UNG Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan Melalui Pelatihan Preseptor OSCE Bersama Tiga Perguruan Tinggi
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan melalui penyelenggaraan Pelatihan Preseptor Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilaksanakan pada Sabtu (9/5) di Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif untuk meningkatkan kapasitas para preseptor dalam mendampingi dan mengevaluasi mahasiswa pada proses pembelajaran klinik berbasis kompetensi.
Pelatihan tersebut menghadirkan peserta dari empat institusi pendidikan kesehatan, yakni Universitas Negeri Gorontalo, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Poltekkes Kemenkes Manado, dan Universitas Muhammadiyah Manado. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun standar pembelajaran klinik yang berkualitas serta menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten.
OSCE merupakan metode evaluasi keterampilan klinis yang digunakan secara luas dalam pendidikan profesi kesehatan untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara objektif, sistematis, dan terstandar. Dalam pelaksanaannya, preseptor memiliki peran sentral sebagai pembimbing sekaligus penilai yang memastikan mahasiswa mampu menguasai kompetensi klinis sesuai standar profesi.
Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh penguatan mengenai berbagai aspek penting dalam pelaksanaan OSCE, mulai dari peran dan tanggung jawab preseptor, penyusunan skenario ujian klinik, penerapan standar penilaian yang objektif, hingga strategi membimbing mahasiswa agar mampu mengembangkan keterampilan klinis, komunikasi, etika profesi, dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, pelatihan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarperguruan tinggi dalam mengembangkan sistem pembelajaran klinik yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan kesehatan dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan Pelatihan Preseptor OSCE merupakan langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan profesi kesehatan sekaligus membangun jejaring akademik yang lebih erat antarperguruan tinggi.
"Pelatihan Preseptor OSCE ini menjadi momentum penting bagi Universitas Negeri Gorontalo bersama Poltekkes Gorontalo, Poltekkes Manado, dan Universitas Muhammadiyah Manado untuk memperkuat kualitas pembimbingan klinik. Preseptor memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan klinis, etika, komunikasi, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan," ujar Hartono.
Menurutnya, peningkatan kompetensi preseptor merupakan investasi penting dalam menciptakan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang. Oleh karena itu, kolaborasi lintas institusi perlu terus diperkuat agar standar pembelajaran klinik semakin berkualitas dan selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran klinik serta memperkuat sinergi antarperguruan tinggi. Dengan pembimbing klinik yang kompeten, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas sehingga siap menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambahnya.





