Site Logo
Background Image

Menjadi Universitas Unggul dan Berdaya Saing dalam Pengembangan Inovasi Kawasan

Tutwuri Handayani LogoDiktisaintek Berdampak LogoBLU LogoLogotype UNG
13
Fakultas
57
Jurusan
109
Program Studi
Section 1 Image
Universitas Negeri Gorontalo
Berkomitmen untuk menjadi universitas yang terus bertumbuh
Universitas kami berkomitmen untuk terus berkembang dan berinovasi, menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendukung kemajuan akademis serta penelitian. Kami percaya bahwa pertumbuhan berkelanjutan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mahasiswa dan masyarakat.
EduRank Image
#1 dari 4 universitas di Gorontalo
#168 dari 542 universitas di Indonesia
#3.260 dari 5.830 universitas di Asia
Webometrics Image
#57 dari 3.642 universitas di Indonesia
#3.652 dari 33.649 universitas di Dunia
Prestasi Mahasiswa
Mendukung penuh mahasiswa untuk menjadi yang terbaik
2026

Memuat data prestasi...
Kami sepenuhnya mendukung mahasiswa untuk mencapai potensi terbaik mereka dengan menyediakan lingkungan belajar yang inovatif dan sumber daya yang memadai untuk membantu mereka dalam perjalanan akademis dan penelitian, demi masa depan yang lebih cerah.
Prestasi Image

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan mahasiswa unggul dan berdaya saing. UNG akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi lagi ke depan,”

Rektor
Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.,
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Prestasi Image
Akreditasi International
Mencapai standar global: akreditasi Internasional universitas
FIBAA adalah singkatan dari Foundation for International Business Administration Accreditation. Mengutip ENQA, Organisasi terkemuka industri Swiss, Austria, dan Jerman mendirikan FIBAA pada musim gugur 1994 sebagai yayasan internasional. Sejak hari pertama, tujuannya adalah untuk mengembangkan Panduan Penilaian yang ketat untuk penjaminan mutu di bidang pendidikan tinggi.
Bachelor of Biology Education (S.Pd)
Detail
Bachelor of Chemistry Education (S.Pd)
Detail
Bachelor of English Language Education (S.Pd)
Detail
Bachelor of Geograpy Education (S.Pd)
Detail
Bachelor of Physics Education (S.Pd)
Detail
UNG Berdampak

Kampus Berdampak

Kampus Berdampak merupakan keberlanjutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang menjadikan perguruan tinggi lebih berdampak langsung bagi masyarakat, dunia usaha dan industri, serta mendukung riset dan inovasi pembangunan nasional.

