Site Logo

Bahasa Gorontalo di Ambang Kepunahan? Inilah Strategi 'Menjemput Kembali' Identitas Budaya Kita

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
05 May 2026
14:09 WITA
381 dilihat
Bahasa Gorontalo di Ambang Kepunahan? Inilah Strategi 'Menjemput Kembali' Identitas Budaya Kita

GORONTALO – Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah rumah bagi nilai-nilai, sejarah, dan cara pandang sebuah bangsa terhadap dunia. Ketika sebuah bahasa mati, maka mati pula ingatan kolektif masyarakatnya. Pertanyaannya kini, bagaimana nasib Bahasa Gorontalo di tengah arus modernisasi yang kian kencang?

Kenyataannya, Bahasa Gorontalo kini berada di titik yang rentan. Dominasi bahasa nasional dan bahasa asing di ruang publik serta kehidupan sehari-hari membuat Bahasa Gorontalo perlahan tersingkir dari tutur kata masyarakatnya sendiri, terutama di kalangan generasi muda. Jika tidak segera "dijemput kembali", bukan tidak mungkin bahasa ini akan menjadi warisan sejarah yang hanya bisa kita baca dalam buku, bukan lagi didengar dari lisan masyarakat.

Membaca Masalah, Merumuskan Solusi

Menyadari ancaman serius tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bergerak cepat. Dipimpin oleh Prof. Dr. Dakia N. Djou, M.Hum., bersama Dr. Ellyana G. Hinta, M.Hum., dan Dr. Salam, M.Pd., mereka melakukan riset mendalam melalui skema Penelitian Fundamental Reguler 2025 yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek.

Penelitian berjudul “Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo sebagai Upaya Penyelamatan Kepunahan Bahasa Daerah di Provinsi Gorontalo” ini bukan sekadar kajian di atas kertas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan tokoh adat, guru, akademisi, hingga penutur lintas generasi, tim peneliti berhasil membedah mengapa Bahasa Gorontalo mulai kehilangan taringnya.

Diagnosa: Mengapa Bahasa Gorontalo Memudar?

Hasil riset mengungkapkan fakta yang cukup membuat kita menahan napas. Penurunan vitalitas Bahasa Gorontalo disebabkan oleh beberapa faktor sistemik:

1) Lingkungan Keluarga: Transmisi bahasa dari orang tua ke anak semakin melemah. Banyak orang tua merasa lebih bangga jika anaknya berkomunikasi dengan bahasa asing atau nasional.

2) Ruang Pendidikan: Bahasa Gorontalo belum terintegrasi secara maksimal dalam kurikulum sekolah, ditambah minimnya bahan ajar dan literatur yang memadai.

3) Dukungan Kelembagaan: Belum adanya kebijakan yang kuat dan sistematis dalam pelestarian bahasa di tingkat formal.

Strategi Holistik: Bukan Hanya Tanggung Jawab Satu Pihak

Namun, penelitian ini juga menemukan secercah harapan. Peran aktif komunitas adat, praktik budaya yang masih hidup, hingga komitmen pemerintah daerah adalah modal besar untuk revitalisasi.

Kunci dari strategi yang dirumuskan Prof. Dakia dan tim adalah pendekatan holistik. Mereka menegaskan bahwa pelestarian bahasa tidak bisa dilakukan secara parsial atau "jalan sendiri-sendiri". Strategi yang ditawarkan mencakup:

a) Sinergi Keluarga: Menjadikan rumah sebagai laboratorium bahasa pertama di mana Bahasa Gorontalo digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari.

b) Revitalisasi Sekolah: Mendorong integrasi bahasa daerah ke dalam kurikulum lokal dengan materi yang kreatif dan mudah dicerna siswa.

c) Ruang Komunitas: Memperbanyak ruang kreatif berbasis budaya agar bahasa daerah tetap relevan dengan selera zaman.

d) Regulasi Pemerintah: Mendorong kebijakan konkret yang melindungi dan mempromosikan penggunaan bahasa daerah di ruang publik dan formal.

Bahasa adalah Identitas, Mari Menjaganya

Strategi ini telah melalui proses validasi ketat bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) melalui Focus Group Discussion (FGD), sehingga apa yang dirumuskan benar-benar membumi dan aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat Gorontalo.

Hasil penelitian ini bukan hanya menjadi catatan akademik, melainkan sebuah "peta jalan" (roadmap) bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyelamatkan Bahasa Gorontalo. Pelestarian bahasa daerah adalah tugas kolektif. Sebab, ketika kita melestarikan bahasa, kita sejatinya sedang merawat jati diri kita sendiri di tengah dunia yang terus berubah.

Ikuti berita lainnya

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi
25 Jun 2026
06:38 WITA

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Rektorat UNG. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membekali para pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara profesional, kreatif, dan berdampak.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Darman, S.Kom., M.Ap., mengatakan, pembekalan tersebut diikuti oleh para pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang baru dilantik untuk periode 2026. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya memastikan setiap pengurus memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, perencanaan program kerja, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang sejalan dengan kebijakan universitas.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa, penguatan kapasitas ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan organisasi mahasiswa, yang mampu menjadi motor penggerak prestasi dan pengembangan karakter mahasiswa.Menurutnya, para pengurus perlu memahami secara menyeluruh alur pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk berbagai program yang dapat memperoleh dukungan pendanaan dari institusi. Dengan pemahaman tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk berbagai program yang dapat didukung oleh universitas. Harapannya, kepengurusan Ormawa tahun 2026 dapat tampil lebih solid dan mampu menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan bagi UNG,” ujar Amir.Tidak hanya membahas aspek administratif dan teknis organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pengurus mahasiswa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah kepemimpinan.“Diharapkan para pengurus Ormawa periode 2026 mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan budaya prestasi, memperkuat kontribusi mahasiswa, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” harap Amir. (**)

