Akreditasi Institusi Universitas Negeri Gorontalo


GORONTALO – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler UNG Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral langsung dari pimpinan universitas. Di tengah pelaksanaan ujian yang berlangsung Rabu (8/7), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti seleksi yang menjadi kesempatan terakhir untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG pada tahun akademik 2026/2027. Mereka bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur Seleksi Mandiri Reguler CBT.Saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian, Rektor Eduart tidak hanya memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta sebelum memasuki ruang ujian. Suasana hangat pun tercipta ketika rektor bercengkerama dengan sejumlah calon mahasiswa yang tampak bersiap menghadapi ujian.Dalam kesempatan tersebut, Eduart memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.“Kalian sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Saat mengerjakan soal nanti, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kerjakan setiap soal dengan tenang, percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesan Eduart kepada peserta.Menurutnya, hasil ujian CBT akan menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.“Diharapkan seluruh peserta ujian dapat memberikan performa terbaik. Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga akhir,” ujarnya.Kehadiran Rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respons positif dari para peserta. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka sebelum mengerjakan soal ujian.Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya. (**)
GORONTALO – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler UNG Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral langsung dari pimpinan universitas. Di tengah pelaksanaan ujian yang berlangsung Rabu (8/7), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti seleksi yang menjadi kesempatan terakhir untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG pada tahun akademik 2026/2027. Mereka bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur Seleksi Mandiri Reguler CBT.Saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian, Rektor Eduart tidak hanya memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta sebelum memasuki ruang ujian. Suasana hangat pun tercipta ketika rektor bercengkerama dengan sejumlah calon mahasiswa yang tampak bersiap menghadapi ujian.Dalam kesempatan tersebut, Eduart memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.“Kalian sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Saat mengerjakan soal nanti, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kerjakan setiap soal dengan tenang, percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesan Eduart kepada peserta.Menurutnya, hasil ujian CBT akan menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.“Diharapkan seluruh peserta ujian dapat memberikan performa terbaik. Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga akhir,” ujarnya.Kehadiran Rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respons positif dari para peserta. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka sebelum mengerjakan soal ujian.Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya. (**)

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (Computer-Based Test/CBT) sebagai tahapan Seleksi Mandiri Reguler Tahun 2026, Rabu (8/7). Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti ujian tersebut untuk memperebutkan kesempatan terakhir menjadi bagian dari sivitas akademika UNG pada tahun akademik 2026/2027.Pelaksanaan ujian berlangsung di Kampus UNG selama dua hari, 8–9 Juli 2026, dengan sistem seleksi berbasis komputer yang dirancang untuk menjamin proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah terdaftar secara resmi pada jalur Seleksi Mandiri CBT Reguler. Selama dua hari pelaksanaan, ujian dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya guna memastikan proses seleksi berjalan tertib dan lancar.“Sebanyak 970 peserta akan bersaing memperebutkan kuota mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri CBT yang tersebar pada 61 program studi, baik jenjang sarjana maupun vokasi. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer-Based Test untuk menjamin proses yang lebih efektif, adil, dan transparan,” jelas Hafidz.Ia menambahkan, pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas proses seleksi melalui sistem penilaian yang lebih cepat, akurat, dan objektif.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa jalur Seleksi Mandiri CBT merupakan bentuk komitmen UNG dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.Menurutnya, UNG terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang belum berhasil memperoleh kursi melalui jalur nasional, baik Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).“Seleksi Mandiri CBT menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung dengan UNG tahun ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kemampuan terbaik, serta berkompetisi secara sehat untuk menjadi bagian dari keluarga besar UNG,” ujar Eduart.Eduart menambahkan bahwa UNG tidak hanya mencari calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta potensi untuk berkembang sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.“Melalui proses seleksi ini, kami ingin menjaring generasi muda yang memiliki kualitas akademik sekaligus kepemimpinan, kreativitas, dan integritas. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya UNG dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.Pelaksanaan Seleksi Mandiri CBT menjadi tahapan akhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNG Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang kompetitif, objektif, dan berbasis teknologi, UNG berharap dapat memperoleh calon mahasiswa terbaik yang siap berkembang menjadi lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (**)

