Site Logo

Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda

PenelitianSiaran Pers
Abdul Wahid Rauf
04 Jun 2026
02:21 WITA
693 dilihat
Waspada Ketika Wajab Tiba-Tiba Membeku, Riset Fakultas Kedokteran Ungkap Bahaya Bell’s Palsy yang Mengintai Di Usia Muda

Pernahkah Anda mendapati seseorang tiba-tiba kesulitan tersenyum, sudut mulut tampak mencong ke satu sisi, atau kelopak mata tidak bisa menutup sempurna? Kondisi ini bukan sekadar kelelahan otot biasa. Dalam dunia medis, gejala tersebut dikenal sebagai Bell's Palsy — kelumpuhan saraf wajah yang terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi wajah.

Kini, kondisi ini menjadi perhatian serius setelah sebuah studi deskriptif yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (2023–2025) mengungkap pola yang tak terduga: Bell's Palsy ternyata banyak menyerang penduduk di usia produktif. Temuan ini menggeser anggapan lama bahwa gangguan saraf identik dengan kelompok lanjut usia.

Bukan Penyakit "Orang Tua"

Salah satu temuan paling mengejutkan dari studi ini adalah tingginya prevalensi Bell's Palsy pada kelompok usia 20–29 tahun, yakni mencapai 38,5% dari seluruh kasus yang tercatat. Angka ini jauh melampaui kelompok usia lainnya dan memicu diskusi ilmiah yang serius mengenai peran gaya hidup modern sebagai faktor risiko.

Para ahli berpendapat bahwa generasi muda masa kini rentan karena kombinasi beberapa faktor: paparan suhu dingin yang berlebihan — baik dari pendingin ruangan maupun angin saat berkendara malam hari — serta tingkat stres tinggi yang secara kronis melemahkan sistem imun. Kondisi inilah yang diduga memicu reaktivasi virus laten, khususnya virus Herpes Simplex, yang kemudian menyerang saraf kranial ketujuh atau saraf wajah.

Data studi ini juga mencatat bahwa perempuan lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki, dengan proporsi mencapai 65,4% dari total kasus. Meski mekanisme pasti di balik perbedaan ini masih terus diteliti, fluktuasi hormonal dan perbedaan respons imun diyakini turut berkontribusi.

Mengenali Gejala Sejak Dini

Bell's Palsy tidak datang tanpa tanda. Studi ini mencatat beberapa gejala dominan yang perlu diwaspadai:

  1. Asimetri wajah — sudut mulut mencong ke satu sisi, ditemukan pada 31,4% pasien, merupakan gejala yang paling mudah dikenali secara visual.

  2. Gangguan pada mata — kesulitan menutup kelopak mata sepenuhnya dialami oleh 19,6% pasien. Bila dibiarkan, kondisi ini berisiko menimbulkan mata kering, iritasi, bahkan kerusakan kornea.

  3. Nyeri di belakang telinga — kerap muncul sebagai gejala awal sebelum kelumpuhan wajah terjadi sepenuhnya, namun sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya.

Mengenali gejala-gejala ini sejak dini adalah kunci utama keberhasilan pengobatan.

Kecepatan Penanganan Adalah Segalanya

Meskipun perubahan wajah yang mendadak kerap menimbulkan kepanikan, studi ini membawa kabar yang menggembirakan: sebanyak 65,4% pasien berhasil sembuh total. Namun, kesembuhan tersebut sangat bergantung pada satu faktor krusial — kecepatan penanganan.

Penggunaan kortikosteroid pada fase akut, yaitu dalam 72 jam pertama sejak gejala muncul, terbukti secara klinis meningkatkan peluang pemulihan secara signifikan. Sebaliknya, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan medis — terutama mereka yang lebih memilih pengobatan alternatif yang tidak berbasis bukti ilmiah — berisiko mengalami pemulihan yang tidak sempurna, bahkan kecacatan permanen pada otot wajah.

Bell's Palsy Bukan Sekadar "Masuk Angin"

Di masyarakat, Bell's Palsy masih sering disalahartikan sebagai dampak dari "masuk angin" atau terkena kipas angin langsung. Mitos ini berbahaya karena dapat menunda pasien untuk segera mencari pertolongan medis.

Secara ilmiah, Bell's Palsy adalah kondisi neurologis kompleks yang melibatkan proses peradangan pada saraf wajah. Pendekatan yang tepat bukan panik, melainkan segera bertindak: kenali gejalanya, dan pergi ke fasilitas kesehatan dalam waktu sesingkat mungkin.

