Tingkatkan Partisipasi Alumni dalam Tracer Study, UNG Perkuat Kemampuan Komunikasi Pegawai

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat upaya penelusuran jejak lulusan melalui peningkatan kompetensi pegawai. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif bagi pegawai di lingkungan UNG, yang diselenggarakan oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP), Kamis (29/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam mengoptimalkan pelaksanaan Tracer Study, khususnya untuk meningkatkan partisipasi alumni dalam memberikan informasi mengenai perkembangan karier dan pengalaman mereka setelah menyelesaikan pendidikan di UNG.
Perwakilan BAKP UNG, Rahmat Doda, S.T., menuturkan bahwa, kemampuan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penelusuran alumni. Melalui pendekatan komunikasi yang tepat, pegawai diharapkan mampu membangun interaksi yang baik, sekaligus mengajak alumni untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian Tracer Study.
Menurutnya, komunikasi yang efektif tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana membangun pemahaman dan kesadaran alumni, mengenai pentingnya kontribusi mereka dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan di almamater.
“Tracer Study menjadi instrumen penting bagi universitas untuk mengetahui kondisi lulusan setelah memasuki dunia kerja, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kesesuaian kompetensi yang diperoleh selama kuliah dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Rahmat.
Melalui pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif, pegawai dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan meyakinkan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung proses komunikasi dengan alumni, sehingga ajakan untuk berpartisipasi dalam survei dapat diterima dan direspons dengan lebih baik.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam memperkuat pengelolaan data alumni, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data demi terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.
Pelaksanaan Tracer Study sendiri memiliki peran penting dalam pengembangan mutu perguruan tinggi. Informasi yang dikumpulkan tidak hanya mencakup status pekerjaan lulusan, tetapi juga masa transisi menuju dunia kerja, relevansi bidang pekerjaan dengan pendidikan yang ditempuh, serta masukan alumni terhadap proses pembelajaran selama berada di kampus.
Melalui kegiatan ini, BAKP UNG berharap peningkatan keterampilan komunikasi pegawai dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas penelusuran alumni, khususnya dalam meningkatkan jumlah lulusan yang berpartisipasi dan kualitas data Tracer Study yang berhasil dihimpun. (**)