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (Computer-Based Test/CBT) sebagai tahapan Seleksi Mandiri Reguler Tahun 2026, Rabu (8/7). Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti ujian tersebut untuk memperebutkan kesempatan terakhir menjadi bagian dari sivitas akademika UNG pada tahun akademik 2026/2027.Pelaksanaan ujian berlangsung di Kampus UNG selama dua hari, 8–9 Juli 2026, dengan sistem seleksi berbasis komputer yang dirancang untuk menjamin proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah terdaftar secara resmi pada jalur Seleksi Mandiri CBT Reguler. Selama dua hari pelaksanaan, ujian dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya guna memastikan proses seleksi berjalan tertib dan lancar.“Sebanyak 970 peserta akan bersaing memperebutkan kuota mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri CBT yang tersebar pada 61 program studi, baik jenjang sarjana maupun vokasi. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer-Based Test untuk menjamin proses yang lebih efektif, adil, dan transparan,” jelas Hafidz.Ia menambahkan, pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas proses seleksi melalui sistem penilaian yang lebih cepat, akurat, dan objektif.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa jalur Seleksi Mandiri CBT merupakan bentuk komitmen UNG dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.Menurutnya, UNG terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang belum berhasil memperoleh kursi melalui jalur nasional, baik Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).“Seleksi Mandiri CBT menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung dengan UNG tahun ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kemampuan terbaik, serta berkompetisi secara sehat untuk menjadi bagian dari keluarga besar UNG,” ujar Eduart.Eduart menambahkan bahwa UNG tidak hanya mencari calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta potensi untuk berkembang sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.“Melalui proses seleksi ini, kami ingin menjaring generasi muda yang memiliki kualitas akademik sekaligus kepemimpinan, kreativitas, dan integritas. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya UNG dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.Pelaksanaan Seleksi Mandiri CBT menjadi tahapan akhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNG Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang kompetitif, objektif, dan berbasis teknologi, UNG berharap dapat memperoleh calon mahasiswa terbaik yang siap berkembang menjadi lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (**)

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, dengan kehadiran tenaga pendidik bergelar doktor. Kali ini Program Studi Keperawatan bertambah dosen bergelar doktor setelah Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J. resmi menyandang gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI).Melalui penelitian doktoralnya, Dr. Yuniar mengembangkan Model NIAR, sebuah pendekatan inovatif yang dirancang untuk menekan risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo. Model tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental mahasiswa yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, preventif, dan berkelanjutan.Model NIAR mengintegrasikan empat strategi utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Keempat komponen tersebut dirancang untuk memperkuat peran dosen, khususnya Dosen Penasihat Akademik, dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis dan responsif terhadap persoalan psikologis yang dihadapi.Melalui pendekatan tersebut, Dosen Penasihat Akademik tidak lagi hanya berperan dalam memberikan bimbingan akademik atau memantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang suportif, mengenali sejak dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri, membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme koping yang adaptif, serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Dr. Yuniar menyelesaikan pendidikan doktoral. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen UNG dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.“Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Dr. Yuniar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada bidang keperawatan jiwa. Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” ujar RektorIa berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Program Studi Keperawatan UNG, Rektor mengaku optimis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan.

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, dengan kehadiran tenaga pendidik bergelar doktor. Kali ini Program Studi Keperawatan bertambah dosen bergelar doktor setelah Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J. resmi menyandang gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI).Melalui penelitian doktoralnya, Dr. Yuniar mengembangkan Model NIAR, sebuah pendekatan inovatif yang dirancang untuk menekan risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo. Model tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental mahasiswa yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, preventif, dan berkelanjutan.Model NIAR mengintegrasikan empat strategi utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Keempat komponen tersebut dirancang untuk memperkuat peran dosen, khususnya Dosen Penasihat Akademik, dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis dan responsif terhadap persoalan psikologis yang dihadapi.Melalui pendekatan tersebut, Dosen Penasihat Akademik tidak lagi hanya berperan dalam memberikan bimbingan akademik atau memantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang suportif, mengenali sejak dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri, membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme koping yang adaptif, serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Dr. Yuniar menyelesaikan pendidikan doktoral. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen UNG dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.“Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Dr. Yuniar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada bidang keperawatan jiwa. Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” ujar RektorIa berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Program Studi Keperawatan UNG, Rektor mengaku optimis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan.

