan sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perilaku, amalan dan ibadah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” ungkap Eduart.Lebih lanjut, Eduart menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan UNG. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi civitas akademika untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam.“Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.Tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, peringatan Maulid di UNG juga menjadi ruang untuk menjaga keberadaan tradisi dan kearifan lokal Gorontalo. Tradisi walimah dengan tolangga yang hadir dalam perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan budaya masyarakat.Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maulid Nabi di lingkungan UNG bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, merawat tradisi, serta menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kampus.

Pascasarjana UNG Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Kuliah Umum Mitigasi Korupsi
08 Sep 2026
06:37 WITA

Pascasarjana UNG Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Kuliah Umum Mitigasi Korupsi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Membangun institusi pendidikan yang bersih dan berintegritas tidak cukup hanya melalui aturan dan sistem. Kesadaran untuk mencegah korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan akademik, termasuk kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional di masa depan.Komitmen tersebut menjadi perhatian Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui pelaksanaan kuliah umum bertema “Penguatan Integritas melalui Mitigasi Korupsi dalam Mewujudkan Tata Kelola Institusi Pendidikan yang Bersih, Transparan dan Berintegritas”, Senin (7/9), di Aula Rektorat UNG.Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana UNG, dengan menghadirkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, S.H., M.H., sebagai pemateri utama.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang terjalin antara UNG dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai integritas, pencegahan korupsi, serta pentingnya tata kelola yang baik di lingkungan institusi pendidikan.Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, M.P., mengungkapkan bahwa kuliah umum ini, menjadi bagian dari rangkaian awal proses perkuliahan di lingkungan Pascasarjana. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan wawasan tambahan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai yang harus dijunjung selama menjalani pendidikan.“Ini menjadi bagian dari proses awal perkuliahan di lingkungan Pascasarjana, dengan tujuan memberikan penguatan dan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan,” ungkap Mahludin.Ia menilai, pembentukan karakter akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga menyangkut integritas, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjunjung nilai-nilai kejujuran.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Hidayat Koniyo, menilai tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut, sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini.Menurutnya, penguatan wawasan mengenai pencegahan korupsi penting diberikan kepada mahasiswa, agar mereka memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan akademik maupun ketika nantinya terjun ke dunia profesional.“Kuliah umum ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa. Terlebih tema yang diangkat sangat penting dalam upaya pencegahan tindak korupsi, sebagai langkah strategis mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang bersih, transparan dan berintegritas, khususnya di insitusi pendidikan tinggi,” jelas Hidayat.Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak hanya memahami korupsi dari aspek hukum, tetapi juga mampu mengenali berbagai bentuk risiko dan potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam pengelolaan institusi.Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui kegiatan edukatif seperti ini menjadi salah satu langkah nyata, dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus menanamkan budaya antikorupsi di lingkungan kampus. (**)

Di Balik Jas Putih Tersimpan Talenta Seni, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Peksiminas XVIII 2026
07 Sep 2026
10:16 WITA

Di Balik Jas Putih Tersimpan Talenta Seni, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Peksiminas XVIII 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG identik dengan aktivitas akademik yang padat, buku-buku tebal, praktikum, hingga berbagai tuntutan pembelajaran di bidang kesehatan. Namun, anggapan bahwa mahasiswa kedokteran hanya berkutat dengan dunia medis ternyata tidak sepenuhnya benar.Di balik keseriusan mereka menekuni ilmu kedokteran, ternyata tersimpan talenta seni yang tak kalah luar biasa. Hal tersebut dibuktikan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNG, yang berhasil menjadi yang terbaik di tingkat universitas dan berhak mewakili UNG pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.Ketiga mahasiswa tersebut yakni, Alya Zulfah Halada, Sania Wahyuniar Baderan, Fatimah Daniyah. Mereka akan tampil pada tiga tangkai lomba berbeda, yakni penulisan puisi, monolog, dan lukis. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi sejarah tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UNG, karena untuk pertama kalinya berhasil mengirimkan wakil pada ajang Peksiminas.Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Fakultas Kedokteran, merupakan salah satu fakultas yang relatif muda di lingkungan UNG. Meski demikian, usia fakultas ternyata bukan menjadi penghalang bagi mahasiswanya untuk menunjukkan kemampuan di luar bidang akademik.Justru melalui Peksimitas, mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu membuktikan bahwa kemampuan soft skill, kreativitas, dan ekspresi seni dapat tumbuh berdampingan dengan kompetensi akademik yang mereka miliki.Keberhasilan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran tampil di Peksiminas tersebut, bahkan menjadi kejutan tersendiri bagi Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran lebih dikenal dengan karakter akademiknya yang serius. Namun, pencapaian pada Peksimitas menunjukkan adanya sisi lain dari mahasiswa FK yang patut diapresiasi.“Ini sebuah kejutan. Selama ini mahasiswa fakultas kedokteran dikenal sebagai orang yang serius dan kutu buku. Tapi faktanya mereka mampu bersaing di tingkat universitas, kemudian berhasil mewakili UNG di tingkat nasional,” ungkap Eduart.Eduart mengaku bangga melihat mahasiswa UNG, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang mampu mengembangkan potensi diri melalui bidang seni sekaligus menorehkan prestasi.Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan berbagai potensi dan keterampilan yang dapat mendukung pembentukan karakter serta prestasi mereka.“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki soft skill dan mampu berprestasi tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga di bidang seni,” tambahnya.Eduart pun memberikan apresiasi kepada tiga mahasiswa FK yang telah berhasil melewati persaingan di tingkat universitas. Ia berharap kesempatan tampil pada Peksiminas XVIII dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan pengalaman sekaligus prestasi terbaik bagi almamater. (**)