Site Logo

UNG Peroleh Akreditasi A Institusi

Abdul Wahid Rauf
23 Feb 2018
11:10 WITA
5.098 dilihat
UNG Peroleh Akreditasi A Institusi

Rektor: Akreditasi Hasil Karya Kita Bersama

 

 


GORONTALO – Target Universitas Negeri Gorontalo dalam mewujudkan akreditasi institusi terbaik benar-benar terwujud. Berdasarkan hasil visitasi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi beberapa waktu lalu, mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A.


“Alhamdulillah informasi hasil penilaian akreditasi melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), akreditasi UNG yang sebelumnya B naik menjadi terakreditasi A,” ungkap Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, saat diwawancarai via telepon selulernya, Kamis (22/2),.


Kesuksesan UNG dalam mewujudkan target akreditasi A kata Rektor, merupakan buah kerja keras dari seluruh civitas akademika UNG, yang sangat komitmen dan bahu membahu melakukan berbagai persiapan mulai dari penyiapan borang hingga proses visitasi oleh asesor.


Pencapaian tersebut bisa dicapai UNG dengan usaha yang tidak gampang, bahkan bisa dikatakan penuh perjuangan dan berdarah-darah. Karena untuk akreditasi tersebut banyak yang dilakukan sejak 2 tahun terakhir untuk menggenjot kualitas UNG, agar bisa layak mengemban akreditasi A tersebut.


“Ini merupakan pencapaian luar biasa seluruh warga kampus UNG dan patut kita syukuri, karena akreditasi menjadi indikator penting kualitas perguruan tinggi. Dengan perolehan akreditasi A, maka kualitas kita bisa setara dengan Perguruan Tinggi ternama lainnya,” jelasnya.


Pencapaian akreditasi UNG juga tidak lepas dari dukungan pihak luar kampus, baik itu meliputi masyarakat alumni, Mitra maupun Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota. Karena menurut Rektor pencapaian akreditasi merupakan buah karya bersama UNG dengan seluruh pihak yang terlibat didalamnya.


“Tugas selanjutnya adalah menjaga pencapaian akreditasi A UNG, serta mengedepankan pengembangan inovasi, geliat internasionalisasi kampus dengan terus berupaya meningkatkan kualitas agar lebih baik setiap tahunnya. akreditasi ini harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga kampus untuk lebih berkarya,” pungkasnya. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Melalui Kegiatan Pengabdian, Mahasiswa UNG Perkuat Eliminasi TBC Lewat Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis
27 Jul 2026
01:37 WITA

Melalui Kegiatan Pengabdian, Mahasiswa UNG Perkuat Eliminasi TBC Lewat Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Langkah Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan di masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Puskesmas Talaga Jaya, dan Pemerintah Desa Luwoo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG menggelar kegiatan Tracking TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Luwoo, Kamis (23/7).Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer berbasis masyarakat melalui edukasi, deteksi dini, serta peningkatan kesadaran warga terhadap tuberkulosis yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban kasus tinggi di Indonesia.Pelaksanaan program mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PK Desa Luwoo, yakni Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed., Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep. Kehadiran para dosen memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai kaidah ilmiah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya terlibat dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.Melalui penyuluhan yang dilakukan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara penularan tuberkulosis, gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan sejak dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan sampai tuntas. Edukasi juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penyintas TBC, agar masyarakat tidak ragu memeriksakan diri ketika mengalami gejala."Pengetahuan masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC. Karena itu kami berupaya memberikan edukasi yang mudah dipahami, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala," jelas Taufik.Selain penyuluhan, mahasiswa turut mendampingi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas Talaga Jaya, dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, hingga skrining kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi, dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional.Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan UNG menjadi model sinergi yang efektif dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer."Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan program pemerintah dalam mempercepat penemuan kasus TBC, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan di masyarakat. Pendekatan promotif dan preventif seperti ini menjadi langkah penting, untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat," ujarnya.Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pencegahan tuberkulosis maupun faktor risiko penyakit tidak menular. (**)

