Site Logo

Lonjakan Gagal Bayar Pinjol Anak Muda, Dosen UNG Soroti Kesenjangan Literasi Ekonomi dan Realitas Finansial

Siaran Pers
Rachmad Hidayah
30 Apr 2026
21:34 WITA
1.421 dilihat
Lonjakan Gagal Bayar Pinjol Anak Muda, Dosen UNG Soroti Kesenjangan Literasi Ekonomi dan Realitas Finansial

Gorontalo – Fenomena meningkatnya gagal bayar pinjaman online (pinjol) di kalangan anak muda Indonesia menjadi sorotan serius. Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Meyko Panigoro, S.Pd, M.Pd, menilai persoalan ini bukan sekadar masalah kedisiplinan individu, melainkan cerminan dari lemahnya kesiapan generasi muda menghadapi realitas finansial di era digital.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2025, puluhan ribu rekening dari kelompok usia di bawah 19 tahun tercatat mengalami gagal bayar. Sementara itu, kelompok usia 19–34 tahun mencatat jumlah yang jauh lebih besar dengan nilai pinjaman yang signifikan. Angka ini dinilai mengindikasikan adanya permasalahan struktural dalam sistem pendidikan ekonomi di Indonesia.

Meyko menjelaskan bahwa selama ini pembelajaran ekonomi di sekolah masih didominasi pendekatan teoritis. Siswa lebih banyak mempelajari konsep-konsep seperti pasar, inflasi, dan fungsi uang, namun belum dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan pribadi. Akibatnya, banyak anak muda yang memahami teori ekonomi, tetapi kesulitan mengambil keputusan finansial dalam kehidupan nyata.

“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara literasi ekonomi yang diajarkan di ruang kelas dengan praktik sehari-hari, terutama dalam menghadapi layanan keuangan digital seperti pinjol,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemudahan akses pinjaman online dengan proses instan juga memperparah kondisi. Banyak anak muda mengambil pinjaman bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan dorongan konsumtif, tekanan sosial, atau kemudahan teknologi. Dalam konteks ini, pendekatan Behavioral Economics menjadi penting untuk memahami bagaimana individu mengambil keputusan dalam situasi nyata yang penuh godaan dan bias.

Dampak gagal bayar pinjol juga dinilai tidak berhenti dalam jangka pendek. Catatan kredit yang buruk dapat membatasi akses generasi muda terhadap pembiayaan formal di masa depan, seperti kredit rumah, kendaraan, maupun modal usaha. Hal ini berpotensi menghambat mobilitas ekonomi mereka dalam jangka panjang.

Meyko menekankan bahwa skor kredit seharusnya dipahami sebagai “reputasi finansial” yang perlu dijaga sejak dini. Namun, minimnya edukasi terkait hal tersebut membuat banyak anak muda tidak menyadari konsekuensi dari keputusan finansial yang diambil.

Sebagai solusinya, ia mendorong reformasi dalam kurikulum pendidikan ekonomi agar lebih kontekstual dan aplikatif. Pembelajaran perlu diarahkan pada praktik nyata seperti pengelolaan gaji pertama, pengambilan keputusan berinvestasi, hingga pemahaman risiko produk keuangan digital seperti pinjol dan paylater.

Selain itu, integrasi aspek psikologis dalam pembelajaran juga dianggap penting. Pemahaman mengenai perilaku konsumtif, pengaruh diskon, serta kecenderungan impulsif menjadi bagian dari literasi keuangan modern yang tidak dapat diabaikan.

“Pendidikan ekonomi harus lebih relevan dan responsif terhadap dinamika zaman. Kita tidak hanya membutuhkan siswa yang paham teori, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang bijak,” tegasnya.

Fenomena gagal bayar pinjol ini, lanjut Meyko, harus menjadi alarm bagi dunia pendidikan dan sektor keuangan. Tanpa pendekatan pembaruan, Indonesia berisiko menghasilkan generasi yang memiliki akses luas terhadap layanan keuangan digital, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara bijak.

Ikuti berita lainnya

Tingkatkan Partisipasi Alumni dalam Tracer Study, UNG Perkuat Kemampuan Komunikasi Pegawai
30 Oct 2026
01:47 WITA

Tingkatkan Partisipasi Alumni dalam Tracer Study, UNG Perkuat Kemampuan Komunikasi Pegawai

