Site Logo

Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik

Siaran PersPrestasi Mahasiswa
Abdul Wahid Rauf
11 Jun 2026
01:57 WITA
1.313 dilihat
Karyanya Tembus Jurnal SINTA 2, Mahasiswa Bimbingan Konseling UNG Temukan Solusi Atasi Burnout Akademik

GORONTALO — Tekanan akademik, deadline tugas yang menumpuk, hingga rasa lelah yang tak kunjung hilang - fenomena academic burnout kini menjadi ancaman nyata bagi jutaan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melihat realita ini, seorang mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) tidak hanya diam — ia bergerak, meneliti, dan menghadirkan solusi nyata yang kini telah diakui di tingkat nasional.

Moh. Alwi Hasan, mahasiswa BK FIP UNG, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan (JPBPP) yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Malang dan terindeks SINTA 2 — Volume 6 Nomor 8 Tahun 2026.

Artikel yang ia tulis berjudul "From Academic Pressure to Preventive Self-Help: Development of Academic Burnout Mitigation Guide for Students" — sebuah karya inovatif yang menawarkan panduan mitigasi burnout akademik berbasis self-help bagi mahasiswa.

Melalui penelitian ini, Alwi merancang sebuah media preventif yang membantu mahasiswa untuk, mengenali gejala burnout akademik sejak dini, mengelola tekanan selama proses perkuliahan, menerapkan strategi pencegahan secara mandiri, dan menjaga kesehatan mental dan keberhasilan studi.

Di tengah meningkatnya kasus burnout akademik pascapandemi, karya ini hadir sebagai jawaban strategis yang tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Yang membuat pencapaian ini semakin membanggakan adalah bahwa ini bukan kali pertama nama Alwi tercatat dalam jurnal bereputasi. Sebelumnya, ia juga telah berhasil menerbitkan artikel berjudul "Inclusive-Counsel: Website-Based Inclusive Guidance and Counseling Service Design for Students with Special Needs" pada Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Undiksha (JIBK) yang terindeks SINTA 3.

Dua publikasi bergengsi dalam satu rekam jejak akademik — sebuah capaian luar biasa yang jarang diraih mahasiswa tingkat sarjana.

Keberhasilan Alwi tidak berdiri sendiri. Di baliknya, terdapat peran besar dua dosen pembimbing yang setia mendampingi proses penelitian hingga publikasi: Dr. Tuti Wantu, M.Pd., Kons. dan Permata Sari, S.Pd., M.Pd.

Selain itu, Jurusan BK FIP UNG turut berkontribusi melalui penyediaan lingkungan akademik yang kondusif, pendampingan penelitian, serta dukungan moril dan finansial dalam proses publikasi ilmiah - membuktikan bahwa ekosistem riset yang sehat adalah kunci lahirnya karya-karya berkualitas.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyambut keberhasilan publikasi artikel pada jurnal nasional terindeks SINTA 2, menunjukkan kualitas akademik mahasiswa FIP UNG yang mampu bersaing dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.

Ia juga menegaskan bahwa fakultas akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penguatan budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

“Dari ruang penelitian FIP UNG, Moh. Alwi Hasan membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima ilmu — mereka juga mampu menjadi pencipta solusi bagi tantangan pendidikan masa kini,” terangnya.

Artikel penelitian dapat diakses melalui laman berikut https://journal3.um.ac.id/index.php/fip/article/view/8141

Ikuti berita lainnya

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran
24 Oct 2026
07:49 WITA

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjalani berbagai peran sekaligus sebagai pekerja, istri, ibu, dan anggota masyarakat membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. Memahami pentingnya hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar edukasi kesehatan mental perempuan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DWP UNG dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran kesehatan, serta kapasitas anggotanya. Melalui seminar tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah beragam tanggung jawab dan tuntutan kehidupan sehari-hari.Seminar menghadirkan dr. Rohmatya Suaib, Sp.K.J., sebagai narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Banyak Peran”. Dalam pemaparannya, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi perempuan yang menjalani berbagai peran, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi diri dan kebutuhan psikologis menjadi bagian penting agar perempuan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat dan seimbang.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk membekali anggota dengan pemahaman, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental ketika menghadapi beragam tanggung jawab. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengenali kebutuhan dirinya sendiri, di tengah tuntutan pekerjaan dan perannya dalam keluarga.“Kami ingin anggota DWP UNG memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik, tentang bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah berbagai peran yang dijalani. Perempuan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pekerjaan, tetapi juga menjalankan peran penting sebagai ibu dan bagian dari keluarga. Karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian,” ungkap Cecy.Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu anggota DWP UNG semakin memahami pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab dan kesejahteraan diri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, anggota diharapkan mampu terus berkembang, menjalankan perannya secara positif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.Selain seminar, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendorong anggota agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kesehatan fisik sekaligus mental.Cecy menegaskan bahwa DWP UNG akan terus berupaya menghadirkan program pelatihan dan pengembangan diri yang bermanfaat bagi anggotanya. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, DWP diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas, dan membangun kepercayaan diri dalam menjalankan berbagai peran kehidupan.Melalui seminar edukasi kesehatan mental ini, DWP UNG menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya perempuan yang sehat, tangguh, berpengetahuan, dan berdaya. Perempuan yang mampu menjaga kesejahteraan dirinya diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi
24 Oct 2026
07:24 WITA