Mahasiswa KKN-PK UNG Luncurkan SIGAP KIA, Inovasi Digital Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Datahu
27 Jul 2026
01:26 WITA

Mahasiswa KKN-PK UNG Luncurkan SIGAP KIA, Inovasi Digital Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Datahu

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi bagi masyarakat, kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK). Mahasiswa KKN-PK UNG memperkenalkan SIGAP KIA (Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) berbasis website sebagai inovasi digital, untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan ibu hamil dan anak di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Seminar Awal KKN-PK yang berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu, Rabu (22/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pendataan kesehatan masyarakat, sekaligus menyosialisasikan program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian.Seminar turut dihadiri pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis data.Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Datahu menjelaskan bahwa SIGAP KIA dirancang sebagai sistem informasi berbasis website yang memudahkan proses pendataan ibu hamil, pemantauan kondisi kehamilan, serta memperkuat koordinasi antara bidan desa, kader kesehatan, dan pemerintah desa."Melalui SIGAP KIA, kami ingin membantu pemerintah desa dan tenaga kesehatan melakukan pemantauan ibu hamil secara lebih sistematis. Sistem ini dipadukan dengan pendampingan melalui home visit sehingga ibu hamil yang memiliki risiko tinggi dapat terdeteksi lebih dini dan segera memperoleh penanganan yang tepat," jelasnya.Lebih dari sekadar aplikasi digital, SIGAP KIA juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa akan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan mengenai penggunaan sistem informasi tersebut, sehingga proses pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil dapat terus berjalan secara berkelanjutan setelah program KKN berakhir.Selain menghadirkan inovasi digital, mahasiswa KKN-PK UNG juga menyiapkan berbagai program promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program tersebut meliputi kerja bakti lingkungan, edukasi pemilahan sampah, sosialisasi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), senam hipertensi, cek kesehatan gratis (CKG), hingga sosialisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) sebagai upaya pencegahan hipertensi dan diabetes melitus.Pemerintah Desa Datahu menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN-PK UNG beserta inovasi yang mereka bawa. Menurut pemerintah desa, SIGAP KIA merupakan terobosan yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pemanfaatan teknologi digital.Program tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pendataan, mempercepat deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil.

Perkuat Kesiapsiagaan Ibu Hamil Saat Bencana, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Latih Kader Desa Hutadaa Lewat Program BUMIL TANGGUH
24 Jul 2026
23:59 WITA

Perkuat Kesiapsiagaan Ibu Hamil Saat Bencana, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Latih Kader Desa Hutadaa Lewat Program BUMIL TANGGUH

