Hadapi Akreditasi, Agribisnis UNG Matangkan Kurikulum Berorientasi Masa Depan

Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (Faperta UNG) terus memantapkan langkah menuju peningkatan mutu akademik melalui penyelenggaraan Lokakarya Kurikulum sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses akreditasi program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Fakultas Pertanian UNG ini menjadi forum strategis untuk menyusun kurikulum yang adaptif, relevan, dan selaras dengan perkembangan dunia pertanian serta kebutuhan industri.
Lokakarya menghadirkan seluruh dosen Jurusan Agribisnis dalam rangkaian sidang komisi dan sidang pleno kurikulum yang membahas penyempurnaan struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, hingga strategi implementasi pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian UNG, Dr. Muhammad Mukhtar, S.Pt., M.Agr., didampingi Wakil Dekan I dan jajaran pimpinan fakultas. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap komitmen Jurusan Agribisnis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan akreditasi secara optimal.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Mukhtar menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
"Kurikulum tidak boleh berhenti mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan. Kita harus memastikan lulusan Agribisnis memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat, sekaligus mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi serta pembangunan pertanian berkelanjutan," ujar Mukhtar.
Ia menambahkan bahwa penyusunan kurikulum yang berkualitas akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan mutu program studi sekaligus memperkuat posisi Fakultas Pertanian UNG sebagai pusat pengembangan ilmu pertanian di Gorontalo.
Sementara itu, Ketua Jurusan Agribisnis, Zulham Sirajuddin, Ph.D., menjelaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi akreditasi, tetapi menjadi momentum untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan Agribisnis dalam jangka panjang.
"Lokakarya ini menjadi ruang bersama bagi seluruh dosen untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan kurikulum agar lebih relevan dengan dinamika sektor agribisnis. Kami ingin menghasilkan kurikulum yang mampu mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, memiliki kemampuan analitis, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan pertanian," jelas Zulham.
Menurutnya, berbagai masukan yang muncul dalam forum akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum, terutama dalam memperkuat integrasi pembelajaran berbasis praktik lapangan, pemanfaatan teknologi digital, kewirausahaan, serta isu-isu pertanian modern yang berorientasi pada keberlanjutan.





