Site Logo

Ekstrak Buah Jamblang Tingkatkan Aktivitas Antioksidan Kefir Susu Kambing

PenelitianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
26 Oct 2026
13:32 WITA
19 dilihat
Ekstrak Buah Jamblang Tingkatkan Aktivitas Antioksidan Kefir Susu Kambing

Buah jamblang yang dikenal dengan warna ungu gelap dan rasa khasnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk meningkatkan karakteristik pangan fermentasi. Penelitian yang melibatkan dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini) dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan memengaruhi sejumlah karakteristik kefir susu kambing.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah berjudul “Functional Enhancement of Goat Milk Kefir through Syzygium cumini Polyphenol Enrichment”. Penelitian ini melibatkan Agus Bahar Rachman dan Marleni Limonu dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo, bersama Lukman Hakim dan Nicolays Jambang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Abdul Manab dan Premy Puspitawati Rahayu dari Universitas Brawijaya.

Penelitian ini berangkat dari upaya mengembangkan pangan fermentasi yang tidak hanya memiliki nilai gizi, tetapi juga mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat tambahan. Salah satu produk yang menarik untuk dikembangkan adalah kefir, minuman fermentasi susu yang dihasilkan melalui aktivitas mikroorganisme, termasuk bakteri asam laktat dan khamir.

Selama fermentasi, mikroorganisme tersebut berperan dalam mengubah komponen susu dan membentuk karakteristik produk. Pengembangan kefir dengan menambahkan bahan alami yang kaya senyawa bioaktif menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kualitas produk fermentasi.

Buah jamblang dipilih karena mengandung senyawa polifenol, termasuk kelompok antosianin, flavonoid, dan tanin. Polifenol dikenal memiliki aktivitas antioksidan, yakni kemampuan untuk menangkal radikal bebas dalam pengujian tertentu. Kandungan tersebut menjadikan jamblang menarik untuk diteliti sebagai bahan tambahan alami pada produk pangan.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan susu kambing yang diperoleh dari peternakan lokal di Provinsi Gorontalo. Ekstrak buah jamblang kemudian ditambahkan ke dalam kefir dengan empat perlakuan konsentrasi, yaitu tanpa ekstrak sebagai kontrol, serta penambahan ekstrak sebanyak 1 persen, 1,5 persen, dan 2 persen. Seluruh perlakuan difermentasi selama 24 jam pada suhu sekitar 25 derajat Celsius.

Sampel yang dihasilkan selanjutnya dianalisis untuk mengetahui sejumlah karakteristik, mulai dari kandungan protein, aktivitas antioksidan, jumlah bakteri asam laktat, komposisi asam amino dan asam lemak, hingga struktur mikro produk. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat perubahan kefir secara lebih menyeluruh setelah penambahan ekstrak jamblang.

Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jamblang meningkatkan aktivitas antioksidan kefir. Pada sampel tanpa ekstrak, kapasitas antioksidan tercatat sebesar 0,80 miligram ekuivalen Trolox per gram. Nilai tersebut meningkat menjadi 1,09 pada konsentrasi ekstrak 1 persen, 1,46 pada konsentrasi 1,5 persen, dan mencapai 2,16 miligram ekuivalen Trolox per gram pada konsentrasi 2 persen.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dalam rentang perlakuan penelitian, semakin tinggi pula kapasitas antioksidan yang terukur. Meski demikian, hasil tersebut merupakan pengukuran aktivitas antioksidan dalam sampel dan belum dapat langsung diartikan sebagai bukti bahwa konsumsi kefir tersebut memberikan efek kesehatan tertentu pada manusia.

Perubahan juga ditemukan pada kandungan protein. Kefir tanpa ekstrak memiliki kadar protein sebesar 2,54 persen, sedangkan kefir dengan penambahan ekstrak 1,5 persen mencapai 3,42 persen. Pada konsentrasi 2 persen, kadar protein tercatat sebesar 3,39 persen. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan ekstrak berpengaruh signifikan terhadap kadar protein, sementara perubahan kadar lemak, pH, dan viskositas tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.

