Catatkan Sejarah, UNG Berhasil Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. Untuk pertama kalinya, UNG resmi melahirkan 36 lulusan perdana Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.
Lahirnya apoteker profesional angkatan pertama tersebut, ditandai melalui pelaksanaan prosesi Yudisium Angkatan I Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Selasa (1/9/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting bagi UNG, sekaligus menandai keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan memenuhi kompetensi sebagai calon apoteker profesional.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya, atas keberhasilan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker mengukuhkan lulusan angkatan pertama.
Menurutnya, yudisium perdana tersebut menjadi momentum bersejarah bagi FOK dalam upaya mengembangkan pendidikan kesehatan yang berkualitas, serta menghadirkan tenaga profesional yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Ini merupakan momentum bersejarah bagi FOK UNG, sebagai bukti komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang berkualitas dan menghasilkan tenaga profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ungkap Hartono.
Ia menegaskan, FOK UNG akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan fasilitas praktik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra di bidang pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut keberhasilan melahirkan lulusan perdana profesi apoteker, sebagai salah satu tonggak sejarah baru bagi UNG. Setelah melalui proses panjang dalam menghadirkan dan mengembangkan program pendidikan profesi tersebut, UNG kini berhasil melahirkan tenaga apoteker yang siap mengabdikan kompetensinya bagi masyarakat.
“Perjuangan UNG dalam menghadirkan prodi Pendidikan Profesi Apoteker, membuahkan hasil dengan lahirnya lulusan pertama profesi apoteker. Keberhasilan ini merupakan simbol dari kerja keras, perjuangan, dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan program studi pendidikan profesi ini,” ujar Eduart.
Lebih lanjut, Prof. Eduart berharap lulusan perdana tersebut mampu menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, empati sosial, dan komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas.
Para lulusan, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai bagian dari garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Gorontalo dan Indonesia secara umum.
“Harapannya, para lulusan profesi apoteker dapat menjadi sosok yang cerdas secara akademik, berintegritas, menjunjung tinggi etika, memiliki empati sosial, serta berkomitmen dalam menjalankan profesinya demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Yudisium Angkatan I Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker menjadi awal perjalanan baru, bagi lulusan untuk memasuki dunia profesi. Kehadiran mereka sekaligus memperkuat kontribusi UNG, dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (**)