Selengkapnya
Logo Universitas Negeri Gorontalo
Diktisaintek Berdampak
Fasilitas
Fasilitas yang mendukung pembelajaran selama masa studi
Menyediakan berbagai kebutuhan fasilitas agar mahasiswa dapat melakukan kegiatan akademik lebih mudah dan nyaman.
Lihat Semua Fasilitas
01
Layanan Bahasa
Lembaga ini didirikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan dan mensinergikan peran Universitas Negeri Gorontalo dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat di dalam dan di luar kampus tentang studi luar negeri
02
Layanan Kesehatan
Layanan Kesehatan mahasiswa ini digunakan dalam lingkup layanan kesehatan mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo.
03
Perpustakaan
Perpustakaan mendukung pemenuhan informasi penggunanya. Oleh karena itu, perpustakaan sebagai penyedia informasi (information provider), sudah saatnya memposisikan diri sebagai institusi terdepan dimana saat ini seluruh masyarakat secara global telah mengarah
04
Pusat Karir Mahasiswa
Bidang Karir UPT. Pengembangan Karir Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Gorontalo, merupakan bidang yang menjembatani 'link and match' antara Mahasiswa dan Alumni UNG dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui UPT PKM mahasiswa diberikan kesempatan dan pelatihan untuk mempersiapkan karir mereka dimasa depan.
05
Layanan Beasiswa
Layanan beasiswa merupakan kegiatan universitas dalam proses pengajuan beasiswa dari berbagai sumber yang dapat diterima oleh mahasiswa, memfasiltasi koordinasi untuk memperoleh sumber-sumber beasiswa baru yang pendanaannya dari sumber non-APBN.
06
Asrama Nusantara
Asrama Nusantara Universitas Negeri Gorontalo
07
Rusunawa Putra
Rusunawa putra terletak di kampus 2, jalan Raden Saleh.
08
Rusunawa Putri
Rusunawa putri khusus penerima beasiswa berlokasi di kampus 1, Jalan Jenderal Sudirman. Asrama ini terdiri atas 4 lantai
09
Konseling
Pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah layanan bantuan psikologis yang disediakan bagi sivitas Universitas Negeri Gorontalo dalam menjaga kesehatan mental yang dilaksanakan secara terorganisir, terprogram, sistematis, dan kontinu melalui Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) serta dilaksanakan oleh tenaga-tenaga yang berkompeten.
10
UNG Trans
Kemudahan transportasi antar kampus di UNG, tersedia layanan bus “UNG Trans” yang dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika UNG. Layanan bus ini melayani rute kampus 1 menuju kampus 4 dan sebaliknya. Layanan transportasi “UNG Trans” ini menyediakan kenyamanan dan kemudahan akses antar kampus dengan biaya yang terjangkau.
Berita
Berita Terkini
Menyajikan berita terkini dan agenda mengenai kegiatan akademik, prestasi mahasiswa, dan perkembangan kampus yang akan membuat Anda semakin dekat dengan UNG.
UNG Kawal Program Pengabdian Smart Aquaponic untuk Pangan Bergizi di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo
31 Aug 2026
01:53 WITA

UNG Kawal Program Pengabdian Smart Aquaponic untuk Pangan Bergizi di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Lahirnya inovasi dari para peneliti, terus berupaya dikawal Universitas negeri Gorontalo sehingga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.  Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNG melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ombulo.Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan inovasi yang dikembangkan oleh tim pengabdi mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.Program pengabdian yang dimonitor mengangkat judul “Pemberdayaan Masyarakat Desa Ombulo melalui Integrated Smart Aquaponic Berbasis Green Technology untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi UNG yang terdiri atas Faramita Hiola, S.Farm., M.Sc., Dr. Yoyanda Bait, M.DSi., dan Dr. Djuna Lamondo, M.Si.Program tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.Melalui program ini, tim pengabdi memperkenalkan penerapan Integrated Smart Aquaponic, sebuah inovasi yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem dengan pendekatan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat. Selain menghasilkan komoditas perikanan, sistem aquaponic juga memungkinkan masyarakat melakukan budidaya tanaman secara terintegrasi sehingga pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan dengan lebih efektif.Dalam kegiatan monev, tim LPPM UNG meninjau langsung perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta penerapan teknologi Integrated Smart Aquaponic berbasis green technology yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Ombulo.Evaluasi juga dilakukan untuk melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta peluang keberlanjutan program setelah periode pelaksanaan pengabdian berakhir.Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat melalui penerapan hasil penelitian dan inovasi.“Melalui monev ini, kami ingin memastikan program yang dilaksanakan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Ombulo,” ujarnya.Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu terus diarahkan pada upaya pemecahan berbagai persoalan, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki nilai manfaat serta keberlanjutan.Melalui pengembangan Integrated Smart Aquaponic, UNG berharap masyarakat Desa Ombulo dapat memperoleh alternatif teknologi dalam mendukung pengembangan sumber pangan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNG dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada inovasi, pemberdayaan, serta penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.Dengan semangat menghadirkan kampus yang berdampak, UNG terus berupaya memastikan setiap inovasi yang lahir dari lingkungan akademik dapat melampaui ruang laboratorium dan kampus, untuk kemudian tumbuh bersama masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Dosen UNG Presentasikan Hasil Risetnya Dalam Forum Akademik Internasional di Republik Ceko
27 Aug 2026
07:11 WITA

