Mahasiswa Keperawatan UNG Edukasi Penanganan Cedera dengan Metode RICE kepada Calon Pelatih Olahraga
GORONTALO - Sinergi antardisiplin ilmu kembali ditunjukkan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar mahasiswa Jurusan Keperawatan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Mengangkat tema Optimalisasi Penanganan Cedera dengan Metode RICE, kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (8/5) ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang penanganan awal cedera olahraga secara cepat, tepat, dan aman.
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya FOK UNG dalam membangun budaya keselamatan dalam aktivitas olahraga sekaligus membekali calon pelatih olahraga dengan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama saat terjadi cedera di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Keperawatan memperkenalkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) sebagai langkah awal yang direkomendasikan dalam menangani cedera ringan pada otot, sendi, maupun ligamen. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menghentikan aktivitas (rest), pemberian kompres dingin (ice), penggunaan balutan tekan (compression), serta meninggikan bagian tubuh yang cedera (elevation) untuk membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, dan risiko cedera yang lebih serius.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai jenis cedera yang umum terjadi saat berolahraga, tanda-tanda cedera yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut, hingga kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika memberikan pertolongan pertama kepada atlet atau individu yang mengalami cedera.
Materi tersebut dinilai sangat relevan bagi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang nantinya akan berperan sebagai pelatih, pembina, maupun pendamping atlet. Kemampuan melakukan penanganan awal secara benar menjadi kompetensi penting untuk meminimalkan risiko cedera sebelum korban memperoleh penanganan lanjutan dari tenaga kesehatan.
Perwakilan mahasiswa Jurusan Keperawatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi peran perawat sebagai edukator kesehatan yang tidak hanya memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kampus.
"Melalui penyuluhan ini kami ingin berbagi pengetahuan bahwa penanganan awal cedera sangat menentukan proses pemulihan. Harapannya, mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga memiliki bekal yang cukup untuk memberikan pertolongan pertama secara tepat ketika mendampingi aktivitas latihan maupun pertandingan," ungkapnya.
Melalui penyuluhan ini, Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dalam aktivitas olahraga. Pengetahuan mengenai metode RICE diharapkan menjadi bekal dasar bagi calon pelatih olahraga dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat, sehingga mampu mengurangi risiko cedera yang lebih berat dan mendukung terciptanya lingkungan olahraga yang sehat, aman, serta profesional.





