Dongkrak Nilai Jual Rumput Laut, Tim Dosen UNG Ajarkan Teknik Pascapanen Higienis di Tolango

GORONTALO – Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan "emas hijau" bagi masyarakat pesisir Desa Tolango, Kabupaten Gorontalo Utara. Namun, potensi ekonomi yang besar ini seringkali terkendala oleh rendahnya kualitas mutu akibat proses pengolahan pascapanen yang masih tradisional.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG) turun tangan melalui program pengabdian masyarakat. Tim yang terdiri dari Faiza A. Dali, Rita Marsuci Harmain, dan Anton Kaharu ini membawa misi khusus: mengubah cara pandang nelayan dalam menangani hasil panen agar lebih produktif dan berdaya saing.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah edukasi mengenai kebersihan produk. Selama ini, banyak petani rumput laut yang menjemur hasil panen langsung di atas tanah atau pasir, yang berisiko menurunkan kualitas visual dan harga jual.
Tim pengabdian memperkenalkan teknik pengeringan yang lebih higienis menggunakan alas para-para bambu atau jaring. Dengan teknik ini, rumput laut tidak bersentuhan langsung dengan kotoran tanah, sehingga menghasilkan rumput laut kering yang bersih dan berkualitas premium.
Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menonton, tetapi langsung mempraktikkan alur kerja pascapanen yang benar, meliputi:
Pencucian & Sortasi: Memisahkan kotoran dan garam agar standar kebersihan terpenuhi.Pengendalian Kelembapan: Edukasi pentingnya menjaga kadar air selama penyimpanan untuk mencegah jamur.Manajemen Pengepakan: Cara pengemasan dan pengangkutan yang aman agar mutu tetap terjaga hingga ke tangan pembeli.
“Masyarakat kini memiliki pengetahuan yang lebih terstruktur mengenai cara menjaga kualitas rumput laut. Kami berharap perubahan kecil dalam teknik pengolahan ini dapat berdampak besar pada peningkatan nilai jual produk mereka di pasar global,” ungkap perwakilan tim pengabdian.
Kegiatan ini menegaskan peran strategis UNG dalam menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya lokal yang melimpah dengan kapasitas teknis masyarakat. Dengan penanganan pascapanen yang tertib dan berkelanjutan, Desa Tolango diharapkan dapat menjadi percontohan sentra produksi rumput laut berkualitas di Gorontalo Utara.
Ke depan, program ini diharapkan terus berlanjut dengan dukungan sarana yang lebih memadai, sehingga praktik higienis ini menjadi standar tetap bagi seluruh petani rumput laut di kawasan Teluk Tomini.




