Site Logo

Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKN-PK UNG Edukasi PHBS untuk Siswa Sekolah Dasar

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
28 Jul 2026
03:01 WITA
285 dilihat
Tanamkan Gaya Hidup Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKN-PK UNG Edukasi PHBS untuk Siswa Sekolah Dasar

GORONTALO – Membangun generasi yang sehat tidak hanya dimulai dari layanan kesehatan, tetapi juga dari kebiasaan baik yang ditanamkan sejak usia dini. Semangat inilah yang diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG Desa Balahu, melalui kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa SDN 4 Tibawa, Senin (27/7).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN-PK, dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah. Dengan sasaran anak-anak usia sekolah dasar, mahasiswa berupaya menanamkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang penuh semangat, para mahasiswa menyampaikan materi mengenai berbagai praktik PHBS yang sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Edukasi mencakup pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, mahasiswa mengemas kegiatan secara interaktif. Siswa diajak berdiskusi, menjawab berbagai pertanyaan, hingga mempraktikkan langsung kebiasaan hidup bersih dan sehat yang telah dipelajari. Pendekatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, sekaligus mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi.

Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan semangat, terutama saat praktik mencuci tangan yang benar serta permainan edukatif yang mengajak mereka mengenali kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator Desa KKN-PK Desa Balahu menuturkan bahwa pendidikan mengenai PHBS di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Terlebih anak-anak merupakan kelompok usia yang sangat tepat, untuk diberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi bekal penting untuk mencegah berbagai penyakit sekaligus membentuk pola hidup sehat hingga dewasa," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya ingin meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

"Kami berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah. Bahkan mereka dapat menjadi contoh bagi teman dan keluarganya dalam membangun budaya hidup sehat," tambahnya.

Melalui program edukasi PHBS ini, mahasiswa KKN-PK UNG kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sejak usia dini, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat serta generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya.

Ikuti berita lainnya

Berhasil Kembangkan Kawasan Teluk Tomini, Kemenko PM Berikan Penghargaan untuk Rektor UNG pada Anugerah Mandaya Awards 2026
27 Oct 2026
08:06 WITA

Berhasil Kembangkan Kawasan Teluk Tomini, Kemenko PM Berikan Penghargaan untuk Rektor UNG pada Anugerah Mandaya Awards 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan kawasan Teluk Tomini mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menerima penghargaan sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat pada ajang Anugerah Mandaya Awards 2026, yang diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si, Selasa (27/10).Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen UNG dalam menjadikan perguruan tinggi sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Teluk Tomini. Dalam konteks tersebut, UNG berupaya mengambil peran sebagai penggerak yang menghubungkan kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan masyarakat.Komitmen tersebut sejalan dengan visi UNG sebagai The Engine of Tomini Bay, yang menempatkan pengembangan kawasan Teluk Tomini sebagai salah satu fokus strategis universitas. Melalui visi ini, UNG mendorong kontribusi sivitas akademika agar potensi kawasan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama komunitas pesisir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., menyambut baik penghargaan tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian institusi, melainkan bentuk pengakuan terhadap upaya bersama seluruh sivitas akademika UNG, dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan Teluk Tomini tidak dapat dilepaskan dari komitmen kolektif seluruh elemen universitas. Pemberdayaan masyarakat pesisir perlu terus didorong agar potensi lokal dapat memberikan nilai tambah, membuka peluang pengembangan ekonomi, serta mendukung pembangunan daerah dan nasional.“Penghargaan menjadi motivasi bagi UNG untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan masyarakat. Dengan mengedepankan peran pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kolaborasi, UNG berkomitmen menghadirkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan Teluk Tomini,” ujar Prof. Eduart.Melalui semangat The Engine of Tomini Bay, UNG terus berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan inklusif. Pengakuan melalui Mandaya Awards 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendorong perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (**)

Penelitian Dosen UNG Ungkap Teripang Hitam dari Perairan Gorontalo Punya Aktivitas Antioksidan Sangat Kuat
27 Oct 2026
02:53 WITA

Penelitian Dosen UNG Ungkap Teripang Hitam dari Perairan Gorontalo Punya Aktivitas Antioksidan Sangat Kuat

