Produk Hermione Karawo, Inovasi Mahasiswa Untuk Melestarikan Budaya Karawo di Era Modern

GORONTALO - Upaya pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui karya inovatif bertajuk Hermione Karawo. Produk ini berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, sebagai brand fashion dan kerajinan berbasis sulaman Karawo yang dikreasikan dengan sentuhan desain modern.
Hermione Karawo lahir dari kepedulian terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap seni sulaman tradisional Gorontalo, sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen mahasiswa dalam melestarikan warisan budaya melalui inovasi dan kewirausahaan.
Perwakilan tim, Nursia F. Malik, menjelaskan bahwa usaha Hermione Karawo bermula dari keprihatinan atas semakin sedikitnya pengrajin muda yang tertarik menekuni Karawo, meskipun permintaan pasar masih tinggi. Melalui pengalaman mereka dalam program Preneur UNG dan pendanaan usaha rintisan pada tahun 2024, tim kemudian bertransformasi dari proyek 3D Karawo menjadi Hermione Karawo, yang menghadirkan teknik sulaman timbul berbasis kombinasi sulaman ikat dan manila.
"Dengan konsep desain yang modern dan elegan, produk ini diharapkan mampu memperkenalkan Karawo ke pasar fashion nasional dan internasional, sekaligus menumbuhkan kembali kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan budaya Gorontalo," ungkapnya.
Melalui pendanaan P2MW, Hermione Karawo tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada pemberdayaan generasi muda Gorontalo agar ikut melestarikan Karawo. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus globalisasi.
"Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Hermione Karawo membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan relevan jika dipadukan dengan kreativitas generasi muda," terangnya. (**)