Selain itu, ekstrak jamblang memengaruhi jumlah bakteri asam laktat dalam kefir. Pada sampel kontrol, jumlah bakteri tercatat sekitar 7,59 log CFU per mililiter, sedangkan pada penambahan ekstrak 2 persen meningkat menjadi sekitar 8,50 log CFU per mililiter. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak jamblang dapat digunakan dalam proses fermentasi kefir pada kondisi yang diuji tanpa menghambat pertumbuhan bakteri asam laktat. Namun, penelitian ini belum memastikan mekanisme yang menyebabkan peningkatan tersebut.

Peneliti juga menemukan perubahan pada profil asam amino dan sejumlah jenis asam lemak. Beberapa asam amino, termasuk lisin dan kelompok glutamat-glutamin, menunjukkan peningkatan pada perlakuan dengan konsentrasi ekstrak lebih tinggi. Pengamatan menggunakan mikroskop konfokal juga memperlihatkan bahwa sampel kefir yang ditambahkan ekstrak memiliki struktur yang cenderung lebih rapat dan lebih merata dibandingkan sampel kontrol.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengayaan ekstrak jamblang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas antioksidan, tetapi juga disertai perubahan pada sejumlah karakteristik kimia, mikrobiologis, dan struktur kefir. Perlakuan dengan konsentrasi 1,5 persen dan 2 persen menunjukkan pola karakteristik yang relatif serupa dalam analisis multivariat, meskipun hasil penelitian belum menetapkan satu konsentrasi sebagai formulasi terbaik untuk seluruh kebutuhan pengembangan produk.

Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan buah jamblang sebagai bahan alami dalam inovasi pangan fermentasi berbasis potensi lokal. Pengembangan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah bahan pangan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan pangan.

Meski demikian, para peneliti menegaskan perlunya penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa fenolik secara lebih terperinci, memahami mekanisme interaksi antara ekstrak jamblang dan komponen susu, serta mengevaluasi penerimaan sensori dan umur simpan produk. Aspek-aspek tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan dalam pengembangan produk pangan yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Artikel penelitian dipublikasikan pada tautan berikut

Ikuti berita lainnya

Peneliti Fakultas Hukum Terlibat Riset Internasional di Australia, Kaji Teknologi Algoritmik untuk Peradilan yang Humanis
05 Nov 2026
02:16 WITA

Peneliti Fakultas Hukum Terlibat Riset Internasional di Australia, Kaji Teknologi Algoritmik untuk Peradilan yang Humanis

