Site Logo

Mengenal Gaya Belajar, Kunci Sukses Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
20 Mar 2026
13:10 WITA
110 dilihat
Mengenal Gaya Belajar, Kunci Sukses Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa

Dalam dunia pendidikan modern, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata. Cara seseorang memahami dan mengolah informasi juga memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan akademik. Setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda, yang dikenal sebagai gaya belajar. Memahami gaya belajar dapat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efektivitas proses belajar dan prestasi akademik mahasiswa. Gaya belajar merupakan kecenderungan seseorang dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi. Dalam teori pendidikan, gaya belajar umumnya dibagi menjadi beberapa kategori, seperti visual, auditori, membaca-menulis (read-write), dan kinestetik. Setiap gaya belajar memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara individu menyerap informasi. Mahasiswa dengan gaya belajar visual lebih mudah memahami materi melalui gambar, diagram, atau grafik. Sementara itu, mahasiswa dengan gaya belajar auditori cenderung lebih efektif belajar melalui penjelasan verbal, diskusi, atau mendengarkan kuliah. Pemahaman terhadap gaya belajar menjadi sangat penting, terutama dalam pendidikan kedokteran yang menuntut mahasiswa untuk menguasai materi yang kompleks dalam waktu yang relatif singkat. Dengan mengenali gaya belajar masing-masing, mahasiswa dapat menyesuaikan strategi belajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.

Gambaran Gaya Belajar Mahasiswa Kedokteran

Sebuah penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan gambaran menarik mengenai pola gaya belajar mahasiswa. Penelitian tersebut melibatkan 123 mahasiswa dari angkatan 2021 hingga 2023 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki gaya belajar auditori, yaitu sebanyak 57,7 persen, sementara 42,3 persen mahasiswa memiliki gaya belajar visual. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kedokteran lebih nyaman belajar melalui aktivitas mendengarkan, seperti mengikuti kuliah, diskusi kelompok, atau presentasi. Hal ini tidak terlepas dari metode pembelajaran yang banyak digunakan di fakultas kedokteran, seperti diskusi kelompok, presentasi kasus, dan kuliah interaktif. Metode ini secara tidak langsung mendukung mahasiswa dengan gaya belajar auditori karena mereka dapat lebih mudah memahami materi melalui penjelasan verbal dan interaksi dengan dosen maupun teman. Namun, menariknya, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya belajar visual memiliki kecenderungan memperoleh prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa dengan gaya belajar auditori.

Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Akademik

Prestasi akademik mahasiswa umumnya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), yang merupakan rata-rata nilai akademik yang diperoleh mahasiswa selama menjalani perkuliahan. IPK sering digunakan sebagai indikator keberhasilan mahasiswa dalam menguasai materi pembelajaran. Dalam penelitian tersebut, sebagian besar mahasiswa memiliki IPK dalam kategori 3,01–3,50 (sangat memuaskan), yaitu sebanyak 49,6 persen mahasiswa. Sementara itu, 30,1 persen mahasiswa memperoleh IPK dengan kategori pujian (3,51–4,00). Ketika data tersebut dianalisis lebih lanjut, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar dan prestasi akademik mahasiswa. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara gaya belajar dengan indeks prestasi mahasiswa. Menariknya, mahasiswa dengan gaya belajar visual memiliki proporsi lebih besar dalam kategori IPK tertinggi. Dalam penelitian tersebut, 23 mahasiswa dengan gaya belajar visual memperoleh IPK 3,51–4,00, sementara pada kelompok auditori hanya 14 mahasiswa yang mencapai kategori tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami informasi melalui visualisasi seperti diagram, grafik, atau ilustrasi dapat membantu mahasiswa mengorganisasi informasi dengan lebih baik sehingga meningkatkan prestasi akademik.

Mengapa Gaya Belajar Visual Lebih Unggul?

Mahasiswa dengan gaya belajar visual cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam memproses informasi yang kompleks melalui gambar atau visualisasi. Dalam bidang kedokteran, banyak materi pembelajaran yang bersifat visual, seperti anatomi tubuh, struktur organ, diagram fisiologi, serta berbagai ilustrasi medis. Kemampuan untuk memahami informasi dalam bentuk visual memungkinkan mahasiswa lebih mudah mengingat detail-detail penting dalam materi pembelajaran. Visualisasi juga membantu mahasiswa mengorganisasi informasi secara sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Sebaliknya, mahasiswa dengan gaya belajar auditori lebih mengandalkan kemampuan mendengarkan dan berdiskusi dalam memahami materi. Metode ini memang efektif untuk memahami konsep dasar, tetapi terkadang kurang optimal untuk mengingat detail yang kompleks. Namun, bukan berarti satu gaya belajar lebih baik daripada yang lain. Setiap gaya belajar memiliki kelebihan masing-masing, dan keberhasilan akademik sering kali dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, seperti motivasi belajar, strategi belajar, manajemen waktu, serta lingkungan belajar yang mendukung.