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat upaya penelusuran jejak lulusan melalui peningkatan kompetensi pegawai. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif bagi pegawai di lingkungan UNG, yang diselenggarakan oleh Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP), Kamis (29/10).Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam mengoptimalkan pelaksanaan Tracer Study, khususnya untuk meningkatkan partisipasi alumni dalam memberikan informasi mengenai perkembangan karier dan pengalaman mereka setelah menyelesaikan pendidikan di UNG.Perwakilan BAKP UNG, Rahmat Doda, S.T., menuturkan bahwa, kemampuan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penelusuran alumni. Melalui pendekatan komunikasi yang tepat, pegawai diharapkan mampu membangun interaksi yang baik, sekaligus mengajak alumni untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian Tracer Study.Menurutnya, komunikasi yang efektif tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga bagaimana membangun pemahaman dan kesadaran alumni, mengenai pentingnya kontribusi mereka dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan di almamater.“Tracer Study menjadi instrumen penting bagi universitas untuk mengetahui kondisi lulusan setelah memasuki dunia kerja, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kesesuaian kompetensi yang diperoleh selama kuliah dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Rahmat.Melalui pelatihan public speaking dan komunikasi persuasif, pegawai dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan meyakinkan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung proses komunikasi dengan alumni, sehingga ajakan untuk berpartisipasi dalam survei dapat diterima dan direspons dengan lebih baik.“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam memperkuat pengelolaan data alumni, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data demi terwujudnya pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.Pelaksanaan Tracer Study sendiri memiliki peran penting dalam pengembangan mutu perguruan tinggi. Informasi yang dikumpulkan tidak hanya mencakup status pekerjaan lulusan, tetapi juga masa transisi menuju dunia kerja, relevansi bidang pekerjaan dengan pendidikan yang ditempuh, serta masukan alumni terhadap proses pembelajaran selama berada di kampus.Melalui kegiatan ini, BAKP UNG berharap peningkatan keterampilan komunikasi pegawai dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas penelusuran alumni, khususnya dalam meningkatkan jumlah lulusan yang berpartisipasi dan kualitas data Tracer Study yang berhasil dihimpun. (**)

Akademisi Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan pada Konferensi Internasional Kesusastraan
29 Oct 2026
02:00 WITA

Akademisi Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan pada Konferensi Internasional Kesusastraan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pencapaian akademik membanggakan, berhasil ditorehkan akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat internasional. Dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Jafar Lantowa, S.Pd., M.A., berhasil meraih penghargaan sebagai Pemakalah Favorit dan Presenter Terbaik, pada Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 26–27 Oktober 2026.Penghargaan yang diumumkan pada penutupan konferensi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi UNG, sekaligus menunjukkan kualitas dan kontribusi akademisi kampus dalam pengembangan kajian sastra di forum ilmiah internasional.Keberhasilan tersebut diraih Jafar melalui presentasi karya ilmiah berjudul “Constructing Images of Indonesia and France in Leila S. Chudori’s Home”, yang mengkaji bagaimana citra Indonesia dan Prancis dikonstruksi melalui pengalaman tokoh-tokoh dalam novel Home, versi bahasa Inggris dari novel Pulang karya Leila S. Chudori.Dalam penelitiannya, Jafar yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral pada Program Studi Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan konsentrasi Sastra Indonesia, mengangkat persoalan identitas kebangsaan, pengasingan politik, serta ingatan budaya yang tergambar dalam karya sastra.“Melalui pendekatan imagologi Joep Leerssen, penelitian ini mengungkap bagaimana Indonesia dan Prancis direpresentasikan secara berbeda berdasarkan pengalaman dan sudut pandang para tokoh dalam novel,” ujarnya.Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia digambarkan sebagai tanah air yang tetap hidup dalam ingatan dan kecintaan para eksil politik, meskipun pada saat bersamaan menjadi negara yang membatasi kepulangan mereka. Sementara itu, Prancis hadir sebagai tempat perlindungan dan ruang kebebasan berekspresi, namun tidak sepenuhnya mampu menggantikan ikatan emosional terhadap tanah air.Menariknya, penelitian Jafar juga menyoroti perbedaan cara pandang antargenerasi melalui tokoh Dimas dan Lintang. Dimas memandang Indonesia sebagai tanah air yang tidak pernah hilang dari ingatannya meskipun harus menjalani kehidupan dalam pengasingan. Sebaliknya, Lintang yang tumbuh besar di Prancis membangun pemahamannya tentang Indonesia melalui cerita keluarga, warisan budaya, dan pengalaman ketika mengunjungi Jakarta.“Temuan tersebut memperlihatkan bahwa identitas kebangsaan tidak semata-mata ditentukan oleh tempat kelahiran maupun tempat tinggal seseorang, tetapi juga dibentuk oleh pengalaman sejarah, ingatan kolektif, serta interaksi dengan kebudayaan lain,” jelas Jafar.Melalui kajian tersebut, Jafar menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran penting dalam merepresentasikan sejarah, membangun pemahaman lintas budaya, serta memperkenalkan pengalaman bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia.Konferensi Internasional Kesusastraan ke-35 sendiri mengusung tema “Dinamika Sastra Bandingan: Sastra Indonesia sebagai Warga Sastra Dunia”. Forum ilmiah ini diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) bekerja sama dengan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta. (**)

