Site Logo

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair

Akademik
Abdul Wahid Rauf
24 Oct 2026
05:39 WITA
15 dilihat
UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menyambut mahasiswa baru dari luar negeri. Amani Yara Habta, mahasiswa asal Aljazair, resmi bergabung sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Teknik UNG. Kehadirannya menjadi bagian dari semakin terbukanya lingkungan akademik UNG bagi mahasiswa dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.

Kedatangan Amani disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik, mulai dari Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU., ASEAN Eng., jajaran wakil dekan, hingga pimpinan jurusan dan program studi. Penyambutan ini mencerminkan kesiapan UNG khususnya fakultas dalam mendukung mahasiswa internasional, agar dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar UNG.

Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa asal Aljazair tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa, UNG semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kami menyambut dengan hangat kehadiran Amani Yara Habta di UNG. Kehadiran mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan bagi UNG untuk terus membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global,” ungkap Hafidz.

Ia berharap Amani dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun kehidupan masyarakat Gorontalo, serta memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang berkesan selama menempuh pendidikan di UNG.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Amani, yang memilih Fakultas Teknik UNG sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Kehadiran mahasiswa internasional memiliki arti penting, dalam memperkaya suasana pembelajaran dan memperluas perspektif sivitas akademika.

“Kami mengapresiasi pilihan Amani untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik UNG. Kami berharap kehadirannya dapat menjadi awal dari pengalaman belajar yang baik, sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran perspektif antara mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kehadiran mahasiswa dari negara lain, bergabungnya Amani diharapkan dapat mendorong mahasiswa UNG untuk semakin terbuka terhadap komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, dan membangun kebiasaan berinteraksi dalam lingkungan akademik yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin dinamis. (**)

Ikuti berita lainnya

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran
24 Oct 2026
07:49 WITA

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjalani berbagai peran sekaligus sebagai pekerja, istri, ibu, dan anggota masyarakat membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. Memahami pentingnya hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar edukasi kesehatan mental perempuan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DWP UNG dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran kesehatan, serta kapasitas anggotanya. Melalui seminar tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah beragam tanggung jawab dan tuntutan kehidupan sehari-hari.Seminar menghadirkan dr. Rohmatya Suaib, Sp.K.J., sebagai narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Banyak Peran”. Dalam pemaparannya, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi perempuan yang menjalani berbagai peran, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi diri dan kebutuhan psikologis menjadi bagian penting agar perempuan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat dan seimbang.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk membekali anggota dengan pemahaman, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental ketika menghadapi beragam tanggung jawab. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengenali kebutuhan dirinya sendiri, di tengah tuntutan pekerjaan dan perannya dalam keluarga.“Kami ingin anggota DWP UNG memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik, tentang bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah berbagai peran yang dijalani. Perempuan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pekerjaan, tetapi juga menjalankan peran penting sebagai ibu dan bagian dari keluarga. Karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian,” ungkap Cecy.Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu anggota DWP UNG semakin memahami pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab dan kesejahteraan diri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, anggota diharapkan mampu terus berkembang, menjalankan perannya secara positif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.Selain seminar, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendorong anggota agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kesehatan fisik sekaligus mental.Cecy menegaskan bahwa DWP UNG akan terus berupaya menghadirkan program pelatihan dan pengembangan diri yang bermanfaat bagi anggotanya. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, DWP diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas, dan membangun kepercayaan diri dalam menjalankan berbagai peran kehidupan.Melalui seminar edukasi kesehatan mental ini, DWP UNG menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya perempuan yang sehat, tangguh, berpengetahuan, dan berdaya. Perempuan yang mampu menjaga kesejahteraan dirinya diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi
24 Oct 2026
07:24 WITA

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Potensi pangan lokal yang tumbuh di lingkungan masyarakat, dapat dikembangkan menjadi inovasi kreatif yang bernilai tambah. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II UNG di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui pengolahan biji teratai menjadi es krim.Ide kreatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai. Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selain memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenali potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.Biji teratai dipilih sebagai bahan olahan karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk penyajian yang lebih akrab bagi masyarakat. Melalui kreativitas mahasiswa, bahan lokal tersebut diolah menjadi es krim, sebuah inovasi yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Desa Teratai. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan.Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Teratai, Hamdan Bahmid, menjelaskan bahwa, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga pengolahan biji teratai menjadi es krim. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi yang dekat dengan potensi desa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal kepada masyarakat.“Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengolahan biji teratai menjadi es krim. Produk ini menjadi inovasi baru karena untuk pertama kalinya es krim berbahan biji teratai diperkenalkan di Desa Teratai,” jelas Hamdan.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II Desa Teratai, Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan bagian penting dari pelaksanaan program KKN.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga perlu mampu mengenali peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kondisi desa.“Potensi yang ada di desa perlu dikenali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengolah potensi lokal sekaligus mendorong edukasi mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ungkapnya.Pengembangan es krim biji teratai tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik II Desa Teratai yang mengusung tema “Optimalisasi Tatakelola Data Ekonomi-Pangan BUMDes untuk Penguatan Pangan Keluarga, Pencegahan Stunting dan Edukasi Anti-Narkoba di Desa Teratai, Tabongo.” Program ini mengintegrasikan pengenalan potensi pangan lokal dengan edukasi dan pelibatan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat perhatian terhadap pangan keluarga.

