Site Logo

Pendaftaran Wisuda Periode September Dibuka, Kuota Pendaftar Hanya 1200 Orang

Abdul Wahid Rauf
18 Aug 2020
10:07 WITA
4.599 dilihat
Pendaftaran Wisuda Periode September Dibuka, Kuota Pendaftar Hanya 1200 Orang

GORONTALO – Kabar Gembira untuk mahasiswa semester akhir yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik di UNG, ini karena UNG akan membuka pendaftaran wisuda untuk periode September 2020.

“UNG akan kembali melaksanakan prosesi Wisuda periode September 2020, jumlah pendaftar yang dibuka sebanyak 1200 wisudawan,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Harto Malik, M.Hum,.

Pendaftaran Wisuda kata Harto, dilakukan secara online oleh calon wisudawan melalui laman siat.ung.ac.id, dengan waktu pendaftaran dimulai sejak tanggal 17 Agustus 2020.

“Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 31 Agustus 2020 mendatang dan atau jika pendaftar Wisuda telah mencapai kuota 1200 orang,” terangnya.

Menurut Harto sesuai ketentuan akademik, Calon Wisudawan dapat mendaftar apabila semua nilai dari mata kuliah termasuk nilai tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi telah terisi lengkap pada SIAT. Selain itu tidak ada satupun nilai matakuliah yang kurang dari 2 dan telah diyudisium serta  dinyatakan lulus. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas
02 Jul 2026
01:56 WITA

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan capaian strategis, dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi, yakni Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang selama ini dibangun kedua program studi. Capaian itu diperoleh setelah melalui proses akreditasi yang komprehensif, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian kinerja akademik, hingga asesmen lapangan oleh tim asesor LAMDIK.Hasil penilaian menunjukkan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai aspek menjadi indikator penilaian, di antaranya kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola program studi, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, hingga kualitas lulusan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras hingga mampu mengantarkan kedua program studi meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan bahwa kualitas kedua prodi tersebut, telah sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini adalah buah dari dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UNG,” ujar Eduart.Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, status Akreditasi Unggul menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi prodi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.Menurut Eduart, mutu pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, termasuk menjawab tantangan transformasi digital, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.“Akreditasi Unggul bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menjaga konsistensi mutu, serta memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi UNG sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Dengan semakin bertambahnya program studi berstatus Akreditasi Unggul, UNG optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat global.

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
30 Jun 2026
04:09 WITA

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Abdul Wahid Rauf

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Terapi Sederhana dengan Hasil MenjanjikanPenelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.Lavender Menambah Efek RelaksasiEfek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.Terapi Pendamping, Bukan Pengganti ObatTemuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih HolistikHasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN
26 Jun 2026
00:23 WITA

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Begitu baiknya pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Apresiasi diberikan Kemenkeu RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) kepada UNG melalui ajang Pemberian Apresiasi Bentenan Awards tahun 2026.Kampus kerakyatan UNG terpilih sebagai peringkat III instansi terbaik, atas kontribusi terhadap program Persertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah tahun 2025, dengan kategori coordinator wilayah dengan target di atas 50 bidang tanah. Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum (BKKU) Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., pada Kamis (25/5), di Gedung Keuangan Negara Manado.Kepala BKKU Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd.,menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan UNG, yang berhasil mendapatkan apresiasi  pada Bentenan Awards tahun 2026 tahun ini. Apresiasi ini bentuk pengakuan dari Kementerian, atas hasil kinerja serta kerja keras seluruh jajaran di UNG, yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pengelolaan aset BMN.“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNG dalam mengelola aset negara secara optimal, transparan dan akuntabel untuk mewujudkan birokasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Arief.Melalui gelaran Bentenan Awards 2026 ini, UNG berhasil mewujudkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada keunggulan pelayanan akademik saja, tetapi juga memegang teguh komitmen dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan tata kelola aset milik negara. (**)

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi
25 Jun 2026
06:38 WITA

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Rektorat UNG. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membekali para pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara profesional, kreatif, dan berdampak.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Darman, S.Kom., M.Ap., mengatakan, pembekalan tersebut diikuti oleh para pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang baru dilantik untuk periode 2026. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya memastikan setiap pengurus memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, perencanaan program kerja, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang sejalan dengan kebijakan universitas.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa, penguatan kapasitas ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan organisasi mahasiswa, yang mampu menjadi motor penggerak prestasi dan pengembangan karakter mahasiswa.Menurutnya, para pengurus perlu memahami secara menyeluruh alur pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk berbagai program yang dapat memperoleh dukungan pendanaan dari institusi. Dengan pemahaman tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk berbagai program yang dapat didukung oleh universitas. Harapannya, kepengurusan Ormawa tahun 2026 dapat tampil lebih solid dan mampu menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan bagi UNG,” ujar Amir.Tidak hanya membahas aspek administratif dan teknis organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pengurus mahasiswa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah kepemimpinan.“Diharapkan para pengurus Ormawa periode 2026 mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan budaya prestasi, memperkuat kontribusi mahasiswa, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” harap Amir. (**)

Lihat Semua Berita