Site Logo

Perjanjian Kinerja

default
Redaksi
25 Feb 2026
04:31 WITA
Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja Universitas Negeri Gorontalo berbasis Indikator Kinerja Utama yang telah ditandatangani oleh Rektor Unviersitas Negeri Gorontalo dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Laman dokumen Perjanjian Kinerja memuat naskah resmi yang menjadi dasar komitmen bersama dalam pencapaian target kinerja perguruan tinggi. Dokumen ini berfungsi sebagai instrumen akuntabilitas publik sekaligus pedoman strategis bagi UNG dalam menjalankan program prioritas yang selaras dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi. Melalui perjanjian ini, Rektor UNG berkomitmen untuk mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan mutu tridharma perguruan tinggi, serta memperkuat tata kelola yang transparan dan berorientasi pada hasil, sehingga kontribusi UNG terhadap pembangunan pendidikan dan masyarakat dapat terukur secara jelas.

Download Perjanjian Kinerja tahun 2017

Download Perjanjian Kinerja tahun 2018

Download Perjanjian Kinerja tahun 2021

Download Perjanjian Kinerja Tahun 2022

Download Perjanjian Kinerja Tahun 2023

Download Perjanjian Kinerja Tahun 2024

Download Perjanjian Kinerja Tahun 2025

Ikuti berita lainnya

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala
04 Jun 2026
05:41 WITA

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Siapa sangka tumpukan sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah tak berguna di sudut-sudut kebun warga Desa Dunggala, kini menjelma menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Itulah yang berhasil diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap I Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program inovatif bertajuk GALAPEAT.Program yang resmi diluncurkan di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango ini mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat — media tanam organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.GALAPEAT merupakan salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN Tematik bertema "Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing."Dari Limbah ke PeluangGALAPEAT lahir bukan sekadar dari ide di atas kertas. Program ini hadir sebagai jawaban nyata atas persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi yang selama ini terlewatkan begitu saja oleh warga desa.Ketua tim KKN Tematik, Haris Danial, S.Pd., M.A., mengungkapkan bahwa, potensi besar desa ini selama ini tersembunyi di balik tumpukan sabut kelapa yang tak terurus."Sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui GALAPEAT, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun identitas desa yang kuat berbasis kearifan lokal," ujar Haris.Program ini dipimpin oleh tim multidisiplin yang solid, terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. — membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas ilmu.Warga Belajar, Warga BerdayaTak hanya sekadar sosialisasi, program GALAPEAT mengajak langsung masyarakat, para petani, dan anggota Karang Taruna Desa Dunggala untuk terjun dalam proses produksi cocopeat dari awal hingga akhir.Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat cocopeat — mulai dari fungsinya sebagai media tanam ramah lingkungan yang menyerap air dengan baik, hingga peluangnya sebagai produk siap jual yang menjanjikan. Dengan terlibat langsung dalam proses produksi, warga tidak hanya menonton, tetapi benar-benar memahami dan menguasai keterampilan baru.Desa Inovatif Berbasis Kearifan LokalKehadiran GALAPEAT dan berbagai program pendampingan lainnya semakin menegaskan posisi Desa Dunggala sebagai desa yang inovatif, edukatif, dan berakar pada kearifan lokal.  Lebih dari sekadar program pengabdian, GALAPEAT membuka babak baru bagi ekonomi kreatif desa — sebuah bukti bahwa mahasiswa tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi mampu meninggalkan jejak perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda
04 Jun 2026
02:21 WITA

Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda

Abdul Wahid Rauf

Pernahkah Anda mendapati seseorang tiba-tiba kesulitan tersenyum, sudut mulut tampak mencong ke satu sisi, atau kelopak mata tidak bisa menutup sempurna? Kondisi ini bukan sekadar kelelahan otot biasa. Dalam dunia medis, gejala tersebut dikenal sebagai Bell's Palsy — kelumpuhan saraf wajah yang terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi wajah.Kini, kondisi ini menjadi perhatian serius setelah sebuah studi deskriptif yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (2023–2025) mengungkap pola yang tak terduga: Bell's Palsy ternyata banyak menyerang penduduk di usia produktif. Temuan ini menggeser anggapan lama bahwa gangguan saraf identik dengan kelompok lanjut usia.Bukan Penyakit "Orang Tua"Salah satu temuan paling mengejutkan dari studi ini adalah tingginya prevalensi Bell's Palsy pada kelompok usia 20–29 tahun, yakni mencapai 38,5% dari seluruh kasus yang tercatat. Angka ini jauh melampaui kelompok usia lainnya dan memicu diskusi ilmiah yang serius mengenai peran gaya hidup modern sebagai faktor risiko.Para ahli berpendapat bahwa generasi muda masa kini rentan karena kombinasi beberapa faktor: paparan suhu dingin yang berlebihan — baik dari pendingin ruangan maupun angin saat berkendara malam hari — serta tingkat stres tinggi yang secara kronis melemahkan sistem imun. Kondisi inilah yang diduga memicu reaktivasi virus laten, khususnya virus Herpes Simplex, yang kemudian menyerang saraf kranial ketujuh atau saraf wajah.Data studi ini juga mencatat bahwa perempuan lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki, dengan proporsi mencapai 65,4% dari total kasus. Meski mekanisme pasti di balik perbedaan ini masih terus diteliti, fluktuasi hormonal dan perbedaan respons imun diyakini turut berkontribusi.Mengenali Gejala Sejak DiniBell's Palsy tidak datang tanpa tanda. Studi ini mencatat beberapa gejala dominan yang perlu diwaspadai:Asimetri wajah — sudut mulut mencong ke satu sisi, ditemukan pada 31,4% pasien, merupakan gejala yang paling mudah dikenali secara visual.Gangguan pada mata — kesulitan menutup kelopak mata sepenuhnya dialami oleh 19,6% pasien. Bila dibiarkan, kondisi ini berisiko menimbulkan mata kering, iritasi, bahkan kerusakan kornea.Nyeri di belakang telinga — kerap muncul sebagai gejala awal sebelum kelumpuhan wajah terjadi sepenuhnya, namun sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya.Mengenali gejala-gejala ini sejak dini adalah kunci utama keberhasilan pengobatan.Kecepatan Penanganan Adalah SegalanyaMeskipun perubahan wajah yang mendadak kerap menimbulkan kepanikan, studi ini membawa kabar yang menggembirakan: sebanyak 65,4% pasien berhasil sembuh total. Namun, kesembuhan tersebut sangat bergantung pada satu faktor krusial — kecepatan penanganan.Penggunaan kortikosteroid pada fase akut, yaitu dalam 72 jam pertama sejak gejala muncul, terbukti secara klinis meningkatkan peluang pemulihan secara signifikan. Sebaliknya, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan medis — terutama mereka yang lebih memilih pengobatan alternatif yang tidak berbasis bukti ilmiah — berisiko mengalami pemulihan yang tidak sempurna, bahkan kecacatan permanen pada otot wajah.Bell's Palsy Bukan Sekadar "Masuk Angin"Di masyarakat, Bell's Palsy masih sering disalahartikan sebagai dampak dari "masuk angin" atau terkena kipas angin langsung. Mitos ini berbahaya karena dapat menunda pasien untuk segera mencari pertolongan medis.Secara ilmiah, Bell's Palsy adalah kondisi neurologis kompleks yang melibatkan proses peradangan pada saraf wajah. Pendekatan yang tepat bukan panik, melainkan segera bertindak: kenali gejalanya, dan pergi ke fasilitas kesehatan dalam waktu sesingkat mungkin.Studi dari Gorontalo ini menjadi pengingat penting, khususnya bagi generasi muda Indonesia, bahwa menjaga kesehatan sistem imun — melalui pola tidur yang cukup, manajemen stres, dan perlindungan dari paparan dingin ekstrem — bukan sekadar gaya hidup sehat, melainkan bentuk nyata pencegahan gangguan saraf yang dapat mengubah kualitas hidup secara drastis.(Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi, Gelar Sosialisasi Tata Naskah Dinas
03 Jun 2026
07:12 WITA

