Site Logo
Semua Berita
Semua Berita Siaran PersPenelitianPengumumanPengabdianSNPMBKemdikti SaintekUNG BerdampakMBKMSDGsPrestasi MahasiswaKerjasamaKemahasiswaanAkademikAkreditasiUmum
Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala
04 Jun 2026
05:41 WITA

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Siapa sangka tumpukan sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah tak berguna di sudut-sudut kebun warga Desa Dunggala, kini menjelma menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Itulah yang berhasil diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap I Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program inovatif bertajuk GALAPEAT.Program yang resmi diluncurkan di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango ini mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat — media tanam organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.GALAPEAT merupakan salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN Tematik bertema "Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing."Dari Limbah ke PeluangGALAPEAT lahir bukan sekadar dari ide di atas kertas. Program ini hadir sebagai jawaban nyata atas persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi yang selama ini terlewatkan begitu saja oleh warga desa.Ketua tim KKN Tematik, Haris Danial, S.Pd., M.A., mengungkapkan bahwa, potensi besar desa ini selama ini tersembunyi di balik tumpukan sabut kelapa yang tak terurus."Sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui GALAPEAT, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun identitas desa yang kuat berbasis kearifan lokal," ujar Haris.Program ini dipimpin oleh tim multidisiplin yang solid, terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. — membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas ilmu.Warga Belajar, Warga BerdayaTak hanya sekadar sosialisasi, program GALAPEAT mengajak langsung masyarakat, para petani, dan anggota Karang Taruna Desa Dunggala untuk terjun dalam proses produksi cocopeat dari awal hingga akhir.Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat cocopeat — mulai dari fungsinya sebagai media tanam ramah lingkungan yang menyerap air dengan baik, hingga peluangnya sebagai produk siap jual yang menjanjikan. Dengan terlibat langsung dalam proses produksi, warga tidak hanya menonton, tetapi benar-benar memahami dan menguasai keterampilan baru.Desa Inovatif Berbasis Kearifan LokalKehadiran GALAPEAT dan berbagai program pendampingan lainnya semakin menegaskan posisi Desa Dunggala sebagai desa yang inovatif, edukatif, dan berakar pada kearifan lokal.  Lebih dari sekadar program pengabdian, GALAPEAT membuka babak baru bagi ekonomi kreatif desa — sebuah bukti bahwa mahasiswa tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi mampu meninggalkan jejak perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda
04 Jun 2026
02:21 WITA

Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda

Abdul Wahid Rauf

Pernahkah Anda mendapati seseorang tiba-tiba kesulitan tersenyum, sudut mulut tampak mencong ke satu sisi, atau kelopak mata tidak bisa menutup sempurna? Kondisi ini bukan sekadar kelelahan otot biasa. Dalam dunia medis, gejala tersebut dikenal sebagai Bell's Palsy — kelumpuhan saraf wajah yang terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi wajah.Kini, kondisi ini menjadi perhatian serius setelah sebuah studi deskriptif yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (2023–2025) mengungkap pola yang tak terduga: Bell's Palsy ternyata banyak menyerang penduduk di usia produktif. Temuan ini menggeser anggapan lama bahwa gangguan saraf identik dengan kelompok lanjut usia.Bukan Penyakit "Orang Tua"Salah satu temuan paling mengejutkan dari studi ini adalah tingginya prevalensi Bell's Palsy pada kelompok usia 20–29 tahun, yakni mencapai 38,5% dari seluruh kasus yang tercatat. Angka ini jauh melampaui kelompok usia lainnya dan memicu diskusi ilmiah yang serius mengenai peran gaya hidup modern sebagai faktor risiko.Para ahli berpendapat bahwa generasi muda masa kini rentan karena kombinasi beberapa faktor: paparan suhu dingin yang berlebihan — baik dari pendingin ruangan maupun angin saat berkendara malam hari — serta tingkat stres tinggi yang secara kronis melemahkan sistem imun. Kondisi inilah yang diduga memicu reaktivasi virus laten, khususnya virus Herpes Simplex, yang kemudian menyerang saraf kranial ketujuh atau saraf wajah.Data studi ini juga mencatat bahwa perempuan lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki, dengan proporsi mencapai 65,4% dari total kasus. Meski mekanisme pasti di balik perbedaan ini masih terus diteliti, fluktuasi hormonal dan perbedaan respons imun diyakini turut berkontribusi.Mengenali Gejala Sejak DiniBell's Palsy tidak datang tanpa tanda. Studi ini mencatat beberapa gejala dominan yang perlu diwaspadai:Asimetri wajah — sudut mulut mencong ke satu sisi, ditemukan pada 31,4% pasien, merupakan gejala yang paling mudah dikenali secara visual.Gangguan pada mata — kesulitan menutup kelopak mata sepenuhnya dialami oleh 19,6% pasien. Bila dibiarkan, kondisi ini berisiko menimbulkan mata kering, iritasi, bahkan kerusakan kornea.Nyeri di belakang telinga — kerap muncul sebagai gejala awal sebelum kelumpuhan wajah terjadi sepenuhnya, namun sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya.Mengenali gejala-gejala ini sejak dini adalah kunci utama keberhasilan pengobatan.Kecepatan Penanganan Adalah SegalanyaMeskipun perubahan wajah yang mendadak kerap menimbulkan kepanikan, studi ini membawa kabar yang menggembirakan: sebanyak 65,4% pasien berhasil sembuh total. Namun, kesembuhan tersebut sangat bergantung pada satu faktor krusial — kecepatan penanganan.Penggunaan kortikosteroid pada fase akut, yaitu dalam 72 jam pertama sejak gejala muncul, terbukti secara klinis meningkatkan peluang pemulihan secara signifikan. Sebaliknya, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan medis — terutama mereka yang lebih memilih pengobatan alternatif yang tidak berbasis bukti ilmiah — berisiko mengalami pemulihan yang tidak sempurna, bahkan kecacatan permanen pada otot wajah.Bell's Palsy Bukan Sekadar "Masuk Angin"Di masyarakat, Bell's Palsy masih sering disalahartikan sebagai dampak dari "masuk angin" atau terkena kipas angin langsung. Mitos ini berbahaya karena dapat menunda pasien untuk segera mencari pertolongan medis.Secara ilmiah, Bell's Palsy adalah kondisi neurologis kompleks yang melibatkan proses peradangan pada saraf wajah. Pendekatan yang tepat bukan panik, melainkan segera bertindak: kenali gejalanya, dan pergi ke fasilitas kesehatan dalam waktu sesingkat mungkin.Studi dari Gorontalo ini menjadi pengingat penting, khususnya bagi generasi muda Indonesia, bahwa menjaga kesehatan sistem imun — melalui pola tidur yang cukup, manajemen stres, dan perlindungan dari paparan dingin ekstrem — bukan sekadar gaya hidup sehat, melainkan bentuk nyata pencegahan gangguan saraf yang dapat mengubah kualitas hidup secara drastis.(Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi, Gelar Sosialisasi Tata Naskah Dinas
03 Jun 2026
07:12 WITA

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi, Gelar Sosialisasi Tata Naskah Dinas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya memperkuat tata kelola administrasi yang tertib, efektif, dan sesuai regulasi terus dilakukan oleh Universitas Negeri Gorontalo. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Tata Naskah Dinas yang diselenggarakan, Rabu (3/6), di Ruang Pertemuan Prof. Kadir Abdussamad.Kegiatan tersebut diikuti para kepala bagian dan subbagian, ketua tim kerja, ketua kelompok kerja serta operator dari berbagai unit di lingkungan UNG. Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh unit kerja terkait tata kelola administrasi persuratan yang berlaku di lingkungan universitas.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Harto Malik, menegaskan bahwa pemahaman yang seragam mengenai tata naskah dinas merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola universitas yang profesional dan akuntabel.Menurutnya, tata naskah dinas tidak sekadar mengatur teknis surat-menyurat, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek administrasi, hukum, hingga pengelolaan keuangan di lingkungan perguruan tinggi."Tata naskah dinas merupakan hal yang sangat penting karena dapat membawa konsekuensi hukum dan administrasi. Oleh karena itu, setiap dokumen administrasi resmi harus disusun dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab," ujarnya.Harto juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam setiap proses administrasi, mulai dari penyusunan dokumen, penggunaan format surat, hingga pemakaian stempel resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan administratif yang tampak sederhana, menurutnya, berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila tidak mengikuti standar yang telah ditetapkan.Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh unit kerja dapat menerapkan tata naskah dinas secara konsisten sehingga tercipta sistem administrasi yang lebih tertib, efisien, dan memiliki kepastian hukum. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi dan memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional di era transformasi pendidikan tinggi. (**)

