Site Logo

Webinar SIGAP NUSA Tekankan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Hadapi Bencana

Siaran PersUNG Berdampak
Rachmad Hidayah
17 Jun 2026
05:08 WITA
410 dilihat
Webinar SIGAP NUSA Tekankan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Hadapi Bencana

Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo menyelenggarakan Webinar Kebencanaan SIGAP NUSA (Sinergi Generasi Adaptif Penanggulangan Bencana Nusantara) dengan tema “Dari Gorontalo untuk Indonesia: Membangun Tenaga Kesehatan yang Adaptif, Responsif, dan Tanggap Bencana.” Kegiatan yang digelar secara daring pada Minggu 14 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 808 peserta dari 122 instansi di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bagian dari komitmen FK UNG dalam bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan yang menjadi salah satu keunggulan institusi.

“Webinar kebencanaan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNG dan IDI Wilayah Gorontalo. FK UNG menyelenggarakan kegiatan ini karena keunggulan FK UNG adalah kegawatdaruratan dan bencana,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para pemateri yang hadir merupakan mitra yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan FK UNG dalam berbagai program pengembangan kapasitas kebencanaan.

“Partisipasi pemateri pada hari ini adalah rata-rata yang sudah menjalin kerja sama dengan FK UNG,” katanya.

Menurut Zuhriana, FK UNG selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai respons kebencanaan di Provinsi Gorontalo maupun daerah lain. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian institusi dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.

“Beberapa kegiatan FK yang sudah dilaksanakan untuk memberikan kontribusi pada kebencanaan yaitu turun serta dalam segala tanggap darurat bencana di Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.

Ia berharap materi yang disampaikan dalam webinar dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, khususnya tenaga kesehatan.

“Kami dari panitia sangat berharap materi ini menjadi edukasi bagi seluruh masyarakat, terutama bagi tenaga kesehatan yang bisa mampu nantinya akan lebih siap menghadapi bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan kebutuhan penting, terutama bagi generasi muda.

“Tentu, terkait dengan tanggap bencana ini merupakan sebuah kebutuhan buat kita terutama juga generasi muda saat ini. Kenapa dikatakan demikian, karena berkali-kali kita sudah diingatkan pada saat ketika ada bencana, baik itu di Gorontalo atau wilayah Indonesia, kita menunjukkan penyikapan untuk mengatasi bencana dengan baik. Tetapi untuk waspada terhadap bencana itu terkadang yang harus lebih kita tingkatkan. Artinya bagaimana kita merespon, kita mempersiapkan terutama mulai dari segi peringatan dan sebagainya. Tentu ini perlu untuk terus diingatkan dan dibangun kesadaran ini terkait dengan kesadaran untuk tanggap bencana karena jauh lebih baik kita sudah bisa mempersiapkan diri sebelum bencana itu datang daripada ketika saat bencana sudah datang, tentu effort-nya akan lebih besar,” ujar Eduart.

Menurutnya, kegiatan edukatif seperti webinar memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat.

“Lewat kegiatan webinar seperti ini tentu akan memberikan pemahaman keilmuan dan wawasan buat kita semua terkait penyikapan kita terhadap bencana. Karena lazimnya bencana pasti sudah didahului dengan pertanda, peringatan dan sebagainya. Kemudian bagaimana pola atau alur kita menyikapi terhadap bencana itu, ini yang memang harus lebih terus kita share ke semua pihak agar kita siap,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perubahan iklim global menyebabkan pola bencana semakin dinamis dan sulit diperkirakan, sehingga diperlukan respons yang lebih adaptif dari seluruh elemen masyarakat.

“Karena sebagaimana kita ketahui dengan perubahan iklim yang sedang melanda dunia saat ini, terkadang bencana itu bisa datang dengan tiba-tiba dan juga tidak sebagaimana siklus yang lazimnya kita perhitungkan. Tentu dengan dinamika kebencanaan seperti ini, dibutuhkan respon dari kita juga yang lebih adaptif terhadap dinamika bencana yang saat ini kita hadapi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eduart juga menyoroti kontribusi FK UNG dalam berbagai misi kemanusiaan dan penanganan bencana di tingkat nasional.

“Kita ketahui bersama Fakultas Kedokteran UNG juga menitikberatkan keunggulannya terhadap tanggap kedaruratan bencana dan itu sudah kita tunjukkan dengan ikut berpartisipasi secara aktif di berbagai musibah bencana yang terjadi di wilayah Indonesia, bahkan kemarin sampai ke Aceh pun kita ikut terlibat. Tentu ini merupakan bentuk respon positif daripada FK UNG dan juga Universitas Negeri Gorontalo terhadap kondisi kebencanaan,” ungkapnya.

Ia berharap webinar ini menjadi awal dari kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang lebih luas terkait kebencanaan.

“Dan ke depan tentu dengan adanya webinar yang saya yakin ini bukan webinar yang terakhir tetapi ini merupakan awal dari sharing-sharing kita ke depan terkait penyikapan kita akan kebencanaan ini menjadi sangat penting. InsyaAllah dengan ini kita bisa lebih responsif adaptif terhadap bencana dan tentunya tujuan akhirnya selain membantu pemulihan lebih cepat, tetapi yang tidak kalah penting adalah memitigasi korban kebencanaan yang lebih minim, tentu itu harapan kita semua,” tutupnya.

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Budiman, SKM., M.Kes., Ketua Lembaga Kemanusiaan dan Tanggap Bencana PB IDI dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B., serta Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo Dr. Andri Wijaya Bidang S.Si., M.Si.

