Site Logo

Kemendikbud Luncurkan Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021

Kemdikti Saintek
Lenny DJ. Muda
14 Apr 2021
12:57 WITA
2.947 dilihat
Kemendikbud Luncurkan Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021. Pemajuan kebudayaan desa merupakan platform kerja bersama membangun desa mandiri melalui peningkatan ketahanan budaya dan kontribusi budaya desa di tengah peradaban dunia. Program ini merupakan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud yang didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid berharap desa dapat menjadi ujung tombak pusat pertumbuhan karena selama ini kota selalu dianggap sebagai pusat pertumbuhan sehingga menarik penduduk desa untuk melakukan urbanisasi.

“Harapan kami, desa dapat menjadi ujung tombak pusat-pusat pertumbuhan. Selama ini, basis pertumbuhan di kota saja, sekarang kita ingin meratakan itu sampai di desa-desa,” ujar Dirjen Hilmar Farid, Selasa (13/4). Ia menambahkan bahwa dipilihnya desa sebagai program pemajuan kebudayaan, karena desa merupakan akar/asal identitas budaya Indonesia dan paradigma pembangunan kebudayaan harus dimulai dari unit kebudayaan terkecil, yaitu desa.

“Saat inilah waktunya bagi masyarakat desa untuk dapat bergerak dan berkembang sesuai dengan imaji mereka tentang masa depan desanya. Desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tetapi desa merupakan subjek dari pembangunan itu sendiri,”ungkap Hilmar Farid.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDTT, Bito Wikantosa mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014, tujuan pengaturan desa di antaranya adalah mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama serta melestarikan dan memajukan adat, tradisi, dan budaya masyarakat desa.

Lebih lanjut, Bito Wikantosa menuturkan bahwa kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif merupakan kunci utama dalam pembangunan berkelanjutan yang diharapkan akan tumbuh dengan adanya program pemajuan kebudayaan desa.

“Tujuan akhir pembangunan desa adalah mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s) Desa atau pembangunan desa yang berkelanjutan,” tutur Bito Wikantosa

Program Pemajuan Kebudayaan Desa

Menurut Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, masyarakat desa sebagai subjek pembangunan memiliki peran penting mulai dari pemetaan, pengembangan hingga pemanfaatan potensi desa mereka. Program Pemajuan Kebudayaan Desa menyasar kelompok sosial di desa, termasuk generasi muda, perempuan dan anak-anak, tetua desa serta pelaku budaya.

“Diharapkan program ini dapat menemukan rekomendasi umum pembangunan desa, mendorong munculnya peraturan desa yang berpihak pada masyarakat desa serta dapat membangun rasa bangga terhadap jati diri budaya masyarakat desa,”ungkap Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, Selasa (13/4).

UU Desa memberikan kewenangan sekaligus menempatkan desa sebagai subyek pembangunan. Regulasi ini memberikan pengakuan dan penghormatan atas desa dengan memberikan kejelasan status dan kepastian hukum sekaligus mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat guna mengembangkan potensi dan aset desa untuk kesejahteraan bersama. Sejalan dengan hal itu, UU Nomor 5 tentang Pemajuan Kebudayaan menyatakan bahwa pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Untuk mewujudkannya, maka peran aktif dari masyarakat lokal, komunitas desa dan perangkat desa sangat penting. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan pada tahun anggaran 2021 menyelenggarakan Program Pemajuan Kebudayaan Desa sebagai salah satu upaya menjadikan desa menjadi lebih merdeka dalam mengembangkan dan memanfaatkan kebudayaan desanya. Tujuan Program Pemajuan Kebudayaan Desa adalah mendukung proses dan mewujudkan inisiatif pemajuan kebudayaan melalui pemberdayaan masyarakat desa. Inisiatif pemajuan kebudayaan tersebut diharapkan dapat tertuang melalui Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa yang kemudian menjadi landasan dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa).