Targetkan Nilai Akreditasi Terbaik, Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jalani Visitasi LAMDik
03 Jun 2026
04:50 WITA

Targetkan Nilai Akreditasi Terbaik, Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jalani Visitasi LAMDik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui proses akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, yang saat ini menjalani asesmen lapangan akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDik).Asesmen lapangan yang berlangsung di lingkungan FOK UNG tersebut menghadirkan dua asesor LAMDik, yakni Prof. Dr. Advendi Kristiyandaru, M.Pd., dan Prof. Dr. Dimyati, M.Si. Kedatangan tim asesor disambut oleh Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., didampingi Dekan FOK Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., serta jajaran sivitas akademika fakultas.Dekan FOK Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., menjelaskan bahwa asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, untuk membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selama ini terus ditingkatkan."Seluruh sivitas akademika telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal, mulai dari penyusunan dokumen hingga pemenuhan berbagai indikator penilaian. Kami berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan," ujar Hartono.Menurutnya, capaian akreditasi terbaik menjadi target yang ingin diwujudkan karena tidak hanya mencerminkan kualitas program studi, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul kepada masyarakat.Sementara itu, Wakil Rektor UNG Dr. Harto Malik menegaskan bahwa akreditasi memiliki peran strategis dalam pengembangan perguruan tinggi. Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan."Akreditasi merupakan cerminan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran, tata kelola, serta layanan akademik. Karena itu, proses visitasi ini menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan program studi," kata Harto.Ia optimistis Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga mampu meraih hasil terbaik melalui proses asesmen tersebut. Capaian akreditasi unggul nantinya diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan FOK UNG.Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan dan dukungan penuh seluruh sivitas akademika, FOK UNG berharap proses visitasi ini menjadi langkah penting menuju pengakuan mutu yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih akreditasi terbaik tidak hanya akan meningkatkan reputasi program studi, tetapi juga memperkuat posisi UNG sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing.

FEB UNG Dorong Dosen Muda dan Mahasiswa Raih Peluang Studi di Australia
02 Jun 2026
05:00 WITA

FEB UNG Dorong Dosen Muda dan Mahasiswa Raih Peluang Studi di Australia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan mendorong dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas akademik melalui pendidikan di luar negeri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Study, Grow & Succeed in Australia” yang bekerja sama dengan Meridian Study, Selasa (2/6).Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FEB UNG itu mendapat sambutan luar biasa dari sivitas akademika. Puluhan dosen muda dan mahasiswa memadati ruang seminar untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai berbagai peluang studi, beasiswa, serta pengalaman pendidikan di Australia.Seminar ini menjadi ruang inspiratif bagi peserta yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Berbagai informasi terkait sistem pendidikan Australia, peluang pengembangan karier, hingga strategi mempersiapkan studi internasional disampaikan secara komprehensif kepada peserta.Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.Menurut Raflin, saat ini perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten di tingkat lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersaing dalam lingkungan internasional. Karena itu, dosen maupun mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri untuk memperluas pengalaman akademik melalui pendidikan di luar negeri.“Seminar ini penting untuk membuka wawasan dosen dan mahasiswa mengenai berbagai peluang pengembangan kapasitas dan keilmuan melalui pendidikan di Australia. Sudah saatnya FEB melangkah lebih jauh dengan memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa melalui pengalaman belajar di kampus-kampus internasional,” ujarnya.Ia menambahkan, mahasiswa tingkat akhir maupun dosen muda FEB perlu mulai merencanakan studi lanjut ke luar negeri sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan karier akademik dan profesional.Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pengalaman belajar di luar negeri juga dinilai mampu memperluas jejaring internasional yang akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan institusi di masa mendatang.“Ketika dosen dan mahasiswa memiliki pengalaman akademik internasional, maka bukan hanya kapasitas individu yang meningkat, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, riset, dan kerja sama yang lebih luas bagi fakultas maupun universitas,” tambahnya.Melalui seminar ini, FEB UNG berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang berani mengambil langkah untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Upaya tersebut sejalan dengan visi internasionalisasi universitas dalam menciptakan generasi akademik yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi di tingkat global.

