Riset Peneliti UNG Ungkap Peran Aset dan Kapasitas Komunitas dalam Penghidupan Berkelanjutan Suku Bajo di Teluk Tomini

Kehidupan masyarakat Suku Bajo di pesisir Teluk Tomini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan ketergantungan tinggi pada sumber daya laut. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap perubahan lingkungan, fluktuasi hasil tangkapan, hingga tekanan ekonomi yang tidak menentu.
Persoalan tersebut menjadi fokus dalam penelitian berjudul “Community Capacity Development in Optimizing Asset as a Factor for Sustainable Livelihoods of the Bajo Tribe in the Tomini Bay Coast, Gorontalo” yang dilakukan oleh Mahludin H. Baruwadi, Fitri Hadi Yulia Akib, Mohammad Zubair Hippy, Iin Susilawati Lantu, Dewi Indrayani Hamin, dan Siti Rahmatia Machieu.
Melalui penelitian ini, para peneliti mencoba memahami bagaimana berbagai aset yang dimiliki masyarakat Bajo dapat berkontribusi terhadap penghidupan berkelanjutan, serta bagaimana peran kapasitas komunitas dalam mengoptimalkan aset tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Bajo masih menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Sekitar 72 persen bekerja sebagai nelayan, dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah dan rata-rata pendapatan bulanan sekitar Rp2,73 juta. Kondisi ini mencerminkan kerentanan ekonomi yang cukup tinggi, terutama karena sumber penghidupan utama sangat bergantung pada kondisi alam yang terus berubah.
Dalam kajiannya, peneliti mengidentifikasi lima jenis aset utama yang dimiliki masyarakat, yaitu aset alam, sosial, finansial, manusia, dan fisik. Namun, tidak semua aset tersebut memiliki pengaruh yang sama terhadap penghidupan berkelanjutan. Aset alam dan aset finansial terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan, sementara aset lainnya tidak menunjukkan pengaruh langsung yang kuat.
Meski demikian, penelitian ini menemukan hal yang lebih penting. Berbagai aset tersebut ternyata dapat memberikan dampak yang lebih besar ketika didukung oleh kapasitas komunitas. Dalam hal ini, kapasitas komunitas berperan sebagai penghubung yang memperkuat hubungan antara aset yang dimiliki dengan kemampuan masyarakat untuk mencapai penghidupan yang berkelanjutan.
Kapasitas komunitas yang dimaksud mencakup kemampuan masyarakat dalam bekerja sama, memanfaatkan sumber daya, serta merespons berbagai tantangan. Secara umum, kapasitas komunitas masyarakat Bajo berada pada kategori cukup baik, yang menunjukkan adanya potensi untuk terus dikembangkan melalui berbagai intervensi seperti pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan.
Di sisi lain, penelitian ini juga menegaskan pentingnya diversifikasi ekonomi. Ketergantungan yang tinggi pada sektor perikanan dinilai berisiko dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengembangan alternatif penghidupan seperti ekowisata berbasis budaya, budidaya laut ramah lingkungan, hingga pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah menjadi langkah yang perlu didorong.
Menariknya, praktik penghidupan berkelanjutan sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa wilayah. Di Torosiaje dan Tilamuta, misalnya, masyarakat Bajo tidak hanya mengandalkan penangkapan ikan, tetapi juga mengembangkan budidaya rumput laut serta kegiatan pariwisata berbasis komunitas. Upaya ini turut disertai dengan kesadaran menjaga ekosistem laut, seperti konservasi terumbu karang.
Temuan ini menunjukkan bahwa penghidupan berkelanjutan bukan hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Penelitian ini juga menekankan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Bajo tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung penguatan kapasitas komunitas secara berkelanjutan.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kunci utama penghidupan berkelanjutan tidak hanya terletak pada ketersediaan sumber daya, tetapi pada kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif dan berkelanjutan. (Artikel penelitian dapat dilihat melalui laman berikut)





