Site Logo

Rencana Strategis

default
Redaksi
25 Feb 2026
04:29 WITA
Rencana Strategis

Renstra ini bukanlah harga mati mengingat konteks yang diacu yang senantiasa berkembang secara dinamis, kontekstual, butir-butir prinsip yang termuat di Renstra tetap dipertahankan. Pelaksanaan program setidaknya disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman dan kondisi yang ada, terutama untuk halhal yang bersifat operasional. Singkat kata, Renstra ini hendaknya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan yang terjadi baik di lingkungan internal UNG maupun perubahan di lingkungan eksternal. Itulah sebabnya, merespon perkembangan seperti penerapan Permendikbud Nomor 754/P/2020 dan Kepmendikbud Nomor 3 tahun 2021 serta penyesuaian dengan Rencana Strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Renstra Universitas Negeri Gorontalo telah dilakukan revisi sebagai komitmen untuk tetap dinamis mengikuti perkembangan.

Download Renstra UNG 2020 - 2024 Revisi ke-1

Download Rencana Strategis UNG tahun 2020-2024 Revisi ke-2

Download Rencana Strategis UNG Tahun 2020-2024 Revisi ke-3

Download Rencana Strategis UNG Tahun 2025-2029

Ikuti berita lainnya

UNAIR Siap Bantu Pembinaan Program Studi Kebidanan UNG
03 Sep 2026
12:23 WITA

UNAIR Siap Bantu Pembinaan Program Studi Kebidanan UNG

Rachmad Hidayah

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) menyatakan kesiapan untuk membantu pembinaan Program Studi Kebidanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Hal tersebut disampaikan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., dalam sambutannya pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan UNG di Universitas Airlangga pada Kamis, 3 September 2026.Prof. Muhammad Madyan mengatakan, pembahasan mengenai dukungan terhadap Program Studi Kebidanan UNG sebelumnya telah dijajaki melalui komunikasi antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo.“Tentu saja pada kesempatan ini, kemarin sudah ada omongan-omongan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, di mana hal ini peran Universitas Airlangga untuk membantu Program Studi Kebidanan,” ungkapnya.Ia menyambut baik rencana tersebut dan berharap Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dapat memberikan dukungan secara optimal dalam membantu pembinaan Program Studi Kebidanan UNG.“Saya menyambut baik ini dan mudah-mudahan juga Bapak Ibu sekalian, dalam hal ini terutama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, itu bisa optimal dalam membantu pembinaan kepada Program Studi Kebidanan ini,” tuturnya.Dukungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kolaborasi antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam bidang kesehatan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi UNG untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama dengan UNAIR merupakan bagian dari upaya UNG untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas.“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” ujar Prof. Eduart Wolok.Ia mengatakan, UNAIR telah melalui proses transformasi yang menjadikannya sebagai salah satu perguruan tinggi besar. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang penting bagi UNG.“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” tuturnya.Prof. Eduart mengungkapkan bahwa Fakultas Kedokteran UNG masih relatif muda dan baru berusia sekitar tujuh tahun. Karena itu, UNG perlu terus belajar agar dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.“Kerja sama hari ini memang, kami takut salah melangkah. FK kami sendiri baru 7 tahun, tapi alhamdulillah,” ungkapnya.Menurut Prof. Eduart, MoU dengan UNAIR menjadi sarana dan upaya bagi UNG untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelasnya.Ia berharap kerja sama yang dirintis tersebut dapat menjadi awal bagi UNAIR untuk membantu UNG terus tumbuh dan berkembang, termasuk melalui dukungan dalam pembinaan Program Studi Kebidanan.“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ujarnya.Rektor UNG juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga atas kesediaannya membangun kerja sama dengan UNG.“Terima kasih pada Universitas Airlangga, terima kasih Pak Rektor atas kesediaannya,” tutupnya.

UNAIR dan UNG Perkuat Komitmen Pengembangan Reputasi Global melalui Double Degree dan Kolaborasi Akademik
03 Sep 2026
12:19 WITA

UNAIR dan UNG Perkuat Komitmen Pengembangan Reputasi Global melalui Double Degree dan Kolaborasi Akademik