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak kembali diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan UNG menggelar program BUMIL TANGGUH (Ibu Hamil Tangguh) di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (24/7), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan ibu hamil, khususnya saat terjadi bencana.Mengusung tema “Model Pemberdayaan Kader dan Tenaga Kesehatan Berbasis Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana untuk Menurunkan Risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa”, kegiatan yang dipusatkan di Koperasi Desa Hutadaa ini melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat sebagai mitra utama dalam membangun sistem perlindungan ibu hamil berbasis komunitas.Program BUMIL TANGGUH dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui pelatihan tersebut, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali tanda bahaya kehamilan, memberikan respons awal terhadap kondisi darurat, serta melakukan koordinasi dan rujukan secara cepat ketika diperlukan.Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG di Desa Hutadaa menjelaskan bahwa keberadaan kader kesehatan memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarganya."Melalui kegiatan BUMIL TANGGUH, kami berharap kader kesehatan di Desa Hutadaa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengenali kondisi darurat pada ibu hamil, terutama ketika terjadi bencana. Kader diharapkan mampu memberikan respons awal, membantu edukasi keluarga, serta segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda kegawatdaruratan," ujarnya.Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan ini juga memperkenalkan Buku Panduan Manajemen Kegawatdaruratan Ibu Hamil pada Situasi Bencana sebagai acuan praktis dalam melakukan deteksi dini, pendampingan, hingga penanganan awal terhadap ibu hamil yang berada dalam kondisi berisiko.Dosen Pembimbing Lapangan KKN Profesi Kesehatan UNG menilai bahwa pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan merupakan strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).Menurutnya, upaya menjaga keselamatan ibu hamil tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi harus diperkuat melalui keterlibatan aktif keluarga, kader, dan masyarakat."Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Dengan adanya buku panduan manajemen kegawatdaruratan ibu hamil pada situasi bencana, kader dan tenaga kesehatan memiliki acuan yang lebih terarah dalam melakukan pendampingan, deteksi dini, hingga koordinasi penanganan. Harapannya, program ini dapat membantu menurunkan risiko Angka Kematian Ibu dan Anak di Desa Hutadaa," jelasnya.Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai manajemen kegawatdaruratan ibu hamil, pengenalan tanda bahaya kehamilan, prosedur respons cepat, pentingnya rujukan tepat waktu, hingga peran keluarga dan kader dalam memberikan pendampingan pada situasi darurat maupun bencana. Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman antarkader dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan ibu di lingkungan masing-masing.Program BUMIL TANGGUH menjadi salah satu implementasi nyata tema KKN Profesi Kesehatan UNG Tahun 2026 yang berfokus pada optimalisasi deteksi dini dan pendampingan kehamilan risiko tinggi sebagai upaya percepatan penurunan AKI dan AKA. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, UNG berharap terbentuk sistem pendampingan ibu hamil yang lebih tanggap, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Perkuat Mutu Akademik, UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE
24 Jul 2026
00:52 WITA

Perkuat Mutu Akademik, UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global, melalui penguatan sistem penjaminan mutu akademik terus berupaya dilakukan UNG. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menyelenggarakan Workshop dan Pendampingan Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE), bagi program studi yang diproyeksikan meraih Akreditasi Unggul tingkat nasional maupun akreditasi internasional.Kegiatan yang digagas Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) tersebut, diikuti oleh para pimpinan program studi serta tim pengembang kurikulum dari seluruh fakultas di lingkungan UNG. Workshop menjadi forum penting untuk memperkuat kapasitas program studi dalam menyusun kurikulum, yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes) sesuai standar pendidikan tinggi nasional dan internasional.Ketua LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), merupakan salah satu instrumen utama dalam mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus memenuhi indikator akreditasi.Menurutnya, LPMPP berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada seluruh program studi, agar mampu merancang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan global."Workshop ini merupakan bagian dari komitmen LPMPP untuk terus mendampingi program studi dalam meningkatkan kualitas akademik. Melalui kurikulum OBE, program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terukur, relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional," jelas Elya.Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa transformasi kurikulum menuju pendekatan Outcome Based Education merupakan, langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Universitas Negeri Gorontalo.Menurutnya, kurikulum OBE tidak lagi berorientasi pada proses pembelajaran semata, tetapi menitikberatkan pada kompetensi nyata yang harus dimiliki lulusan setelah menyelesaikan pendidikan."Transformasi kurikulum OBE menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu lulusan dan daya saing program studi. Kurikulum yang dirancang dengan baik akan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ujar Hafidz.Ia berharap seluruh program studi dapat memanfaatkan workshop dan pendampingan tersebut untuk segera menyusun sekaligus mengimplementasikan kurikulum OBE yang selaras dengan indikator penilaian Akreditasi Unggul dan berbagai skema akreditasi internasional.Lebih lanjut, Hafidz menekankan bahwa pencapaian akreditasi unggul bukan sekadar memperoleh predikat, melainkan menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya mutu secara berkelanjutan.Melalui penyusunan kurikulum yang berkualitas, proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian lulusan, serta evaluasi yang berkesinambungan, UNG optimistis mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Lihat Semua Berita