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional
22 Oct 2026
07:16 WITA

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam meningkatkan kualitas pendidikan tenaga pendidik, memperoleh pengakuan secara nasional. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Program Profesi UNG, berhasil meraih Akreditasi Unggul berdasarkan penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru di UNG, mulai dari proses pendidikan dan pembelajaran hingga tata kelola akademik. Capaian ini sekaligus memperkuat peran PPG UNG, dalam menyiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul merupakan bukti konkret komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi.Menurutnya akreditasi Unggul tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.“Melalui penyelenggaraan program yang berorientasi pada kualitas, PPG UNG terus memperkuat kapasitasnya untuk menghasilkan calon guru profesional yang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat,” ungkapnya.Sebagai perguruan tinggi eks-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Rektor menegaskan bahwa UNG memiliki komitmen kuat untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran pada Program Studi PPG. Peran tersebut dinilai strategis karena kualitas guru, menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.“Capaian ini juga menjadi landasan bagi UNG untuk terus mengembangkan penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran dan tantangan dunia pendidikan,” terang Rektor.Ia berharap penguatan kualitas akademik, tata kelola, serta proses pembelajaran dapat senantiasa berjalan beriringan dengan upaya membentuk guru yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.  Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, juga diharapkan dapat semakin memacu PPG UNG, untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang pendidikan. (**)

Bawa Edukasi Bencana Anak Pesisir, Tim HUYULA UNG Lolos PIMNAS ke-39 Tahun 2026
20 Oct 2026
05:44 WITA

Bawa Edukasi Bencana Anak Pesisir, Tim HUYULA UNG Lolos PIMNAS ke-39 Tahun 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan anak-anak di kawasan pesisir, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil menembus ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026.Melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HUYULA, mahasiswa UNG menghadirkan inovasi edukasi kesiapsiagaan bencana yang memadukan permainan interaktif, kearifan lokal Gorontalo, dan pemanfaatan sampah plastik pantai.Tim HUYULA mengusung program bertajuk “Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Anak Pesisir Tanjung Kramat melalui Pendekatan Huyula Berbasis Edukasi Interaktif dengan Pemanfaatan Alih Guna Sampah Plastik Pantai”. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak di wilayah pesisir Tanjung Kramat, Kota Gorontalo, memahami langkah-langkah menghadapi situasi darurat melalui pembelajaran yang menyenangkan, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.Tim HUYULA diketuai oleh Nurul Fauziah Sabir, dengan anggota Siti Muthia Sulaeman, Muh Hafizh Afriyad Lamusu, dan Rayhan Ramadhan Ali dari Program Studi Kedokteran, serta Amanda Nuraini P. Zakaria dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Tim ini berada di bawah bimbingan dr. Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, M.Biomed. Keterlibatan mahasiswa dari bidang kedokteran dan ilmu lingkungan memperlihatkan pendekatan lintas disiplin dalam merancang solusi edukatif yang menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.Ketua tim, Nurul Fauziah Sabir, menjelaskan dalam pelaksanaannya, tim menggunakan berbagai metode edukatif, mulai dari permainan interaktif, pengenalan tas siaga bencana, hingga simulasi kebencanaan. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kesiapsiagaan, tetapi juga diajak mengenali tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.“Pembelajaran dirancang agar pesan keselamatan dapat diterima secara lebih menarik dan mudah diingat,” terangnya.Keunikan program ini terletak pada penerapan nilai huyula, yaitu semangat gotong royong dan kerja sama yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Gorontalo. Nilai tersebut diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran untuk menanamkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, melainkan juga membangun kepedulian dan saling membantu ketika menghadapi keadaan darurat.Inovasi HUYULA juga menghubungkan pendidikan kebencanaan dengan persoalan lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik pantai sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.“Ini juga sekaligus menjadi wadah memahami bahwa kepedulian terhadap kawasan tempat tinggal merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana,” jelas Nurul.Keberhasilan lolos ke PIMNAS ke-39 menjadi kesempatan bagi Tim HUYULA untuk membawa gagasan pengabdian berbasis potensi lokal Gorontalo ke panggung nasional. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. Partisipasi ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menguji relevansi inovasi, dan memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat.Melalui kiprah Tim HUYULA, UNG terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan nyata di lingkungan sekitar. Perpaduan edukasi kebencanaan, semangat huyula, dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan anak-anak di wilayah pesisir.

Lihat Semua Berita