UNG Matangkan Kesiapan OSCE Apoteker, APTFI Visitasi Gedung OSCE Center FOK

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas pendidikan profesi kesehatan melalui peningkatan sarana pembelajaran dan evaluasi kompetensi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Visitasi Gedung OSCE Center Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG untuk mendukung penyelenggaraan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Apoteker, yang dilaksanakan pada Senin (18/5).
Visitasi ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kesiapan Gedung OSCE Center FOK UNG sebagai fasilitas pelaksanaan ujian kompetensi profesi apoteker yang memenuhi standar nasional. Melalui kegiatan tersebut, UNG menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan apoteker profesional, kompeten, dan siap bersaing.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., serta tim visitor dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) yang terdiri atas Dr. apt. Lis Wahyuningsih, M.Si. dan apt. Abd. Malik, M.Sc., Ph.D.
Dalam proses visitasi, tim APTFI melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek pendukung pelaksanaan OSCE, mulai dari kesiapan ruang ujian, kelengkapan sarana dan prasarana, perangkat pendukung, alur pelaksanaan ujian, hingga kesesuaian fasilitas dengan standar penyelenggaraan OSCE profesi apoteker.
Visitasi tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penyempurnaan berbagai fasilitas yang telah disiapkan UNG, sehingga proses ujian kompetensi nantinya dapat berlangsung secara objektif, terstandar, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa universitas memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas pendidikan profesi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik.
"UNG mendukung penuh visitasi Gedung OSCE Farmasi ini, terutama dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk kelangsungan ujian OSCE Apoteker di FOK UNG. OSCE merupakan bagian penting dalam mengukur kompetensi calon apoteker, sehingga fasilitas pendukungnya harus benar-benar memenuhi standar," ujar Abdul Hafidz.
Menurutnya, keberadaan fasilitas yang representatif akan mendukung terciptanya sistem evaluasi kompetensi yang berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lulusan profesi kesehatan UNG.
Sementara itu, Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa visitasi dari APTFI menjadi bagian dari proses peningkatan mutu yang terus dilakukan fakultas dalam mengembangkan pendidikan profesi apoteker.
"Visitasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh sarana pendukung OSCE memenuhi standar yang ditetapkan. Kami siap menindaklanjuti setiap masukan dan rekomendasi dari tim visitor sebagai bagian dari komitmen FOK UNG dalam menghadirkan pendidikan profesi apoteker yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi lulusan," jelas Hartono.
Ia menambahkan, keberadaan Gedung OSCE Center tidak hanya menjadi fasilitas penunjang proses pembelajaran, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam memperkuat reputasi FOK UNG sebagai institusi pendidikan kesehatan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan dunia profesi.