Dari Ikan Hulu’u ke Spray Gel Penyembuh Luka Bakar, Inovasi Kesehatan Berbasis Kekayaan Hayati Gorontalo
02 Jun 2026
03:49 WITA

Dari Ikan Hulu’u ke Spray Gel Penyembuh Luka Bakar, Inovasi Kesehatan Berbasis Kekayaan Hayati Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya hayati. Namun, tidak semua potensi lokal telah dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan produk kesehatan. Di Gorontalo, salah satu kekayaan hayati yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan ternyata menyimpan potensi besar di bidang farmasi. Ikan Hulu’u (Giuris margaritacea), ikan air tawar yang banyak ditemukan di perairan lokal, kini menjadi perhatian para peneliti karena kandungan albuminnya yang berpotensi membantu proses penyembuhan luka bakar.Potensi tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo yang dipimpin oleh Mohamad Aprianto Paneo bersama Endah Nurrohwinta Djuwarno, Sitty Ainsyah Habibie, Nurain Thomas, Multiani S. Latif, Nur Alifia Karina Munafri, dan Rayhan Firman Anasiru. Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science and Technology Indonesia tahun 2026 dengan judul Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of Burn Wounds: In Vivo Evaluation in Rats.Mengapa Luka Bakar Sulit Disembuhkan?Luka bakar merupakan salah satu jenis cedera yang memerlukan penanganan khusus karena melibatkan kerusakan jaringan kulit dalam berbagai tingkat keparahan. Selain menimbulkan rasa nyeri, luka bakar juga berisiko menyebabkan infeksi, kehilangan cairan tubuh, hingga gangguan fungsi organ apabila tidak ditangani dengan baik.Proses penyembuhan luka bakar membutuhkan regenerasi jaringan yang kompleks. Tubuh harus membentuk jaringan baru, memperbaiki pembuluh darah yang rusak, serta menghasilkan kolagen untuk mengembalikan struktur kulit. Karena itu, berbagai penelitian terus dilakukan untuk menemukan bahan alami yang mampu mempercepat proses pemulihan jaringan tersebut.Albumin, Protein Penting untuk Regenerasi JaringanSalah satu zat yang banyak diteliti dalam proses penyembuhan luka adalah albumin. Protein ini memiliki berbagai fungsi biologis penting, mulai dari menjaga keseimbangan cairan tubuh hingga mendukung perbaikan jaringan yang rusak.Dalam dunia medis, albumin diketahui berperan dalam mempercepat proliferasi sel, merangsang pembentukan kolagen, serta membantu proses regenerasi jaringan baru. Kemampuan inilah yang membuat albumin menjadi kandidat menarik untuk dikembangkan sebagai bahan terapi luka.Tim peneliti UNG menemukan bahwa ikan Hulu’u memiliki kandungan albumin yang cukup tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kesehatan. Berbekal potensi tersebut, mereka mengembangkan albumin ikan Hulu’u ke dalam bentuk sediaan modern berupa spray gel.Mengapa Dipilih Bentuk Spray Gel?Berbeda dengan salep atau krim konvensional, spray gel menawarkan sejumlah keunggulan praktis. Produk ini dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung ke area luka tanpa perlu banyak sentuhan, sehingga risiko kontaminasi dapat diminimalkan.Selain itu, spray gel mampu membentuk lapisan pelindung yang merata di permukaan luka. Lapisan ini membantu menjaga kelembapan area luka, yang merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyembuhan jaringan.Dalam penelitian tersebut, albumin ikan Hulu’u diformulasikan ke dalam beberapa variasi spray gel dengan konsentrasi yang berbeda. Para peneliti menggunakan kombinasi polimer hidrofilik yang dirancang untuk menghasilkan gel yang stabil sekaligus mampu melepaskan albumin secara bertahap pada area luka.Hasil yang Menjanjikan di LaboratoriumSebelum diuji efektivitasnya, seluruh formulasi spray gel menjalani berbagai pengujian kualitas. Peneliti mengevaluasi stabilitas fisik, tingkat keasaman (pH), viskositas, daya sebar, daya lekat, hingga kemampuan pelepasan albumin dari sistem gel.Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki karakteristik yang baik dan aman digunakan pada kulit. Nilai pH berada dalam rentang yang sesuai sehingga tidak berpotensi menimbulkan iritasi.Menariknya, formulasi dengan kandungan albumin tertinggi, yaitu 20 persen, menunjukkan performa paling optimal. Formulasi ini memiliki kestabilan yang lebih baik serta kemampuan pelepasan albumin yang lebih tinggi dibandingkan formulasi lainnya.Pada pengujian in vitro, spray gel dengan albumin 20 persen mampu melepaskan sekitar 81 persen kandungan albuminnya dalam waktu 180 menit. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi albumin dalam formulasi, semakin besar pula potensi zat aktif yang dapat tersedia untuk mendukung proses penyembuhan luka.Terbukti Mempercepat Penyembuhan Luka BakarKeunggulan formulasi tersebut tidak hanya terlihat di laboratorium. Tim peneliti juga melakukan pengujian in vivo menggunakan hewan coba untuk melihat efektivitasnya dalam penyembuhan luka bakar.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan spray gel dengan kandungan albumin tertinggi mengalami penyusutan diameter luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Dengan kata lain, luka bakar pada kelompok tersebut sembuh lebih baik dan lebih cepat.Efek ini diduga berkaitan dengan kemampuan albumin dalam mendukung pembentukan jaringan baru, mempercepat sintesis kolagen, serta meningkatkan aktivitas sel-sel yang berperan dalam proses regenerasi kulit.Mengangkat Potensi Lokal ke Tingkat yang Lebih TinggiPenelitian ini tidak hanya menawarkan alternatif terapi luka bakar yang menjanjikan, tetapi juga menunjukkan bagaimana sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk kesehatan bernilai tinggi. Ikan Hulu’u yang selama ini dikenal sebagai bahan konsumsi masyarakat ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber biomaterial untuk pengembangan produk farmasi modern.Temuan ini sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri kesehatan berbasis sumber daya alam lokal. Dengan riset yang berkelanjutan, pemanfaatan ikan Hulu’u dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong lahirnya inovasi kesehatan yang berasal dari daerah.Pada akhirnya, penelitian ini menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan biodiversitas Indonesia dapat bertransformasi menjadi solusi kesehatan masa depan. Dari perairan Gorontalo, ikan Hulu’u kini tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku terapi penyembuhan luka bakar yang inovatif, efektif, dan bernilai tinggi.(Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