Abdul Wahid Rauf

Kekayaan hayati laut Gorontalo menyimpan potensi yang terus menarik perhatian peneliti. Salah satunya adalah teripang hitam (Holothuria atra) dari perairan Desa Lamu, yang berdasarkan penelitian sivitas akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat pada ekstrak yang menggunakan pelarut metanol.Temuan tersebut diungkap dalam penelitian berjudul “Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Teripang Hitam (Holothuria atra) dengan Pelarut Berbeda” yang dilakukan oleh Muhammad Andika, Lukman Mile, dan Iin Susilawati Lantu dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Jambura Fish Processing Journal (JFPJ), Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026, halaman 36–48, dengan DOI 10.37905/jfpj.v8i1.30150.Penelitian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengambilan dan preparasi sampel, ekstraksi menggunakan metode maserasi, pengujian fitokimia, hingga pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Sebanyak 6 kilogram teripang hitam dari perairan Gorontalo digunakan sebagai sampel. Ekstraksi dilakukan dengan tiga jenis pelarut, yakni metanol yang bersifat polar, etil asetat yang bersifat semipolar, dan n-heksan yang bersifat nonpolar.Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen yang berbeda pada setiap pelarut. Ekstrak metanol menghasilkan rendemen sebesar 45 persen, sedangkan ekstrak etil asetat sebesar 27,5 persen dan ekstrak n-heksan sebesar 32,5 persen. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa jenis pelarut berpengaruh terhadap hasil ekstraksi senyawa dari teripang hitam.Pengujian fitokimia juga menemukan variasi kandungan senyawa bioaktif pada ketiga ekstrak. Ekstrak metanol teridentifikasi mengandung flavonoid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Ekstrak etil asetat mengandung flavonoid dan alkaloid, sedangkan ekstrak n-heksan mengandung alkaloid dan fenol. Sementara itu, senyawa steroid tidak terdeteksi pada ketiga ekstrak yang diuji.Temuan paling menonjol terlihat pada pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Ekstrak metanol mencatat nilai IC50 sebesar 29,18 ppm, yang dalam penelitian ini dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Adapun ekstrak etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 76,67 ppm dan ekstrak n-heksan sebesar 68,81 ppm, yang keduanya dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan kuat.Nilai IC50 digunakan untuk menunjukkan konsentrasi ekstrak yang diperlukan untuk menghambat 50 persen aktivitas radikal bebas DPPH. Dalam pengujian ini, semakin rendah nilai IC50, semakin kuat aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh ekstrak. Hasil tersebut menempatkan ekstrak metanol sebagai ekstrak dengan aktivitas antioksidan paling tinggi di antara ketiga ekstrak yang diteliti. Peneliti juga mengaitkan temuan ini dengan keberadaan sejumlah senyawa metabolit sekunder yang teridentifikasi dalam ekstrak metanol.Penelitian ini memperlihatkan bahwa teripang hitam dari perairan Desa Lamu berpotensi menjadi objek pengembangan riset senyawa bioaktif dari sumber daya laut lokal. Potensi tersebut relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam bidang pengolahan hasil perikanan dan eksplorasi bahan alam, termasuk kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan baku untuk sektor biofarmasi. Namun, hasil pengujian laboratorium ini belum dapat langsung dijadikan bukti manfaat kesehatan pada manusia ataupun dasar klaim sebagai bahan pengobatan.Melalui penelitian ini, sivitas akademika FKTP UNG turut memperluas pengetahuan ilmiah mengenai karakteristik dan potensi teripang hitam sebagai sumber senyawa bioaktif. Kajian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa secara lebih spesifik, menguji keamanan, serta mengevaluasi potensi pemanfaatannya. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan kekayaan hayati laut Gorontalo menjadi sumber daya bernilai tambah yang didukung oleh bukti ilmiah.

UNG Kembali Dipercaya Kemendikdasmen, Siap Kawal Pelaksanaan TKA 2026
27 Oct 2026
00:46 WITA

