Site Logo

Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik

Siaran PersAkademik
Abdul Wahid Rauf
08 Jul 2026
08:08 WITA
309 dilihat
Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik

GORONTALO – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler UNG Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral langsung dari pimpinan universitas. Di tengah pelaksanaan ujian yang berlangsung Rabu (8/7), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.

Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti seleksi yang menjadi kesempatan terakhir untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG pada tahun akademik 2026/2027. Mereka bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur Seleksi Mandiri Reguler CBT.

Saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian, Rektor Eduart tidak hanya memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta sebelum memasuki ruang ujian. Suasana hangat pun tercipta ketika rektor bercengkerama dengan sejumlah calon mahasiswa yang tampak bersiap menghadapi ujian.

Dalam kesempatan tersebut, Eduart memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.

“Kalian sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Saat mengerjakan soal nanti, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kerjakan setiap soal dengan tenang, percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesan Eduart kepada peserta.

Menurutnya, hasil ujian CBT akan menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.

“Diharapkan seluruh peserta ujian dapat memberikan performa terbaik. Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga akhir,” ujarnya.

Kehadiran Rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respons positif dari para peserta. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka sebelum mengerjakan soal ujian.

Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya. (**)

Ikuti berita lainnya

Temu Dosen Pembimbing Akademik FEB UNG Perkuat Pendampingan Mahasiswa Sejak Awal hingga Akhir Perkuliahan
22 Aug 2026
03:52 WITA

Temu Dosen Pembimbing Akademik FEB UNG Perkuat Pendampingan Mahasiswa Sejak Awal hingga Akhir Perkuliahan

Rachmad Hidayah

GORONTALO – Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Irawati Abdul, SE, M.Si., menegaskan pentingnya pelaksanaan Temu Dosen Pembimbing Akademik sebagai bagian dari upaya memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan akademik secara berkelanjutan, mulai dari awal hingga akhir perkuliahan.Menurut Dr. Irawati, Temu Dosen Pembimbing Akademik dilaksanakan pada dua momentum penting dalam proses akademik mahasiswa, yakni pada awal perkuliahan dan akhir perkuliahan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi dosen pembimbing akademik untuk berkomunikasi secara langsung dengan mahasiswa sekaligus memantau perkembangan studi mereka.“Temu Dosen Pembimbing Akademik ini menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa mendapatkan pendampingan sejak awal perkuliahan sampai dengan akhir perkuliahan,” ujar Dr. Irawati.Ia menjelaskan, pertemuan pada awal perkuliahan dapat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai rencana studi, mata kuliah yang akan ditempuh, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama mengikuti proses pembelajaran.Sementara itu, pertemuan pada akhir perkuliahan diarahkan untuk mengevaluasi perkembangan mahasiswa selama satu periode akademik. Dosen Pembimbing Akademik dapat melihat capaian studi mahasiswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta memberikan arahan untuk perencanaan akademik pada semester berikutnya.“Jadi bukan hanya pada saat mahasiswa mengalami masalah akademik. Dosen PA diharapkan dapat melakukan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga perkembangan mahasiswa dapat dipantau dan diarahkan dengan baik,” jelasnya.Dr. Irawati menambahkan, komunikasi antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi akademik. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh arahan dalam menentukan strategi menyelesaikan studi secara tepat dan terencana.Melalui Temu Dosen Pembimbing Akademik, FEB UNG terus mendorong terciptanya pola pembimbingan yang lebih aktif dan komunikatif. Pendampingan secara berkala diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali potensi dan kendala yang dihadapi, sekaligus menyusun langkah akademik yang mendukung keberhasilan studinya.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNG dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang optimal selama menjalani proses pendidikan di lingkungan universitas.

