Site Logo

Dosen Bergelar Doktor Bertambah, Dr. Dolot Alhasni Bakung Perkuat SDM Akademik Fakultas Hukum UNG

Siaran PersAkademik
Abdul Wahid Rauf
06 Jul 2026
04:53 WITA
248 dilihat
Dosen Bergelar Doktor Bertambah, Dr. Dolot Alhasni Bakung Perkuat SDM Akademik Fakultas Hukum UNG

GORONTALO – Upaya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, gencar dilakukan UNG. Kali ini, jumlah dosen bergelar doktor di Fakultas Hukum (FH) UNG kembali bertambah, setelah Dr. Dolot Alhasni Bakung, S.H., M.H., berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNG dalam meningkatkan kualitas dosen melalui pengembangan kompetensi akademik yang berkelanjutan. Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Fakultas Hukum semakin memiliki kapasitas yang kuat dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pada aspek pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Hukum UNG, Dr. Weny Almoravid Dungga, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih Dr. Dolot Alhasni Bakung. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum.

"Bertambahnya dosen bergelar doktor merupakan bagian dari upaya fakultas untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tugas utama perguruan tinggi," ujar Weny.

Ia menambahkan, Fakultas Hukum terus mendorong para dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor sebagai bagian dari strategi penguatan mutu akademik. Dengan semakin banyaknya dosen berkualifikasi doktor, fakultas optimistis mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat akreditasi program studi.

Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan indikator penting, dalam pembangunan kualitas perguruan tinggi yang berdaya saing. Keberhasilan meraih gelar doktor bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi investasi besar bagi UNG dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi.

“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Fakultas Hukum, peningkatan kualitas riset, serta lahirnya inovasi hukum yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Eduart.

Eduart juga menegaskan bahwa UNG akan terus memberikan dukungan kepada para dosen, untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui studi lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi universitas dalam mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing internasional.

Bertambahnya dosen bergelar doktor di Fakultas Hukum diharapkan semakin memperkuat posisi fakultas sebagai pusat pengembangan ilmu hukum yang unggul di kawasan Indonesia Timur. Selain meningkatkan kualitas proses pembelajaran, capaian ini juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi akademisi UNG dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. (**)

Ikuti berita lainnya

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan
20 Aug 2026
06:04 WITA

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menekan angka kematian ibu dan anak tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan yang kuat, tetapi juga keterlibatan keluarga dalam mengenali risiko kehamilan sejak dini. Semangat inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi edukasi BUSA-BALI BUMIL di Desa Pentadio Timur.Program bertajuk “BUSA-BALI BUMIL (Buku Saku dan Lembar Balik) Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendampingan Ibu Hamil” tersebut dilaksanakan di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Pentadio Timur.Program ini dirancang sebagai media edukasi praktis untuk membantu ibu hamil, keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat memahami berbagai risiko selama kehamilan. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, BUSA-BALI BUMIL mendorong keluarga menjadi bagian aktif dalam sistem deteksi dini dan pendampingan ibu hamil.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Ns. Indra, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa media edukasi yang dikembangkan mahasiswa, memuat informasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.“Melalui media edukasi berupa Buku Saku dan Lembar Balik, ibu hamil, kader kesehatan, serta masyarakat memperoleh informasi praktis mengenai tanda bahaya kehamilan, faktor risiko, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.Buku Saku BUSA-BALI BUMIL dirancang sebagai panduan praktis, terutama bagi suami dan anggota keluarga dalam mendampingi ibu hamil. Sementara itu, Lembar Balik dapat dimanfaatkan bidan desa dan kader kesehatan sebagai media pendukung ketika memberikan edukasi kepada masyarakat.Koordinator Desa (Kordes) KKN-PK UNG, Ahmad Syarief Bin Zein Suweleh, mengatakan program tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan kehamilan.“Melalui BUSA-BALI BUMIL, edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil, tetapi juga kepada keluarga sebagai pendamping terdekat dan garda terdepan dalam mendeteksi risiko kehamilan,” terangnya.Menurutnya, keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan ibu hamil. Pengetahuan mengenai tanda bahaya dan faktor risiko diharapkan dapat membantu keluarga mengambil keputusan secara lebih cepat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., menyambut baik kehadiran program BUSA-BALI BUMIL. Menurutnya, media edukasi tersebut memiliki potensi untuk terus dimanfaatkan masyarakat bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta memperkuat peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil,” ujarnya.Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi risiko kehamilan. Dengan semakin cepat risiko dikenali dan semakin tepat tindakan dilakukan, semakin besar pula peluang ibu dan bayi memperoleh pertolongan yang dibutuhkan.