Pentingnya Menyesuaikan Strategi Belajar

Temuan penelitian ini memberikan pesan penting bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik. Bagi mahasiswa, mengenali gaya belajar sendiri dapat membantu menentukan strategi belajar yang paling efektif. Mahasiswa dengan gaya belajar visual dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti peta konsep, diagram, infografis, atau video pembelajaran. Sementara itu, mahasiswa dengan gaya belajar auditori dapat meningkatkan efektivitas belajar melalui diskusi kelompok, rekaman kuliah, atau metode belajar dengan menjelaskan kembali materi kepada orang lain. Bagi tenaga pendidik, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya menerapkan metode pembelajaran yang beragam agar dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar mahasiswa. Kombinasi antara metode visual, diskusi, simulasi, dan praktik dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa secara menyeluruh.

Membangun Pembelajaran yang Lebih Efektif

Pada akhirnya, keberhasilan akademik bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak mahasiswa belajar, tetapi juga oleh bagaimana mereka belajar. Pemahaman terhadap gaya belajar dapat membantu mahasiswa memaksimalkan potensi mereka dalam memahami materi dan meningkatkan prestasi akademik. Dengan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan personal, proses pendidikan dapat menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar lebih keras, tetapi juga belajar dengan cara yang lebih cerdas. Di era pendidikan modern yang semakin kompleks, memahami gaya belajar bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang optimal. Dengan strategi belajar yang tepat, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai prestasi akademik yang lebih baik. (Artikel penelitian dipublikasikan melalui tautan berikut)

Ikuti berita lainnya

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026
02 Jul 2026
07:11 WITA

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah membuka pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi PALUWALA, sehingga mahasiswa dapat melakukan registrasi dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.Pembukaan pendaftaran ini ditujukan bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui sistem digital PALUWALA, mahasiswa dapat mengakses seluruh layanan pendaftaran KKN, mulai dari pengisian data hingga pemantauan status verifikasi secara real time.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa pendaftaran KKN Tematik Tahap II dibuka mulai 2 hingga 30 Juli 2026, sedangkan KKN Profesi Kesehatan dibuka pada 2 hingga 15 Juli 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi PALUWALA yang dapat diakses melalui laman https://paluwala.ung.ac.id/.Mahasiswa cukup masuk menggunakan akun masing-masing, kemudian memilih jenis program KKN yang akan diikuti sesuai pilihan yang tersedia, seperti KKN Tematik maupun program yang terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).&quot;Mahasiswa diwajibkan mengisi seluruh data yang diperlukan serta mengunggah dokumen persyaratan secara lengkap. Kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat penting agar proses verifikasi dapat berjalan lancar dan pendaftaran dapat diproses oleh panitia,&quot; jelas Rosbin.Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda proses pendaftaran hingga batas akhir. Selain memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi, peserta juga diminta untuk rutin memantau perkembangan status pendaftaran melalui aplikasi PALUWALA guna menghindari kendala administratif.“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah di masyarakat,” ujarnya.Dengan dibukanya pendaftaran KKN Tahun 2026, UNG mengajak seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif mahasiswa dalam program KKN diharapkan dapat menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Panduan Pendaftaran Mahasiswa KKN/MBKM dapat diakses melalui gambar berikut:

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas
02 Jul 2026
01:56 WITA

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan capaian strategis, dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi, yakni Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang selama ini dibangun kedua program studi. Capaian itu diperoleh setelah melalui proses akreditasi yang komprehensif, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian kinerja akademik, hingga asesmen lapangan oleh tim asesor LAMDIK.Hasil penilaian menunjukkan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai aspek menjadi indikator penilaian, di antaranya kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola program studi, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, hingga kualitas lulusan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras hingga mampu mengantarkan kedua program studi meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan bahwa kualitas kedua prodi tersebut, telah sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini adalah buah dari dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UNG,” ujar Eduart.Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, status Akreditasi Unggul menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi prodi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.Menurut Eduart, mutu pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, termasuk menjawab tantangan transformasi digital, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.“Akreditasi Unggul bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menjaga konsistensi mutu, serta memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi UNG sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Dengan semakin bertambahnya program studi berstatus Akreditasi Unggul, UNG optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat global.

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
30 Jun 2026
04:09 WITA

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Abdul Wahid Rauf

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Terapi Sederhana dengan Hasil MenjanjikanPenelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.Lavender Menambah Efek RelaksasiEfek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.Terapi Pendamping, Bukan Pengganti ObatTemuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih HolistikHasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat Semua Berita