Sinergi Akademisi dan Industri, Faperta UNG Kembangkan Sorgum di Hutan Sosial Desa Totopo

GORONTALO – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah progresif dalam memperkuat sektor ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi strategis dengan PT Sorbu Agro Energi, Faperta UNG resmi meluncurkan program budidaya agroforestry sorgum di kawasan hutan sosial Desa Totopo, Kabupaten Gorontalo.
Kemitraan ini dikukuhkan lewat penandatanganan dokumen Implementasi Kegiatan Kerja Sama (IA) oleh Dekan Faperta UNG, Dr. Muhammad Mukhtar, dan Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman. Kerja sama yang akan berlangsung selama satu tahun akademik (2025-2027) ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri.
Pemilihan komoditas sorgum bukanlah tanpa alasan. Di tengah ancaman perubahan iklim, sorgum hadir sebagai "tanaman masa depan" yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap kekeringan. Tanaman ini mampu tumbuh subur di lahan marginal, menjadikannya komoditas yang ideal untuk dikembangkan di kawasan perhutanan sosial.
"Kerja sama ini menjadi wadah bagi pendidikan dan penelitian bagi civitas akademika kami. Mahasiswa bisa terjun langsung dalam praktik agribisnis riil, sementara dosen melakukan riset terapan terkait adaptasi sorgum di lahan kehutanan," ujar Dekan Faperta UNG, Dr. Ir. Muhammad Mukhtar, S.Pt., M.Agr. Sc.
Dalam program ini, pembagian peran dilakukan secara komprehensif agar tercipta ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Faperta UNG sebagai Motor Penggerak melalui Pusat Studi Ketahanan Iklim dan Perhutanan Sosial, para akademisi bertugas menyusun rencana kerja, memberikan pelatihan teknis kepada kelompok tani, serta melakukan pendampingan sistem penanaman sela (agroforestry) yang ramah lingkungan.
Sementara itu PT Sorbu Agro Energi sebagai Off-taker mitra strategis, perusahaan menjamin keberhasilan ekonomi petani dengan menyediakan sarana produksi pertanian (bibit unggul, pupuk, pestisida). Namun, peran paling krusial adalah komitmen perusahaan sebagai pembeli hasil panen (off-taker), sehingga petani memiliki kepastian harga dan pasar.
Bagi para petani di Desa Totopo, kehadiran program ini memberikan harapan baru. Kepastian ekonomi yang dijanjikan oleh pihak industri diharapkan dapat meningkatkan motivasi petani dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan.
Faperta UNG menargetkan bahwa pendampingan yang diberikan tidak hanya untuk meningkatkan produksi semata, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok tani agar lebih mandiri dan profesional dalam mengelola agribisnis.
"Kami berharap model pengembangan sorgum di Gorontalo ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi sesaat, tetapi juga dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan perhutanan sosial yang produktif sekaligus lestari," tambah Muhammad.
Dengan langkah kolaboratif ini, Faperta UNG dan PT Sorbu Agro Energi optimis dapat mengubah lahan di Desa Totopo menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan pertanian energi dan pangan yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di Indonesia.





