Site Logo

Melalui Kegiatan Pengabdian, Mahasiswa UNG Perkuat Eliminasi TBC Lewat Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
27 Jul 2026
01:37 WITA
320 dilihat
Melalui Kegiatan Pengabdian, Mahasiswa UNG Perkuat Eliminasi TBC Lewat Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis

GORONTALO – Langkah Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan di masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Talaga Jaya, dan Pemerintah Desa Luwoo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG menggelar kegiatan Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Luwoo, Kamis (23/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer berbasis masyarakat melalui edukasi, deteksi dini, serta peningkatan kesadaran warga terhadap tuberkulosis yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban kasus tinggi di Indonesia.

Pelaksanaan program mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PK Desa Luwoo, yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed., Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep. Kehadiran para dosen memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai kaidah ilmiah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya terlibat dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

Melalui penyuluhan yang dilakukan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara penularan tuberkulosis, gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan sejak dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan sampai tuntas. Edukasi juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penyintas TBC, agar masyarakat tidak ragu memeriksakan diri ketika mengalami gejala.

"Pengetahuan masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC. Karena itu kami berupaya memberikan edukasi yang mudah dipahami, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala," jelas Taufik.

Selain penyuluhan, mahasiswa turut mendampingi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas Talaga Jaya, dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, hingga skrining kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi, dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan UNG menjadi model sinergi yang efektif dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer.

"Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program pemerintah dalam mempercepat penemuan kasus TBC, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan di masyarakat. Pendekatan promotif dan preventif seperti ini menjadi langkah penting, untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat," ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pencegahan tuberkulosis maupun faktor risiko penyakit tidak menular. (**)

Ikuti berita lainnya

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran
24 Oct 2026
07:49 WITA

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjalani berbagai peran sekaligus sebagai pekerja, istri, ibu, dan anggota masyarakat membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. Memahami pentingnya hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar edukasi kesehatan mental perempuan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DWP UNG dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran kesehatan, serta kapasitas anggotanya. Melalui seminar tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah beragam tanggung jawab dan tuntutan kehidupan sehari-hari.Seminar menghadirkan dr. Rohmatya Suaib, Sp.K.J., sebagai narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Banyak Peran”. Dalam pemaparannya, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi perempuan yang menjalani berbagai peran, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi diri dan kebutuhan psikologis menjadi bagian penting agar perempuan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat dan seimbang.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk membekali anggota dengan pemahaman, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental ketika menghadapi beragam tanggung jawab. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengenali kebutuhan dirinya sendiri, di tengah tuntutan pekerjaan dan perannya dalam keluarga.“Kami ingin anggota DWP UNG memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik, tentang bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah berbagai peran yang dijalani. Perempuan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pekerjaan, tetapi juga menjalankan peran penting sebagai ibu dan bagian dari keluarga. Karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian,” ungkap Cecy.Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu anggota DWP UNG semakin memahami pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab dan kesejahteraan diri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, anggota diharapkan mampu terus berkembang, menjalankan perannya secara positif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.Selain seminar, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendorong anggota agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kesehatan fisik sekaligus mental.Cecy menegaskan bahwa DWP UNG akan terus berupaya menghadirkan program pelatihan dan pengembangan diri yang bermanfaat bagi anggotanya. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, DWP diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas, dan membangun kepercayaan diri dalam menjalankan berbagai peran kehidupan.Melalui seminar edukasi kesehatan mental ini, DWP UNG menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya perempuan yang sehat, tangguh, berpengetahuan, dan berdaya. Perempuan yang mampu menjaga kesejahteraan dirinya diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi
24 Oct 2026
07:24 WITA