Mahasiswa UNG Raih Silver Medal Nasional, Bukti Daya Saing Generasi Muda Gorontalo
02 Jun 2026
01:17 WITA

Mahasiswa UNG Raih Silver Medal Nasional, Bukti Daya Saing Generasi Muda Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat nasional. Tim mahasiswa lintas fakultas berhasil meraih Silver Medal pada kategori Essay National Competition dalam ajang EduTalk Fair Competition 2026 sub-tema kesehatan yang berlangsung di Semarang, 30 Mei 2026.Tim UNG terdiri dari Putri Khairunnisa Febriyanti Nalole dan Dani Rahmatullah Tjomo dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta Firman Utina dari Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Ketiganya didampingi oleh dosen pembimbing Andi Marshanawiah, S.Pd., M.Pd.Kompetisi yang diselenggarakan oleh Eduact Creative Hub bekerja sama dengan DBS Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui karya tulis ilmiah.Keberhasilan meraih medali perak menjadi pencapaian yang membanggakan bagi UNG. Selain menunjukkan kualitas akademik mahasiswa, prestasi ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Gorontalo mampu bersaing dan berprestasi di tengah kompetisi nasional yang ketat.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih tim mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan kemampuan intelektual mahasiswa dalam merumuskan gagasan yang relevan, inovatif, dan memiliki manfaat bagi masyarakat.“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG memiliki kapasitas akademik yang kuat dan mampu menghasilkan ide-ide yang solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional,” ujarnya.Lebih lanjut, Amir menilai kolaborasi antara mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Sosial menjadi salah satu faktor penting yang mendorong lahirnya gagasan yang lebih komprehensif. Sinergi lintas disiplin ilmu tersebut memperkaya perspektif dalam penyusunan karya esai sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama multidisiplin dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena menghadirkan sudut pandang yang lebih luas dalam menyelesaikan persoalan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari bidang ilmunya sendiri, tetapi juga mampu berkolaborasi untuk menghasilkan gagasan yang lebih kuat dan aplikatif,” tambahnya.Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan budaya literasi, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik sebagai sarana pengembangan diri dan kontribusi nyata bagi masyarakat.Dengan raihan Silver Medal pada EduTalk Fair Competition 2026, mahasiswa UNG kembali membuktikan bahwa semangat berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi mampu mengantarkan generasi muda Gorontalo meraih prestasi gemilang dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Semangat Berbagi Iduladha, UNG Sembelih 21 Hewan Kurban untuk Civitas Akademika dan Masyarakat
28 May 2026
01:13 WITA

Semangat Berbagi Iduladha, UNG Sembelih 21 Hewan Kurban untuk Civitas Akademika dan Masyarakat

