Site Logo

Guru Harus Mengimbangi Perkembangan Era Revolusi 4.0

Abdul Wahid Rauf
19 Dec 2018
08:05 WITA
18.335 dilihat
Guru Harus Mengimbangi Perkembangan Era Revolusi 4.0

 

GORONTALO – Perkembangan pesat dunia teknologi yang ditandai dengan era revolusi 4.0 menuntut seluruh bidang dapat ikut berkembang dalam mengimbangi perkembangan zaman tersebut. Salah satu elemen yang harus bergerak cepat mengimbanginya adalah dunia pendidikan yang didalamnya oleh para guru.


“Tantangan besar harus dihadapi dunia pendidikan di Era Revolusi 4.0. Dimana dunia pendidikan dituntut untuk dapat memperkuat perannya sebagai sumber pengetahuan yang dimotori oleh para Guru,” ungkap Rektor saat membuka kegiatan Seminar Nasional Pendidikan, dengan tema profesioalisme guru dalam menjawab tantangan dunia pendidikan diera revolusi 4.0, Selasa (18/12),.

Diera saat ini sumber pembelajaran siswa tidak hanya ada disekolah, dan para guru bukanlah satu-satunya sumber pengetahuan dan informasi. Justru kemajuan industri khusunya bidang teknologi mampu menyediakan kemudahan beragam sumber ilmu pengetahuan, dari mana saja dan dapat diakses kapan saja.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut, menuntut para guru tidak hanya profesional namun juga harus mengimbangi dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mampu merubah cara mendidik yang relevan dengan perkembangan zaman. Diantranya dengan menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, berbasis teknologi dan mulitemdia yang menarik siswa untuk belajar di Sekolah,” terangnya.

Selain itu menurut Rektor, para Guru juga harus memperkuat pemahaman mereka dalam memanfaatkan teknologi sebagai bahan pendukung pembelajaran sebagai guru melek teknologi.

“Guru profesional di era revolusi 4.0 merupakan guru yang mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital untuk proses pembelajara. Karena sekarang ini bukan hanya kompetensi dan ijazah yang dibutuhkan, namun juga bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut,” tandas Rektor. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Dihadapan Siswa Sekolah, Dosen Farmasi Kenalkan Khasiat Ikan Hulu'u Danau Limboto untuk Penyembuhan Luka
11 Jun 2026
03:04 WITA

Dihadapan Siswa Sekolah, Dosen Farmasi Kenalkan Khasiat Ikan Hulu'u Danau Limboto untuk Penyembuhan Luka

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Di balik ketenangan Danau Limboto yang membentang di jantung Provinsi Gorontalo, tersimpan kekayaan hayati yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Salah satunya adalah ikan Hulu'u — ikan lokal yang kini mulai menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan karena potensinya dalam mendukung proses penyembuhan luka.Pada Rabu (10/6), dosen Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) hadir langsung ke SMA Negeri 1 Paguyaman untuk memperkenalkan potensi luar biasa ikan lokal ini kepada para siswa melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat .Siapa sangka ikan yang hidup di Danau Limboto ini menyimpan kandungan istimewa? Ikan Hulu'u atau Giuris margaritacea ternyata kaya akan albumin — sejenis protein yang memiliki peran penting dalam proses regenerasi jaringan tubuh.Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa diajak memahami bagaimana albumin yang terkandung dalam ikan Hulu'u dapat berpotensi mendukung proses penyembuhan luka bakar dan luka terbuka, membantu mengurangi peradangan, dan menunjang pemulihan jaringan tubuh secara alami. Sebuah temuan yang tidak hanya menarik secara ilmiah, tetapi juga sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Gorontalo sehari-hari.Ketua tim pengabdian, Apt. Mohomad Aprianto Paneo, M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan, untuk mendekatkan ilmu pengetahuan dengan potensi lokal yang ada di sekitar masyarakat Gorontalo. Melalui kegiatan pengabdian ini, akademisi UNG ingin memberikan edukasi kepada siswa bahwa Gorontalo memiliki sumber daya lokal yang potensial, salah satunya ikan Hulu'u dari Danau Limboto.“Kandungan albumin pada ikan ini menjadi hal menarik untuk dikenalkan karena memiliki peran penting dalam mendukung proses regenerasi jaringan dan penyembuhan luka,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa pengenalan potensi ikan lokal kepada siswa merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ilmiah sejak dini, sekaligus mengajak generasi muda tidak hanya mengenal kekayaan hayati daerahnya, tetapi juga memahami bagaimana ilmu farmasi dan kesehatan dapat mengkaji dan mengembangkan manfaat bahan alam bagi masyarakat.Suasana kegiatan berlangsung hidup dan penuh semangat. Para siswa SMA Negeri 1 Paguyaman terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi tentang ikan Hulu'u, kandungan albumin, serta kaitannya dengan proses penyembuhan luka — topik yang terasa baru namun langsung menyentuh kehidupan nyata mereka.“Seluruh tim berharap para siswa kelak memahami bahwa potensi daerah bukan hanya kekayaan yang perlu dijaga, tetapi juga ilmu yang bisa dikembangkan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (**)

Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik
11 Jun 2026
01:57 WITA

Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Tekanan akademik, deadline tugas yang menumpuk, hingga rasa lelah yang tak kunjung hilang - fenomena academic burnout kini menjadi ancaman nyata bagi jutaan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melihat realita ini, seorang mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) tidak hanya diam — ia bergerak, meneliti, dan menghadirkan solusi nyata yang kini telah diakui di tingkat nasional.Moh. Alwi Hasan, mahasiswa BK FIP UNG, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan (JPBPP) yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Malang dan terindeks SINTA 2 — Volume 6 Nomor 8 Tahun 2026.Artikel yang ia tulis berjudul "From Academic Pressure to Preventive Self-Help: Development of Academic Burnout Mitigation Guide for Students" — sebuah karya inovatif yang menawarkan panduan mitigasi burnout akademik berbasis self-help bagi mahasiswa.Melalui penelitian ini, Alwi merancang sebuah media preventif yang membantu mahasiswa untuk, mengenali gejala burnout akademik sejak dini, mengelola tekanan selama proses perkuliahan, menerapkan strategi pencegahan secara mandiri, dan menjaga kesehatan mental dan keberhasilan studi.Di tengah meningkatnya kasus burnout akademik pascapandemi, karya ini hadir sebagai jawaban strategis yang tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis mahasiswa.Yang membuat pencapaian ini semakin membanggakan adalah bahwa ini bukan kali pertama nama Alwi tercatat dalam jurnal bereputasi. Sebelumnya, ia juga telah berhasil menerbitkan artikel berjudul "Inclusive-Counsel: Website-Based Inclusive Guidance and Counseling Service Design for Students with Special Needs" pada Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Undiksha (JIBK) yang terindeks SINTA 3.Dua publikasi bergengsi dalam satu rekam jejak akademik — sebuah capaian luar biasa yang jarang diraih mahasiswa tingkat sarjana.Keberhasilan Alwi tidak berdiri sendiri. Di baliknya, terdapat peran besar dua dosen pembimbing yang setia mendampingi proses penelitian hingga publikasi: Dr. Tuti Wantu, M.Pd., Kons. dan Permata Sari, S.Pd., M.Pd.Selain itu, Jurusan BK FIP UNG turut berkontribusi melalui penyediaan lingkungan akademik yang kondusif, pendampingan penelitian, serta dukungan moril dan finansial dalam proses publikasi ilmiah - membuktikan bahwa ekosistem riset yang sehat adalah kunci lahirnya karya-karya berkualitas.Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyambut keberhasilan publikasi artikel pada jurnal nasional terindeks SINTA 2, menunjukkan kualitas akademik mahasiswa FIP UNG yang mampu bersaing dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.Ia juga menegaskan bahwa fakultas akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penguatan budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.“Dari ruang penelitian FIP UNG, Moh. Alwi Hasan membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima ilmu — mereka juga mampu menjadi pencipta solusi bagi tantangan pendidikan masa kini,” terangnya.Artikel penelitian dapat diakses melalui laman berikut https://journal3.um.ac.id/index.php/fip/article/view/8141