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Potensi pangan lokal yang tumbuh di lingkungan masyarakat, dapat dikembangkan menjadi inovasi kreatif yang bernilai tambah. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II UNG di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui pengolahan biji teratai menjadi es krim.Ide kreatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai. Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selain memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenali potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.Biji teratai dipilih sebagai bahan olahan karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk penyajian yang lebih akrab bagi masyarakat. Melalui kreativitas mahasiswa, bahan lokal tersebut diolah menjadi es krim, sebuah inovasi yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Desa Teratai. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan.Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Teratai, Hamdan Bahmid, menjelaskan bahwa, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga pengolahan biji teratai menjadi es krim. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi yang dekat dengan potensi desa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal kepada masyarakat.“Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengolahan biji teratai menjadi es krim. Produk ini menjadi inovasi baru karena untuk pertama kalinya es krim berbahan biji teratai diperkenalkan di Desa Teratai,” jelas Hamdan.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II Desa Teratai, Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan bagian penting dari pelaksanaan program KKN.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga perlu mampu mengenali peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kondisi desa.“Potensi yang ada di desa perlu dikenali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengolah potensi lokal sekaligus mendorong edukasi mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ungkapnya.Pengembangan es krim biji teratai tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik II Desa Teratai yang mengusung tema “Optimalisasi Tatakelola Data Ekonomi-Pangan BUMDes untuk Penguatan Pangan Keluarga, Pencegahan Stunting dan Edukasi Anti-Narkoba di Desa Teratai, Tabongo.” Program ini mengintegrasikan pengenalan potensi pangan lokal dengan edukasi dan pelibatan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat perhatian terhadap pangan keluarga.

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair
24 Oct 2026
05:39 WITA

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menyambut mahasiswa baru dari luar negeri. Amani Yara Habta, mahasiswa asal Aljazair, resmi bergabung sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Teknik UNG. Kehadirannya menjadi bagian dari semakin terbukanya lingkungan akademik UNG bagi mahasiswa dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.Kedatangan Amani disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik, mulai dari Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU., ASEAN Eng., jajaran wakil dekan, hingga pimpinan jurusan dan program studi. Penyambutan ini mencerminkan kesiapan UNG khususnya fakultas dalam mendukung mahasiswa internasional, agar dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar UNG.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa asal Aljazair tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa, UNG semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.“Kami menyambut dengan hangat kehadiran Amani Yara Habta di UNG. Kehadiran mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan bagi UNG untuk terus membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global,” ungkap Hafidz.Ia berharap Amani dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun kehidupan masyarakat Gorontalo, serta memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang berkesan selama menempuh pendidikan di UNG.Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Amani, yang memilih Fakultas Teknik UNG sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Kehadiran mahasiswa internasional memiliki arti penting, dalam memperkaya suasana pembelajaran dan memperluas perspektif sivitas akademika.“Kami mengapresiasi pilihan Amani untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik UNG. Kami berharap kehadirannya dapat menjadi awal dari pengalaman belajar yang baik, sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran perspektif antara mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda,” ujarnya.Lebih dari sekadar kehadiran mahasiswa dari negara lain, bergabungnya Amani diharapkan dapat mendorong mahasiswa UNG untuk semakin terbuka terhadap komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, dan membangun kebiasaan berinteraksi dalam lingkungan akademik yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin dinamis. (**)

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional
22 Oct 2026
07:16 WITA

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam meningkatkan kualitas pendidikan tenaga pendidik, memperoleh pengakuan secara nasional. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Program Profesi UNG, berhasil meraih Akreditasi Unggul berdasarkan penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru di UNG, mulai dari proses pendidikan dan pembelajaran hingga tata kelola akademik. Capaian ini sekaligus memperkuat peran PPG UNG, dalam menyiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul merupakan bukti konkret komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi.Menurutnya akreditasi Unggul tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.“Melalui penyelenggaraan program yang berorientasi pada kualitas, PPG UNG terus memperkuat kapasitasnya untuk menghasilkan calon guru profesional yang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat,” ungkapnya.Sebagai perguruan tinggi eks-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Rektor menegaskan bahwa UNG memiliki komitmen kuat untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran pada Program Studi PPG. Peran tersebut dinilai strategis karena kualitas guru, menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.“Capaian ini juga menjadi landasan bagi UNG untuk terus mengembangkan penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran dan tantangan dunia pendidikan,” terang Rektor.Ia berharap penguatan kualitas akademik, tata kelola, serta proses pembelajaran dapat senantiasa berjalan beriringan dengan upaya membentuk guru yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.  Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, juga diharapkan dapat semakin memacu PPG UNG, untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang pendidikan. (**)

Lihat Semua Berita