Site Logo

Gelar Pengabdian Di Sekolah, Mahasiswa Profesi Dokter Berikan Edukasi Mitigasi Gempa dan Pertolongan Pertama

Siaran PersPengabdian
Abdul Wahid Rauf
15 Jun 2026
00:52 WITA
220 dilihat
Gelar Pengabdian Di Sekolah, Mahasiswa Profesi Dokter Berikan Edukasi Mitigasi Gempa dan Pertolongan Pertama

GORONTALO – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Kali ini, mahasiswa Profesi Dokter stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB) menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan penanganan awal korban bencana di MTsN 1 Kota Gorontalo.

Kegiatan edukatif yang berlangsung di aula MTsN 1 Kota Gorontalo tersebut disambut antusias oleh para siswa. Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penyelamatan diri dan pertolongan pertama saat terjadi bencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus implementasi pembelajaran kebencanaan bagi mahasiswa profesi dokter. Mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire, edukasi mitigasi bencana dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa profesi dokter memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami dan diikuti oleh para siswa.

Para peserta memperoleh pengetahuan tentang pentingnya mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul aman, hingga teknik melindungi diri ketika gempa terjadi. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan dasar penanganan korban bencana, seperti teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pemasangan bidai pada cedera tulang, serta cara evakuasi korban secara sederhana.

Wakil Dekan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar peserta didik memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan bertindak cepat dalam situasi darurat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan dasar pertolongan pertama dan pemahaman mitigasi bencana dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain ketika terjadi keadaan darurat.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas inisiatif FK UNG yang menghadirkan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa menghadapi potensi bencana. (**)

Ikuti berita lainnya

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali
11 Sep 2026
05:05 WITA

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali

Abdul Wahid Rauf

Memantau perjalanan akademik mahasiswa kini semakin mudah. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyempurnakan layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan menghadirkan fitur akses khusus bagi orang tua atau wali mahasiswa untuk mengetahui perkembangan studi anaknya secara lebih mudah dan terintegrasi.Untuk memperoleh akses tersebut, orang tua atau wali terlebih dahulu perlu mengajukan permohonan pembuatan akun SIAKAD. Pengajuan dilakukan dengan mengisi formulir permohonan melalui tautan https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali. Dalam prosesnya, pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah data penting, serta menyetujui Pernyataan Pengajuan Pembuatan Akun.Setelah formulir berhasil dikirimkan, Tim UPA TIK Universitas Negeri Gorontalo akan melakukan proses pembuatan akun SIAKAD Orang Tua/Wali. Selanjutnya, setelah akun selesai dibuat, informasi akun akan dikirimkan kepada pemohon melalui WhatsApp atau email yang telah dicantumkan dalam formulir permohonan.Pengembangan fitur ini menjadi langkah UNG dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin informatif, mudah diakses, dan terintegrasi. Di sisi lain, keterlibatan orang tua atau wali diharapkan dapat semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.Melalui penyempurnaan SIAKAD secara berkelanjutan, UNG terus membangun ekosistem layanan akademik berbasis digital yang tidak hanya mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mengawal perkembangan pendidikan mahasiswa.

