Site Logo

Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok

Siaran PersAkademik
Abdul Wahid Rauf
02 Nov 2026
00:34 WITA
41 dilihat
Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok

GORONTALO – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di kancah internasional terus menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Dr. Arfiani Rizki Paramata, S.Pi., M.Si., turut ambil bagian dalam International Symposium on Sustainable Fisheries and Aquaculture and Blue Transformation yang berlangsung dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo 2026 di Qingdao, Tiongkok.

Kegiatan internasional yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Qingdao Hongdao International Convention and Exhibition Center tersebut menjadi ajang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, serta pelaku industri perikanan dari berbagai negara untuk membahas inovasi dan masa depan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Arfiani dalam forum internasional tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan keilmuan sekaligus memperkuat jejaring akademik global, khususnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut adalah konsep Blue Transformation atau transformasi biru, sebuah pendekatan yang mendorong pengembangan sektor perikanan dan akuakultur melalui inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya perairan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurut Arfiani, transformasi biru menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjawab tantangan pembangunan perikanan global. Konsep tersebut menekankan bahwa peningkatan produksi hasil perikanan perlu berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

“Melalui pendekatan ini, sektor perikanan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mendukung keberlanjutan sumber daya perairan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Selain mengikuti simposium, kehadiran Arfiani dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo juga memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai perkembangan industri perikanan dunia. Mulai dari inovasi teknologi budidaya, pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, pengendalian mutu, hingga perkembangan perdagangan produk perikanan di pasar internasional.

Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan FKTP UNG. Khususnya dalam memperkaya pembelajaran mahasiswa, mendorong inovasi penelitian, serta memperluas perspektif akademik mengenai pengelolaan potensi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

“Partisipasi dalam forum internasional ini juga menjadi peluang bagi akademisi UNG untuk membangun komunikasi, dan membuka kesempatan kolaborasi dengan akademisi maupun praktisi dari berbagai negara,” terangnya.

Melalui keikutsertaan dosen pada forum ilmiah berskala internasional, Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing akademisi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Kehadiran Arfiani di Tiongkok diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperluas peran FKTP UNG sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi sektor kelautan dan perikanan di tingkat nasional maupun global.

Ikuti berita lainnya

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja
02 Nov 2026
00:45 WITA

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjelang berakhirnya tahun kerja 2026, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong optimalisasi kinerja seluruh tenaga kependidikan (tendik) dalam menuntaskan berbagai program dan tanggung jawab di masing-masing unit kerja.Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum (BKKU) UNG, Arief Rachman Hakim Abdul, S.Pd., M.Pd., mengingatkan jajaran tendik, untuk semakin meningkatkan produktivitas dan memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.Menurut Arief, penghujung tahun menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai untuk mengevaluasi capaian pekerjaan, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai agenda yang masih berjalan. Hal ini diperlukan agar seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat dituntaskan sesuai target dan ketentuan yang berlaku.“Peningkatan kinerja tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga kualitas pelaksanaan tugas, kedisiplinan, serta tanggung jawab setiap pegawai dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan layanan universitas,” ujar Arief.Untuk mewujudkan hal tersebut, Arief mengimbau seluruh tendik agar terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan unit kerja masing-masing maupun antar unit di tingkat universitas.“Koordinasi yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi berbagai kendala pekerjaan, menyelaraskan pelaksanaan program, serta memastikan setiap tugas dapat diselesaikan secara optimal tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.Arief juga mengingatkan agar seluruh pegawai tetap menjaga semangat kerja, serta tidak menunda penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan waktu kerja yang semakin mendekati akhir tahun, setiap unit diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program melalui kerja sama dan pembagian tugas yang terarah.Melalui penguatan kinerja dan sinergi antarseluruh tenaga kependidikan, Arief berharap berbagai program kerja tahun 2026 dapat diselesaikan dengan hasil yang maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan pelaksanaan program universitas pada tahun berikutnya. (**)

