Site Logo

Indikator Kinerja Utama (IKU)

default
Redaksi
25 Feb 2026
04:33 WITA
Indikator Kinerja Utama (IKU)

Indikator Kinerja Utama Universitas Negeri Gorontalo tahun 2021 disusun sebagai kontrak kinerja baik dengan Kemdikbudristek dan juga Kemenkeu mengingat UNG sebagai Badan Layanan Umum

Download Capaian IKU semster 1 tahun 2021

Download Capaian IKU Tahun 2021

Download Capaian IKU Tahun 2022

Download Capaian IKU Tahun 2023

Download Capaian IKU Tahun 2024

Download Capaian IKU Tahun 2025

Download Capaian IKU Tahun 2026

Ikuti berita lainnya

Mahasiswa KKN-PK UNG Olah Jeruk Nipis Jadi Aromaterapi untuk Bantu Redakan Kecemasan Ibu Hamil
04 Sep 2026
05:37 WITA

Mahasiswa KKN-PK UNG Olah Jeruk Nipis Jadi Aromaterapi untuk Bantu Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal, melalui pemanfaatan jeruk nipis menjadi aromaterapi roll-on. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis, untuk membantu menciptakan rasa rileks dan mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan.Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pembuatan Aromaterapi Jeruk sebagai Terapi Nonfarmakologis untuk Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan.”Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alam, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengolah kulit jeruk nipis, menjadi minyak atsiri yang kemudian diformulasikan sebagai produk aromaterapi roll-on.Minyak atsiri jeruk nipis diketahui memiliki kandungan senyawa aromatik, termasuk limonene, yang berpotensi memberikan efek relaksasi. Aroma segar yang dihasilkan diharapkan dapat membantu, menciptakan suasana nyaman bagi ibu hamil dalam menghadapi masa menjelang persalinan.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc., mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata upaya mahasiswa, mentransformasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan produk tepat guna dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia di masyarakat,” ujarnya.Menurutnya pemanfaatan jeruk nipis sebagai bahan baku aromaterapi, juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan baru. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk berbasis bahan lokal tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro masyarakat.Kepala Desa Tolotio bersama pengurus PKK menyambut positif inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN-PK UNG. Selain memberikan alternatif pemanfaatan bahan alam, keterampilan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif masyarakat.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari proses persiapan bahan baku hingga pengemasan produk. Kulit jeruk nipis segar terlebih dahulu dipilah dan dicuci bersih, kemudian dipotong kecil atau diparut tipis untuk membantu melepaskan kandungan minyak atsiri.Bahan selanjutnya diproses melalui distilasi uap. Uap air panas dialirkan melewati bahan untuk melepaskan molekul minyak atsiri. Campuran uap minyak dan air kemudian dialirkan menuju kondensor hingga mengalami proses pengembunan.Hasil kondensasi selanjutnya ditampung dan dipisahkan untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak yang diperoleh kemudian diformulasikan menggunakan minyak pembawa seperti virgin coconut oil dengan memperhatikan formulasi yang sesuai untuk penggunaan pada kulit.Setelah proses formulasi selesai, produk dimasukkan ke dalam botol roll-on berukuran 10 ml sehingga lebih praktis, higienis, dan mudah digunakan.Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK UNG berupaya menghadirkan model pengabdian yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal seperti jeruk nipis diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Tolotio. (**)

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi, Buka Peluang Karier Bagi Mahasiswa dan Alumni
04 Sep 2026
05:33 WITA

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi, Buka Peluang Karier Bagi Mahasiswa dan Alumni