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa
11 Sep 2026
03:45 WITA

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo terus melakukan pengembangan layanan digital, untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik. Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) adalah, fitur akses bagi orang tua/wali mahasiswa untuk memantau perkembangan studi anaknya.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menuturkan Informasi akademik yang dapat dipantau oleh orang tua/wali meliputi semester yang sedang ditempuh dan status akademik mahasiswa, termasuk status cuti, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Indeks Prestasi Semester (IPS), jumlah Satuan Kredit Semester (SKS), nilai mata kuliah, serta persentase kehadiran dalam perkuliahan.Dengan informasi tersebut, orang tua/wali dapat mengetahui perkembangan studi mahasiswa dari semester ke semester. Data IPK dan IPS memberikan gambaran mengenai capaian akademik, sedangkan informasi jumlah SKS dan nilai mata kuliah dapat membantu melihat progres penyelesaian beban studi. Sementara itu, informasi persentase kehadiran dapat menjadi salah satu indikator, dalam memantau partisipasi mahasiswa pada proses pembelajaran.“Fitur ini dirancang sebagai akses informasi atau read only. Artinya, orang tua/wali hanya diberikan kewenangan untuk melihat informasi akademik yang tersedia, dan tidak memiliki akses untuk menambah, mengubah, menghapus, maupun melakukan transaksi terhadap data akademik mahasiswa,” terangnya.Menurutnya pembatasan tersebut menjadi bagian penting, dalam menjaga keamanan dan integritas data akademik. Seluruh proses akademik yang membutuhkan perubahan atau persetujuan tetap, dilakukan melalui mekanisme dan kewenangan yang telah ditetapkan bagi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, maupun unit terkait.“Pengembangan fitur akses orang tua/wali ini juga menjadi bagian dari upaya UNG, dalam meningkatkan transparansi layanan akademik, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa,” jelas Harto.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., mengungkapkan melalui kehadiran fitur ini, orang tua atau wali dapat memperoleh informasi perkembangan akademik mahasiswa, secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi dalam satu layanan.“Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan orang tua/wali, dalam memberikan dukungan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan di UNG,” ujarnya.Dengan SIAKAD yang terus dikembangkan, UNG kata Eduart terus berupaya menyempurnakan ekosistem layanan akademik yang semakin informatif, aman, terintegrasi, dan memberikan kemudahan tidak hanya bagi mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga bagi orang tua/wali sebagai salah satu pihak yang berperan dalam memberikan dukungan terhadap keberhasilan pendidikan mahasiswa.Untuk permohonan pembuatan akun SIAKAD untuk orang tua/wali dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba
10 Sep 2026
02:01 WITA

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menciptakan lingkungan desa yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba terus didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan Tim Relawan Anti Narkoba yang digelar di Kantor Desa Ayuhulalo, Selasa (8/9).Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah mahasiswa KKN Tematik UNG, dalam mendorong terwujudnya Desa Ayuhulalo sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Pelatihan melibatkan masyarakat serta unsur terkait di desa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran warga mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Tidak sekadar memberikan informasi, pelatihan ini diarahkan untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian masyarakat agar turut mengambil bagian, dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing. Mahasiswa KKN Tematik UNG berharap masyarakat dapat menjadi bagian aktif, dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari dua pemateri. Salah satunya Lutfiani Labuga yang memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba. Ia menjelaskan bahwa ancaman narkoba dapat hadir di sekitar kehidupan masyarakat, baik melalui lingkungan pergaulan maupun perkembangan media sosial.Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa. Semakin kuat kepedulian dan pengetahuan masyarakat, semakin luas pula jangkauan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.Pesan tersebut kemudian dirangkum melalui semboyan “Cegah, Lawan, dan Laporkan”. Semboyan ini menjadi dorongan bagi masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan kepedulian. Ada tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni niat, ilmu, dan aksi. Niat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, ilmu melalui pemahaman mengenai bahaya narkoba dan langkah pencegahannya, sedangkan aksi diwujudkan melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd., M.Si., menjelaskan, bahwa keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.“Keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG berharap terbentuk tim relawan yang mampu menjadi mitra masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan narkoba secara berkelanjutan. (**)

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo
09 Sep 2026
06:50 WITA

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Nuansa religius dan kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, civitas akademika UNG berkumpul dalam suasana penuh suka cita melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Senin (9/9), di Masjid Sabilurrasyad UNG.Peringatan Maulid tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan mahasiswa serta sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo. Kebersamaan tersebut menjadikan peringatan Maulid, sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.Keunikan peringatan Maulid di UNG semakin terasa dengan hadirnya tradisi walimah khas masyarakat Gorontalo, lengkap dengan tolangga yang dihias dan diisi beragam sajian. Tolangga tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG.Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan momentum penting untuk menumbuhkan sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perilaku, amalan dan ibadah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” ungkap Eduart.Lebih lanjut, Eduart menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan UNG. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi civitas akademika untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam.“Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.Tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, peringatan Maulid di UNG juga menjadi ruang untuk menjaga keberadaan tradisi dan kearifan lokal Gorontalo. Tradisi walimah dengan tolangga yang hadir dalam perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan budaya masyarakat.Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maulid Nabi di lingkungan UNG bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, merawat tradisi, serta menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kampus.

Lihat Semua Berita