GORONTALO – Implementasi nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah daerah kembali terwujud. Bertempat di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, dilaksanakan serah terima sekaligus demonstrasi perangkat lunak inovatif LibQual Analyzer System v1.0. Produk berbasis teknologi tepat guna ini merupakan hasil hilirisasi riset dari Laboratorium Simulasi dan Komputasi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (07/07/2026).Aplikasi yang dikembangkan oleh Nurfaisal Harun, S.T., M.T., selaku Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, bersama Dosen Teknik Industri UNG, Idham H. Lahay, S.T., M.Sc., IPM., ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum untuk jenis Pemrograman Komputer.Berangkat dari Efisiensi Riset LaboratoriumPengembangan aplikasi ini merupakan respons atas kebutuhan riil mahasiswa di laboratorium. Dalam metodologi penelitian berbasis kuesioner, mahasiswa seringkali menghadapi tantangan pada fasekrusial, yaitu pilot test menggunakan 30 sampel pertama untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen pertanyaan sebelum pengambilan data inti dilakukan."Secara akademik, fase pengujian instrumen ini wajib dilewati untuk memastikan alat ukur penelitianbenar-benar valid secara statistik. Namun, proses kalkulasi manual yang cukup rumit sering kali memperpanjang durasi penyelesaian riset mahasiswa," jelas Nurfaisal.Melalui peran fungsionalnya di laboratorium, Nurfaisal merancang LibQual Analyzer sebagai solusi praktis untuk memotong kerumitan prosedur tersebut. Dengan sistem otomasi pengolahan data primer ini, mahasiswa kini dapat melewati fase uji instrumen secara lebih cepat, presisi, dan terukur.Refleksi Tugas Profesional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)Langkah pengembangan inovasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPANRB) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan. Di dalam regulasi tersebut, fungsional PLP dituntut untuk aktif dalam Sub-Unsur Pengembangan Profesi.Sistem LibQual Analyzer ini memenuhi kriteria Poin III.D dalam regulasi tersebut, yakni mengenai Penemuan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pengelolaan Laboratorium. Inovasi perangkat lunak berbasis spread sheet cerdas ini dirancang untuk mengotomasi pemisahan dimensi kualitas layanan berdasarkan parameter standar statistik parametrik, sehingga menjadi alat dukung keputusan (decision support) yang objektif di tingkat laboratorium.Adaptasi Inovasi dan Kontribusi Kemitraan EksternalPasca-perolehan sertifikat HKI, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa produk laboratorium ini dapat memberikan kemanfaatan yang lebih luas di luar lingkungan kampus. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata civitas akademika dalam mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU-5) Universitas terkait pemanfaatan hasil riset dan inovasi oleh masyarakat atau instansi pemerintah.Kebutuhan tersebut menemui momentumnya ketika Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memerlukan instrumen evaluasi yang dinamis untuk mengukur indeks kepuasan pelayanan mereka. Berdasarkan regulasi pelayanan publik, setiap instansi penyedia layanan kearsipan dan perpustakaan daerah diwajibkan melakukan penjaminan mutu dan melaporkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara berkala kepada Gubernur, Ombudsman RI perwakilan daerah, serta sebagai pemenuhan borang Akreditasi Perpustakaan.Merespons kebutuhan spesifik dan regulasi ketat yang dihadapi mitra daerah tersebut, Nurfaisal kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut pada sistem ini dengan menyisipkan fitur kalkulasi Customer Satisfaction Index (CSI). Integrasi metodologi ilmiah ke dalam aplikasi ini memberikan landasan akademis yang kuat dan akuntabel bagi dinas dalam mempertanggungjawabkan hasil evaluasi layanan kepada pemangku kepentingan.Melalui penandatangananPerjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) yang dilakukan oleh pihak Fakultas Teknik dan Program Studi S1 Teknik Industri UNG, aplikasi versi pengembangan (v1.0) ini kini resmi diadopsi sebagai alat bantu operasional dinas.Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi ini sangat membantu staf di lapangan. Struktur formula dan algoritma otomatisasi yang tertanam di dalam sistem dinilai mampu mereduksi potensi kesalahan input serta menyajikan data kepuasan masyarakat secara instan untuk keperluan standarisasi, pelaporan berkala, hingga akreditasi kelembagaan.Keberhasilan serah terima ini menegaskan kembali fungsi penting laboratorium perguruan tinggi sebagai pusat penemuan solusi yang aplikatif bagi pembangunan daerah, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara tenaga kependidikan, dosen, dan mitra eksternal mampu melahirkan produk inovasi yang berdaya guna tinggi.