UNG Kembali Dipercaya Kemendikdasmen, Siap Kawal Pelaksanaan TKA 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melaksanakan penyeliaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK dan sederajat Tahun 2026. Setelah terlibat dalam penyeliaan TKA pada tahun pertama pelaksanaannya, yakni 2025, UNG kembali dipercaya menjadi salah satu dari 17 perguruan tinggi negeri (PTN) yang dilibatkan dalam mendukung pemantauan pelaksanaan TKA secara nasional.Kepercayaan ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung penyelenggaraan evaluasi pendidikan nasional yang profesional, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pelaksanaan TKA Tahun 2026 secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Adapun pelaksanaan tugas penyeliaan oleh UNG mengikuti jadwal dan penugasan yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen. Dalam pelaksanaan tersebut, tim penyelia bertugas memantau jalannya ujian, memastikan proses pengawasan berjalan sesuai prosedur, serta mendukung koordinasi dengan pengawas dan pihak-pihak terkait.Rektor Universitas Negeri Gorontalo melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., selaku Penanggung Jawab Teknis pelaksanaan penyeliaan TKA di UNG, menegaskan komitmen universitas untuk menjalankan amanah tersebut secara profesional dan penuh tanggung jawab.“Kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada UNG sebagai salah satu perguruan tinggi penyelia TKA Tahun 2026 merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya. UNG berkomitmen mendukung pelaksanaan penyeliaan secara profesional, memastikan proses pemantauan berjalan sesuai ketentuan, serta turut menjaga kelancaran dan integritas pelaksanaan TKA,” ungkap Hafidz.Ia menambahkan bahwa keterlibatan UNG dalam penyeliaan TKA merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaan tugas ini membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, dukungan teknis, serta koordinasi yang baik agar seluruh tahapan pemantauan dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.Sementara itu, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.AP., selaku Koordinator Pelaksana Penyeliaan TKA UNG, menjelaskan bahwa kesiapan tim penyelia menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas tersebut.Untuk mendukung pelaksanaan tugas itu, UNG telah menyiapkan tim penyelia yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan. Tim ini bertugas memantau aktivitas pengawas dan peserta melalui ruang pertemuan Zoom, memastikan pelaksanaan ujian mengikuti prosedur yang ditetapkan, serta melakukan koordinasi selama kegiatan berlangsung.“Kami telah menyiapkan tim penyelia untuk mendukung pelaksanaan tugas ini. Melalui koordinasi yang terarah, pemantauan yang optimal, dan pelaksanaan tugas sesuai prosedur, kami berharap seluruh rangkaian penyeliaan TKA dapat berjalan tertib dan lancar,” jelas Darman.Keterlibatan UNG dalam pelaksanaan TKA Tahun 2026 sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Dengan dukungan pimpinan universitas, tanggung jawab teknis yang terkoordinasi, serta kesiapan tim pelaksana, UNG berkomitmen menjalankan amanah sebagai salah satu dari 17 PTN yang dipercaya mendukung penyeliaan TKA Tahun 2026 secara profesional dan bertanggung jawab.

Mahasiswa Doktor Administrasi Publik UNG Raih Young Scholars Award pada Konferensi Internasional IAPA 2026
26 Oct 2026
02:12 WITA

Mahasiswa Doktor Administrasi Publik UNG Raih Young Scholars Award pada Konferensi Internasional IAPA 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Persoalan konflik sosial di sektor pertambangan emas di Gorontalo berhasil mengantarkan mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ichsan Budiman Wantogia, bersama tim peneliti meraih Young Scholars Award dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026. Penghargaan tersebut diberikan pada konferensi yang berlangsung 21–23 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.Penghargaan ini diraih melalui karya ilmiah berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency”.Penelitian tersebut ditulis oleh Ichsan Budiman Wantogia bersama Rauf A. Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim dari Universitas Negeri Gorontalo. Capaian ini menjadi pengakuan atas kontribusi akademik peneliti UNG dalam mengangkat persoalan publik di daerah ke forum ilmiah yang lebih luas.Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Mengusung tema Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Age of Digital Transformation,” forum ini mempertemukan akademisi dan peneliti untuk berbagi hasil penelitian serta mendiskusikan tantangan tata kelola pemerintahan dan perubahan sosial di tengah transformasi digital.Penelitian yang mengantarkan tim UNG meraih penghargaan ini menyoroti penyelesaian konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango. Isu tersebut memiliki relevansi penting dalam kajian administrasi publik karena pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut hubungan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.Melalui perspektif collaborative governance atau tata kelola kolaboratif, penelitian ini mengangkat pentingnya pelibatan berbagai pihak dalam memahami dan mengembangkan mekanisme penyelesaian konflik. Pendekatan tersebut menempatkan dialog, komunikasi, pembangunan kepercayaan, dan partisipasi sebagai unsur penting dalam mempertemukan kepentingan yang berbeda. Dengan demikian, persoalan publik yang kompleks dapat dikaji melalui proses tata kelola yang membuka ruang bagi keterlibatan para aktor terkait.Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya penelitian doktoral yang berangkat dari persoalan nyata di daerah, tetapi memiliki relevansi bagi pengembangan ilmu administrasi publik secara lebih luas.”Penghargaan Young Scholars Award juga menjadi momentum bagi Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG untuk terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah,” ujarnya.Keterlibatan mahasiswa doktoral dalam forum akademik menjadi bagian penting, dari upaya membangun tradisi penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga mengkaji persoalan publik yang membutuhkan perhatian dan solusi.“Prestasi ini diharapkan memotivasi mahasiswa doktoral UNG lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, dan berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional,” harapnya.

Lihat Semua Berita