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati
25 Jun 2026
03:41 WITA

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Babak baru organisasi kemahasiswaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi dimulai. Rabu (24/6), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., secara resmi melantik seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat universitas periode 2026.  Pelantikan ini menjadi momen yang menandai lahirnya struktur kepemimpinan mahasiswa yang baru dan siap bergerak menjalankan roda organisasi.Pengurus yang dilantik terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Unit Kegiatan Khusus (UKK). Kegiatan pelantikan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor, dekan dan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni fakultas, hingga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP).Di hadapan seluruh pengurus yang baru dilantik, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang sarat makna. Bagi Rektor, jabatan yang kini disandang para pengurus bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.“Jabatan yang saat ini diemban oleh pengurus merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Seluruh roda organisasi dan kegiatan kemahasiswaan UNG kini berada di pundak seluruh pengurus Ormawa periode 2026,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mendorong seluruh organisasi kemahasiswaan untuk menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan inovatif, yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan kampus. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi melalui berbagai program kerja, kegiatan pengembangan diri, hingga aksi sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa.“Tuangkan seluruh ide kreatif dan inovasi yang dimiliki dalam program-program yang berdampak. Jadikan organisasi sebagai wadah untuk belajar memimpin, berkolaborasi, serta menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas,” tambahnya.Rektor juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi yang sangat strategis bagi universitas. Selain menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan karakter mahasiswa, Ormawa juga merupakan mitra penting kampus dalam mendukung kemajuan dan penguatan bidang kemahasiswaan. (**)

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional
25 Jun 2026
01:52 WITA

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pencapaian yang konsisten terus ditunjukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) UNG, dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten. Untuk kesekian kalinya, FK konsisten mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPPD). Keberhasilan mahasiswa profesi dokter periode V meraih 100 persen kelulusan pada UKNPPD, sebagai capaian yang menjadi indikator penting kualitas pendidikan dokter di Indonesia.Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi FK UNG dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Di tengah berbagai tantangan transformasi sistem kesehatan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga medis berkualitas, capaian tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik.Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., mengungkapkan bahwa keberhasilan mempertahankan kelulusan sempurna, merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak khususnya mahasiswa, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama menjalani pendidikan profesi dokter.“Kelulusan 100 persen ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen FK UNG dalam menyiapkan dokter-dokter berkualitas yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ujar Cecy.Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan akademik yang dilakukan secara berkelanjutan. FK UNG terus berupaya memberikan pendampingan yang maksimal kepada mahasiswa agar mampu menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik dan memenuhi standar kompetensi nasional yang telah ditetapkan.Menariknya, FK UNG bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menjadi salah satu fakultas kedokteran di wilayah Sulawesi, yang tetap mempertahankan pendekatan pembinaan akademik. Dengan mengedepankan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas, mahasiswa didorong agar dapat menyelesaikan pendidikan secara optimal, tanpa menerapkan dropout bagi mahasiswa profesi dokter akibat semester berlebih.“Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih suportif, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan kedokteran,” terangnya.Apresiasi turut diberikan oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., atas konsistensi FK UNG, dalam mempertahankan capaian kelulusan sempurna pada UKNPPD. Menurutnya, capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan FK UNG, menuju institusi pendidikan kedokteran yang semakin unggul dan berdaya saing.“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa FK UNG terus berada pada jalur yang tepat dalam menghasilkan dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Eduart.Ia menambahkan bahwa di tengah transformasi sektor kesehatan yang terus berkembang, FK UNG harus terus menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan zaman dan tantangan pelayanan kesehatan masa depan.Dengan berbagai capaian akademik yang terus ditorehkan, penguatan pendidikan profesi dokter, serta pengembangan PPDS, diharapkan FK UNGsemakin menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan kompeten di Indonesia. (**)

Perkuat Tata Kelola Keuangan, UNG Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Akun Belanja dan SOP BLU
24 Jun 2026
06:44 WITA

Perkuat Tata Kelola Keuangan, UNG Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Akun Belanja dan SOP BLU

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen untuk terus melakukan penyempurnaan tata kelola keuangan, terus dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam mewujudkan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun 2026, yang digelar di Gedung The Gade Creative Lounge, Rabu (3/6).Kegiatan yang diikuti tim kerja bidang keuangan, para bendahara dan tim Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dari seluruh unit kerja di lingkungan UNG tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan universitas agar semakin tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ketua Tim Kerja Keuangan UNG, Mukmin Dunggio, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi merupakan tindak lanjut, atas rekomendasi Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) yang disampaikan dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.Menurutnya sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNG dalam memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan setiap pengelolaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan demi mendukung kemajuan universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.“Pemutakhiran kodefikasi akun belanja dan penyempurnaan SOP keuangan menjadi kebutuhan penting untuk memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran berjalan lebih terstruktur, akurat, dan sesuai regulasi,” ujar Mukmin.Sementara itu, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi memiliki peran strategis dalam menyamakan persepsi seluruh pengelola anggaran mengenai aturan terbaru yang berkaitan dengan kodefikasi segmen akun belanja.Menurutnya, pemahaman yang seragam menjadi kunci utama agar proses pencatatan, pelaporan, hingga pelaksanaan anggaran dapat dilakukan secara benar dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.“Pengelolaan keuangan yang baik harus didukung oleh pemahaman yang sama terhadap regulasi dan mekanisme yang digunakan. Dengan demikian, transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengelolaan anggaran dapat terwujud secara optimal,” jelas Darman.Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengelola keuangan di setiap unit kerja semakin memahami perubahan dan pembaruan sistem yang diterapkan, sehingga mampu mendukung tata kelola keuangan BLU yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan institusi. (**)

Lihat Semua Berita