Dosen UNG Presentasikan Hasil Risetnya Dalam Forum Akademik Internasional di Republik Ceko

Abdul Wahid Rauf

Kekayaan bahasa daerah Indonesia kembali mendapat perhatian dalam forum akademik internasional. Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rahmatan Idul, yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Leiden University, Belanda, berkesempatan mempresentasikan hasil risetnya pada The 19th Annual Conference on Asian Studies di Palacký University Olomouc, Republik Ceko.Dalam forum akademik bergengsi tersebut, Rahmatan mengangkat kajian tentang bahasa-bahasa daerah di Indonesia, khususnya bahasa yang dituturkan di wilayah Sulawesi. Penelitiannya menyoroti tantangan keragaman bahasa tersebut terhadap teori dan metode analisis metafora yang selama ini banyak dikembangkan berdasarkan bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Indo-Eropa.Salah satu fokus utama kajiannya adalah bahasa Muna. Melalui bahasa tersebut, Rahmatan menunjukkan bahwa makna figuratif tidak semata-mata dibentuk melalui pilihan kata atau unsur leksikal. Makna juga dapat lahir melalui struktur gramatikal, hubungan antara bentuk dan makna, konteks budaya, praktik sosial, tradisi lisan, hingga cara masyarakat memaknai pengalaman hidupnya.Temuan tersebut menjadi menarik karena memperlihatkan bahwa teori metafora yang telah mapan tidak selalu dapat diterapkan secara langsung pada seluruh bahasa di dunia.Menurut Rahmatan, setiap bahasa memiliki struktur dan latar budaya yang khas. Karena itu, teori maupun metode analisis metafora perlu terus diuji ketika diterapkan pada bahasa-bahasa dengan karakteristik yang berbeda dari bahasa yang selama ini menjadi dasar pengembangannya.“Bahasa daerah memiliki struktur dan latar budaya yang khas. Karena itu, teori dan metode analisis metafora perlu diuji kembali ketika diterapkan pada bahasa-bahasa yang memiliki karakteristik berbeda,” ungkapnya.Riset Rahmatan membawa pesan penting bahwa bahasa-bahasa daerah di Indonesia memiliki kekayaan linguistik dan budaya yang dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap perkembangan ilmu bahasa.Selama ini, bahasa daerah kerap ditempatkan terutama dalam konteks dokumentasi, pelestarian, dan revitalisasi bahasa. Namun, melalui kajian tersebut, bahasa daerah ditampilkan dalam posisi yang lebih strategis, yakni sebagai sumber pengetahuan ilmiah yang dapat menguji sekaligus memperkaya teori-teori linguistik yang berkembang secara internasional.Bahasa Muna, misalnya, memperlihatkan bagaimana masyarakat membangun makna melalui perpaduan antara bahasa, budaya, pengalaman, dan tradisi. Ungkapan figuratif yang digunakan masyarakat tidak selalu dapat dipahami hanya dengan melihat bentuk bahasanya, tetapi membutuhkan pemahaman terhadap konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.Perspektif tersebut membuka ruang refleksi bagi para linguis bahwa konsep dan teori yang dianggap mapan perlu terus diuji melalui keragaman bahasa dunia.Dengan demikian, bahasa daerah Indonesia tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga dapat menjadi “penguji” teori linguistik sekaligus sumber inspirasi untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan baru dalam memahami bahasa dan makna.Keikutsertaan Rahmatan dalam konferensi internasional di Republik Ceko sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia, khususnya dari kawasan tengah dan timur Indonesia, ke dalam percakapan akademik global.Kajian tersebut memperlihatkan bahwa setiap bahasa menyimpan cara pandang masyarakat penuturnya dalam memahami dunia. Di balik sebuah ungkapan figuratif, terdapat pengalaman, nilai, pengetahuan, tradisi, hingga cara masyarakat memandang kehidupan.Karena itu, mempelajari bahasa daerah tidak hanya berarti mempelajari sistem bahasa, tetapi juga membuka jalan untuk memahami cara manusia berpikir, merasakan, dan memaknai realitas melalui bahasa.Menariknya, kiprah Rahmatan dalam konferensi tersebut tidak berhenti pada forum presentasi. Setelah konferensi, ia mendapat undangan untuk mengembangkan gagasannya menjadi salah satu bab dalam bunga rampai akademik bertema Truths, Tensions, and Technologies in Asia yang akan diterbitkan oleh Palacký University Press.Tulisan tersebut akan dikembangkan bersama dua supervisor doktoralnya di Leiden University, yakni Prof. Marian Klamer dan Dr. Aletta Dorst.Kesempatan ini menjadi ruang lebih luas bagi Rahmatan untuk memperdalam pembahasan mengenai bahasa-bahasa daerah Indonesia dan tantangannya terhadap kajian metafora, sekaligus membawa isu tersebut kepada pembaca dan komunitas akademik internasional.