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026
10 Jun 2026
08:51 WITA

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menembus jajaran Top 30 Global Finalists, pada ajang bergengsi International Business Competition (IBC) Season 4 Tahun 2026. Mahasiswa terbaik tersebut akan berkompetisi, pada babak final yang digelar di University of Economics Ho Chi Minh City, Vietnam.Ketiga mahasiswa tersebut adalah Salsabila A. T. Jermias, Nazwa Ramadhani Latif, dan Safira Zatalia Putri Hikmah. Keberhasilan mereka melaju ke tahap final merupakan pencapaian luar biasa setelah berhasil melewati proses seleksi dan kurasi ketat yang melibatkan peserta dari berbagai negara.International Business Competition merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA), sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide-ide bisnis inovatif, memperkuat jiwa kewirausahaan, serta membangun kolaborasi global. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menghadirkan gagasan bisnis yang tidak hanya kreatif dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang di pasar internasional.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangga, atas pencapaian mahasiswa yang berhasil menembus kompetisi internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas akademik dan kompetensi global.“Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi FEB. Kami berharap ketiga mahasiswi dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dan mampu mengharumkan nama UNG serta Indonesia di ajang internasional,” ujar Raflin.Apresiasi serupa juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, keberhasilan menembus babak final International Business Competition menjadi bukti nyata, bahwa mahasiswa UNG memiliki kualitas, kapasitas, dan daya saing yang mampu bersanding dengan mahasiswa dari berbagai negara.“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kualitas untuk tampil dan berprestasi di panggung internasional. Ini menjadi bukti bahwa kampus daerah mampu melahirkan talenta-talenta yang siap berkompetisi secara global,” ungkap Eduart.Keikutsertaan ketiga mahasiswi dalam final International Business Competition 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya internasionalisasi, yang terus didorong UNG dalam meningkatkan pengalaman global mahasiswa. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara.

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur
10 Jun 2026
08:39 WITA

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Ruang pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tampak hidup pada Jumat (6/6). Warga desa berkumpul bukan untuk rapat biasa — melainkan untuk mengikuti sesi edukasi yang menyentuh isu paling mendasar dalam kehidupan mereka: keluarga.Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., hadir langsung ke tengah masyarakat membawa pengetahuan sekaligus semangat pengabdian dalam kegiatan bertema "Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling."Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dosen FIP UNG dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. Universitas bukan hanya tempat belajar di balik tembok kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir langsung di tengah kehidupan nyata masyarakat.Dalam sesi tersebut, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi bertajuk "Hidup Berkeluarga yang Sehat" — sebuah kajian mendalam yang membahas berbagai aspek vital kehidupan keluarga, mulai dari: Pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, Membangun keluarga yang harmonis, Peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga hingga Strategi menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.Bagi Mohamad Awal Lakadjo, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat — ia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas karakter individu dan kesehatan kehidupan sosial secara keseluruhan."Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud," tuturnya.Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.Materi yang disampaikan rupanya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi — berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar cerita tentang dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal Lakadjo berharap benih kesadaran yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi perubahan yang berkelanjutan — masyarakat yang semakin memahami pentingnya membangun keluarga harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang lebih peduli, kuat, dan berkualitas.Salah seorang warga mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat relevan karena memberikan pemahaman praktis tentang cara membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab — sesuatu yang dibutuhkan namun jarang mereka dapatkan sebelumnya.Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Program pengabdian ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif Mata Kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.Lebih istimewa lagi, program ini melibatkan langsung mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur — menjadikannya sebuah pembelajaran berbasis pengabdian yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Lihat Semua Berita