Site Logo

Gorontalo Dikepung Sesar Aktif Pemicu Gempa, Masyarakat Pesisir dan Lereng Butuh Mitigasi Bencana

Lenny DJ. Muda
28 Jul 2021
22:27 WITA
7.545 dilihat
Gorontalo Dikepung Sesar Aktif Pemicu Gempa, Masyarakat Pesisir dan Lereng Butuh Mitigasi Bencana

Sumber : A. Cipta, dkk., (2016, Hlm.2) A probabilistic seismic hazard assessment for Sulawesi, Indonesia

GORONTALO - Pada Senin 26 Juli kemarin, terjadi dua kali gempa bumi yang cukup kuat dengan Magnitudo 5.9 SR dan 6.5 SR yang berpusat di wilayah Timur Laut Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Getaran gempa yang cukup kuat bahkan dapat dirasakan di Provinsi Gorontalo.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan LPPM Universitas Negeri Gorontalo Muh. Kasim, ST., MT., mengatakan, di sekitar wilayah Provinsi Gorontalo terdapat beberapa sesar atau patahan yang aktif.

“Di bagian utara Sulawesi ada Sesar Tunjaman Laut Sulawesi dan di bagian selatan ada Sesar Naik Balantak yang menyebabkan gempa sebanyak dua kali pada tanggal 26 kemarin. Pada beberapa waktu yang lalu, kita juga bisa merasakan gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan sesar yang ada Sangihe. Belum lagi pengaruh desakan lempengan Samudra Pasifik ke arah barat yang jika aktif akan memicu sesar-sesar kecil disekitarnya.”

Kasim menjelaskan Provinsi Gorontalo juga memiliki potensi terkena Tsunami yang dipicu oleh titik gempa yang berpusat di laut dengan Magnitudo 6.5 SR ke atas.

“Potensi terjadinya Tsunami di Provinsi Gorontalo sangat besar, karena pada tahun 1939 tercatat gempa besar yang terjadi di laut dan memicu terjadinya Tsunami di pesisir selatan Gorontalo.”

Ia menghimbau agar masyarakat yang tinggal wilayah daerah pesisir untuk waspada bila terjadi gempa bumi dan masyarakat yang tinggal di daerah lereng pun juga harus mewaspadai terjadinya gempa, karena getaran gempa bisa mengakibatkan kegagalan lereng sehingga bisa terjadi longsor.

“Pemerintah harus memberikan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bagi masyarakat pesisir khusus untuk tsunami. Sedangkan untuk daerah yang sering terjadi longsor seperti daerah Taludaa dan Bilungala sekitarnya, perlu diperiksa daerah lereng dan daerah aliran sungainya. Gempa dapat memicu aliran tanah atau longsor di daerah hulu sungai yang biasanya tidak diketahui. Saat musim hujan longsor di hulu dapat mengakibatkan banjir bandang seperti kejadian di Bulawa tahun 2020 kemarin.”

Untuk potensi likuifaksi, belum ada catatan sejarah terjadinya likuifaksi seperti yang pernah terjadi di Kota Palu yang diakibatkan oleh gempa bumi pada tahun 2018 silam. “Walaupun belum ada catatan sejarah terjadinya likuifaksi di Gorontalo bukan berarti tidak terdapat ancaman likuifaksi. Di Kota Gorontalo terdapat Sesar Geser Gorontalo dan struktur tanah khususnya di Kota Gorontalo disusun oleh endapan-endapan danau yang terdiri dari tanah liat dan pasir yang gampang berubah akibat getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi," pungkasnya. (Rachmad)

Ikuti berita lainnya

Dua Prodi FEB UNG Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas
19 Jul 2026
12:25 WITA

Dua Prodi FEB UNG Raih Akreditasi Unggul, Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

Rachmad Hidayah

Gorontalo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Dua program studi di lingkungan FEB resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun dari dua lembaga akreditasi mandiri.Program Studi S1 Manajemen memperoleh predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Keputusan Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026, berlaku mulai 10 Juli 2026 hingga 10 Juli 2031. Sementara itu, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi juga berhasil meraih predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Keputusan Nomor 1391/SK/LAMDIK/Ak/S/VII/2026, yang berlaku mulai 17 Juli 2026 hingga 16 Juli 2031.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika fakultas dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan."Akreditasi Unggul yang diraih oleh Program Studi S1 Manajemen dan S1 Pendidikan Ekonomi merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam membangun tata kelola pendidikan yang berkualitas, memperkuat tridarma perguruan tinggi, serta meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.Raflin menambahkan, raihan Akreditasi Unggul menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG untuk terus berinovasi, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat jejaring kemitraan, serta menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan dunia kerja.Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNG, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan dua program studi memperoleh Akreditasi Unggul merupakan hasil dari proses evaluasi yang panjang dan komprehensif."Capaian ini menunjukkan bahwa sistem akademik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis telah berjalan secara konsisten sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi,” jelasnya.Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh program studi di lingkungan FEB untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan."Kami akan terus memperkuat penjaminan mutu, meningkatkan kualitas kurikulum, pembelajaran, penelitian dan pengabdian kolaboratif mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif internasional, serta pelayanan akademik agar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo mampu mempertahankan bahkan meningkatkan reputasinya untuk terus mendukung UNG sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing," ujarnya.