Studi dari Gorontalo ini menjadi pengingat penting, khususnya bagi generasi muda Indonesia, bahwa menjaga kesehatan sistem imun — melalui pola tidur yang cukup, manajemen stres, dan perlindungan dari paparan dingin ekstrem — bukan sekadar gaya hidup sehat, melainkan bentuk nyata pencegahan gangguan saraf yang dapat mengubah kualitas hidup secara drastis.

(Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

Mahasiswa KKN UNG Perkuat Kesadaran Hukum Warga Desa Molombulahe
02 Sep 2026
01:11 WITA

Mahasiswa KKN UNG Perkuat Kesadaran Hukum Warga Desa Molombulahe

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi hukum, bertajuk “Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Molombulahe dalam Menghadapi Dinamika Regulasi Narkotika Pasca KUHP Nasional Terbaru”.Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Molombulahe tersebut, dihadiri jajaran pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, untuk memperkuat pemahaman mengenai dinamika regulasi serta aspek pencegahan tindak pidana narkotika.Pelaksanaan kegiatan turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fakultas Hukum UNG, yakni Dr. Suwitno Yutye Imran, S.H., M.H., Dr. Erman I. Rahim, S.Pd., S.H., M.H., serta Irlan Puluhulawa, S.H., M.H.DPL Dr. Suwitno Yutye Imran, S.H., M.H., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengabdian nyata sivitas akademika UNG, dalam merespons perkembangan dan pembaruan hukum pidana nasional, khususnya terkait regulasi dan penegakan hukum di bidang narkotika.Menurutnya, edukasi hukum menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku, sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika.“Melalui kegiatan ini, mahasiswa hadir untuk memberikan edukasi hukum yang komprehensif kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat semakin memahami dinamika regulasi, serta pentingnya langkah-langkah preventif dalam menghadapi persoalan narkotika,” ujarnya.Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi mahasiswa Fakultas Hukum UNG, bersama mahasiswa dari berbagai fakultas lainnya. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.Sementara itu Pemerintah Desa Molombulahe turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNG. Program sosialisasi tersebut dinilai relevan dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat, khususnya terkait ketentuan terbaru mengenai tindak pidana narkotika dalam perkembangan hukum pidana nasional.Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek hukum, tetapi juga semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini. (**)

Dua Mahasiswa UNG Sabet Juara I Duta GenRe Provinsi Gorontalo 2026
02 Sep 2026
00:53 WITA

Dua Mahasiswa UNG Sabet Juara I Duta GenRe Provinsi Gorontalo 2026

Abdul Wahid Rauf

Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo berhasil membuktikan dominasinya pada ajang Duta Genre Tingkat Provinsi Gorontalo 2026. Dua mahasiswa UNG yakni Abdul Galang Albert, mahasiswa Jurusan Kimia dan Yanti Menu, mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, berhasil merebut juara I kategori putra dan putri untuk Pemilihan Duta Genre Provinsi Gorontalo Tahun 2026.Ajang Duta GenRe merupakan program tahunan yang bertujuan mencetak generasi muda sebagai penggerak dan pelopor dalam penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, sekaligus duta yang menyuarakan isu-isu kesehatan reproduksi, pendidikan, dan pencegahan pernikahan usia dini di kalangan generasi muda.Dalam acara puncak pemilihan yang berlangsung meriah, Abdul Galang Albert dan Yanti Menu tampil mengenakan busana adat Gorontalo lengkap dengan atribut kehormatan, dan berhasil menyisihkan para peserta lain dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo untuk meraih gelar juara pertama kategori putra maupun putri.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., memberikan apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, capaian Abdul Galang Albert dan Yanti Menu menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG, memiliki potensi besar untuk bersaing dan menunjukkan kapasitas kepemimpinan di berbagai bidang.“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk tampil dan berkontribusi dalam ranah sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.Amir berharap, keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNG lainnya untuk terus mengembangkan potensi, serta berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.Lebih lanjut, ia berharap Abdul Galang Albert dan Yanti Menu mampu menjalankan amanah sebagai Duta GenRe Provinsi Gorontalo dengan sebaik-baiknya. Keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus membawa pesan-pesan positif kepada generasi muda.“Semoga keduanya dapat menjalankan peran sebagai Duta GenRe dengan baik dan menjadi pelopor dalam membangun generasi muda yang sehat, berencana, berkarakter, serta memiliki masa depan yang berkualitas,” harapnya.Keberhasilan dua mahasiswa tersebut menambah deretan prestasi yang ditorehkan mahasiswa UNG sepanjang tahun 2026. Capaian ini sekaligus menjadi bukti komitmen UNG dalam mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, maupun bangsa. (**)