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di kancah internasional, terus menunjukkan perkembangan membanggakan. Kali ini, dosen Fakultas Hukum (FH) UNG, Vifi Swarianata, S.H., M.H., turut ambil bagian dalam kolaborasi penelitian internasional bersama akademisi Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Western Sydney University, Australia, untuk mengkaji pemanfaatan teknologi algoritmik dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang berkeadilan dan humanis.Keterlibatan Vifi diwujudkan melalui program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Tahun 2026, yang dilaksanakan melalui kunjungan riset ke School of Law, Western Sydney University (WSU), New South Wales, Australia, pada 19–27 Oktober 2026.Partisipasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi UNG dalam memperluas jejaring penelitian internasional, sekaligus memperkuat kolaborasi keilmuan lintas perguruan tinggi dalam merespons perkembangan teknologi di bidang hukum.Vifi yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral pada Program Doktor Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, terlibat dalam penelitian yang memiliki keterkaitan erat dengan fokus kajian disertasinya. Kesempatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperdalam perspektif akademik melalui diskusi dan pertukaran gagasan bersama para peneliti dari Indonesia dan Australia.Program RKI 2026 tersebut mengangkat tema penelitian “Humanizing Justice in Algorithmic Risk Assessment: The Use of Recidivism Risk Prediction Tools in the Indonesian and Australian Criminal Justice Systems.”Penelitian ini menyoroti penggunaan teknologi algoritmik untuk memprediksi risiko pengulangan tindak pidana atau recidivism risk prediction tools dalam sistem peradilan pidana. Kajian tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin membuka peluang pemanfaatan sistem berbasis data dalam mendukung proses pengambilan keputusan di bidang hukum.Dalam penelitian ini tim akademisi berupaya memahami bagaimana teknologi prediksi risiko dapat digunakan secara bertanggung jawab, tanpa mengesampingkan prinsip keadilan, perlindungan hak asasi manusia, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan sistem peradilan pidana.Melalui pendekatan perbandingan antara Indonesia dan Australia, tim peneliti turut mengkaji perbedaan sistem hukum, perkembangan regulasi, serta berbagai tantangan yang dapat muncul dalam penerapan teknologi algoritmik pada sistem peradilan pidana di kedua negara.Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan rekomendasi kebijakan mengenai penggunaan teknologi algoritmik yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, inovasi teknologi di bidang hukum dapat terus berkembang tanpa mengabaikan perlindungan hak individu dan prinsip keadilan.Bagi Vifi, keterlibatan dalam forum penelitian internasional tersebut menjadi pengalaman akademik yang penting, terutama dalam memperluas pemahaman mengenai pendekatan penelitian hukum komparatif dan interdisipliner.“Kajian yang dilakukan tidak hanya melihat teknologi dari sisi kemampuan teknis dan efisiensinya, tetapi juga mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap hak individu, kualitas pertimbangan hukum, serta kepercayaan terhadap proses peradilan,” jelasnya.Keterlibatan Vifi dalam riset internasional ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dosen FH UNG, khususnya dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan isu-isu hukum kontemporer dan perkembangan teknologi global.“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperkuat peran akademisi UNG dalam menghadirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pengembangan sistem hukum Indonesia,” pungkasnya. (**)

Rektor UNG Terima Kunjungan Kapolda Gorontalo, Perkuat Sinergi Bersama Institusi Pendidikan dan Kepolisian
04 Nov 2026
05:55 WITA

Rektor UNG Terima Kunjungan Kapolda Gorontalo, Perkuat Sinergi Bersama Institusi Pendidikan dan Kepolisian

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi perdana Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., yang diterima langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., di Kampus Kerakyatan UNG, Rabu (4/11).Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Gorontalo tersebut disambut hangat oleh Rektor UNG yang didampingi jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor hingga kepala biro. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.Dalam audiensi tersebut, kedua pimpinan institusi membahas sejumlah agenda strategis untuk memperluas ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan kepolisian. Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi pengembangan pendidikan, penguatan keamanan dan ketertiban lingkungan kampus, pencegahan radikalisme, peningkatan wawasan kebangsaan, hingga kerja sama dalam kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.,  menyambut hangat kunjungan silaturahmi Kapolda Gorontalo, sebagai langkah memperkokoh hubungan dan kerja sama kedua institusi. Menurutnya, perguruan tinggi dan kepolisian memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, serta mendukung pembentukan generasi muda yang berkualitas.“Hubungan baik antara UNG dan Polda Gorontalo telah terbangun sejak lama. Sinergi tersebut perlu terus dijaga melalui komunikasi yang intensif, koordinasi yang efektif, dan komitmen bersama untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Eduart.Kerja sama yang telah terjalin menjadi modal penting bagi kedua institusi dalam mengantisipasi maupun menangani berbagai persoalan, baik yang muncul di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Dengan dukungan dan kolaborasi yang kuat, UNG diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.Sementara itu, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Nurworo Danang, menyampaikan keterbukaan institusi kepolisian untuk terus memperkuat kerja sama dengan dunia pendidikan, khususnya Universitas Negeri Gorontalo.“Kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran hukum, memperkuat karakter kebangsaan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif bagi aktivitas akademik,” terangnya.Danang juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa, dalam mendukung upaya pemeliharaan keamanan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang menekankan pentingnya kedekatan, komunikasi, dan kolaborasi antara kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.Melalui pertemuan ini, UNG dan Polda Gorontalo diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan, sekaligus membuka peluang pengembangan program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. (**)