Perkuat Kolaborasi, Polda Gorontalo Gandeng UNG Bentuk Pusat Studi Kepolisian
21 Aug 2026
05:14 WITA

Perkuat Kolaborasi, Polda Gorontalo Gandeng UNG Bentuk Pusat Studi Kepolisian

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pengembangan Pusat Studi Kepolisian menjadi langkah kolaborasi strategis, yang digagas Kepolisian Daerah Gorontalo (Polda Gorontalo) dengan menggandeng Universitas Negeri Gorontalo. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan Polda Gorontalo di Ruang Rapat Rektorat UNG, Jumat (21/8).Pembentukan pusat studi ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman dan kebutuhan institusi kepolisian. Melalui kolaborasi tersebut, UNG dan Polda Gorontalo membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian, kajian ilmiah, pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran Pusat Studi Kepolisian di UNG dapat menjadi wadah untuk menghasilkan kajian akademik yang relevan dengan berbagai persoalan keamanan, hukum, dan pelayanan publik.“Ini menjadi sebuah langkah strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian untuk berkolaborasi dalam mengembangkan penelitian, kajian ilmiah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.Melalui kolaborasi ini perguruan tinggi memiliki peran penting, dalam memberikan perspektif berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Karena itu, sinergi dengan institusi kepolisian diharapkan mampu menghasilkan penelitian dan rekomendasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.Pusat Studi Kepolisian UNG nantinya diarahkan menjadi ruang pengembangan kajian berbasis pengetahuan dan riset yang dapat mendukung kebutuhan institusi kepolisian maupun masyarakat. Berbagai isu strategis terkait keamanan, hukum, ketertiban, hingga pelayanan publik dapat dikaji melalui pendekatan multidisipliner dengan melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta unsur kepolisian.Dengan ini, UNG menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan Pusat Studi Kepolisian, dengan menyiapkan sumber daya manusia terbaik yang dimiliki universitas. Para dosen dan peneliti akan didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai program yang dikembangkan melalui pusat studi tersebut.“Kolaborasi UNG dan Polda Gorontalo sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas mengimplementasikan konsep kampus berdampak melalui penguatan tiga pilar tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Harto. (**)

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan
20 Aug 2026
06:04 WITA

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menekan angka kematian ibu dan anak tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan yang kuat, tetapi juga keterlibatan keluarga dalam mengenali risiko kehamilan sejak dini. Semangat inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi edukasi BUSA-BALI BUMIL di Desa Pentadio Timur.Program bertajuk “BUSA-BALI BUMIL (Buku Saku dan Lembar Balik) Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendampingan Ibu Hamil” tersebut dilaksanakan di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Pentadio Timur.Program ini dirancang sebagai media edukasi praktis untuk membantu ibu hamil, keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat memahami berbagai risiko selama kehamilan. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, BUSA-BALI BUMIL mendorong keluarga menjadi bagian aktif dalam sistem deteksi dini dan pendampingan ibu hamil.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Ns. Indra, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa media edukasi yang dikembangkan mahasiswa, memuat informasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.“Melalui media edukasi berupa Buku Saku dan Lembar Balik, ibu hamil, kader kesehatan, serta masyarakat memperoleh informasi praktis mengenai tanda bahaya kehamilan, faktor risiko, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.Buku Saku BUSA-BALI BUMIL dirancang sebagai panduan praktis, terutama bagi suami dan anggota keluarga dalam mendampingi ibu hamil. Sementara itu, Lembar Balik dapat dimanfaatkan bidan desa dan kader kesehatan sebagai media pendukung ketika memberikan edukasi kepada masyarakat.Koordinator Desa (Kordes) KKN-PK UNG, Ahmad Syarief Bin Zein Suweleh, mengatakan program tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan kehamilan.“Melalui BUSA-BALI BUMIL, edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil, tetapi juga kepada keluarga sebagai pendamping terdekat dan garda terdepan dalam mendeteksi risiko kehamilan,” terangnya.Menurutnya, keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan ibu hamil. Pengetahuan mengenai tanda bahaya dan faktor risiko diharapkan dapat membantu keluarga mengambil keputusan secara lebih cepat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., menyambut baik kehadiran program BUSA-BALI BUMIL. Menurutnya, media edukasi tersebut memiliki potensi untuk terus dimanfaatkan masyarakat bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta memperkuat peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil,” ujarnya.Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi risiko kehamilan. Dengan semakin cepat risiko dikenali dan semakin tepat tindakan dilakukan, semakin besar pula peluang ibu dan bayi memperoleh pertolongan yang dibutuhkan.

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif
18 Aug 2026
09:19 WITA

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya, dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).Dalam penyampaiannya Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel, setara, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.“Layana disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi, untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.Karena itu, keberadaan ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus.Menariknya kehadiran unit ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk memberikan layanan bagi civitas akademika UNG semata, tetapi terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas.“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (**)

Lihat Semua Berita