Rachmad Hidayah

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat komitmen untuk mengembangkan kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk membangun reputasi global UNG melalui program joint double degree, studi fast track dari jenjang sarjana (S1) ke magister (S2), kolaborasi riset, serta program menulis. Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan UNG di Universitas Airlangga Kamis, 3 September 2026.Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada Fakultas Kedokteran, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai fakultas dan program studi lain.“Tidak hanya FK sebenarnya, ada fakultas-fakultas lain kita bisa bekerja sama. Yang kemarin kita sudah menjajaki berdasarkan omongan kita, Bapak Rektor. Itu ada Fakultas Ekonomi dan program magister. Ada Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Science Manajemen dan sebagainya. Yang mungkin kedepannya bisa kita kerjasamakan,” ungkapnya.Menurut Prof. Muhammad Madyan, kerja sama tersebut dapat diarahkan pada pengembangan program double degree. Ia berharap skema tersebut tidak hanya dikembangkan antara perguruan tinggi di Indonesia dan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga dapat diinisiasi antarsesama perguruan tinggi di Indonesia.“Kerja sama ini mungkin saya mengharapkan ada double degree, misalnya. Jadi double degree itu tidak hanya antara universitas di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, dengan di luar negeri. Tetapi kita juga untuk menginisiasi double degree ini perlu juga kita double degree antar sesama universitas yang ada di Indonesia,” jelasnya.Dalam diskusi bersama jajaran UNG, UNAIR juga menyatakan komitmennya untuk membantu UNG membangun reputasi global melalui pengembangan joint double degree. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas institusi, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan.Selain joint double degree, dukungan UNAIR juga diarahkan pada pengembangan studi fast track, yakni jalur percepatan dari jenjang S1 ke S2. Skema ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dalam waktu yang lebih efisien, sekaligus memperkuat kesinambungan pengembangan akademik di UNG.Komitmen kolaborasi juga mencakup bidang riset. UNAIR dan UNG berpeluang mengembangkan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas dosen dan peneliti. Melalui kolaborasi tersebut, UNG diharapkan dapat memperluas kontribusinya dalam jejaring akademik nasional dan global.Dalam diskusi tersebut, UNAIR juga menawarkan program menulis sebagai bagian dari dukungan kelembagaan atau corporate social responsibility (CSR) UNAIR untuk UNG. Program ini diarahkan untuk membantu sivitas akademika UNG meningkatkan kemampuan menulis akademik, publikasi ilmiah, dan produksi karya pengetahuan yang dapat memperkuat visibilitas serta reputasi institusi.Prof. Muhammad Madyan juga menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Universitas Negeri Gorontalo merupakan kehormatan bagi Universitas Airlangga sekaligus momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.“Kolaborasi antar perguruan tinggi ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas melalui sinergi dan kekuatan bersama. Penandatanganan MoU atau perjanjian kerja sama antara Universitas Airlangga dengan Universitas Negeri Gorontalo hari ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa UNAIR merupakan salah satu contoh terbaik dalam melihat bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi besar melalui proses transformasi.“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” ujar Prof. Eduart Wolok.Menurutnya, proses transformasi yang dilakukan UNAIR menjadi pembelajaran penting bagi UNG. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk pengembangan program akademik, riset, publikasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” tuturnya.Prof. Eduart mengatakan, UNG menyadari bahwa masih perlu terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Karena itu, MoU dengan UNAIR menjadi salah satu sarana dan upaya UNG untuk mewujudkan peningkatan tersebut.“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelasnya.Ia berharap kerja sama yang dirintis melalui penandatanganan MoU tersebut dapat menjadi awal bagi UNG untuk terus tumbuh dan berkembang, termasuk melalui dukungan UNAIR dalam membangun reputasi global.“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ungkapnya.Penandatanganan MoU UNAIR dan UNG menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Selain penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerja sama tersebut mencakup peluang pengembangan joint double degree, studi fast track dari S1 ke S2, kolaborasi riset, serta program menulis sebagai bagian dari komitmen dan dukungan UNAIR melalui skema CSR untuk membantu UNG meningkatkan kapasitas akademik dan membangun reputasi global.

Catatkan Sejarah, UNG Berhasil Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana
03 Sep 2026
05:10 WITA