Racana Nani Wartabone – Mbui Bungale Sambut Mahasiswa Baru Melalui Penerimaan Tamu Racana 2026
01 Sep 2026
01:53 WITA

Racana Nani Wartabone – Mbui Bungale Sambut Mahasiswa Baru Melalui Penerimaan Tamu Racana 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Gerakan Pramuka Dewan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale Pangkalan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membuka kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) Tahun 2026, Jumat (28/8). Mengusung tema “Bersatu dalam Karya, Menyambut Jejak Baru di Racana”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal, berproses, serta mengembangkan potensi diri melalui organisasi kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi.Penerimaan Tamu Racana menjadi salah satu tahapan penting, dalam proses pembinaan anggota baru Gerakan Pramuka di tingkat perguruan tinggi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan organisasi Racana, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, kebersamaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.Mengusung semangat kebersamaan dan karya, PTR 2026 difokuskan pada penguatan soliditas antaranggota, penanaman nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, serta pembekalan orientasi kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi. Para calon anggota diharapkan mampu menjadikan Racana sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menghadirkan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan yang produktif.Pembina Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale UNG, Dr. Rustam I. Husain, S.Ag., M.Pd. dalam arahannya menekankan pentingnya peran kepramukaan di perguruan tinggi, dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, loyalitas, serta kepedulian terhadap masyarakat.Menurutnya, Penerimaan Tamu Racana bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi proses awal dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi muda yang siap berkarya.“Penerimaan Tamu Racana bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah awal dalam penempaan karakter, kepemimpinan, dan wadah untuk melahirkan karya-karya produktif,” ungkapnya.Ia berharap kehadiran calon anggota baru dapat membawa energi positif, serta semangat baru bagi perkembangan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale UNG.“Melalui kegiatan ini, para calon Tamu Racana diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi positif bagi organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.Kegiatan penyabutan tamu racana 2026 turut dihadiri jajaran pembina, pengurus Dewan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale, purna racana, serta puluhan mahasiswa calon anggota baru yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.Melalui penerimaan anggora baru ini, Gerakan Pramuka Pangkalan UNG diharapkan terus menjadi ruang pembinaan generasi muda kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kepedulian untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UNG Raih Tingkat Kelulusan di Atas 90 Persen untuk UKOMNAS 2026
01 Sep 2026
01:38 WITA

Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UNG Raih Tingkat Kelulusan di Atas 90 Persen untuk UKOMNAS 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pelaksanaan ujian Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Peserta Didik Profesi Apoteker (PDPA) periode 2 tahun 2026, menjadi ajang pembuktian Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Apoteker UNG. Pada ujian yang mengukur kompetensi komprehensif calon apoteker tersebut, prodi pendidikan profesi apoteker menorehkan pencapaian membanggakan dengan tingkat kelulusan peserta mencapai 92,3 persen.Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan proses pendidikan profesi apoteker yang dilaksanakan secara terarah, sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam memenuhi standar kompetensi sebagai calon tenaga kefarmasian profesional.Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa tingginya tingkat kelulusan tersebut, tidak terlepas dari komitmen Pendidikan Profesi Apoteker dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas.Menurutnya, penguatan kompetensi mahasiswa dilakukan melalui berbagai proses, mulai dari pembelajaran akademik, pengembangan kompetensi klinis, pembimbingan, hingga persiapan menghadapi tahapan evaluasi kompetensi profesi.“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, dukungan para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker,” ungkapnya.Keberhasilan tersebut, lanjut Hartono, semakin memperkuat komitmen FOK untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas.Sementara itu Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., turut memberikan apresiasi, atas capaian tingkat kelulusan mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker pada UKOMNAS kali ini.Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika, untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran dan layanan akademik, khususnya dalam menyiapkan lulusan profesi kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.“Profesi apoteker memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, lulusan Profesi Apoteker UNG harus memiliki kompetensi yang kuat, menjunjung tinggi etika profesional, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pelayanan kefarmasian,” ujar Eduart.Melalui proses pembelajaran yang memadukan penguatan teori, praktik, pengalaman klinis, serta evaluasi kompetensi, UNG terus berupaya menyiapkan calon apoteker yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjalankan peran profesional dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (**)

Lihat Semua Berita