UNG Perkuat Tata Kelola Administrasi, Gelar Sosialisasi Tata Naskah Dinas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya memperkuat tata kelola administrasi yang tertib, efektif, dan sesuai regulasi terus dilakukan oleh Universitas Negeri Gorontalo. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Tata Naskah Dinas yang diselenggarakan, Rabu (3/6), di Ruang Pertemuan Prof. Kadir Abdussamad.Kegiatan tersebut diikuti para kepala bagian dan subbagian, ketua tim kerja, ketua kelompok kerja serta operator dari berbagai unit di lingkungan UNG. Sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh unit kerja terkait tata kelola administrasi persuratan yang berlaku di lingkungan universitas.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Harto Malik, menegaskan bahwa pemahaman yang seragam mengenai tata naskah dinas merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola universitas yang profesional dan akuntabel.Menurutnya, tata naskah dinas tidak sekadar mengatur teknis surat-menyurat, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek administrasi, hukum, hingga pengelolaan keuangan di lingkungan perguruan tinggi."Tata naskah dinas merupakan hal yang sangat penting karena dapat membawa konsekuensi hukum dan administrasi. Oleh karena itu, setiap dokumen administrasi resmi harus disusun dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab," ujarnya.Harto juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam setiap proses administrasi, mulai dari penyusunan dokumen, penggunaan format surat, hingga pemakaian stempel resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan administratif yang tampak sederhana, menurutnya, berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila tidak mengikuti standar yang telah ditetapkan.Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh unit kerja dapat menerapkan tata naskah dinas secara konsisten sehingga tercipta sistem administrasi yang lebih tertib, efisien, dan memiliki kepastian hukum. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi dan memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional di era transformasi pendidikan tinggi. (**)

Targetkan Nilai Akreditasi Terbaik, Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jalani Visitasi LAMDik
03 Jun 2026
04:50 WITA

Targetkan Nilai Akreditasi Terbaik, Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jalani Visitasi LAMDik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui proses akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, yang saat ini menjalani asesmen lapangan akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDik).Asesmen lapangan yang berlangsung di lingkungan FOK UNG tersebut menghadirkan dua asesor LAMDik, yakni Prof. Dr. Advendi Kristiyandaru, M.Pd., dan Prof. Dr. Dimyati, M.Si. Kedatangan tim asesor disambut oleh Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., didampingi Dekan FOK Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., serta jajaran sivitas akademika fakultas.Dekan FOK Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., menjelaskan bahwa asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, untuk membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selama ini terus ditingkatkan."Seluruh sivitas akademika telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal, mulai dari penyusunan dokumen hingga pemenuhan berbagai indikator penilaian. Kami berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan," ujar Hartono.Menurutnya, capaian akreditasi terbaik menjadi target yang ingin diwujudkan karena tidak hanya mencerminkan kualitas program studi, tetapi juga menjadi bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul kepada masyarakat.Sementara itu, Wakil Rektor UNG Dr. Harto Malik menegaskan bahwa akreditasi memiliki peran strategis dalam pengembangan perguruan tinggi. Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan."Akreditasi merupakan cerminan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran, tata kelola, serta layanan akademik. Karena itu, proses visitasi ini menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan program studi," kata Harto.Ia optimistis Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga mampu meraih hasil terbaik melalui proses asesmen tersebut. Capaian akreditasi unggul nantinya diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan FOK UNG.Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan dan dukungan penuh seluruh sivitas akademika, FOK UNG berharap proses visitasi ini menjadi langkah penting menuju pengakuan mutu yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih akreditasi terbaik tidak hanya akan meningkatkan reputasi program studi, tetapi juga memperkuat posisi UNG sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing.

Lihat Semua Berita