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen dalam memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), gencar dilakukan UNG sebagai bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan PT Hasjrat Abadi.Kesepahaman tersebut mencakup sinergitas penyelenggaraan dunia usaha dan dunia industri, melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas ruang bagi UNG dan PT Hasjrat Abadi, untuk saling mendukung dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan sumber daya manusia.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyambut positif terjalinnya kemitraan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan dunia industri menjadi langkah penting, untuk memastikan mahasiswa dan alumni memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang pengembangan karier.“Kerja sama ini tentu kita sambut dengan baik. Terlebih PT Hasjrat Abadi memberikan kesempatan dan peluang bagi mahasiswa maupun alumni, untuk bergabung dan mengisi sejumlah posisi strategis di perusahaan,” ujar Amir.Ia pun mendorong para alumni UNG untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai salah satu pintu masuk dalam membangun karier profesional.Amir menegaskan, keberadaan UNG tidak hanya berorientasi pada proses pendidikan di dalam ruang kelas, tetapi juga berupaya membuka akses dan kesempatan bagi mahasiswa serta alumni untuk memasuki dunia kerja.“Manfaatkan kesempatan ini untuk memulai karier masa depan. UNG ingin memastikan bahwa proses pendidikan yang dijalani mahasiswa, dapat terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang secara profesional,” tambahnya.Komitmen tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti PT Hasjrat Abadi melalui pelaksanaan rekrutmen program Management Trainee (MT). Program tersebut menjadi salah satu jalur akselerasi karier atau fast track yang dirancang secara intensif selama tujuh bulan, untuk mendidik lulusan baru agar siap mengisi posisi strategis mulai dari supervisor hingga kepala cabang.Langkah ini menjadi bentuk konkret dari kerja sama UNG dan PT Hasjrat Abadi dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri. Bagi mahasiswa dan alumni, kemitraan tersebut tidak hanya membuka peluang untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memberikan akses menuju pengembangan karier di lingkungan perusahaan. (**)

UNAIR Siap Bantu Pembinaan Program Studi Kebidanan UNG
03 Sep 2026
12:23 WITA

UNAIR Siap Bantu Pembinaan Program Studi Kebidanan UNG

Rachmad Hidayah

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) menyatakan kesiapan untuk membantu pembinaan Program Studi Kebidanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Hal tersebut disampaikan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., dalam sambutannya pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan UNG di Universitas Airlangga pada Kamis, 3 September 2026.Prof. Muhammad Madyan mengatakan, pembahasan mengenai dukungan terhadap Program Studi Kebidanan UNG sebelumnya telah dijajaki melalui komunikasi antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo.“Tentu saja pada kesempatan ini, kemarin sudah ada omongan-omongan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, di mana hal ini peran Universitas Airlangga untuk membantu Program Studi Kebidanan,” ungkapnya.Ia menyambut baik rencana tersebut dan berharap Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dapat memberikan dukungan secara optimal dalam membantu pembinaan Program Studi Kebidanan UNG.“Saya menyambut baik ini dan mudah-mudahan juga Bapak Ibu sekalian, dalam hal ini terutama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, itu bisa optimal dalam membantu pembinaan kepada Program Studi Kebidanan ini,” tuturnya.Dukungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kolaborasi antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam bidang kesehatan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi UNG untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama dengan UNAIR merupakan bagian dari upaya UNG untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas.“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” ujar Prof. Eduart Wolok.Ia mengatakan, UNAIR telah melalui proses transformasi yang menjadikannya sebagai salah satu perguruan tinggi besar. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang penting bagi UNG.“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” tuturnya.Prof. Eduart mengungkapkan bahwa Fakultas Kedokteran UNG masih relatif muda dan baru berusia sekitar tujuh tahun. Karena itu, UNG perlu terus belajar agar dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.“Kerja sama hari ini memang, kami takut salah melangkah. FK kami sendiri baru 7 tahun, tapi alhamdulillah,” ungkapnya.Menurut Prof. Eduart, MoU dengan UNAIR menjadi sarana dan upaya bagi UNG untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelasnya.Ia berharap kerja sama yang dirintis tersebut dapat menjadi awal bagi UNAIR untuk membantu UNG terus tumbuh dan berkembang, termasuk melalui dukungan dalam pembinaan Program Studi Kebidanan.“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ujarnya.Rektor UNG juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga atas kesediaannya membangun kerja sama dengan UNG.“Terima kasih pada Universitas Airlangga, terima kasih Pak Rektor atas kesediaannya,” tutupnya.

UNAIR dan UNG Perkuat Komitmen Pengembangan Reputasi Global melalui Double Degree dan Kolaborasi Akademik
03 Sep 2026
12:19 WITA

UNAIR dan UNG Perkuat Komitmen Pengembangan Reputasi Global melalui Double Degree dan Kolaborasi Akademik