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif
18 Aug 2026
09:19 WITA

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya, dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).Dalam penyampaiannya Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel, setara, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.“Layana disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi, untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.Karena itu, keberadaan ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus.Menariknya kehadiran unit ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk memberikan layanan bagi civitas akademika UNG semata, tetapi terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas.“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (**)

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
18 Aug 2026
01:35 WITA

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa, melalui kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, mahasiswa menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Lauwonu, Gorontalo.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan. Selain itu juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat, pada anak-anak melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan mudah dipahami.Materi PHBS disampaikan oleh Anissa O.R. Pakaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit.“Para siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Keterlibatan guru wali kelas dan guru pendamping juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pesan kesehatan yang disampaikan.“Guru diharapkan dapat terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehingga edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” terangnya.Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif merespons pertanyaan yang diberikan oleh moderator maupun pemateri serta terlibat dalam diskusi mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan pentingnya PHBS kepada anak-anak. (**)

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi
18 Aug 2026
01:18 WITA

Perkuat Kesehatan Ibu Hamil, Mahasiswa KKN-PK Latih Kader Masyarakat Dalam Pemantauan Kehamilan Berbasis Teknologi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya memperkuat kesehatan ibu dan bayi terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Kader yang digelar di Aula Kantor Desa Isimu Utara, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (10/8/2026).Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Kader dalam Pendampingan Ibu Hamil melalui Kalender ANC dan Website Monitoring”, kegiatan ini tidak hanya memberikan penguatan pengetahuan kepada kader, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk membantu memantau kesehatan ibu hamil secara lebih terstruktur.Pelatihan diikuti oleh kader kesehatan dan sejumlah unsur masyarakat, serta dihadiri Kepala Desa Isimu Utara Wawan Pipii bersama jajaran pemerintah desa, Karang Taruna, dan pendamping sosial. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendampingan kesehatan ibu yang melibatkan masyarakat sejak tingkat desa.Kepala Desa, Wawan Pipii, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN-PK dapat menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas pendampingan ibu hamil di Desa Isimu Utara.“Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Isimu Utara, Moh. Saputra Ali, menjelaskan bahwa pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pendampingan ibu hamil.“Melalui pelatihan ini, mendorong kader dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi ibu hamil dan mampu memanfaatkan Kalender ANC serta website monitoring sebagai media pendukung pemantauan kehamilan,” ujarnya.Dalam kegiatan pelatihan, kader terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai peran dan fungsi mereka dalam pendampingan ibu hamil. Materi mencakup pentingnya pemantauan kondisi ibu, pengingat jadwal pemeriksaan kehamilan, hingga pemberian dukungan dan informasi kepada ibu hamil beserta keluarganya.Mahasiswa kemudian memperkenalkan Kalender ANC sebagai media sederhana untuk membantu kader mencatat dan memantau jadwal pemeriksaan antenatal care (ANC). Kader diberikan pemahaman mengenai cara pencatatan jadwal pemeriksaan serta pemantauan kunjungan ibu hamil.Tidak berhenti pada pencatatan manual, mahasiswa KKN-PK juga memperkenalkan website monitoring yang dikembangkan sebagai media pendukung pemantauan ibu hamil di Desa Isimu Utara.Melalui platform tersebut, kader dikenalkan pada sistem pemantauan data dan informasi ibu hamil. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu kader mengelola informasi secara lebih terstruktur sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.Bagi mahasiswa KKN-PK UNG, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting karena kader merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai dan dukungan sistem pemantauan, kader diharapkan mampu membantu memastikan ibu hamil memperoleh perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.Pemanfaatan Kalender ANC dan website monitoring juga menjadi contoh bagaimana teknologi sederhana dapat dipadukan dengan peran masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas. (**)

Lihat Semua Berita