Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital, Mahasiswa Magang UNG Gelar Workshop Inovatif

GORONTALO – Menghadapi tantangan pendidikan di era digital, para pengajar di Yayasan SMP Al-Hidayah Islamic School Gorontalo tak mau ketinggalan. Melalui inisiasi mahasiswa magang Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG), sebuah workshop bertajuk “Peningkatan Keterampilan Mengajar di Era Digital” sukses digelar sebagai bagian dari program MBKM.
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi momentum bagi para guru untuk "mengintip" masa depan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
Workshop ini terasa istimewa dengan kehadiran para narasumber kompeten dari UNG, di antaranya Prof. Dr. Sayama Malabar, M.Pd., Dr. Sitti Rachmi Masie, S.Pd., M.Pd., serta pakar lainnya. Mereka membedah berbagai strategi pembelajaran inovatif dan pentingnya adaptasi teknologi agar guru tetap relevan dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha.
Fokus utama pembahasan adalah bagaimana teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi menjadi jembatan untuk meningkatkan kreativitas dalam menyusun perangkat ajar yang efektif.
Salah satu sorotan utama dalam workshop ini adalah pengenalan aplikasi Curipod. Melalui media digital ini, para guru diajak mempraktikkan langsung cara menciptakan suasana kelas yang komunikatif. Para peserta terlibat aktif menjawab tantangan, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide kreatif secara real-time di layar perangkat mereka.
Penggunaan Curipod membuktikan bahwa media digital mampu memantik motivasi siswa jika dikelola dengan cara yang menyenangkan.
“Semoga aplikasi ini bermanfaat bagi para guru dalam meningkatkan kualitas media pembelajaran, sehingga proses belajar siswa menjadi lebih menarik dan bermakna,” ujar Ayu Hidayanti Ali, S.Pd., M.Pd., salah satu pemateri dalam sesi tersebut.
Antusiasme terlihat jelas dari interaksi dua arah yang dinamis sepanjang acara. Bagi mahasiswa magang UNG, kegiatan ini adalah bentuk pengabdian nyata sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sementara bagi pihak sekolah, workshop ini menjadi amunisi baru untuk meningkatkan kualitas pengajaran.