Abdul Wahid Rauf

Perayaan Hari Raya Idul adha di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo tahun ini berlangsung penuh makna. Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, UNG melaksanakan penyembelihan 21 hewan kurban yang akan didistribusikan kepada civitas akademika, masyarakat sekitar kampus, hingga panti asuhan.Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dipusatkan di lingkungan kampus dengan melibatkan berbagai unsur civitas akademika. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan universitas.Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama dan Umum UNG, Arief Rahman Hakim Abdul, selaku pelaksana kegiatan kurban menjelaskan bahwa, seluruh hewan kurban berupa 21 ekor sapi yang terkumpul berasal dari sumbangan dosen dan pegawai di lingkungan UNG.Menurutnya, daging kurban nantinya tidak hanya dibagikan kepada keluarga besar kampus, tetapi juga disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar kampus serta sejumlah panti asuhan.“Seluruh hewan kurban yang terkumpul merupakan sumbangan dari dosen maupun pegawai UNG. Ini menjadi agenda tahunan kampus yang terus dijaga sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T, berharap pelaksanaan ibadah kurban ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan lingkungan sekitar.Ia menilai, momentum Idul adha tidak hanya menjadi sarana menjalankan ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang harus terus tumbuh di lingkungan perguruan tinggi.“Semoga ibadah kurban yang dilaksanakan civitas akademika UNG tahun ini bernilai pahala serta membawa manfaat bagi warga kampus dan masyarakat sekitar,” harapnya.Melalui kegiatan tersebut, Eduart menegaskan bahwa UNG senantiasa menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif menebarkan nilai kemanusiaan dan semangat berbagi di momen hari besar keagamaan. (**)

Berhasil Lulus UTBK-SNBT di UNG, Calon Mahasiswa Diminta Segera Lakukan Pendaftaran Ulang
26 May 2026
06:10 WITA

Berhasil Lulus UTBK-SNBT di UNG, Calon Mahasiswa Diminta Segera Lakukan Pendaftaran Ulang

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus masuk di UNG melalui jalur seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, diminta untuk secepat mungkin melakukan tahapan pendaftaran ulang. Hal tersebut untuk memastikan bahwa calon mahasiswa benar-benar ingin melanjutkan proses pendaftaran, sebagai mahasiswa baru di UNG tahun akademik 2026-2027.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan lulus dan diterima di UNG, wajib mengikuti proses registrasi ulang secara daring melalui laman resmi http://spmb.ung.ac.id. Melalui laman tersebut, calon mahasiswa juga dapat melihat seluruh persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi.“Registrasi kembali merupakan tahapan wajib dalam proses penerimaan mahasiswa baru di UNG. Jika tidak dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan, maka peserta akan dinyatakan gugur atau mengundurkan diri,” jelas Hafidz.Proses registrasi online telah dibuka sejak 26 Mei hingga 8 Juni 2026. Karena itu, calon mahasiswa diharapkan tidak menunda proses pengisian biodata maupun pengunggahan dokumen agar tidak mengalami kendala administrasi di akhir masa registrasi.Selain melakukan pendaftaran ulang secara online, calon mahasiswa juga diwajibkan menyerahkan dokumen fisik kepada Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG. Khusus peserta yang berasal dari luar Provinsi Gorontalo, pengiriman berkas dapat dilakukan paling lambat Selasa, 9 Juni 2026.Tahapan selanjutnya yang harus diikuti adalah proses verifikasi akhir dengan membawa seluruh dokumen asli yang sebelumnya telah diserahkan kepada pihak BAKP UNG. Verifikasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan keabsahan data calon mahasiswa sebelum resmi terdaftar sebagai mahasiswa UNG.“Perlu diingat calon mahasiswa yang tidak mengisi biodata ataupun tidak menyerahkan dokumen sesuai jadwal yang ditentukan, akan dianggap mengundurkan diri dari proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026,” tegas Hafidz.Dengan dibukanya tahapan registrasi ulang ini, UNG berharap seluruh calon mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi nasional dapat segera menyelesaikan proses administrasi dengan baik, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian persiapan akademik menuju perkuliahan tahun ajaran baru. (**)

Tujuh Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan PKM 2025, Bukti Kreativitas Mahasiswa Makin Bersinar
25 May 2026
08:42 WITA

Tujuh Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan PKM 2025, Bukti Kreativitas Mahasiswa Makin Bersinar

