Matangkan Akreditasi Prodi D3 Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Gencar Perkuat Budaya Mutu Bersama LAM-PTKes

GORONTALO - Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG terus memperkuat komitmennya, dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan sistem penjaminan mutu. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pendampingan (Nurturing) Akreditasi Program Studi D3 Farmasi, bersama Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Selasa (5/5), secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Program Studi D3 Farmasi, menghadapi proses akreditasi secara lebih matang, sistematis, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi kesehatan yang ditetapkan oleh LAM-PTKes.
Melalui forum tersebut, tim Program Studi D3 Farmasi memperoleh berbagai arahan strategis, masukan teknis, serta evaluasi terhadap kesiapan dokumen akreditasi. Pendampingan juga difokuskan pada pemenuhan berbagai indikator penilaian, mulai dari tata pamong, tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran tridarma perguruan tinggi yang menjadi tolok ukur kualitas program studi.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan nurturing merupakan momentum penting, dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan fakultas.
Menurutnya, akreditasi bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh predikat tertentu, melainkan bagian dari komitmen institusi, dalam memastikan seluruh layanan pendidikan diselenggarakan secara profesional, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Pendampingan akreditasi D3 Farmasi bersama LAM-PTKes ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Olahraga dan Kesehatan untuk terus memperkuat budaya mutu. Akreditasi bukan hanya proses administratif, tetapi merupakan cerminan komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, profesional, dan berdampak bagi masyarakat," ujar Hartono.
Ia menambahkan bahwa peningkatan mutu program studi merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Keberhasilan akreditasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga menjadi wujud akuntabilitas institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Negeri Gorontalo.
"Setiap proses peningkatan mutu harus dilakukan secara berkesinambungan. Kami berharap seluruh rekomendasi yang diberikan dalam kegiatan pendampingan ini dapat ditindaklanjuti dengan baik sehingga Program Studi D3 Farmasi semakin siap menghadapi asesmen akreditasi dan mampu menunjukkan kualitas terbaik yang dimiliki," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai aspek yang menjadi fokus penilaian akreditasi. Pendampingan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengidentifikasi kekuatan, peluang pengembangan, serta berbagai hal yang masih perlu disempurnakan sebelum proses asesmen dilaksanakan.