Tingkatkan Partisipasi Alumni dalam Tracer Study, UNG Perkuat Kemampuan Komunikasi Pegawai
30 Oct 2026
01:47 WITA

Tingkatkan Partisipasi Alumni dalam Tracer Study, UNG Perkuat Kemampuan Komunikasi Pegawai

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat upaya penelusuran jejak lulusan melalui peningkatan kompetensi pegawai. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif bagi pegawai di lingkungan UNG, yang diselenggarakan oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP), Kamis (29/10).Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam mengoptimalkan pelaksanaan Tracer Study, khususnya untuk meningkatkan partisipasi alumni dalam memberikan informasi mengenai perkembangan karier dan pengalaman mereka setelah menyelesaikan pendidikan di UNG.Perwakilan BAKP UNG, Rahmat Doda, S.T., menuturkan bahwa, kemampuan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penelusuran alumni. Melalui pendekatan komunikasi yang tepat, pegawai diharapkan mampu membangun interaksi yang baik, sekaligus mengajak alumni untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian Tracer Study.Menurutnya, komunikasi yang efektif tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana membangun pemahaman dan kesadaran alumni, mengenai pentingnya kontribusi mereka dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan di almamater.“Tracer Study menjadi instrumen penting bagi universitas untuk mengetahui kondisi lulusan setelah memasuki dunia kerja, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kesesuaian kompetensi yang diperoleh selama kuliah dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Rahmat.Melalui pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif, pegawai dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan meyakinkan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung proses komunikasi dengan alumni, sehingga ajakan untuk berpartisipasi dalam survei dapat diterima dan direspons dengan lebih baik.“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam memperkuat pengelolaan data alumni, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data demi terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.Pelaksanaan Tracer Study sendiri memiliki peran penting dalam pengembangan mutu perguruan tinggi. Informasi yang dikumpulkan tidak hanya mencakup status pekerjaan lulusan, tetapi juga masa transisi menuju dunia kerja, relevansi bidang pekerjaan dengan pendidikan yang ditempuh, serta masukan alumni terhadap proses pembelajaran selama berada di kampus.Melalui kegiatan ini, BAKP UNG berharap peningkatan keterampilan komunikasi pegawai dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas penelusuran alumni, khususnya dalam meningkatkan jumlah lulusan yang berpartisipasi dan kualitas data Tracer Study yang berhasil dihimpun. (**)

Akademisi Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan pada Konferensi Internasional Kesusastraan
29 Oct 2026
02:00 WITA

Akademisi Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan pada Konferensi Internasional Kesusastraan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pencapaian akademik membanggakan, berhasil ditorehkan akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat internasional. Dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Jafar Lantowa, S.Pd., M.A., berhasil meraih penghargaan sebagai Pemakalah Favorit dan Presenter Terbaik, pada Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 26–27 Oktober 2026.Penghargaan yang diumumkan pada penutupan konferensi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi UNG, sekaligus menunjukkan kualitas dan kontribusi akademisi kampus dalam pengembangan kajian sastra di forum ilmiah internasional.Keberhasilan tersebut diraih Jafar melalui presentasi karya ilmiah berjudul “Constructing Images of Indonesia and France in Leila S. Chudori’s Home”, yang mengkaji bagaimana citra Indonesia dan Prancis dikonstruksi melalui pengalaman tokoh-tokoh dalam novel Home, versi bahasa Inggris dari novel Pulang karya Leila S. Chudori.Dalam penelitiannya, Jafar yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan konsentrasi Sastra Indonesia, mengangkat persoalan identitas kebangsaan, pengasingan politik, serta ingatan budaya yang tergambar dalam karya sastra.“Melalui pendekatan imagologi Joep Leerssen, penelitian ini mengungkap bagaimana Indonesia dan Prancis direpresentasikan secara berbeda berdasarkan pengalaman dan sudut pandang para tokoh dalam novel,” ujarnya.Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia digambarkan sebagai tanah air yang tetap hidup dalam ingatan dan kecintaan para eksil politik, meskipun pada saat bersamaan menjadi negara yang membatasi kepulangan mereka. Sementara itu, Prancis hadir sebagai tempat perlindungan dan ruang kebebasan berekspresi, namun tidak sepenuhnya mampu menggantikan ikatan emosional terhadap tanah air.Menariknya, penelitian Jafar juga menyoroti perbedaan cara pandang antargenerasi melalui tokoh Dimas dan Lintang. Dimas memandang Indonesia sebagai tanah air yang tidak pernah hilang dari ingatannya meskipun harus menjalani kehidupan dalam pengasingan. Sebaliknya, Lintang yang tumbuh besar di Prancis membangun pemahamannya tentang Indonesia melalui cerita keluarga, warisan budaya, dan pengalaman ketika mengunjungi Jakarta.“Temuan tersebut memperlihatkan bahwa identitas kebangsaan tidak semata-mata ditentukan oleh tempat kelahiran maupun tempat tinggal seseorang, tetapi juga dibentuk oleh pengalaman sejarah, ingatan kolektif, serta interaksi dengan kebudayaan lain,” jelas Jafar.Melalui kajian tersebut, Jafar menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran penting dalam merepresentasikan sejarah, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkenalkan pengalaman bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia.Konferensi Internasional Kesusastraan ke-35 sendiri mengusung tema “Dinamika Sastra Bandingan: Sastra Indonesia sebagai Warga Sastra Dunia”. Forum ilmiah ini diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) bekerja sama dengan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta. (**)

