Site Logo

Teknologi Ohmic untuk Nira Aren: Riset Ungkap Pengaruh Penyimpanan, Tegangan, dan Pengawet Alami

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
23 Apr 2026
13:00 WITA
685 dilihat
Teknologi Ohmic untuk Nira Aren: Riset Ungkap Pengaruh Penyimpanan, Tegangan, dan Pengawet Alami

Nira aren (Arenga pinnata) merupakan komoditas penting yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku gula merah dan berbagai produk turunannya. Namun, sifatnya yang mudah mengalami fermentasi membuat nira cepat menurun kualitasnya, terutama jika tidak segera diolah setelah penyadapan.

Permasalahan ini menjadi fokus dalam penelitian berjudul “Ohmic Processing of Arenga pinnata Sap: Determining the Interaction Effects of Storage Time, Voltage Gradient, and Natural Preservatives” yang dilakukan oleh Purnama Ningsih S. Maspeke, Salengke, Junaedi Muhidong, dan Andi Dirpan.

Penelitian ini mengkaji bagaimana teknologi pemanasan ohmik dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas nira melalui pengaturan waktu penyimpanan, gradien tegangan listrik, serta penggunaan pengawet alami.

Dalam penelitian tersebut, nira aren diproses menggunakan metode ohmic heating, yaitu teknik pemanasan yang memanfaatkan aliran listrik langsung ke dalam bahan. Metode ini memungkinkan pemanasan berlangsung lebih cepat dan merata dibandingkan cara konvensional, sehingga berpotensi menekan kerusakan kualitas bahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyimpanan menjadi faktor yang sangat menentukan kualitas nira. Semakin lama nira disimpan sebelum diproses, semakin besar kemungkinan terjadinya fermentasi yang berdampak pada perubahan rasa, warna, dan komposisi kimia. Selain itu, gradien tegangan listrik dalam proses ohmic juga terbukti memengaruhi hasil pengolahan. Tegangan yang tepat mampu mempercepat pemanasan secara efisien tanpa merusak kandungan penting dalam nira, sedangkan pengaturan yang kurang optimal dapat menurunkan mutu produk.

Penelitian ini juga menyoroti peran pengawet alami dalam memperlambat proses fermentasi. Penggunaan bahan alami tidak hanya membantu menjaga kualitas nira, tetapi juga menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan kimia sintetis.

Temuan penting dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berinteraksi. Kombinasi antara waktu penyimpanan yang singkat, tegangan listrik yang optimal, dan penggunaan pengawet alami terbukti mampu menghasilkan kualitas nira yang lebih baik secara signifikan dibandingkan perlakuan tunggal. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan menjaga mutu nira aren sangat bergantung pada sinergi antara proses penyimpanan, teknologi pemanasan, dan bahan tambahan alami.

Secara praktis, hasil penelitian ini membuka peluang bagi pelaku usaha gula aren dan industri berbasis nira untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperpanjang umur simpan bahan baku. Penerapan teknologi ohmic yang tepat juga berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi.

Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teknologi pengolahan pangan, tetapi juga memperkuat pemanfaatan komoditas lokal melalui pendekatan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. (Artikel penelitian dapat dilihat melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
11 Aug 2026
01:21 WITA

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.Materi yang dikemas dengan judul “Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika” ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang diwakili Kepala seksi penyidikan pidana khusus Rafid Mufti Humolungo, S.H., Selasa (11/8).Dalam pemaparannya, Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” ujar Rafid di hadapan ribuan mahasiswa baru.Ia membeberkan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, hingga penyalahgunaan dana organisasi. Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimipin masa depan.Lebih lanjut, Rafid mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi. Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari.Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menuturkan upaya menyelipkan materi antikorupsi dalam PKKMB, menjadi bentuk komitmen Kampus Kerakyatan UNG  dalam mendidik serta melahirkan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berintegritas.“Pendidikan anti korupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa sejak mereka menapaki dunia kampus. Pendidikan anti korupsi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif,” pungkasnya. (**)