Materi yang disampaikan mencakup penguatan sistem tenaga cadangan kesehatan, peran organisasi profesi dalam respons kemanusiaan, hingga potensi ancaman gempa bumi dan tsunami di Gorontalo. Para pemateri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta literasi kebencanaan sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko korban dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.


Ikuti berita lainnya

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026
15 Sep 2026
06:16 WITA

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Langkah 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menempuh pendidikan tinggi, mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima buku tabungan dan ATM tersebut, merupakan penerima beasiswa KIP-K UNG yang diterima melalui jalur SNBT dan SNBP.Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.“Bantuan biaya hidup tersebut kami salurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan. Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti,” ujar Taufiq.Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.“Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pesannya.Dengan diterimanya KIP Kuliah kata Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya. Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. (**)

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan
14 Sep 2026
06:29 WITA

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan

Rachmad Hidayah

Gorontalo — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”.Melalui tema tersebut, mahasiswa mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta merancang sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.Rancangan mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu tersebut berangkat dari hasil survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan tersebut telah dipaparkan mahasiswa pada FGD pertama kepada OPD terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.Pada FGD kedua yang dilaksanakan pada 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan.Di samping itu, untuk pengelolaan persampahan pesisir, mahasiswa mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.Dengan demikian, material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan permukiman dan perairan laut.Integrasi desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah, dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata.Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, mahasiswa menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan, yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali
11 Sep 2026
05:05 WITA

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali

Abdul Wahid Rauf

Memantau perjalanan akademik mahasiswa kini semakin mudah. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyempurnakan layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan menghadirkan fitur akses khusus bagi orang tua atau wali mahasiswa untuk mengetahui perkembangan studi anaknya secara lebih mudah dan terintegrasi.Untuk memperoleh akses tersebut, orang tua atau wali terlebih dahulu perlu mengajukan permohonan pembuatan akun SIAKAD. Pengajuan dilakukan dengan mengisi formulir permohonan melalui tautan https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali. Dalam prosesnya, pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah data penting, serta menyetujui Pernyataan Pengajuan Pembuatan Akun.Setelah formulir berhasil dikirimkan, Tim UPA TIK Universitas Negeri Gorontalo akan melakukan proses pembuatan akun SIAKAD Orang Tua/Wali. Selanjutnya, setelah akun selesai dibuat, informasi akun akan dikirimkan kepada pemohon melalui WhatsApp atau email yang telah dicantumkan dalam formulir permohonan.Pengembangan fitur ini menjadi langkah UNG dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin informatif, mudah diakses, dan terintegrasi. Di sisi lain, keterlibatan orang tua atau wali diharapkan dapat semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.Melalui penyempurnaan SIAKAD secara berkelanjutan, UNG terus membangun ekosistem layanan akademik berbasis digital yang tidak hanya mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mengawal perkembangan pendidikan mahasiswa.

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa
11 Sep 2026
03:45 WITA

Fitur Terbaru SIAKAD UNG, Hadirkan Akses Orang Tua untuk Pantau Perkembangan Studi Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo terus melakukan pengembangan layanan digital, untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik. Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) adalah, fitur akses bagi orang tua/wali mahasiswa untuk memantau perkembangan studi anaknya.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menuturkan Informasi akademik yang dapat dipantau oleh orang tua/wali meliputi semester yang sedang ditempuh dan status akademik mahasiswa, termasuk status cuti, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Indeks Prestasi Semester (IPS), jumlah Satuan Kredit Semester (SKS), nilai mata kuliah, serta persentase kehadiran dalam perkuliahan.Dengan informasi tersebut, orang tua/wali dapat mengetahui perkembangan studi mahasiswa dari semester ke semester. Data IPK dan IPS memberikan gambaran mengenai capaian akademik, sedangkan informasi jumlah SKS dan nilai mata kuliah dapat membantu melihat progres penyelesaian beban studi. Sementara itu, informasi persentase kehadiran dapat menjadi salah satu indikator, dalam memantau partisipasi mahasiswa pada proses pembelajaran.“Fitur ini dirancang sebagai akses informasi atau read only. Artinya, orang tua/wali hanya diberikan kewenangan untuk melihat informasi akademik yang tersedia, dan tidak memiliki akses untuk menambah, mengubah, menghapus, maupun melakukan transaksi terhadap data akademik mahasiswa,” terangnya.Menurutnya pembatasan tersebut menjadi bagian penting, dalam menjaga keamanan dan integritas data akademik. Seluruh proses akademik yang membutuhkan perubahan atau persetujuan tetap, dilakukan melalui mekanisme dan kewenangan yang telah ditetapkan bagi mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, maupun unit terkait.“Pengembangan fitur akses orang tua/wali ini juga menjadi bagian dari upaya UNG, dalam meningkatkan transparansi layanan akademik, sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa,” jelas Harto.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., mengungkapkan melalui kehadiran fitur ini, orang tua atau wali dapat memperoleh informasi perkembangan akademik mahasiswa, secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi dalam satu layanan.“Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan orang tua/wali, dalam memberikan dukungan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan di UNG,” ujarnya.Dengan SIAKAD yang terus dikembangkan, UNG kata Eduart terus berupaya menyempurnakan ekosistem layanan akademik yang semakin informatif, aman, terintegrasi, dan memberikan kemudahan tidak hanya bagi mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga bagi orang tua/wali sebagai salah satu pihak yang berperan dalam memberikan dukungan terhadap keberhasilan pendidikan mahasiswa.Untuk permohonan pembuatan akun SIAKAD untuk orang tua/wali dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali

Lihat Semua Berita