Peneliti UNG Ungkap Pengetahuan Ekosistem Dorong Partisipasi Masyarakat Menjaga Danau Limboto

Menjaga keberlanjutan Danau Limboto tidak hanya membutuhkan upaya pemulihan lingkungan, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Riset Ramla H. Melo, Moch R. Pambudi, dan Alim Niode dari Universitas Negeri Gorontalo menemukan adanya hubungan positif antara kondisi sosial ekonomi, pengetahuan tentang ekosistem danau, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Danau Limboto secara berkelanjutan.
Danau Limboto menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang mengancam keberlanjutannya. Deforestasi di kawasan daerah aliran sungai meningkatkan sedimentasi sehingga daya tampung danau terus berkurang. Kondisi ini turut mengganggu fungsi danau sebagai pengendali banjir, yang berdampak pada munculnya persoalan banjir saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Luas Danau Limboto juga tercatat mengalami penurunan, dari sekitar 3.644,5 hektare pada 1991 menjadi sekitar 2.693,9 hektare pada 2017.
Persoalan tersebut diperparah oleh penebangan pohon, erosi akibat aktivitas pertanian berpindah, pertumbuhan eceng gondok, serta masuknya limbah rumah tangga ke perairan. Berbagai tekanan ini dapat menurunkan kualitas air dan mengganggu fungsi danau sebagai habitat biota perairan maupun sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan air di wilayah sekitarnya.
Melihat kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji keterkaitan antara kondisi sosial ekonomi dan pengetahuan masyarakat mengenai ekosistem danau dengan tingkat partisipasi mereka dalam pengelolaan Danau Limboto. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap masyarakat di Kecamatan Limboto dan Limboto Barat dengan melihat aspek sosial ekonomi, pengetahuan ekosistem danau, serta partisipasi dalam pengelolaan danau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi masyarakat. Menariknya, pengetahuan mengenai ekosistem danau menunjukkan pengaruh yang lebih besar dibandingkan kondisi sosial ekonomi. Dalam analisis penelitian, peningkatan pengetahuan tentang ekosistem danau memberikan pengaruh lebih besar terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan danau.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang Danau Limboto menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong keterlibatan mereka. Pengetahuan tersebut mencakup pemahaman mengenai komponen ekosistem, fungsi danau, serta hubungan berbagai unsur di dalam ekosistem. Pemahaman yang lebih baik dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk ikut menjaga dan mengelola danau secara lebih berkelanjutan.
Penelitian juga memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam keberlanjutan pengelolaan Danau Limboto. Partisipasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menjaga dan memanfaatkan danau, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan pengelolaan danau. Keterlibatan tersebut diperlukan agar manfaat Danau Limboto dapat terus dirasakan oleh masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
Para peneliti menyimpulkan bahwa semakin baik kondisi sosial ekonomi dan pengetahuan masyarakat tentang ekosistem danau, semakin tinggi pula tingkat partisipasi mereka dalam pengelolaan Danau Limboto secara berkelanjutan. Sebaliknya, kondisi sosial ekonomi dan pengetahuan yang lebih rendah berkaitan dengan tingkat partisipasi yang lebih rendah.
Temuan ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga Danau Limboto tidak cukup hanya berfokus pada pemulihan kondisi lingkungan. Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan pentingnya ekosistem danau juga menjadi bagian penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Danau Limboto.