Mahasiswa KKN Tematik UNG Sulap Ikan Mujair Danau Limboto Jadi Kerupuk Bernilai Ekonomi
29 Oct 2026
00:20 WITA

Mahasiswa KKN Tematik UNG Sulap Ikan Mujair Danau Limboto Jadi Kerupuk Bernilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi pengolahan hasil perikanan melalui pembuatan kerupuk ikan mujair bermerek “Desaku” di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu masyarakat, untuk mengoptimalkan potensi perikanan Danau Limboto sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sitti Nursinar, S.Pi., M.Si., mengungkapkan melalui program pemberdayaan masyarakat tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG mengajak warga memanfaatkan ikan mujair. Jika selama ini ikan tersebut ini lebih banyak dipasarkan dalam kondisi segar, kini mahasiswa mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.“Pengembangan kerupuk ikan mujair dilatarbelakangi oleh kondisi harga ikan, yang kerap mengalami penurunan ketika hasil tangkapan nelayan melimpah. Melalui pengolahan menjadi produk pangan yang lebih tahan simpan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif untuk meningkatkan nilai jual hasil perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan segar,” ujarnya.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk kerupuk ikan mujair, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat mulai dari persiapan bahan, pengolahan daging ikan, pembuatan adonan, pengukusan, pengirisan, hingga proses pengeringan dan pengemasan.Proses pembuatan kerupuk diawali dengan membersihkan ikan mujair dan memisahkan daging dari tulangnya. Daging ikan kemudian dihaluskan dan dicampurkan dengan bahan pendukung hingga membentuk adonan. Selanjutnya, adonan dibentuk, dikukus, didinginkan, dan diiris tipis sebelum dijemur selama dua hingga tiga hari. Kerupuk yang telah kering kemudian digoreng hingga mengembang dan menghasilkan tekstur renyah.“Produk kerupuk ikan mujair “Desaku” diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Desa Tabumela. Selain memperkenalkan inovasi pangan berbahan dasar ikan lokal, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan selama proses produksi, serta pengemasan yang menarik agar memiliki daya saing di pasaran,” terangnya.Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata pengabdian Universitas Negeri Gorontalo dalam mendorong pemanfaatan potensi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.Tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat, sebanyak 15 mahasiswa KKN Tematik UNG yang ditempatkan di Desa Tabumela turut melaksanakan berbagai program edukasi sosial, di antaranya sosialisasi pencegahan stunting dan bahaya penyalahgunaan narkoba.(**)

Lihat Semua Berita