Rapat Evaluasi Kurikulum S1 Ekonomi Pembangunan FEB UNG Selaraskan Implementasi Kebijakan Kurikulum Baru
16 Jul 2026
12:52 WITA

Rapat Evaluasi Kurikulum S1 Ekonomi Pembangunan FEB UNG Selaraskan Implementasi Kebijakan Kurikulum Baru

Rachmad Hidayah

Gorontalo – Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Rapat Evaluasi Kurikulum pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pimpinan fakultas, dosen, dan tim pengelola program studi untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan kurikulum dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo dalam penyelenggaraan pendidikan sarjana.Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Keputusan Rektor Universitas Negeri Gorontalo Nomor 639/UN47/HK.02/2026 tentang Struktur Kurikulum dan Penyelenggaraan Program Sarjana Universitas Negeri Gorontalo yang ditetapkan pada 1 April 2026. Keputusan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh fakultas, jurusan, dan program studi dalam menyusun serta mengimplementasikan kurikulum program sarjana di lingkungan UNG.Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., mengatakan bahwa rapat evaluasi kurikulum menjadi momentum penting bagi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan untuk memastikan implementasi kurikulum telah selaras dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo."Rapat evaluasi ini menjadi momentum bagi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan telah selaras dengan kebijakan terbaru Universitas Negeri Gorontalo. Kami ingin setiap mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, dan proses pembelajaran mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.Menurut Irawati, kebijakan baru tersebut membawa sejumlah penyempurnaan dalam struktur kurikulum, di antaranya penetapan beban studi minimal 144 SKS, penguatan mata kuliah keilmuan program studi, penataan mata kuliah wajib kurikulum dan institusi, strategi percepatan kelulusan mahasiswa, serta penguatan rekognisi pembelajaran di luar kampus melalui berbagai bentuk kegiatan akademik yang diakui universitas. Kebijakan ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel tanpa mengurangi pencapaian kompetensi lulusan.Ia menambahkan bahwa implementasi kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar tetap selaras dengan karakteristik keilmuan Ekonomi Pembangunan serta kebutuhan para pemangku kepentingan."Evaluasi kurikulum bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami terus mendorong penyempurnaan kurikulum agar lulusan Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan memiliki kompetensi akademik, profesional, dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di tingkat nasional maupun global," katanya.Selama rapat berlangsung, para peserta turut membahas penyesuaian distribusi mata kuliah, penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), strategi percepatan masa studi mahasiswa, serta optimalisasi berbagai bentuk pembelajaran yang dapat direkognisi sesuai ketentuan universitas. Berbagai masukan dari dosen dan tim pengembang kurikulum menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan ilmu ekonomi.Melalui rapat evaluasi yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus mendukung pencapaian visi Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.Rapat evaluasi kurikulum juga akan dilaksanakan di empat jurusan lain yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional
16 Jul 2026
09:35 WITA

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana (S1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih predikat Akreditasi Unggul, dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026.Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi prodi  manajemen dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul tidak diperoleh secara instan. Prodi manajemen harus melalui serangkaian proses penilaian, mulai dari evaluasi dokumen, asesmen lapangan, hingga verifikasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan oleh tim asesor LAMEMBA.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.Menurutnya, predikat Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa prodi manajemen telah memenuhi standar tertinggi dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari tata kelola prodi, implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education), kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, hingga jejaring kerja sama.“Akreditasi Unggul merupakan bukti kualitas yang dimiliki prodi manajemen. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar terbaik yang ditetapkan LAMEMBA. Tentu capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang selama ini mendukung pengembangan program studi,” ujar Raflin.Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.Apresiasi juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, raihan Akreditasi Unggul semakin memperkuat posisi prodi manajemen, sebagai salah satu prodi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, profesional, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.“Predikat ini menunjukkan bahwa prodi manajemen telah memiliki kualitas yang diakui secara nasional. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, memperkuat budaya riset, meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta memperluas jejaring kerja sama internasional," ungkap Eduart.Namun demikian, Rektor menegaskan bahwa predikat Akreditasi Unggul bukanlah garis akhir dari proses peningkatan mutu.  Pengakuan tersebut justru menjadi amanah besar bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan akademik, serta memperkuat kontribusi program studi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (**)

Lihat Semua Berita