Site Logo

Wujudkan Kolaborasi Berkelanjutan, Rektor dan Bupati Kab. Gorontalo Utara Tandatangani Kerja Sama Strategis

Abdul Wahid Rauf
05 Nov 2025
16:12 WITA
502 dilihat
Wujudkan Kolaborasi Berkelanjutan, Rektor dan Bupati Kab. Gorontalo Utara Tandatangani Kerja Sama Strategis

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara secara resmi, melanjutkan kerja sama sebagai landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif lintas bidang. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, dan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., pada Rabu (5/11), bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara UNG dan Pemkab Gorontalo Utara bukan hanya sebatas dokumen, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran UNG untuk berperan aktif dalam mendorong pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“MoU ini merupakan gerbang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi maupun sumberdaya yang kami miliki untuk memajukan Gorontalo Utara. Dengan semangat UNG Berdampak, Kami siap mendukung dalam pengembangan SDM, serta berbagai  sector unggulan lainnya yang dimiliki daerah,” ujar Eduart.

Menurut Eduart melalui MoU ini, UNG menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan memberikan dukungan terbaik kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Apa yang dibutuhkan daerah untuk kemajuan masyarakat akan diberikan UNG, baik dalam bentuk riset, pengabdian, maupun program inovasi berbasis akademik.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas komitmen UNG dalam mendukung kemajuan daerah. Ia berharap, kerja sama ini dapat menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya berbagai program strategis, terutama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan potensi daerah.

“Kolaborasi dengan UNG merupakan langkah penting bagi kami dalam memperkuat kebijakan pembangunan berbasis riset dan inovasi. Dengan dukungan akademisi UNG, kami berharap Gorontalo Utara akan semakin maju dan berkembang,” ujar Thariq. (**)

Ikuti berita lainnya

Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan
14 Aug 2026
01:22 WITA

Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan

Abdul Wahid Rauf

Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang belum tuntas, termasuk di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS sebagai prioritas penanganan kesehatan nasional. Wilayah beriklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti sebagian besar wilayah Indonesia, menjadi habitat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat.Selama ini, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan komersial sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, mayoritas produk yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis bernama DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Lebih jauh, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) — La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu — menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Yang menarik, bahan utamanya bukan sesuatu yang jauh atau mahal: melainkan rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.) — dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian.Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.Sinergi Dua Tanaman, Perlindungan BerlipatSecara ilmiah, kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.Rambut jagung kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung senyawa volatil yang mudah menguap dan mengeluarkan aroma khas yang mampu mengacaukan reseptor penciuman nyamuk dewasa, sehingga menurunkan kemampuannya mendeteksi manusia sebagai inang. Selain itu, rambut jagung juga mengandung senyawa norbergenin yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria.Sementara itu, daun pepaya yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional mengandung alkaloid papain, saponin, flavonoid, dan fenolik. Senyawa alkaloid bekerja mengganggu proses metabolisme parasit di dalam sel darah merah, sementara kandungan flavonoidnya memberikan efek repelan yang signifikan terhadap nyamuk.Mudah Dibuat, Aman untuk Seluruh KeluargaSalah satu keunggulan Eco-Repel Spray adalah proses pembuatannya yang sederhana, murah, dan dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut tahapannya:Persiapan bahan — Cuci bersih 50–100 gram rambut jagung dan 10–15 helai daun pepaya segar.Perebusan — Rebus kedua bahan dalam 1.000 ml air bersih selama 20–30 menit, saring menggunakan kain kasa, lalu dinginkan hingga suhu ruang.Pencampuran pelarut dan aroma — Di wadah terpisah, campurkan 100 ml etanol 70% dengan 1 ml minyak sereh (citronella oil). Minyak sereh ditambahkan karena mengandung senyawa geraniol dan citronellal yang juga dikenal tidak disukai nyamuk.Finalisasi — Masukkan air rebusan ekstrak tanaman secara bertahap ke dalam campuran alkohol dan minyak sereh sambil diaduk hingga menyatu. Tuangkan ke dalam botol semprot steril, dan produk siap digunakan.Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.Lebih dari Sekadar Repelan: Wujud Nyata Pembangunan BerkelanjutanInovasi Eco-Repel Spray tidak hanya menjadi langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan tiga pilar sekaligus: kesehatan manusia, kelestarian lingkungan melalui prinsip zero waste, serta penguatan ekonomi lokal.Inisiatif berbasis komunitas ini juga sejalan dengan pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 mengenai Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta Tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa, guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sebuah bukti bahwa inovasi besar tidak selalu bermula dari laboratorium canggih — kadang, ia lahir dari halaman rumah sendiri.