Kriteria desa yang masuk dalam program pemajuan kebudayaan meliputi desa yang berada di sekitar kawasan cagar budaya nasional atau memiliki warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan, desa di sekitar titik jalur rempah, Balai Besar Taman Nasional, tipe desa tertinggal hingga berkembang (Kemendes PDTT), desa yang termasuk dalam kawasan prioritas nasional, dan desa yang kabupaten atau kotanya telah menyusun Pokok-Pokok Kebudayaan Daerah.

Tahun ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan memiliki target 359 desa yang mengikuti platform Pemajuan Kebudayaan Desa yang akan dilaksanakan melalui dua kegiatan, yaitu Pengembangan Masyarakat serta Jendela Budaya Desaku. Sebagai salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Kebudayaan, platform Pemajuan Kebudayaan Desa akan bekerja sama dengan program prioritas lainnya, yaitu Jalur Rempah. Sebagian desa yang dilalui titik jalur rempah akan menjadi lokus desa program pemajuan kebudayaan desa. Kemudian, program ini juga bekerja sama dengan Kampus Merdeka, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus terhadap pengembangan masyarakat, dan Kampung Bahari Nusantara TNI AL.

Mekanisme Program Pemajuan Kebudayaan Desa 2021

Mekanisme pelaksanaan di lapangan, Pendamping Kebudayaan Desa (Daya Desa) Kemendikbud dan Pendamping Desa Kemendes PDTT akan bekerja sama dalam peningkatan peran masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat dan penyusunan kebijakan desa serta peningkatan kapasitas dan akuntabilitas pemerintah desa.

Sebagai panduan daya desa di lapangan, saat ini sedang disusun Pedoman Pemberdayaan Masyarakat Desa yang berisi tentang konsep kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kebudayaan dengan mengedepankan peran parsitipatif masyarakat. Diharapkan ke depannya, Pedoman Pemberdayaan Masyarakat Desa dapat berperan sebagai “induk pedoman” dalam pemberdayaan masyarakat desa untuk mencapai tujuan pemajuan kebudayaan desa.

Program Pemajuan Kebudayaan Desa tahun 2021 dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu Temu Kenali Potensi (Mei s.d. Juni), Pengembangan (Juni s.d. Agustus), dan Pemanfaatan (Agustus s.d. November). Pada tahapan pertama, diharapkan masyarakat desa dapat memetakan potensi warisan budaya, sejarah, kekayaan alam, serta memetakan permasalahan dan harapan tentang masa depan desa yang lebih baik di masa depan. Potensi yang telah dipetakan kemudian dilanjutkan ke tahapan kedua (pengembangan) melalui mekanisme sarasehan desa yang merupakan forum diskusi masyarakat untuk menyelaraskan pemetaan serta perumusan masalah desa. Pada tahapan kedua tersebut diharapkan forum diskusi desa dapat menghasilkan usulan-usulan pemanfaatan potensi desa, yang akan direalisasikan melalui tahapan ketiga (pemanfaatan) yang bertujuan menjadikan desa budaya yang berdaya.

Sebagai upaya sosialisasi Program Pemajuan Kebudayaan Desa, Direktorat Jenderal Kebudayaan melaksanakan Lomba Cerita Budaya Desaku. Melalui lomba tersebut peserta diharapkan dapat menceritakan kembali kekayaan yang dimiliki desa melalui cerita rakyat, dongeng, sejarah asal usul desa, kesenian, cagar budaya, tradisi dan lainnya. Peserta lomba merupakan komunitas atau kelompok yang berada di desa.

“Komunitas atau kelompok ini diharapkan menjadi penggerak di masing-masing desa untuk bersama-sama dengan seluruh warga desa mempertahankan rasa memiliki akan budaya lokal, kemudian melestarikannya untuk generasi selanjutnya dengan cara mengembangkan dan memanfaatkannya,”pungkas Hilmar.

