Site Logo

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

PenelitianSiaran PersUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
30 Jun 2026
04:09 WITA
1.029 dilihat
Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.

Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Terapi Sederhana dengan Hasil Menjanjikan

Penelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.

Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.

Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.

Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.

Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?

Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.

Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.

Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.

Lavender Menambah Efek Relaksasi

Efek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.

Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.

Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.

Terapi Pendamping, Bukan Pengganti Obat

Temuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.

Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.

Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih Holistik

Hasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.

Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.

Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.

Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Ikuti berita lainnya

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik
29 Sep 2026
09:34 WITA

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat tata kelola akademik melalui penyempurnaan pedoman, yang menjadi acuan penyelenggaraan kegiatan akademik di lingkungan kampus. Langkah tersebut dilakukan melalui uji publik Draf Pedoman Akademik 2026 yang dilaksanakan secara daring dan luring, Selasa (29/9).Uji publik yang dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., tersebut melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari pimpinan jurusan, program studi, penjamin mutu fakultas, hingga Gugus Penjamin Mutu Program Studi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memastikan, pedoman yang disusun dapat mengakomodasi kebutuhan akademik secara lebih komprehensif.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan, penyusunan Draf Pedoman Akademik 2026 merupakan bagian dari upaya UNG, untuk menyempurnakan sekaligus memperkuat tata kelola kegiatan akademik di lingkungan kampus kerakyatan UNG.“Pedoman tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih jelas, terarah, dan terukur bagi pelaksanaan berbagai aktivitas akademik,” ujar Hafidz.Menurutnya, uji publik memiliki posisi penting dalam proses penyusunan pedoman karena menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan, kritik, maupun saran konstruktif dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan akademik. Berbagai perspektif tersebut diperlukan agar aturan yang disusun tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelaksanaan akademik di lapangan.“Sebelum ditetapkan dan disahkan secara resmi, substansi dalam pedoman akademik perlu melalui proses penyempurnaan secara menyeluruh. Karena itu, berbagai masukan menjadi bagian penting, untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun diperjelas dalam draf pedoman,” terangnya.Melalui proses uji publik ini, UNG menunjukkan komitmennya untuk membangun tata kelola akademik secara partisipatif. Pedoman Akademik 2026 diharapkan nantinya tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen yang mampu memberikan arah yang seragam, menyempurnakan mekanisme penyelenggaraan akademik, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di seluruh lingkungan UNG. (**)

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus
26 Sep 2026
01:13 WITA

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Alat deteksi kualitas air dan alat deteksi objek mulai dipasang di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada hari Rabu 23 September 2026, sebagai bagian dari kegiatan riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears) dengan melibatkan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango.Pemasangan kedua perangkat tersebut ditujukan untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun. Data yang dikumpulkan dalam bentuk time series diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan laut sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari di kawasan Botubarani, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus.Salah satu manfaat utama riset ini adalah membantu wisatawan maupun pengelola wisata dalam mengambil keputusan terkait aktivitas snorkeling dan diving bersama hiu paus. Informasi mengenai kondisi kualitas air dan keberadaan objek di perairan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di laut.Selain untuk mendukung aktivitas wisata, data yang dihasilkan perangkat tersebut memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas. Rekaman kondisi perairan selama satu tahun dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus serta berbagai organisme laut lainnya.Data tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit. Kemunculan organisme laut tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan yang mendukung siklus hidupnya. Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan organisme tersebut dapat dipelajari lebih lanjut.Tidak hanya aspek biota laut, sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau tingkat kemunculan sampah plastik, material yang berasal dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, aktivitas pengunjung, serta kemunculan berbagai hewan laut lainnya.Tim peneliti UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, ST.MT., mengungkapkan teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai objek dan aktivitas yang terlihat di perairan, untuk direkam dan diolah menjadi dataset.“Berdasarkan deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan, dan lainnya, akan menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi hingga prediksi,” ujar Hidayat.Ia menjelaskan, dataset yang dikumpulkan secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian berbasis data. Dengan tersedianya rekaman selama satu tahun, peneliti dapat menganalisis pola perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu."Melalui pengembangan lebih lanjut, data tersebut dapat diarahkan untuk membangun model klasifikasi maupun prediksi, termasuk mempelajari hubungan antara kondisi lingkungan laut dengan kemunculan hiu paus, ubur-ubur, maupun objek dan aktivitas lain di kawasan perairan Botubarani," terangnya.Riset ini sekaligus diharapkan dapat memberikan basis data bagi pengelolaan wisata bahari yang lebih informatif. Data yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk kepentingan penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi bahan pendukung bagi pengelola dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi perairan serta aktivitas wisata di Botubarani.