Rachmad Hidayah

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat komitmen untuk mengembangkan kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk membangun reputasi global UNG melalui program joint double degree, studi fast track dari jenjang sarjana (S1) ke magister (S2), kolaborasi riset, serta program menulis. Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNAIR dan UNG di Universitas Airlangga Kamis, 3 September 2026.Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada Fakultas Kedokteran, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai fakultas dan program studi lain.“Tidak hanya FK sebenarnya, ada fakultas-fakultas lain kita bisa bekerja sama. Yang kemarin kita sudah menjajaki berdasarkan omongan kita, Bapak Rektor. Itu ada Fakultas Ekonomi dan program magister. Ada Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Science Manajemen dan sebagainya. Yang mungkin kedepannya bisa kita kerjasamakan,” ungkapnya.Menurut Prof. Muhammad Madyan, kerja sama tersebut dapat diarahkan pada pengembangan program double degree. Ia berharap skema tersebut tidak hanya dikembangkan antara perguruan tinggi di Indonesia dan perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga dapat diinisiasi antarsesama perguruan tinggi di Indonesia.“Kerja sama ini mungkin saya mengharapkan ada double degree, misalnya. Jadi double degree itu tidak hanya antara universitas di dalam negeri, dalam hal ini Indonesia, dengan di luar negeri. Tetapi kita juga untuk menginisiasi double degree ini perlu juga kita double degree antar sesama universitas yang ada di Indonesia,” jelasnya.Dalam diskusi bersama jajaran UNG, UNAIR juga menyatakan komitmennya untuk membantu UNG membangun reputasi global melalui pengembangan joint double degree. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik lintas institusi, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan daya saing lulusan.Selain joint double degree, dukungan UNAIR juga diarahkan pada pengembangan studi fast track, yakni jalur percepatan dari jenjang S1 ke S2. Skema ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dalam waktu yang lebih efisien, sekaligus memperkuat kesinambungan pengembangan akademik di UNG.Komitmen kolaborasi juga mencakup bidang riset. UNAIR dan UNG berpeluang mengembangkan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas dosen dan peneliti. Melalui kolaborasi tersebut, UNG diharapkan dapat memperluas kontribusinya dalam jejaring akademik nasional dan global.Dalam diskusi tersebut, UNAIR juga menawarkan program menulis sebagai bagian dari dukungan kelembagaan atau corporate social responsibility (CSR) UNAIR untuk UNG. Program ini diarahkan untuk membantu sivitas akademika UNG meningkatkan kemampuan menulis akademik, publikasi ilmiah, dan produksi karya pengetahuan yang dapat memperkuat visibilitas serta reputasi institusi.Prof. Muhammad Madyan juga menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Universitas Negeri Gorontalo merupakan kehormatan bagi Universitas Airlangga sekaligus momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara kedua perguruan tinggi.“Kolaborasi antar perguruan tinggi ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas melalui sinergi dan kekuatan bersama. Penandatanganan MoU atau perjanjian kerja sama antara Universitas Airlangga dengan Universitas Negeri Gorontalo hari ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan bahwa UNAIR merupakan salah satu contoh terbaik dalam melihat bagaimana sebuah perguruan tinggi dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi besar melalui proses transformasi.“Kalau mau bicara tentang transformasi perguruan tinggi, bagaimana dia tumbuh berkembang menjadi besar, itu salah satu contoh yang paling baik adalah Airlangga,” ujar Prof. Eduart Wolok.Menurutnya, proses transformasi yang dilakukan UNAIR menjadi pembelajaran penting bagi UNG. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk pengembangan program akademik, riset, publikasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.“Airlangga berubah dengan prosesnya sendiri. Tentu suatu hal yang tidak bisa disimpan sendiri oleh Airlangga,” tuturnya.Prof. Eduart mengatakan, UNG menyadari bahwa masih perlu terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Karena itu, MoU dengan UNAIR menjadi salah satu sarana dan upaya UNG untuk mewujudkan peningkatan tersebut.“Kami tahu kami harus terus belajar untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kami dan MoU hari ini tentu menjadi sarana dan upaya kami untuk mewujudkan itu,” jelasnya.Ia berharap kerja sama yang dirintis melalui penandatanganan MoU tersebut dapat menjadi awal bagi UNG untuk terus tumbuh dan berkembang, termasuk melalui dukungan UNAIR dalam membangun reputasi global.“InsyaAllah saya berharap betul apa yang kita rintis, kita mulai hari ini akan menjadi awal Airlangga membantu UNG untuk terus tumbuh,” ungkapnya.Penandatanganan MoU UNAIR dan UNG menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Selain penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerja sama tersebut mencakup peluang pengembangan joint double degree, studi fast track dari S1 ke S2, kolaborasi riset, serta program menulis sebagai bagian dari komitmen dan dukungan UNAIR melalui skema CSR untuk membantu UNG meningkatkan kapasitas akademik dan membangun reputasi global.

Lihat Semua Berita