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja
02 Nov 2026
00:45 WITA

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjelang berakhirnya tahun kerja 2026, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong optimalisasi kinerja seluruh tenaga kependidikan (tendik) dalam menuntaskan berbagai program dan tanggung jawab di masing-masing unit kerja.Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum (BKKU) UNG, Arief Rachman Hakim Abdul, S.Pd., M.Pd., mengingatkan jajaran tendik, untuk semakin meningkatkan produktivitas dan memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.Menurut Arief, penghujung tahun menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai untuk mengevaluasi capaian pekerjaan, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai agenda yang masih berjalan. Hal ini diperlukan agar seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat dituntaskan sesuai target dan ketentuan yang berlaku.“Peningkatan kinerja tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga kualitas pelaksanaan tugas, kedisiplinan, serta tanggung jawab setiap pegawai dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan layanan universitas,” ujar Arief.Untuk mewujudkan hal tersebut, Arief mengimbau seluruh tendik agar terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan unit kerja masing-masing maupun antar unit di tingkat universitas.“Koordinasi yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi berbagai kendala pekerjaan, menyelaraskan pelaksanaan program, serta memastikan setiap tugas dapat diselesaikan secara optimal tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.Arief juga mengingatkan agar seluruh pegawai tetap menjaga semangat kerja, serta tidak menunda penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan waktu kerja yang semakin mendekati akhir tahun, setiap unit diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program melalui kerja sama dan pembagian tugas yang terarah.Melalui penguatan kinerja dan sinergi antarseluruh tenaga kependidikan, Arief berharap berbagai program kerja tahun 2026 dapat diselesaikan dengan hasil yang maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan pelaksanaan program universitas pada tahun berikutnya. (**)

Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok
02 Nov 2026
00:34 WITA

Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di kancah internasional terus menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Dr. Arfiani Rizki Paramata, S.Pi., M.Si., turut ambil bagian dalam International Symposium on Sustainable Fisheries and Aquaculture and Blue Transformation yang berlangsung dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo 2026 di Qingdao, Tiongkok.Kegiatan internasional yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Qingdao Hongdao International Convention and Exhibition Center tersebut menjadi ajang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, serta pelaku industri perikanan dari berbagai negara untuk membahas inovasi dan masa depan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.Keikutsertaan Arfiani dalam forum internasional tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan keilmuan sekaligus memperkuat jejaring akademik global, khususnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut adalah konsep Blue Transformation atau transformasi biru, sebuah pendekatan yang mendorong pengembangan sektor perikanan dan akuakultur melalui inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya perairan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.Menurut Arfiani, transformasi biru menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjawab tantangan pembangunan perikanan global. Konsep tersebut menekankan bahwa peningkatan produksi hasil perikanan perlu berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.“Melalui pendekatan ini, sektor perikanan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mendukung keberlanjutan sumber daya perairan bagi generasi mendatang,” ujarnya.Selain mengikuti simposium, kehadiran Arfiani dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo juga memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai perkembangan industri perikanan dunia. Mulai dari inovasi teknologi budidaya, pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, pengendalian mutu, hingga perkembangan perdagangan produk perikanan di pasar internasional.Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan FKTP UNG. Khususnya dalam memperkaya pembelajaran mahasiswa, mendorong inovasi penelitian, serta memperluas perspektif akademik mengenai pengelolaan potensi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.“Partisipasi dalam forum internasional ini juga menjadi peluang bagi akademisi UNG untuk membangun komunikasi, dan membuka kesempatan kolaborasi dengan akademisi maupun praktisi dari berbagai negara,” terangnya.Melalui keikutsertaan dosen pada forum ilmiah berskala internasional, Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing akademisi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.Kehadiran Arfiani di Tiongkok diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperluas peran FKTP UNG sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi sektor kelautan dan perikanan di tingkat nasional maupun global.

Lihat Semua Berita