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro
25 Sep 2026
09:48 WITA

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut mengambil bagian, dalam penguatan pendidikan vokasi rumpun Teknik Elektro di tingkat nasional. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan akademisi UNG, Ervan Hasan Harun, S.T., M.T., yang juga Pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota Divisi Forkom Vokasi – Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom Vokasi.Keterlibatan ini dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on Electrical Engineering) 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar, 24–26 September 2026.Tidak sekadar menghadiri forum nasional, Ervan juga terlibat sebagai kontributor dalam penyusunan dan pembahasan sejumlah panduan pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun Teknik Elektro. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya FORTEI memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).Tiga dokumen panduan yang menjadi bagian dari kontribusi tersebut meliputi Panduan Kurikulum Vokasi (Sarjana Terapan) Rumpun Teknik Elektro, Panduan Magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi Mahasiswa Sarjana Terapan, serta Panduan Capstone Project. Ketiga panduan tersebut menjadi bagian penting, dalam mendorong pengembangan pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.Menurut Ervan, salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemaparan Panduan Kurikulum Vokasi Rumpun Teknik Elektro. Dalam kesempatan tersebut, Ia turut mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan, sekaligus penguatan rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan Sarjana Terapan bidang Teknik Elektro.“Panduan kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama, bagi program studi Sarjana Terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik pendidikan vokasi,” ujarnya.Selain memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan kurikulum juga diarahkan agar tetap responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang Teknik Elektro.Bagi Ervan, keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi strategis, terhadap pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET).“Forum nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta program studi Teknik Elektro di Indonesia,” terangnya.Melalui keterlibatan ini, UNG kata Ervan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat nasional. Partisipasi tersebut memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterhubungan dengan industri, serta perkembangan teknologi.Kegiatan Munas FORTEI dan FORTEI-ICEE Tahun 2026 berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 September 2026, dan menjadi salah satu forum nasional bagi pengembangan serta penguatan jejaring pendidikan tinggi Teknik Elektro di Indonesia.

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat
25 Sep 2026
04:27 WITA

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat

Abdul Wahid Rauf

Suasana penuh khidmat dan syahdu mewarnai lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ribuan jemaah memadati area kampus, untuk mengikuti kegiatan UNG Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan bulan lahir UNG, Rabu (23/9).Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi civitas akademika UNG dan masyarakat Gorontalo, untuk bersama-sama melantunkan dzikir dan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah.Pembacaan dzikir dan sholawat dipandu langsung oleh jemaah Majelis Arbain dengan menghadirkan empat penceramah sekaligus yakni, Dr. H. Abd. Rahman Abubakar Bahmid, Lc ,MH., Moh Fadly Aljufri, Lc., S.H., M.H., Dr. Husni Idrus, Lc., M.Si., dan KH. Yahya Salilama, S.Ag,. Lantunan sholawat yang menggema dari ribuan jemaah menciptakan suasana religius dan menambah kekhusyukan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di lingkungan kampus.Antusiasme tampak begitu besar, di mana dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar turut hadir dan larut dalam kebersamaan. Lapangan Rektorat UNG menjadi saksi bagaimana ribuan jemaah menyatu dalam lantunan doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, mencerminkan kecintaan yang mendalam kepada junjungan umat Islam.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan kegiatan UNG Bersholawat merupakan wujud syukur sekaligus upaya mempererat ukhuwah islamiyah di tengah civitas akademika dan masyarakat. Melalui momentum UNG bersholawat ini, diharapkan jemaah yang hadir dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah sekaligus memperkuat nilai spiritualitas dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Selain untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, UNG bersholawat juga menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial antara civitas akademika dengan seluruh lapisan masyarakat di Gorontalo,” ujarnya.Rektor menyampaikan harapannya kepada ribuan jemaah yang hadir dalam kegiatan UNG Bersholawat, agar senantiasa mendoakan kebaikan dan kemajuan kampus. Menurutnya, doa dari seluruh civitas akademika dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ikhtiar universitas, untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.“Dukungan spiritual melalui doa diharapkan semakin mengokohkan upaya UNG untuk terus bergerak maju, serta terus melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat. Terlebih UNG saat ini tengah bergerak maju berkembang, yang ditandai dengan berbagai capaian dan prestasi,” pungkas Rektor. (**)

Lihat Semua Berita