Site Logo

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
10 Jun 2026
08:39 WITA
553 dilihat
Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

GORONTALO – Ruang pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tampak hidup pada Jumat (6/6). Warga desa berkumpul bukan untuk rapat biasa — melainkan untuk mengikuti sesi edukasi yang menyentuh isu paling mendasar dalam kehidupan mereka: keluarga.

Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., hadir langsung ke tengah masyarakat membawa pengetahuan sekaligus semangat pengabdian dalam kegiatan bertema "Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling."

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dosen FIP UNG dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. Universitas bukan hanya tempat belajar di balik tembok kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir langsung di tengah kehidupan nyata masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi bertajuk "Hidup Berkeluarga yang Sehat" — sebuah kajian mendalam yang membahas berbagai aspek vital kehidupan keluarga, mulai dari: Pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, Membangun keluarga yang harmonis, Peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga hingga Strategi menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.

Bagi Mohamad Awal Lakadjo, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat — ia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas karakter individu dan kesehatan kehidupan sosial secara keseluruhan.

"Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud," tuturnya.

Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.

Materi yang disampaikan rupanya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi — berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar cerita tentang dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal Lakadjo berharap benih kesadaran yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi perubahan yang berkelanjutan — masyarakat yang semakin memahami pentingnya membangun keluarga harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang lebih peduli, kuat, dan berkualitas.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat relevan karena memberikan pemahaman praktis tentang cara membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab — sesuatu yang dibutuhkan namun jarang mereka dapatkan sebelumnya.

Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Program pengabdian ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif Mata Kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.

Lebih istimewa lagi, program ini melibatkan langsung mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur — menjadikannya sebuah pembelajaran berbasis pengabdian yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Ikuti berita lainnya

Perkuat Kesiapsiagaan Ibu Hamil Saat Bencana, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Latih Kader Desa Hutadaa Lewat Program BUMIL TANGGUH
24 Jul 2026
23:59 WITA

Perkuat Kesiapsiagaan Ibu Hamil Saat Bencana, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Latih Kader Desa Hutadaa Lewat Program BUMIL TANGGUH

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak kembali diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan UNG menggelar program BUMIL TANGGUH (Ibu Hamil Tangguh) di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan ibu hamil, khususnya saat terjadi bencana.Mengusung tema “Model Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan Berbasis Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana untuk Menurunkan Risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa”, kegiatan yang dipusatkan di Koperasi Desa Hutadaa ini melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat sebagai mitra utama dalam membangun sistem perlindungan ibu hamil berbasis komunitas.Program BUMIL TANGGUH dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui pelatihan tersebut, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, memberikan respons awal terhadap kondisi darurat, serta melakukan koordinasi dan rujukan secara cepat ketika diperlukan.Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG di Desa Hutadaa menjelaskan bahwa keberadaan kader kesehatan memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarganya."Melalui kegiatan BUMIL TANGGUH, kami berharap kader kesehatan di Desa Hutadaa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengenali kondisi darurat pada ibu hamil, terutama ketika terjadi bencana. Kader diharapkan mampu memberikan respons awal, membantu edukasi keluarga, serta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda kegawatdaruratan," ujarnya.Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan ini juga memperkenalkan Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana sebagai acuan praktis dalam melakukan deteksi dini, pendampingan, hingga penanganan awal terhadap ibu hamil yang berada dalam kondisi berisiko.Dosen Pembimbing Lapangan KKN Profesi Kesehatan UNG menilai bahwa pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan merupakan strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).Menurutnya, upaya menjaga keselamatan ibu hamil tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi harus diperkuat melalui keterlibatan aktif keluarga, kader, dan masyarakat."Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Dengan adanya buku panduan manajemen kegawatdaruratan ibu hamil pada situasi bencana, kader dan tenaga kesehatan memiliki acuan yang lebih terarah dalam melakukan pendampingan, deteksi dini, hingga koordinasi penanganan. Harapannya, program ini dapat membantu menurunkan risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa," jelasnya.Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai manajemen kegawatdaruratan ibu hamil, pengenalan tanda bahaya kehamilan, prosedur respons cepat, pentingnya rujukan tepat waktu, hingga peran keluarga dan kader dalam memberikan pendampingan pada situasi darurat maupun bencana. Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman antarkader dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan ibu di lingkungan masing-masing.Program BUMIL TANGGUH menjadi salah satu implementasi nyata tema KKN Profesi Kesehatan UNG Tahun 2026 yang berfokus pada optimalisasi deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi sebagai upaya percepatan penurunan AKI dan AKA. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, UNG berharap terbentuk sistem pendampingan ibu hamil yang lebih tanggap, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Perkuat Mutu Akademik, UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE
24 Jul 2026
00:52 WITA