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG
11 Aug 2026
00:28 WITA

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., hadir di tengah-tengah kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), untuk menyambut mahasiswa baru UNG tahun akademik 2026-2027, Senin (10/8).Dihadapan para mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting, bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di UNG, adalah dambaan banyak masyarakat. Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar UNG.“Kesempatan tersebut dapat disyukuri oleh mahasis baru, salah satu cara yakni dengan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan akademik untuk menempa ilmu, membentuk karakter, dan mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan, kemudia menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Rektor.Di lingkungan pendidikan tinggi khususnya UNG, memiliki regulasi akademik yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menjalankan aktifitas akademik sesuai ketentuan berlaku, serta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.“Dalam menempuh pendidikan di kampus tentunya perjalanan kuliah tidak selalu mulus, akan ada dinamika, tantangan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Namun yang perlu diingat, setiap tantangan yang kalian lalui akan menempa pribadi yang lebih kuat. Proses ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberi kontribusi di masa mendatang,” ujarnya.Sebagai mahasiswa baru, Rektor mewanti-wanti untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan.“Selamat memulai perjalanan kalian di kampus kerakyatan UNG, doa saya selalu menyertai ribuan mahasiswa baru agar sukses meraih cita-cita melalui UNG kampus kita tercinta,” pungkas Rektor. (**)

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus
10 Aug 2026
06:04 WITA

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebagai langkah awal dalam menjalani aktivitas di lingkungan Kampus, Universitas Negeri Gorontalo memberikan pembekalan terkait kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pembekalan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin (10/8).Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan PKKMB sebagai wadah pengenalan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik serta tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki mahasiswa. Ini juga sekaligus sebagai langkah awal pembinaan mahasiswa baru, agar siap mengikuti proses pendidikan tinggi secara aktif, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab.“PKKMB ini diikuti oleh 5166 mahasiswa baru, yang berasal dari 27 Provinsi di Indonesia. Kegiatan akan berlangsung selama 5 hari mulai 10-14 Agustus 2026,” ujar Zulkarnain.Teknis pelaksanaan PKKMB kata Zulkarnanin, akan dilaksanakan mulai di tingkat universitas maupun fakultas. Selama pembekalan mahasiswa baru akan dibekali dengan nilai-nilai penting, yang akan menopang perjalanan akademik mereka selama mengikuti perkuliahan di UNG.“Adapun  materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di indonesia, Perguruan Tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, muatan lokal dan kearifan lokal di Kawasan Teluk Tomini,” jelasnnya.Sementera itu Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menekankan pentingnya mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada PKKMB akan sangat penting, sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan.“Kehidupan kampus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan masa sekolah. Karena itu, diperlukan pembekalan khusus agar mahasiswa baru memahami pola kehidupan di lingkungan kampus, sistem pembelajaran, serta berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang akan dijalani selama masa studi,” ujar Rektor.Untuk itu Eduart berpesan agar seluruh mahasiswa baru dapat menuntaskan seluruh rangkaian PKKMB, karena menjadi momen penting untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan belajar yang berbeda. Terlebih dalam kegiatan ini memberi gambaran bagaimana mahasiswa baru, akan menempuh perjalanan akademik dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan kampus selama empat tahun ke depan. (**)

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG
10 Aug 2026
05:12 WITA

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menyambut 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih dari 11 fakultas tersebut kini sah menjadi bagian dari keluarga besar "Kampus Kerakyatan" UNG setelah menjalani prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka.Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan di lingkungan universitas.Dalam pidato sambutannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNG. Para mahasiswa yang dikukuhkan merupakan kandidat terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi.“Jalani kehidupan di lingkungan kampus dengan penuh suka cita. Tujuannya adalah memperkuat kualitas dan kompetensi individu, sehingga kelak dapat memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rektor UNG.Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sekadar rutinitas menempuh pendidikan tinggi. Status ini membawa amanah besar untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah kedisiplinan, serta menjaga fokus selama menempuh perjalanan akademik.“Kesempatan emas mengecap pendidikan di UNG ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh mahasiswa baru melalui kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," harapnyaSebagai mahasiswa baru, Rektor berharap untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan. (**)

Lihat Semua Berita