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Potensi pangan lokal yang tumbuh di lingkungan masyarakat, dapat dikembangkan menjadi inovasi kreatif yang bernilai tambah. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II UNG di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui pengolahan biji teratai menjadi es krim.Ide kreatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai. Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selain memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenali potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.Biji teratai dipilih sebagai bahan olahan karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk penyajian yang lebih akrab bagi masyarakat. Melalui kreativitas mahasiswa, bahan lokal tersebut diolah menjadi es krim, sebuah inovasi yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Desa Teratai. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan.Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Teratai, Hamdan Bahmid, menjelaskan bahwa, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga pengolahan biji teratai menjadi es krim. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi yang dekat dengan potensi desa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal kepada masyarakat.“Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengolahan biji teratai menjadi es krim. Produk ini menjadi inovasi baru karena untuk pertama kalinya es krim berbahan biji teratai diperkenalkan di Desa Teratai,” jelas Hamdan.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II Desa Teratai, Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan bagian penting dari pelaksanaan program KKN.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga perlu mampu mengenali peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kondisi desa.“Potensi yang ada di desa perlu dikenali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengolah potensi lokal sekaligus mendorong edukasi mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ungkapnya.Pengembangan es krim biji teratai tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik II Desa Teratai yang mengusung tema “Optimalisasi Tatakelola Data Ekonomi-Pangan BUMDes untuk Penguatan Pangan Keluarga, Pencegahan Stunting dan Edukasi Anti-Narkoba di Desa Teratai, Tabongo.” Program ini mengintegrasikan pengenalan potensi pangan lokal dengan edukasi dan pelibatan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat perhatian terhadap pangan keluarga.

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair
24 Oct 2026
05:39 WITA

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menyambut mahasiswa baru dari luar negeri. Amani Yara Habta, mahasiswa asal Aljazair, resmi bergabung sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Teknik UNG. Kehadirannya menjadi bagian dari semakin terbukanya lingkungan akademik UNG bagi mahasiswa dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.Kedatangan Amani disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik, mulai dari Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU., ASEAN Eng., jajaran wakil dekan, hingga pimpinan jurusan dan program studi. Penyambutan ini mencerminkan kesiapan UNG khususnya fakultas dalam mendukung mahasiswa internasional, agar dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar UNG.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa asal Aljazair tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa, UNG semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.“Kami menyambut dengan hangat kehadiran Amani Yara Habta di UNG. Kehadiran mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan bagi UNG untuk terus membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global,” ungkap Hafidz.Ia berharap Amani dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun kehidupan masyarakat Gorontalo, serta memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang berkesan selama menempuh pendidikan di UNG.Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Amani, yang memilih Fakultas Teknik UNG sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Kehadiran mahasiswa internasional memiliki arti penting, dalam memperkaya suasana pembelajaran dan memperluas perspektif sivitas akademika.“Kami mengapresiasi pilihan Amani untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik UNG. Kami berharap kehadirannya dapat menjadi awal dari pengalaman belajar yang baik, sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran perspektif antara mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda,” ujarnya.Lebih dari sekadar kehadiran mahasiswa dari negara lain, bergabungnya Amani diharapkan dapat mendorong mahasiswa UNG untuk semakin terbuka terhadap komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, dan membangun kebiasaan berinteraksi dalam lingkungan akademik yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin dinamis. (**)

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional
22 Oct 2026
07:16 WITA

Raih Akreditasi Unggul, Kualitas Pendidikan Profesi Guru UNG Diakui Secara Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam meningkatkan kualitas pendidikan tenaga pendidik, memperoleh pengakuan secara nasional. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Program Profesi UNG, berhasil meraih Akreditasi Unggul berdasarkan penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi guru di UNG, mulai dari proses pendidikan dan pembelajaran hingga tata kelola akademik. Capaian ini sekaligus memperkuat peran PPG UNG, dalam menyiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih Akreditasi Unggul merupakan bukti konkret komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan profesi.Menurutnya akreditasi Unggul tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.“Melalui penyelenggaraan program yang berorientasi pada kualitas, PPG UNG terus memperkuat kapasitasnya untuk menghasilkan calon guru profesional yang siap menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat,” ungkapnya.Sebagai perguruan tinggi eks-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Rektor menegaskan bahwa UNG memiliki komitmen kuat untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembelajaran pada Program Studi PPG. Peran tersebut dinilai strategis karena kualitas guru, menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.“Capaian ini juga menjadi landasan bagi UNG untuk terus mengembangkan penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran dan tantangan dunia pendidikan,” terang Rektor.Ia berharap penguatan kualitas akademik, tata kelola, serta proses pembelajaran dapat senantiasa berjalan beriringan dengan upaya membentuk guru yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.  Dengan diraihnya Akreditasi Unggul, juga diharapkan dapat semakin memacu PPG UNG, untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang pendidikan. (**)

Lihat Semua Berita