UNG Beri Penghargaan Operator Terbaik, Apresiasi Garda Terdepan Layanan Akademik

GORONTALO – Di balik kelancaran layanan akademik dan akurasi data perguruan tinggi, terdapat peran penting para operator program studi yang bekerja memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja tersebut, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) memberikan penghargaan kepada operator terbaik semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Supriadi Masi, S.Si., operator dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai Operator Terbaik kategori putra. Sementara itu, penghargaan kategori putri diraih oleh Nopita Panani, S.H., operator dari Fakultas Teknik.
Kepala BAKP UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap kontribusi besar tenaga kependidikan, khususnya operator program studi, dalam mendukung tata kelola akademik yang berkualitas.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap operator yang menunjukkan kualitas layanan akademik dan pengelolaan data yang unggul. Peran operator sangat strategis dalam memastikan tata kelola akademik berjalan secara akurat, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Darman.
Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator penting. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan dan akurasi pengelolaan data akademik, ketepatan waktu pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), penguasaan sistem informasi akademik, kualitas pelayanan kepada sivitas akademika, kontribusi terhadap pengembangan layanan, hingga kedisiplinan dan integritas kerja selama Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan para operator program studi. Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas layanan akademik tidak hanya ditentukan oleh dosen dan pimpinan, tetapi juga oleh tenaga kependidikan yang bekerja di balik layar.
“Prestasi ini menunjukkan pentingnya peran operator dalam mendukung layanan akademik yang profesional dan berbasis data,” terang Hafidz.
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.