Catatkan Sejarah, UNG Berhasil Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. Untuk pertama kalinya, UNG resmi melahirkan 36 lulusan perdana Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.Lahirnya apoteker profesional angkatan pertama tersebut, ditandai melalui pelaksanaan prosesi Yudisium Angkatan I Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Selasa (1/9/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting bagi UNG, sekaligus menandai keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan memenuhi kompetensi sebagai calon apoteker profesional.Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya, atas keberhasilan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker mengukuhkan lulusan angkatan pertama.Menurutnya, yudisium perdana tersebut menjadi momentum bersejarah bagi FOK dalam upaya mengembangkan pendidikan kesehatan yang berkualitas, serta menghadirkan tenaga profesional yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.“Ini merupakan momentum bersejarah bagi FOK UNG, sebagai bukti komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang berkualitas dan menghasilkan tenaga profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ungkap Hartono.Ia menegaskan, FOK UNG akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan fasilitas praktik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra di bidang pelayanan kesehatan.Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut keberhasilan melahirkan lulusan perdana profesi apoteker, sebagai salah satu tonggak sejarah baru bagi UNG. Setelah melalui proses panjang dalam menghadirkan dan mengembangkan program pendidikan profesi tersebut, UNG kini berhasil melahirkan tenaga apoteker yang siap mengabdikan kompetensinya bagi masyarakat.“Perjuangan UNG dalam menghadirkan prodi Pendidikan Profesi Apoteker, membuahkan hasil dengan lahirnya lulusan pertama profesi apoteker. Keberhasilan ini merupakan simbol dari kerja keras, perjuangan, dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan program studi pendidikan profesi ini,” ujar Eduart.Lebih lanjut, Prof. Eduart berharap lulusan perdana tersebut mampu menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, empati sosial, dan komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas.Para lulusan, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai bagian dari garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Gorontalo dan Indonesia secara umum.“Harapannya, para lulusan profesi apoteker dapat menjadi sosok yang cerdas secara akademik, berintegritas, menjunjung tinggi etika, memiliki empati sosial, serta berkomitmen dalam menjalankan profesinya demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.Yudisium Angkatan I Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker menjadi awal perjalanan baru, bagi  lulusan untuk memasuki dunia profesi. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat kontribusi UNG, dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (**)

KKN UNG Dorong Tata Kelola Partisipatif untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Tualango
03 Sep 2026
01:57 WITA

KKN UNG Dorong Tata Kelola Partisipatif untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Tualango

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Tahap II (KKN-T II) UNG berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, melalui program pengabdian berbasis kebutuhan desa. Kali ini, mahasiswa menggagas pembentukan Forum Sentra Pangan Desa, yang rumuskan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Inovasi Tata Kelola Partisipatif dalam Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Regulasi dan Kelembagaan di Desa Tualango”.Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan di Desa Tualango untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pendekatan tata kelola yang partisipatif, terstruktur, dan berbasis potensi lokal.FGD melibatkan berbagai unsur penting di tingkat desa, mulai dari Penjabat Kepala Desa Tualango, jajaran aparatur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Abdul Hamid Tome, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD, merupakan bagian dari program kerja kolaboratif mahasiswa KKN-T II UNG. Pendekatan lintas disiplin ilmu yang diterapkan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi, yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki landasan regulasi dan kelembagaan yang kuat.“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar regulasi desa yang kuat serta dapat diterapkan secara nyata,” ungkapnya.Dalam FGD tersebut, mahasiswa turut memaparkan hasil survei empiris yang dilakukan terhadap 27 kepala keluarga dengan total 106 jiwa di Desa Tualango. Hasil survei menunjukkan bahwa ketidakstabilan ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor utama kerentanan pangan masyarakat dengan persentase mencapai 48,1 persen.Selain itu, tingkat keterjangkauan program bantuan sosial tercatat masih mencapai 33,3 persen. Dari jumlah keluarga yang menjadi responden, sebanyak 15 keluarga memiliki anggota kelompok rentan, seperti balita dan lansia, yang membutuhkan perhatian serta intervensi yang lebih terarah.Melihat potensi lokal di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pekarangan produktif yang belum terintegrasi, tim mahasiswa merekomendasikan pembentukan Forum Sentra Pangan Desa. Rekomendasi ini menekankan perlunya payung tata kelola dan kelembagaan partisipatif agar pemanfaatan potensi desa berjalan berkesinambungan.Gagasan pembentukan wadah koordinasi tersebut disepakati secara aklamasi oleh seluruh unsur pemerintahan dan lembaga desa. Komitmen bersama ini ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan oleh PJ Kepala Desa Tualango, Ketua BPD, Direktur BUMDes, serta Kordes KKN-T II Desa Tualango.Komitmen bersama tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan dokumen kesepakatan oleh Penjabat Kepala Desa Tualango, Ketua BPD, Direktur BUMDes, serta Koordinator Desa KKN-T II UNG Desa Tualango.Penjabat Kepala Desa Tualango, Wiwin Kabaderan, memberikan apresiasi terhadap pendekatan ilmiah dan legal-formal yang ditawarkan mahasiswa KKN-T II UNG dalam merespons persoalan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, gagasan yang lahir dari kegiatan tersebut perlu terus dikawal agar dapat berkembang menjadi kebijakan dan program nyata di tingkat desa.“Kami berharap gagasan yang telah dirumuskan bersama tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud peran mahasiswa UNG dalam mendorong pembangunan desa berbasis data, potensi lokal, regulasi, serta partisipasi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan. (**)

Lihat Semua Berita