Site Logo

1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
09 Aug 2026
11:11 WITA
12 dilihat
1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik

GORONTALO – Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali diterjunkan ke tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, program ini diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan strategis di masyarakat.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti coaching dan pelepasan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN. Pembekalan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami tema, menyusun program kerja, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan masyarakat di desa.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Tematik Tahap II tahun ini melibatkan 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Para mahasiswa akan disebar ke 102 desa yang berada di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam tiga isu utama, yakni pencegahan narkoba, penanganan stunting, dan penguatan pangan keluarga, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” jelas Rosbin.

Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Rektor meminta mahasiswa terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing sebelum menjalankan program.

“Manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa,” pesan Eduart.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dan meninggalkan manfaat, yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.

“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang ada,” tegasnya.

Dengan waktu pengabdian selama 45 hari, ribuan mahasiswa UNG diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Tematik Tahap II 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Ikuti berita lainnya

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa
10 Aug 2026
03:22 WITA

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT, hadir untuk memberikan pembekalan kepada ribuan mahasiswa UNG, yang akan terjun melakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui progarm Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026.Dalam penyampaiannya, Rektor mengajak mahasiswa peserta KKN Tematik Tahap II untuk mengubah cara pandang terhadap KKN. Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata.Dalam arahannya, Rektor meminta mahasiswa memanfaatkan 45 hari masa pengabdian sebagai ruang untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.“Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba ilmu, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga setempat,” pesan Rektor.Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai persoalan di lokasi KKN secara objektif, kemudian merancang kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.Dalam menjalankan program kerja, mahasiswa diminta tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batas kewenangan, serta aktif berkonsultasi dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Setiap program juga harus dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan sekadar mengejar penyelesaian kegiatan.“Jangan bekerja sendiri. Jika menghadapi persoalan atau membutuhkan arahan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun LPPM. Program yang dijalankan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN,” tegasnya.Lebih dari sekadar menjalankan program, Rektor mengingatkan bahwa setiap mahasiswa KKN merupakan representasi UNG di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di desa akan turut menentukan bagaimana masyarakat memandang almamater. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, tutur kata, perilaku, serta menghormati masyarakat dan kearifan lokal yang berlaku di masing-masing wilayah.“Jaga nama baik almamater. Etika, tutur kata, perilaku, dan kemampuan menghargai masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian. Ingat bahwa selama berada di lokasi KKN, saudara-saudara adalah representasi UNG,” ujarnya.Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan KKN sebagai formalitas yang membebani. Sebaliknya, masa pengabdian harus dijalani dengan kegembiraan, semangat, dan rasa tanggung jawab."Jalani KKN dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik almamater, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Rektor.Melalui KKN Tematik Tahap II Tahun 2026, UNG berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengalaman menyelesaikan program kerja, tetapi juga membawa pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat, pengalaman memecahkan persoalan nyata, serta karakter sebagai insan akademis yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. (**)

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand
09 Aug 2026
23:31 WITA

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand

Rachmad Hidayah

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat internasional. Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UNG, berhasil meraih Juara II atau Silver Medal pada ajang 3rd International Student Competition (3rd ISC) 2026 yang berlangsung pada 8 sampai 9 Agustus 2026 di Chiang Mai University, Thailand.Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance.” Sebelumnya, Akbar bersama timnya telah dinyatakan lolos sebagai finalis kompetisi internasional tersebut. Dalam tim, Akbar bertindak sebagai Team Leader, bersama Nafaldin Subula dari Universitas Ichsan Gorontalo dan Nur Ilmi Khair dari Universitas Halu Oleo.3rd International Student Competition 2026 diselenggarakan oleh International Student Community bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari enam negara dan mencakup sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari exhibition, penjurian, presentasi final delapan besar, seminar internasional, hingga awarding ceremony.Karya yang diusung tim Akbar menghadirkan TRUST System (Transparent, Reliable, and Unified System for Tracking), sebuah sistem pelaporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk membantu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan organisasi mahasiswa.Gagasan tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan organisasi nirlaba skala kecil terhadap sistem pelaporan yang mudah diterapkan serta selaras dengan standar akuntansi non profit di Indonesia, khususnya ISAK 335. Inovasi ini sekaligus membawa isu pemberdayaan generasi muda dalam membangun tata kelola yang baik (good governance) serta mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Moh. Akbar Ibrahim. Prestasi tersebut dinilai menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UNG untuk menghasilkan gagasan inovatif sekaligus bersaing dalam kompetisi di tingkat internasional.Raflin juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi internasional merupakan bagian penting dari upaya FEB UNG memperkuat kapasitas akademik dan daya saing global mahasiswa.Komitmen tersebut sejalan dengan langkah FEB UNG yang terus mendorong mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun kompetensi melalui berbagai kegiatan internasional.Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNG, Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si., turut mengapresiasi prestasi yang diraih Akbar. Menurutnya, capaian mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.Melan menilai prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik.Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen bidang kemahasiswaan FEB UNG yang selama ini mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari pengembangan potensi dan daya saing.Dalam kompetisi tersebut, Akbar juga mendapatkan pendampingan dari Hendra Pratama Danial, S.E., M.Ak., dosen Jurusan Akuntansi FEB UNG. Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi internasional.Raihan Juara II atau Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 menjadi tambahan prestasi bagi FEB UNG sekaligus membawa nama Universitas Negeri Gorontalo ke panggung internasional.Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk terus mengembangkan gagasan, meningkatkan kompetensi, dan berani mengambil kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Warek Bidang Akademik Tegaskan Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan
06 Aug 2026
03:38 WITA

