Site Logo

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

PenelitianSiaran Pers
Abdul Wahid Rauf
30 Jun 2026
04:09 WITA
183 dilihat
Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.

Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Terapi Sederhana dengan Hasil Menjanjikan

Penelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.

Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.

Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.

Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.

Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?

Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.

Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.

Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.

Lavender Menambah Efek Relaksasi

Efek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.

Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.

Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.

Terapi Pendamping, Bukan Pengganti Obat

Temuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.

Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.

Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.

Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih Holistik

Hasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.

Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.

Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.

Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Ikuti berita lainnya

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN
26 Jun 2026
00:23 WITA

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Begitu baiknya pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Apresiasi diberikan Kemenkeu RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) kepada UNG melalui ajang Pemberian Apresiasi Bentenan Awards tahun 2026.Kampus kerakyatan UNG terpilih sebagai peringkat III instansi terbaik, atas kontribusi terhadap program Persertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah tahun 2025, dengan kategori coordinator wilayah dengan target di atas 50 bidang tanah. Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum (BKKU) Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., pada Kamis (25/5), di Gedung Keuangan Negara Manado.Kepala BKKU Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd.,menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan UNG, yang berhasil mendapatkan apresiasi  pada Bentenan Awards tahun 2026 tahun ini. Apresiasi ini bentuk pengakuan dari Kementerian, atas hasil kinerja serta kerja keras seluruh jajaran di UNG, yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pengelolaan aset BMN.“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNG dalam mengelola aset negara secara optimal, transparan dan akuntabel untuk mewujudkan birokasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Arief.Melalui gelaran Bentenan Awards 2026 ini, UNG berhasil mewujudkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada keunggulan pelayanan akademik saja, tetapi juga memegang teguh komitmen dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan tata kelola aset milik negara. (**)

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi
25 Jun 2026
06:38 WITA

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Rektorat UNG. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membekali para pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara profesional, kreatif, dan berdampak.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Darman, S.Kom., M.Ap., mengatakan, pembekalan tersebut diikuti oleh para pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang baru dilantik untuk periode 2026. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya memastikan setiap pengurus memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, perencanaan program kerja, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang sejalan dengan kebijakan universitas.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa, penguatan kapasitas ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan organisasi mahasiswa, yang mampu menjadi motor penggerak prestasi dan pengembangan karakter mahasiswa.Menurutnya, para pengurus perlu memahami secara menyeluruh alur pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk berbagai program yang dapat memperoleh dukungan pendanaan dari institusi. Dengan pemahaman tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk berbagai program yang dapat didukung oleh universitas. Harapannya, kepengurusan Ormawa tahun 2026 dapat tampil lebih solid dan mampu menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan bagi UNG,” ujar Amir.Tidak hanya membahas aspek administratif dan teknis organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pengurus mahasiswa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah kepemimpinan.“Diharapkan para pengurus Ormawa periode 2026 mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan budaya prestasi, memperkuat kontribusi mahasiswa, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” harap Amir. (**)

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati
25 Jun 2026
03:41 WITA

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Babak baru organisasi kemahasiswaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi dimulai. Rabu (24/6), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., secara resmi melantik seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat universitas periode 2026.  Pelantikan ini menjadi momen yang menandai lahirnya struktur kepemimpinan mahasiswa yang baru dan siap bergerak menjalankan roda organisasi.Pengurus yang dilantik terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Unit Kegiatan Khusus (UKK). Kegiatan pelantikan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor, dekan dan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni fakultas, hingga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP).Di hadapan seluruh pengurus yang baru dilantik, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang sarat makna. Bagi Rektor, jabatan yang kini disandang para pengurus bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.“Jabatan yang saat ini diemban oleh pengurus merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Seluruh roda organisasi dan kegiatan kemahasiswaan UNG kini berada di pundak seluruh pengurus Ormawa periode 2026,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mendorong seluruh organisasi kemahasiswaan untuk menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan inovatif, yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan kampus. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi melalui berbagai program kerja, kegiatan pengembangan diri, hingga aksi sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa.“Tuangkan seluruh ide kreatif dan inovasi yang dimiliki dalam program-program yang berdampak. Jadikan organisasi sebagai wadah untuk belajar memimpin, berkolaborasi, serta menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas,” tambahnya.Rektor juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi yang sangat strategis bagi universitas. Selain menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan karakter mahasiswa, Ormawa juga merupakan mitra penting kampus dalam mendukung kemajuan dan penguatan bidang kemahasiswaan. (**)

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional
25 Jun 2026
01:52 WITA

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pencapaian yang konsisten terus ditunjukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) UNG, dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten. Untuk kesekian kalinya, FK konsisten mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPPD). Keberhasilan mahasiswa profesi dokter periode V meraih 100 persen kelulusan pada UKNPPD, sebagai capaian yang menjadi indikator penting kualitas pendidikan dokter di Indonesia.Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi FK UNG dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Di tengah berbagai tantangan transformasi sistem kesehatan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga medis berkualitas, capaian tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik.Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., mengungkapkan bahwa keberhasilan mempertahankan kelulusan sempurna, merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak khususnya mahasiswa, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama menjalani pendidikan profesi dokter.“Kelulusan 100 persen ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen FK UNG dalam menyiapkan dokter-dokter berkualitas yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ujar Cecy.Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan akademik yang dilakukan secara berkelanjutan. FK UNG terus berupaya memberikan pendampingan yang maksimal kepada mahasiswa agar mampu menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik dan memenuhi standar kompetensi nasional yang telah ditetapkan.Menariknya, FK UNG bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menjadi salah satu fakultas kedokteran di wilayah Sulawesi, yang tetap mempertahankan pendekatan pembinaan akademik. Dengan mengedepankan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas, mahasiswa didorong agar dapat menyelesaikan pendidikan secara optimal, tanpa menerapkan dropout bagi mahasiswa profesi dokter akibat semester berlebih.“Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih suportif, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan kedokteran,” terangnya.Apresiasi turut diberikan oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., atas konsistensi FK UNG, dalam mempertahankan capaian kelulusan sempurna pada UKNPPD. Menurutnya, capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan FK UNG, menuju institusi pendidikan kedokteran yang semakin unggul dan berdaya saing.“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa FK UNG terus berada pada jalur yang tepat dalam menghasilkan dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Eduart.Ia menambahkan bahwa di tengah transformasi sektor kesehatan yang terus berkembang, FK UNG harus terus menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan zaman dan tantangan pelayanan kesehatan masa depan.Dengan berbagai capaian akademik yang terus ditorehkan, penguatan pendidikan profesi dokter, serta pengembangan PPDS, diharapkan FK UNGsemakin menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan kompeten di Indonesia. (**)

Lihat Semua Berita