Mahasiswa Profesi Ners UNG Edukasi Warga Desa Tabumela, Tekankan Pentingnya Imunisasi untuk Cegah Stunting

GORONTALO - Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengabdian. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Profesi Ners Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG yang tengah menjalani stase Keperawatan Keluarga dan Komunitas (KKG) dengan menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Lindungi Si Kecil dari Stunting dengan Imunisasi” di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Senin (4/5).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Melalui penyuluhan tersebut, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya imunisasi sebagai salah satu langkah efektif dalam mencegah berbagai penyakit infeksi yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk risiko terjadinya stunting.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Berbagai informasi mengenai manfaat imunisasi, jadwal pemberian vaksin, serta kaitannya dengan upaya pencegahan stunting disampaikan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan anak sejak usia dini.
Stunting hingga kini masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup di masa mendatang. Karena itu, pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, sanitasi yang sehat, hingga pemberian imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Mahasiswa Profesi Ners UNG menekankan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak. Dengan imunisasi yang lengkap, anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap berbagai penyakit infeksi yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan.
Perwakilan mahasiswa Profesi Ners Stase Keperawatan Keluarga dan Komunitas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu keperawatan secara langsung di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan penyuluhan ini kami belajar bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Sebagai calon perawat, kami memiliki peran penting sebagai edukator yang dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini, salah satunya melalui imunisasi," ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi penyuluhan serta memanfaatkan kesempatan berdiskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait imunisasi, pertumbuhan anak, dan langkah-langkah pencegahan stunting di lingkungan keluarga.