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG
12 Aug 2026
08:00 WITA

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada hari ketiga pelaksanaan, kedatangan tamu istimewa yakni Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., MH., Rabu (12/8).Ditengah kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, salah satu pejabat penting di Kejaksaan Agung Republik Indonesia hadir membersamai mahasiswa baru UNG yang tengah mengikuti kegiatan orientasi. Selain bertemu langsung dengan mahasiswa, Prof. Reda juga menyempatkan diri untuk memberikan pembekalan khusus untuk mahasiswa baru agar bisa sukses dalam dunia kampus yang akan digeluti.Di hadapan mahasiswa baru, Prof. Reda banyak memberikan suntikan motivasi kepada mahasiswa baru, untuk serius dalam mengikuti seluruh rangkaian pendidikan di Kampus Kerakyatan UNG. Keseriusan tersebut harus dibarengi dengan konsistensi, agar bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi yang memuaskan.“Konsisten itu sangat penting, karena selama perjalanan kuliah akan banyak cobaan dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan tentunya akan membuat mahasiswa terkadang berhenti berjuang ataupun lulus dengan tidak maksimal. Olehnya mahasiswa harus konsisten dengan keinginan untuk menyelesaikan pendidikan di UNG,” ujarnyaProf. Reda juga menekankan pentingnya membangun jaringan positif. Lingkungan pertemanan dan jejaring yang baik dapat menjadi modal penting dalam mendukung perkembangan akademik, keterampilan, maupun perjalanan karier mahasiswa di masa depan.Dalam kesempatan tersebut Prof. Reda turut berpesan bahwa kehidupan mahasiswa dimasa mendatang, salah satunya ditentukan dari proses perjalanan selama di Kampus. Olehnya canangkan di pikiran cita-cita ataupun terget terbaik yang ingin diraih, yang tentunya harus diperjuangan sejak dini di bangku perkuliahan sehingga nanti dapat benar-benar mewujudkannya.“The power of mind itu penting untuk diterapkan bukan untuk dihayalkan. Apa yang diingkan harus diterapkan sejak jauh hari sebelumnya. Upaya untuk meraih keinginan itu harus dilatih dan dibentuk sejak dini,” pesannya.Prof. Reda juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak hanya fokus dalam memperkaya ilmu pengetahuan saja, namun juga perlu memperkuat karakter maupun keterampilan, serta harus menjadi individu yang produktif dan kreatif.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut Kehadiran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen tersebut, memberikan warna tersendiri dalam rangkaian PKKMB UNG. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan mereka di perguruan tinggi bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi merupakan fase penting untuk membentuk pribadi, memperluas jaringan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. (**)

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
11 Aug 2026
01:21 WITA

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.Materi yang dikemas dengan judul “Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika” ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang diwakili Kepala seksi penyidikan pidana khusus Rafid Mufti Humolungo, S.H., Selasa (11/8).Dalam pemaparannya, Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” ujar Rafid di hadapan ribuan mahasiswa baru.Ia membeberkan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, hingga penyalahgunaan dana organisasi. Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimipin masa depan.Lebih lanjut, Rafid mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi. Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari.Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menuturkan upaya menyelipkan materi antikorupsi dalam PKKMB, menjadi bentuk komitmen Kampus Kerakyatan UNG  dalam mendidik serta melahirkan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berintegritas.“Pendidikan anti korupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa sejak mereka menapaki dunia kampus. Pendidikan anti korupsi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif,” pungkasnya. (**)

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG
11 Aug 2026
00:28 WITA

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., hadir di tengah-tengah kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), untuk menyambut mahasiswa baru UNG tahun akademik 2026-2027, Senin (10/8).Dihadapan para mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting, bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di UNG, adalah dambaan banyak masyarakat. Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar UNG.“Kesempatan tersebut dapat disyukuri oleh mahasis baru, salah satu cara yakni dengan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan akademik untuk menempa ilmu, membentuk karakter, dan mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan, kemudia menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Rektor.Di lingkungan pendidikan tinggi khususnya UNG, memiliki regulasi akademik yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menjalankan aktifitas akademik sesuai ketentuan berlaku, serta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.“Dalam menempuh pendidikan di kampus tentunya perjalanan kuliah tidak selalu mulus, akan ada dinamika, tantangan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Namun yang perlu diingat, setiap tantangan yang kalian lalui akan menempa pribadi yang lebih kuat. Proses ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberi kontribusi di masa mendatang,” ujarnya.Sebagai mahasiswa baru, Rektor mewanti-wanti untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan.“Selamat memulai perjalanan kalian di kampus kerakyatan UNG, doa saya selalu menyertai ribuan mahasiswa baru agar sukses meraih cita-cita melalui UNG kampus kita tercinta,” pungkas Rektor. (**)

Lihat Semua Berita