Pastikan Program Berjalan Baik, LPPM UNG Turun Langsung Monitoring Pelaksanaan KKN-PK di 28 Desa
26 Aug 2026
05:07 WITA

Pastikan Program Berjalan Baik, LPPM UNG Turun Langsung Monitoring Pelaksanaan KKN-PK di 28 Desa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak hanya diarahkan sebagai ruang belajar mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai wadah untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan kesehatan di tingkat desa. Untuk memastikan tujuan tersebut berjalan optimal, UNG melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan KKN-PK Tahun 2026.Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program mahasiswa sekaligus memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.KKN-PK UNG Tahun 2026 melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran yang ditempatkan di 28 desa pada enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Selama masa pengabdian, mahasiswa menjalankan berbagai program kesehatan dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat.Kepala Pusat KKN UNG Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd, menuturkan monitoring dilakukan LPPM UNG sebagai bagian dari pengendalian dan peningkatan kualitas pelaksanaan program. Tim melakukan peninjauan terhadap perkembangan kegiatan di lapangan, termasuk pelaksanaan program kerja, keterlibatan mahasiswa dengan masyarakat, koordinasi dengan pemerintah desa, serta peran Dosen Pembimbing Lapangan dalam mendampingi mahasiswa.“Selain melihat perkembangan program, monitoring menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan KKN-PK. Temuan di lapangan selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa, DPL, maupun pengelola program untuk melakukan penyesuaian dan penguatan kegiatan hingga seluruh rangkaian KKN selesai,” ujar Rosbin.Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting, untuk memastikan KKN-PK tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif.“UNG ingin memastikan program yang dilaksanakan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berjalan dengan baik. Ini juga sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk melihat apa yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu diperbaiki selama pelaksanaan KKN-PK,” jelasnya.Menurut Ningrayati, penempatan mahasiswa di 28 desa memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi mahasiswa, untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata di masyarakat.“Interaksi langsung dengan warga juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial, lingkungan, perilaku, serta keterlibatan keluarga dan masyaraka,” harapnya.Melalui pelaksanaan KKN-PK Tahun 2026, UNG berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif di setiap desa penempatan. Berbagai program yang dijalankan diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus menjadi pengalaman profesional bagi mahasiswa. (**)

Lihat Semua Berita
Lokasi Kampus
Menemukan potensi: kampus yang selalu berkembang di berbagai titik

Lingkungan yang dinamis dan kolaboratif mendukung proses belajar yang inspiratif, menjadikan kampus ini tempat yang ideal untuk meraih cita-cita.

Statistik Pengunjung

Hari ini

16
Vs Kemarin
98%

Minggu ini

16
Vs Minggu Kemarin
100%

Bulan ini

31.2k
Vs Bulan Kemarin
37%

Tahun ini

505.3k
Vs Tahun Kemarin
7%