Ubah Air Hujan Jadi Berkah, Mahasiswa UNG Luncurkan KKN Tematik di Desa Modelidu

GORONTALO – Air hujan yang sering dianggap hanya sebagai limpasan air di permukaan, kini akan diubah menjadi sumber daya berharga di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memulai aksi nyata melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan mengusung misi besar: "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Air Hujan."
Program yang direncanakan berlangsung selama 45 hari ini menjadi jawaban strategis terhadap tantangan ketahanan air di wilayah tersebut. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si dan Achmad Nur Fahry Machmud, S.T., M.Si., mahasiswa tidak sekadar melakukan pengabdian, tetapi juga berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen air mandiri.
Mengapa Pemanfaatan Air Hujan Penting?Banyak masyarakat belum menyadari bahwa air hujan, jika dikelola dengan sistem yang tepat (Rainwater Harvesting), dapat menjadi solusi cadangan air bersih yang efektif, terutama saat musim kemarau.
Sistem ini bekerja dengan menangkap air hujan dari atap, menyalurkannya melalui talang, dan menyimpannya di tangki penampungan yang telah disaring. Pemanfaatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada air tanah, tetapi juga membantu mencegah banjir akibat limpasan air hujan yang berlebihan.
Melalui tema besar tersebut, tim mahasiswa KKN UNG fokus pada beberapa pilar utama:
1) Peningkatan Kesadaran: Mengedukasi masyarakat tentang potensi dan kualitas air hujan sebagai sumber air bersih.2) Penerapan Teknologi Tepat Guna: Mendampingi warga dalam membangun sistem penampungan dan filtrasi air hujan yang sederhana namun berkelanjutan.3) Manajemen Air Adaptif: Melatih warga untuk lebih adaptif menghadapi tantangan ketersediaan air di masa depan melalui manajemen sumber daya lokal.4) Optimalisasi Lingkungan: Memanfaatkan potensi lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Modelidu.
Bagi para mahasiswa, KKN ini bukan hanya tentang kewajiban akademik. Ini adalah "laboratorium lapangan" di mana ilmu teknik, lingkungan, dan sosiologi yang mereka pelajari di kelas diuji langsung untuk menyelesaikan masalah nyata.
DPL, Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si, menekankan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam berkolaborasi dengan warga adalah inti dari keberhasilan program. "Mahasiswa dituntut untuk mampu menerjemahkan konsep teknis menjadi pengetahuan praktis yang mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat Desa Modelidu," ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan pendekatan berbasis solusi, program KKN Tematik ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya kemandirian air di Desa Modelidu, sekaligus menjadi model percontohan bagi desa-desa lain dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan air yang cerdas.





