Transformasi Skripsi Menjadi Karya Ilmiah, FIP Resmi Luncurkan Sinta Ready Class

GORONTALO – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan langkah progresif dalam memangkas jarak antara tugas akhir mahasiswa dengan dunia publikasi ilmiah. Pada Senin (14/4/2026), FIP UNG resmi membuka "Sinta Ready Class Batch #1: Scientific Writing for SINTA Journal Tahun 2026" di Aula FIP UNG.
Program ini bukan sekadar pelatihan penulisan biasa, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk membekali mahasiswa semester 8 agar mampu mengubah data penelitian mereka menjadi naskah artikel yang layak terbit di jurnal bereputasi terindeks SINTA.
Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa paradigma "sekadar lulus" harus ditinggalkan. Di era kompetitif saat ini, rekam jejak publikasi menjadi mata uang baru bagi seorang lulusan.
"Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Publikasi ilmiah adalah nilai tambah yang vital. Bahkan, kita dorong agar capaian publikasi tertentu dapat direkognisi sebagai pengganti skripsi dengan bobot SKS yang setara," tegas Prof. Arwildayanto.
Dalam program intensif yang berlangsung selama lima hari (14–20 April 2026) ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan cara menulis, tetapi juga membangun "identitas akademik". Kepemilikan skor SINTA dan ID Scopus menjadi fokus utama, karena hal tersebut merupakan modal dasar bagi mahasiswa yang ingin meniti karier sebagai akademisi atau dosen di masa depan.
Peserta yang merupakan mahasiswa pilihan—mereka yang telah lulus seminar proposal dan memiliki data penelitian—dituntut untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang ketat 14 April: Pelatihan dan orientasi, 15 April: Workshop penulisan (writing workshop), 16–17 April: Pendampingan intensif naskah, 18–19 April: Review artikel oleh pakar, dan 20 April: Finalisasi dan submit naskah ke jurnal.
Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya budaya riset yang kuat di lingkungan FIP UNG. Dengan mewajibkan komitmen untuk melakukan submit artikel di akhir kegiatan, mahasiswa didorong untuk memiliki mentalitas peneliti yang tangguh.