Perkuat Mutu Akademik, UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global, melalui penguatan sistem penjaminan mutu akademik terus berupaya dilakukan UNG. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyelenggarakan Workshop dan Pendampingan Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE), bagi program studi yang diproyeksikan meraih Akreditasi Unggul tingkat nasional maupun akreditasi internasional.Kegiatan yang digagas Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) tersebut, diikuti oleh para pimpinan program studi serta tim pengembang kurikulum dari seluruh fakultas di lingkungan UNG. Workshop menjadi forum penting untuk memperkuat kapasitas program studi dalam menyusun kurikulum, yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) sesuai standar pendidikan tinggi nasional dan internasional.Ketua LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), merupakan salah satu instrumen utama dalam mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus memenuhi indikator akreditasi.Menurutnya, LPMPP berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada seluruh program studi, agar mampu merancang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan global."Workshop ini merupakan bagian dari komitmen LPMPP untuk terus mendampingi program studi dalam meningkatkan kualitas akademik. Melalui kurikulum OBE, program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terukur, relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional," jelas Elya.Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa transformasi kurikulum menuju pendekatan Outcome Based Education merupakan, langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Universitas Negeri Gorontalo.Menurutnya, kurikulum OBE tidak lagi berorientasi pada proses pembelajaran semata, tetapi menitikberatkan pada kompetensi nyata yang harus dimiliki lulusan setelah menyelesaikan pendidikan."Transformasi kurikulum OBE menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu lulusan dan daya saing program studi. Kurikulum yang dirancang dengan baik akan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ujar Hafidz.Ia berharap seluruh program studi dapat memanfaatkan workshop dan pendampingan tersebut untuk segera menyusun sekaligus mengimplementasikan kurikulum OBE yang selaras dengan indikator penilaian Akreditasi Unggul dan berbagai skema akreditasi internasional.Lebih lanjut, Hafidz menekankan bahwa pencapaian akreditasi unggul bukan sekadar memperoleh predikat, melainkan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.Melalui penyusunan kurikulum yang berkualitas, proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan, serta evaluasi yang berkesinambungan, UNG optimistis mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Tekankan Portofolio Berkualitas dan Berintegritas, UNG Bekali 43 Dosen Hadapi Proses Sertifikasi
23 Jul 2026
04:22 WITA

Tekankan Portofolio Berkualitas dan Berintegritas, UNG Bekali 43 Dosen Hadapi Proses Sertifikasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan profesionalisme dosen. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penyusunan Portofolio bagi Dosen yang Disertifikasi (DYS) Tahun 2026, yang digelar oleh Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum bekerja sama dengan Bidang Akademik, Rabu (22/7).Kegiatan ini diikuti oleh 43 dosen peserta Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang I Tahun 2026 yang telah dinyatakan lolos seleksi awal. Melalui bimbingan teknis tersebut, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan portofolio agar mampu menghadapi proses sertifikasi secara optimal.Bimtek dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sertifikasi dosen bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalisme dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi."Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesi dosen. Karena itu, seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan baik sehingga setiap dosen mampu menunjukkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak akademiknya secara objektif melalui portofolio yang disusun," ujarnya.Menurut Hafidz, dari sekitar 60 dosen yang mengikuti tahapan seleksi awal, sebanyak 43 dosen berhasil memenuhi persyaratan untuk mengikuti Sertifikasi Dosen Gelombang I Tahun 2026. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai bekal penting dalam menyusun portofolio yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sebagai asesor Sertifikasi Dosen, Hafidz juga berbagi pengalaman mengenai proses penilaian portofolio. Ia menjelaskan bahwa asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap berbagai bukti pendukung yang menggambarkan kinerja akademik dosen.Aspek yang dinilai meliputi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hingga kualitas video pembelajaran yang diunggah oleh peserta sebagai bagian dari instrumen penilaian. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menyusun portofolio secara jujur, objektif, dan sesuai kondisi nyata."Jangan pernah melebih-lebihkan capaian yang dimiliki. Kejujuran dalam mendeskripsikan pengalaman akademik justru menjadi salah satu indikator penting yang akan memberikan nilai positif dalam proses asesmen," tegasnya.Selain sesi motivasi dan penguatan, BIMTEK juga menghadirkan tim pendamping yang memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme pengisian portofolio, penyusunan deskripsi diri, hingga kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam sistem Sertifikasi Dosen.Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, Hafidz berharap seluruh peserta Sertifikasi Dosen Gelombang I Tahun 2026 mampu menyusun portofolio yang berkualitas, mencerminkan kompetensi profesional, serta berhasil memperoleh sertifikat pendidik. Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas dosen UNG dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan, Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja BLU
23 Jul 2026
04:04 WITA

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan, Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja BLU

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Penguatan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, terus dilakukan UNG, yang diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan tindak lanjut Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan ini sebagai lanjutan dari Sosialisasi Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja yang telah dilaksanakan sebelumnya.Kegiatan ini menjadi langkah strategis UNG, dalam memastikan implementasi perubahan kodefikasi akun belanja berjalan optimal di seluruh unit kerja. Selain sebagai bentuk penyesuaian terhadap rekomendasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, pemutakhiran tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan universitas secara berkelanjutan.Ketua Tim Kerja Keuangan UNG, Mukmin Dunggio, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tindak lanjut ini, merupakan bagian dari proses penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan yang terus dilakukan universitas.Menurutnya, pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja, merupakan bagian dari komitmen UNG dalam terus menyempurnakan sistem pengelolaan keuangan berbasis prinsip tata kelola yang baik.Menurut Hidayat, proses tersebut merupakan bagian dari tahapan migrasi kode akun yang dilakukan UNG sesuai arahan Kemenkeu, sehingga seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran dapat berjalan lebih terstruktur, akurat, dan selaras dengan arahan ."Pemutakhiran kodefikasi akun belanja merupakan kebutuhan penting agar sistem pengelolaan keuangan semakin tertata baik. Dengan penyesuaian ini, seluruh proses administrasi keuangan diharapkan berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.Hidayat menambahkan bahwa berdasarkan hasil penilaian Kementerian Keuangan, tata kelola keuangan UNG saat ini telah menunjukkan capaian yang baik. Oleh karena itu, berbagai langkah penyempurnaan, termasuk sosialisasi dan implementasi perubahan kodefikasi akun, menjadi upaya menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan institusi. (**)

Lihat Semua Berita