GORONTALO – Implementasi nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah daerah kembali terwujud. Bertempat di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, dilaksanakan serah terima sekaligus demonstrasi perangkat lunak inovatif LibQual Analyzer System v1.0. Produk berbasis teknologi tepat guna ini merupakan hasil hilirisasi riset dari Laboratorium Simulasi dan Komputasi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (07/07/2026).Aplikasi yang dikembangkan oleh Nurfaisal Harun, S.T., M.T., selaku Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, bersama Dosen Teknik Industri UNG, Idham H. Lahay, S.T., M.Sc., IPM., ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum untuk jenis Pemrograman Komputer.Berangkat dari Efisiensi Riset LaboratoriumPengembangan aplikasi ini merupakan respons atas kebutuhan riil mahasiswa di laboratorium. Dalam metodologi penelitian berbasis kuesioner, mahasiswa seringkali menghadapi tantangan pada fasekrusial, yaitu pilot test menggunakan 30 sampel pertama untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen pertanyaan sebelum pengambilan data inti dilakukan."Secara akademik, fase pengujian instrumen ini wajib dilewati untuk memastikan alat ukur penelitianbenar-benar valid secara statistik. Namun, proses kalkulasi manual yang cukup rumit sering kali memperpanjang durasi penyelesaian riset mahasiswa," jelas Nurfaisal.Melalui peran fungsionalnya di laboratorium, Nurfaisal merancang LibQual Analyzer sebagai solusi praktis untuk memotong kerumitan prosedur tersebut. Dengan sistem otomasi pengolahan data primer ini, mahasiswa kini dapat melewati fase uji instrumen secara lebih cepat, presisi, dan terukur.Refleksi Tugas Profesional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)Langkah pengembangan inovasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPANRB) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan. Di dalam regulasi tersebut, fungsional PLP dituntut untuk aktif dalam Sub-Unsur Pengembangan Profesi.Sistem LibQual Analyzer ini memenuhi kriteria Poin III.D dalam regulasi tersebut, yakni mengenai Penemuan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pengelolaan Laboratorium. Inovasi perangkat lunak berbasis spread sheet cerdas ini dirancang untuk mengotomasi pemisahan dimensi kualitas layanan berdasarkan parameter standar statistik parametrik, sehingga menjadi alat dukung keputusan (decision support) yang objektif di tingkat laboratorium.Adaptasi Inovasi dan Kontribusi Kemitraan EksternalPasca-perolehan sertifikat HKI, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa produk laboratorium ini dapat memberikan kemanfaatan yang lebih luas di luar lingkungan kampus. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata civitas akademika dalam mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU-5) Universitas terkait pemanfaatan hasil riset dan inovasi oleh masyarakat atau instansi pemerintah.Kebutuhan tersebut menemui momentumnya ketika Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memerlukan instrumen evaluasi yang dinamis untuk mengukur indeks kepuasan pelayanan mereka. Berdasarkan regulasi pelayanan publik, setiap instansi penyedia layanan kearsipan dan perpustakaan daerah diwajibkan melakukan penjaminan mutu dan melaporkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara berkala kepada Gubernur, Ombudsman RI perwakilan daerah, serta sebagai pemenuhan borang Akreditasi Perpustakaan.Merespons kebutuhan spesifik dan regulasi ketat yang dihadapi mitra daerah tersebut, Nurfaisal kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut pada sistem ini dengan menyisipkan fitur kalkulasi Customer Satisfaction Index (CSI). Integrasi metodologi ilmiah ke dalam aplikasi ini memberikan landasan akademis yang kuat dan akuntabel bagi dinas dalam mempertanggungjawabkan hasil evaluasi layanan kepada pemangku kepentingan.Melalui penandatangananPerjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) yang dilakukan oleh pihak Fakultas Teknik dan Program Studi S1 Teknik Industri UNG, aplikasi versi pengembangan (v1.0) ini kini resmi diadopsi sebagai alat bantu operasional dinas.Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi ini sangat membantu staf di lapangan. Struktur formula dan algoritma otomatisasi yang tertanam di dalam sistem dinilai mampu mereduksi potensi kesalahan input serta menyajikan data kepuasan masyarakat secara instan untuk keperluan standarisasi, pelaporan berkala, hingga akreditasi kelembagaan.Keberhasilan serah terima ini menegaskan kembali fungsi penting laboratorium perguruan tinggi sebagai pusat penemuan solusi yang aplikatif bagi pembangunan daerah, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara tenaga kependidikan, dosen, dan mitra eksternal mampu melahirkan produk inovasi yang berdaya guna tinggi.