Abdul Wahid Rauf

Sebanyak tujuh tim mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dari berbagai fakultas berhasil, lolos memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2025 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.Tim yang lolos berasal dari berbagai skema PKM, mulai dari kewirausahaan, pengabdian masyarakat, riset sosial humaniora, hingga skema insentif PKM-Artikel ilmiah. Keberhasilan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya budaya inovasi dan kreativitas mahasiswa UNG dalam melahirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif dan berdampak bagi masyarakat.Rektor UNG, Eduart Wolok, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu bersaing secara nasional melalui ide-ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG memiliki kemampuan dan daya saing yang sangat baik. Kami berharap pendanaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan luaran yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Eduart.Dengan lolosnya tujuh kelompok mahasiswa pada program pendanaan nasional tersebut, UNG kembali menunjukkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun inovasi.“Pendanaan PKM bukan hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide dan gagasan menjadi karya nyata yang berdampak,” ujarnya.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mohamad Amir Arham, menyebut keberhasilan mahasiswa UNG, tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara intensif dan terstruktur. Pembinaan dimulai sejak tahap sosialisasi guna meningkatkan partisipasi mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis penyusunan proposal hingga proses review secara berkala.“Mahasiswa mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari penguatan substansi gagasan, teknik penyusunan proposal, hingga penyesuaian format sesuai standar nasional PKM. Setiap proposal juga melalui proses evaluasi dan perbaikan berulang agar kualitasnya semakin matang sebelum dikirimkan,” jelasnya.Keberhasilan tujuh kelompok mahasiswa tersebut semakin menegaskan komitmen UNG dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi mahasiswa. Dengan capaian ini, UNG optimistis mampu terus melahirkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui karya-karya inovatif.Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sendiri merupakan salah satu program paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan riset, inovasi, pengabdian masyarakat, hingga pemecahan masalah melalui berbagai ide dan karya kreatif.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Lolos ONMIPA-PT Nasional, Siap Wakili LLDIKTI XVI di Unair
25 May 2026
04:24 WITA

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Lolos ONMIPA-PT Nasional, Siap Wakili LLDIKTI XVI di Unair

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Sultan Ali Akbar F. Rizqi, berhasil lolos seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) tingkat nasional.Keberhasilan tersebut mengantarkan Sultan menjadi wakil LLDIKTI Wilayah XVI yang meliputi Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara pada ajang ONMIPA-PT Nasional yang akan digelar di Universitas Airlangga.Capaian ini menjadi prestasi istimewa, mengingat kompetisi ONMIPA-PT merupakan salah satu ajang akademik paling bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa terbaik untuk menunjukkan kemampuan di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam.Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Cecy Wolok Karim, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keberhasilan mahasiswa FK menembus tingkat nasional. Menurutnya, prestasi yang diraih Sultan menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan akademik dan pengembangan potensi mahasiswa yang terus diperkuat di lingkungan Fakultas Kedokteran UNG.“Prestasi ini menunjukkan kualitas mahasiswa FK UNG yang mampu bersaing di level nasional. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, dan atmosfer akademik yang terus dibangun di fakultas,” ujar Cecy.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mohamad Amir Arham, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Sultan lolos ke tingkat nasional.Menurut Amir, keberhasilan mahasiswa Fakultas Kedokteran pada ajang ONMIPA-PT menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG memiliki kualitas dan kapasitas yang mampu bersaing dengan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.“Ini menjadi kebanggaan bagi UNG. Kami berharap Sultan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa prestasi membanggakan untuk universitas di tingkat nasional,” ungkapnya.Keikutsertaan Sultan dalam ONMIPA-PT Nasional sekaligus mempertegas komitmen UNG dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kompetisi ilmiah yang mendorong lahirnya generasi muda unggul dan berdaya saing tinggi. (**)

Peringati Hardiknas 2026, FIP UNG Petakan Realitas Pendidikan Teluk Tomini Menuju Internasionalisasi
23 May 2026
06:32 WITA

Peringati Hardiknas 2026, FIP UNG Petakan Realitas Pendidikan Teluk Tomini Menuju Internasionalisasi