Warek Bidang Akademik Tegaskan Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman kembali ditegaskan. Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), merupakan langkah konkret universitas dalam menjalankan amanat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.Menurut Hafidz, dengan jumlah mahasiswa dan tenaga kependidikan yang mencapai puluhan ribu orang, UNG mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh sivitas akademika dapat belajar, bekerja, dan beraktivitas dalam suasana yang aman serta bebas dari segala bentuk kekerasan."Keberadaan Satgas PPKPT bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral universitas," tegasnya, sembari menambahkan bahwa kampus harus menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.Dalam kesempatan tersebut, Hafidz turut memberikan apresiasi kepada Satgas PPKPT UNG yang selama ini dinilai konsisten bekerja secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dalam setiap proses penanganan laporan.Integritas tinggi yang ditunjukkan Satgas dalam menuntaskan setiap laporan, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kepercayaan sivitas akademika terhadap sistem perlindungan yang dimiliki universitas.Guna memperkuat kelembagaan Satgas, UNG menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi bagi anggota Satgas PPKPT. Hafidz optimistis, melalui pelatihan ini kapasitas kelembagaan Satgas akan semakin kuat, adaptif, dan responsif dalam menjalankan fungsi pencegahan maupun penanganan kekerasan di lingkungan kampus.“Upaya semacam ini, menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan UNG untuk menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung terciptanya budaya akademik yang sehat dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. Satgas PPKPT, Wujud Nyata UNG Bangun Kampus Bebas Kekerasan,” tegasnya. (**)

Perkuat Kampus Aman dan Bebas Kekerasan, UNG Tingkatkan Kapasitas Satgas PPKPT
06 Aug 2026
03:34 WITA

Perkuat Kampus Aman dan Bebas Kekerasan, UNG Tingkatkan Kapasitas Satgas PPKPT

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Investigasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNG yang digelar, Rabu (5/8) di UTC Ballroom Damhil UNG.Mengusung tema "Mewujudkan Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo yang Aman, Nyaman, Inklusif, dan Bebas dari Kekerasan", kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan Satgas PPKPT dalam menjalankan tugas pencegahan, penanganan, hingga investigasi berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus.Kegiatan menghadirkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber sekaligus mitra strategis yang memberikan penguatan materi mengenai aspek investigasi dan penanganan kasus secara profesional.Ketua Satgas PPKPT UNG, Dr. Laksmyn Kadir, M.Kes., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi anggota Satgas, baik dari sisi pemahaman regulasi maupun keterampilan teknis dalam menangani berbagai dinamika kasus yang mungkin terjadi di lingkungan perguruan tinggi.Menurutnya, penguatan kapasitas menjadi kebutuhan penting agar setiap anggota Satgas mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta mengedepankan prinsip perlindungan terhadap korban."Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, untuk meningkatkan kemampuan investigasi dan penanganan kasus oleh Satgas PPKPT. Kami ingin memastikan setiap anggota memiliki kompetensi yang memadai, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkeadilan, serta berorientasi pada perlindungan seluruh sivitas akademika," ujar Laksmyn.Ia menambahkan, hingga saat ini UNG telah membangun berbagai instrumen tata kelola yang mendukung pelaksanaan tugas Satgas, mulai dari penyusunan buku pedoman hingga Standard Operating Procedure (SOP) Penanganan Kekerasan yang menjadi acuan dalam setiap proses penanganan kasus.“Kehadiran instrumen tersebut sekaligus memperkuat implementasi tata kelola perguruan tinggi yang baik serta mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas,” pungkasnya.

Lihat Semua Berita