
Dari Ikan Hulu’u ke Spray Gel Penyembuh Luka Bakar, Inovasi Kesehatan Berbasis Kekayaan Hayati Gorontalo
Abdul Wahid Rauf
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya hayati. Namun, tidak semua potensi lokal telah dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan produk kesehatan. Di Gorontalo, salah satu kekayaan hayati yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan ternyata menyimpan potensi besar di bidang farmasi. Ikan Hulu’u (Giuris margaritacea), ikan air tawar yang banyak ditemukan di perairan lokal, kini menjadi perhatian para peneliti karena kandungan albuminnya yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka bakar.Potensi tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo yang dipimpin oleh Mohamad Aprianto Paneo bersama Endah Nurrohwinta Djuwarno, Sitty Ainsyah Habibie, Nurain Thomas, Multiani S. Latif, Nur Alifia Karina Munafri, dan Rayhan Firman Anasiru. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science and Technology Indonesia tahun 2026 dengan judul Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of Burn Wounds: In Vivo Evaluation in Rats.Mengapa Luka Bakar Sulit Disembuhkan?Luka bakar merupakan salah satu jenis cedera yang memerlukan penanganan khusus karena melibatkan kerusakan jaringan kulit dalam berbagai tingkat keparahan. Selain menimbulkan rasa nyeri, luka bakar juga berisiko menyebabkan infeksi, kehilangan cairan tubuh, hingga gangguan fungsi organ apabila tidak ditangani dengan baik.Proses penyembuhan luka bakar membutuhkan regenerasi jaringan yang kompleks. Tubuh harus membentuk jaringan baru, memperbaiki pembuluh darah yang rusak, serta menghasilkan kolagen untuk mengembalikan struktur kulit. Karena itu, berbagai penelitian terus dilakukan untuk menemukan bahan alami yang mampu mempercepat proses pemulihan jaringan tersebut.Albumin, Protein Penting untuk Regenerasi JaringanSalah satu zat yang banyak diteliti dalam proses penyembuhan luka adalah albumin. Protein ini memiliki berbagai fungsi biologis penting, mulai dari menjaga keseimbangan cairan tubuh hingga mendukung perbaikan jaringan yang rusak.Dalam dunia medis, albumin diketahui berperan dalam mempercepat proliferasi sel, merangsang pembentukan kolagen, serta membantu proses regenerasi jaringan baru. Kemampuan inilah yang membuat albumin menjadi kandidat menarik untuk dikembangkan sebagai bahan terapi luka.Tim peneliti UNG menemukan bahwa ikan Hulu’u memiliki kandungan albumin yang cukup tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kesehatan. Berbekal potensi tersebut, mereka mengembangkan albumin ikan Hulu’u ke dalam bentuk sediaan modern berupa spray gel.Mengapa Dipilih Bentuk Spray Gel?Berbeda dengan salep atau krim konvensional, spray gel menawarkan sejumlah keunggulan praktis. Produk ini dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung ke area luka tanpa perlu banyak sentuhan, sehingga risiko kontaminasi dapat diminimalkan.Selain itu, spray gel mampu membentuk lapisan pelindung yang merata di permukaan luka. Lapisan ini membantu menjaga kelembapan area luka, yang merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyembuhan jaringan.Dalam penelitian tersebut, albumin ikan Hulu’u diformulasikan ke dalam beberapa variasi spray gel dengan konsentrasi yang berbeda. Para peneliti menggunakan kombinasi polimer hidrofilik yang dirancang untuk menghasilkan gel yang stabil sekaligus mampu melepaskan albumin secara bertahap pada area luka.Hasil yang Menjanjikan di LaboratoriumSebelum diuji efektivitasnya, seluruh formulasi spray gel menjalani berbagai pengujian kualitas. Peneliti mengevaluasi stabilitas fisik, tingkat keasaman (pH), viskositas, daya sebar, daya lekat, hingga kemampuan pelepasan albumin dari sistem gel.Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki karakteristik yang baik dan aman digunakan pada kulit. Nilai pH berada dalam rentang yang sesuai sehingga tidak berpotensi menimbulkan iritasi.Menariknya, formulasi dengan kandungan albumin tertinggi, yaitu 20 persen, menunjukkan performa paling optimal. Formulasi ini memiliki kestabilan yang lebih baik serta kemampuan pelepasan albumin yang lebih tinggi dibandingkan formulasi lainnya.Pada pengujian in vitro, spray gel dengan albumin 20 persen mampu melepaskan sekitar 81 persen kandungan albuminnya dalam waktu 180 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi albumin dalam formulasi, semakin besar pula potensi zat aktif yang dapat tersedia untuk mendukung proses penyembuhan luka.Terbukti Mempercepat Penyembuhan Luka BakarKeunggulan formulasi tersebut tidak hanya terlihat di laboratorium. Tim peneliti juga melakukan pengujian in vivo menggunakan hewan coba untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka bakar.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan spray gel dengan kandungan albumin tertinggi mengalami penyusutan diameter luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Dengan kata lain, luka bakar pada kelompok tersebut sembuh lebih baik dan lebih cepat.Efek ini diduga berkaitan dengan kemampuan albumin dalam mendukung pembentukan jaringan baru, mempercepat sintesis kolagen, serta meningkatkan aktivitas sel-sel yang berperan dalam proses regenerasi kulit.Mengangkat Potensi Lokal ke Tingkat yang Lebih TinggiPenelitian ini tidak hanya menawarkan alternatif terapi luka bakar yang menjanjikan, tetapi juga menunjukkan bagaimana sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk kesehatan bernilai tinggi. Ikan Hulu’u yang selama ini dikenal sebagai bahan konsumsi masyarakat ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber biomaterial untuk pengembangan produk farmasi modern.Temuan ini sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri kesehatan berbasis sumber daya alam lokal. Dengan riset yang berkelanjutan, pemanfaatan ikan Hulu’u dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang berasal dari daerah.Pada akhirnya, penelitian ini menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan biodiversitas Indonesia dapat bertransformasi menjadi solusi kesehatan masa depan. Dari perairan Gorontalo, ikan Hulu’u kini tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku terapi penyembuhan luka bakar yang inovatif, efektif, dan bernilai tinggi.(Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)