Abdul Wahid Rauf

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan langkah strategis dengan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama dan peluncuran buku.Kegiatan yang mengambil tema “Pendidikan Berbasis Kawasan: Menyatukan Aspirasi Mewujudkan Inspirasi” ini dilaksanakan di Aula FIP pada Kamis, (21/5). Agenda ini digelar sebagai upaya nyata institusi dalam mendorong percepatan dan kemajuan mutu pendidikan di kawasan Teluk Tomini.Momentum Hardiknas tahun ini dijadikan sebagai pijakan penting oleh FIP untuk menjaring langsung realitas kondisi pendidikan di lapangan demi merumuskan kebijakan yang tepat dan berdampakluas. Dalam hal ini, FIP mengambil peran sentral dalam menghimpun berbagai aspirasi mendasar dari para kepala dinas pendidikan di daerah. Langkah taktis ini diambil guna memastikan kontribusi akademik universitas benar-benarselaras dengan kebutuhan riil di Provinsi Gorontalo dan kawasan sekitarnya.Dekan FIP, Prof. Dr. Arwildayanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pentingnya mendengarkan langsung kondisi objektif dari para pemangku kebijakan daerah dalam momentum strategis ini. Dukungan FIP dalam melaksanakan kemajuan pendidikan di kawasan Teluk Tomini, khususnya di Provinsi Gorontalo maupun kawasan sekitarnya itu.“Jadi kami ingin mendengarkan langsung dari kepala-kepala dinas realitas pendidikan yang sesungguhnya terjadi di daerah masing-masing, sehingga nanti akan dirangkum menjadi satu dokumen dalam bentuk policy brief,” tegas Arwil.Inisiatif yang dimotori oleh FIP ini menjadi bagian integral dari perwujudan visi makro universitas dalam mengembangkan inovasi berbasis kawasan. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi pendidikan nasional untuk membawa institusi melangkah kepanggung internasional yang lebih luas.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., dalam sambutannya turut menekankan bahwa, semangat pengembangan kawasan dalam momen Hardiknas ini berkaitan erat dengan arah masa depan UNG. Diskusi tentang pengembangan kawasan adalah memang arenanya UNG.“Sekali lagi, ini selaras dengan visi universitas dalam hal pengembangan inovasi kawasan. Kenapa tema ini jadi penting, karena UNG sekarang sedang bersiap-siap untuk menginternasionalisasi universitas. Untuk itu UNG harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui pendidikan yang kontekstual, relevan, dan berbasis karakter wilayah.” paparnya.Melalui sinergi kuat yang terbangun dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini, dokumen policy brief yang dirumuskan diharapkan mampu  menjadi panduan strategis yang komprehensif. Dokumen tersebut tidak hanya diproyeksikan untuk memajukan mutu pendidikan di kawasan Teluk Tomini, tetapi juga menjadi akselerator penting bagi Universitas Negeri Gorontalo dalam melangkah mantap menuju internasionalisasi perguruan tinggi. (**)

UNG Resmikan Website Baru, Perkuat Layanan Informasi dan Publikasi Digital
21 May 2026
15:16 WITA

UNG Resmikan Website Baru, Perkuat Layanan Informasi dan Publikasi Digital

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat transformasi digital dalam mendukung keterbukaan informasi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian portal website terbaru universitas yang dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas serta penyerahan akun kepada seluruh pengelola website universitas.Peresmian website baru ini menjadi langkah strategis UNG dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG, Harto Malik, menjelaskan bahwa pembaruan portal website dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyajian informasi di lingkungan kampus.Menurutnya, website bukan hanya menjadi media publikasi, tetapi juga wajah institusi dalam membangun komunikasi yang terbuka, cepat, dan akurat kepada masyarakat.“Kehadiran website baru ini merupakan langkah untuk meng-upgrade layanan informasi yang disajikan kepada publik, sehingga berbagai informasi strategis universitas dapat tersampaikan secara maksimal,” ujar Harto.Melalui platform terbaru tersebut, UNG berharap seluruh informasi terkait program kerja, capaian institusi, aktivitas tridharma perguruan tinggi, hingga hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa dapat dipublikasikan dengan lebih optimal.Selain itu, keberadaan website baru juga diharapkan mampu memperkuat branding institusi sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, mitra kerja sama, calon mahasiswa, hingga stakeholder pendidikan lainnya.Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan pakta integritas oleh para pengelola website sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas, akurasi, dan keberlanjutan penyebaran informasi di lingkungan universitas.Penyerahan akun pengelolaan website kepada seluruh operator dan pengelola unit kerja menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan informasi berjalan aktif, terkoordinasi, dan profesional.Dengan hadirnya portal website terbaru ini, UNG semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di era transformasi digital perguruan tinggi. (**)