Rapat Evaluasi Kurikulum S1 Ekonomi Pembangunan FEB UNG Selaraskan Implementasi Kebijakan Kurikulum Baru

Gorontalo – Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Rapat Evaluasi Kurikulum pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pimpinan fakultas, dosen, dan tim pengelola program studi untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo dalam penyelenggaraan pendidikan sarjana.
Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Keputusan Rektor Universitas Negeri Gorontalo Nomor 639/UN47/HK.02/2026 tentang Struktur Kurikulum dan Penyelenggaraan Program Sarjana Universitas Negeri Gorontalo yang ditetapkan pada 1 April 2026. Keputusan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh fakultas, jurusan, dan program studi dalam menyusun serta mengimplementasikan kurikulum program sarjana di lingkungan UNG.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., mengatakan bahwa rapat evaluasi kurikulum menjadi momentum penting bagi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan untuk memastikan implementasi kurikulum telah selaras dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo.
"Rapat evaluasi ini menjadi momentum bagi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan telah selaras dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo. Kami ingin setiap mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, dan proses pembelajaran mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.
Menurut Irawati, kebijakan baru tersebut membawa sejumlah penyempurnaan dalam struktur kurikulum, di antaranya penetapan beban studi minimal 144 SKS, penguatan mata kuliah keilmuan program studi, penataan mata kuliah wajib kurikulum dan institusi, strategi percepatan kelulusan mahasiswa, serta penguatan rekognisi pembelajaran di luar kampus melalui berbagai bentuk kegiatan akademik yang diakui universitas. Kebijakan ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel tanpa mengurangi pencapaian kompetensi lulusan.
Ia menambahkan bahwa implementasi kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar tetap selaras dengan karakteristik keilmuan Ekonomi Pembangunan serta kebutuhan para pemangku kepentingan.
"Evaluasi kurikulum bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami terus mendorong penyempurnaan kurikulum agar lulusan Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan memiliki kompetensi akademik, profesional, dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di tingkat nasional maupun global," katanya.
Selama rapat berlangsung, para peserta turut membahas penyesuaian distribusi mata kuliah, penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), strategi percepatan masa studi mahasiswa, serta optimalisasi berbagai bentuk pembelajaran yang dapat direkognisi sesuai ketentuan universitas. Berbagai masukan dari dosen dan tim pengembang kurikulum menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan ilmu ekonomi.
Melalui rapat evaluasi yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus mendukung pencapaian visi Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Rapat evaluasi kurikulum juga akan dilaksanakan di empat jurusan lain yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.