Ikuti berita lainnya

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
30 Jun 2026
04:09 WITA

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Abdul Wahid Rauf

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Terapi Sederhana dengan Hasil MenjanjikanPenelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.Lavender Menambah Efek RelaksasiEfek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.Terapi Pendamping, Bukan Pengganti ObatTemuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih HolistikHasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN
26 Jun 2026
00:23 WITA

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Begitu baiknya pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Apresiasi diberikan Kemenkeu RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) kepada UNG melalui ajang Pemberian Apresiasi Bentenan Awards tahun 2026.Kampus kerakyatan UNG terpilih sebagai peringkat III instansi terbaik, atas kontribusi terhadap program Persertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah tahun 2025, dengan kategori coordinator wilayah dengan target di atas 50 bidang tanah. Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum (BKKU) Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., pada Kamis (25/5), di Gedung Keuangan Negara Manado.Kepala BKKU Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd.,menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan UNG, yang berhasil mendapatkan apresiasi  pada Bentenan Awards tahun 2026 tahun ini. Apresiasi ini bentuk pengakuan dari Kementerian, atas hasil kinerja serta kerja keras seluruh jajaran di UNG, yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pengelolaan aset BMN.“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNG dalam mengelola aset negara secara optimal, transparan dan akuntabel untuk mewujudkan birokasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Arief.Melalui gelaran Bentenan Awards 2026 ini, UNG berhasil mewujudkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada keunggulan pelayanan akademik saja, tetapi juga memegang teguh komitmen dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan tata kelola aset milik negara. (**)

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi
25 Jun 2026
06:38 WITA

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Rektorat UNG. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membekali para pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara profesional, kreatif, dan berdampak.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Darman, S.Kom., M.Ap., mengatakan, pembekalan tersebut diikuti oleh para pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang baru dilantik untuk periode 2026. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya memastikan setiap pengurus memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, perencanaan program kerja, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang sejalan dengan kebijakan universitas.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa, penguatan kapasitas ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan organisasi mahasiswa, yang mampu menjadi motor penggerak prestasi dan pengembangan karakter mahasiswa.Menurutnya, para pengurus perlu memahami secara menyeluruh alur pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk berbagai program yang dapat memperoleh dukungan pendanaan dari institusi. Dengan pemahaman tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk berbagai program yang dapat didukung oleh universitas. Harapannya, kepengurusan Ormawa tahun 2026 dapat tampil lebih solid dan mampu menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan bagi UNG,” ujar Amir.Tidak hanya membahas aspek administratif dan teknis organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pengurus mahasiswa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah kepemimpinan.“Diharapkan para pengurus Ormawa periode 2026 mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan budaya prestasi, memperkuat kontribusi mahasiswa, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” harap Amir. (**)

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati
25 Jun 2026
03:41 WITA

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Babak baru organisasi kemahasiswaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi dimulai. Rabu (24/6), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., secara resmi melantik seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat universitas periode 2026.  Pelantikan ini menjadi momen yang menandai lahirnya struktur kepemimpinan mahasiswa yang baru dan siap bergerak menjalankan roda organisasi.Pengurus yang dilantik terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Unit Kegiatan Khusus (UKK). Kegiatan pelantikan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor, dekan dan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni fakultas, hingga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP).Di hadapan seluruh pengurus yang baru dilantik, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang sarat makna. Bagi Rektor, jabatan yang kini disandang para pengurus bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.“Jabatan yang saat ini diemban oleh pengurus merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Seluruh roda organisasi dan kegiatan kemahasiswaan UNG kini berada di pundak seluruh pengurus Ormawa periode 2026,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mendorong seluruh organisasi kemahasiswaan untuk menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan inovatif, yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan kampus. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi melalui berbagai program kerja, kegiatan pengembangan diri, hingga aksi sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa.“Tuangkan seluruh ide kreatif dan inovasi yang dimiliki dalam program-program yang berdampak. Jadikan organisasi sebagai wadah untuk belajar memimpin, berkolaborasi, serta menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas,” tambahnya.Rektor juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi yang sangat strategis bagi universitas. Selain menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan karakter mahasiswa, Ormawa juga merupakan mitra penting kampus dalam mendukung kemajuan dan penguatan bidang kemahasiswaan. (**)

Lihat Semua Berita