Mahasiswa KKN Tematik UNG Sulap Ikan Mujair Danau Limboto Jadi Kerupuk Bernilai Ekonomi
29 Oct 2026
00:20 WITA

Mahasiswa KKN Tematik UNG Sulap Ikan Mujair Danau Limboto Jadi Kerupuk Bernilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi pengolahan hasil perikanan melalui pembuatan kerupuk ikan mujair bermerek “Desaku” di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu masyarakat, untuk mengoptimalkan potensi perikanan Danau Limboto sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sitti Nursinar, S.Pi., M.Si., mengungkapkan melalui program pemberdayaan masyarakat tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG mengajak warga memanfaatkan ikan mujair. Jika selama ini ikan tersebut ini lebih banyak dipasarkan dalam kondisi segar, kini mahasiswa mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.“Pengembangan kerupuk ikan mujair dilatarbelakangi oleh kondisi harga ikan, yang kerap mengalami penurunan ketika hasil tangkapan nelayan melimpah. Melalui pengolahan menjadi produk pangan yang lebih tahan simpan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif untuk meningkatkan nilai jual hasil perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan segar,” ujarnya.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk kerupuk ikan mujair, tetapi juga memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat mulai dari persiapan bahan, pengolahan daging ikan, pembuatan adonan, pengukusan, pengirisan, hingga proses pengeringan dan pengemasan.Proses pembuatan kerupuk diawali dengan membersihkan ikan mujair dan memisahkan daging dari tulangnya. Daging ikan kemudian dihaluskan dan dicampurkan dengan bahan pendukung hingga membentuk adonan. Selanjutnya, adonan dibentuk, dikukus, didinginkan, dan diiris tipis sebelum dijemur selama dua hingga tiga hari. Kerupuk yang telah kering kemudian digoreng hingga mengembang dan menghasilkan tekstur renyah.“Produk kerupuk ikan mujair “Desaku” diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Desa Tabumela. Selain memperkenalkan inovasi pangan berbahan dasar ikan lokal, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan selama proses produksi, serta pengemasan yang menarik agar memiliki daya saing di pasaran,” terangnya.Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi wujud nyata pengabdian Universitas Negeri Gorontalo dalam mendorong pemanfaatan potensi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.Tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat, sebanyak 15 mahasiswa KKN Tematik UNG yang ditempatkan di Desa Tabumela turut melaksanakan berbagai program edukasi sosial, di antaranya sosialisasi pencegahan stunting dan bahaya penyalahgunaan narkoba.(**)

Berhasil Kembangkan Kawasan Teluk Tomini, Kemenko PM Berikan Penghargaan untuk Rektor UNG pada Anugerah Mandaya Awards 2026
27 Oct 2026
08:06 WITA

Berhasil Kembangkan Kawasan Teluk Tomini, Kemenko PM Berikan Penghargaan untuk Rektor UNG pada Anugerah Mandaya Awards 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kawasan Teluk Tomini mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menerima penghargaan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat pada ajang Anugerah Mandaya Awards 2026, yang diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, Selasa (27/10).Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen UNG dalam menjadikan perguruan tinggi sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Teluk Tomini. Dalam konteks tersebut, UNG berupaya mengambil peran sebagai penggerak yang menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan masyarakat.Komitmen tersebut sejalan dengan visi UNG sebagai The Engine of Tomini Bay, yang menempatkan pengembangan kawasan Teluk Tomini sebagai salah satu fokus strategis universitas. Melalui visi ini, UNG mendorong kontribusi sivitas akademika agar potensi kawasan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama komunitas pesisir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., menyambut baik penghargaan tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian institusi, melainkan bentuk pengakuan terhadap upaya bersama seluruh sivitas akademika UNG, dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan Teluk Tomini tidak dapat dilepaskan dari komitmen kolektif seluruh elemen universitas. Pemberdayaan masyarakat pesisir perlu terus didorong agar potensi lokal dapat memberikan nilai tambah, membuka peluang pengembangan ekonomi, serta mendukung pembangunan daerah dan nasional.“Penghargaan menjadi motivasi bagi UNG untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan masyarakat. Dengan mengedepankan peran pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kolaborasi, UNG berkomitmen menghadirkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan Teluk Tomini,” ujar Prof. Eduart.Melalui semangat The Engine of Tomini Bay, UNG terus berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan inklusif. Pengakuan melalui Mandaya Awards 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendorong perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (**)

Lihat Semua Berita