Site Logo

Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus

Siaran Pers
Abdul Wahid Rauf
24 Sep 2026
06:24 WITA
16 dilihat
Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus

GORONTALO – Jabatan dan pangkat bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di lingkungan UNG, Selasa (22/9).

Dalam suasana khidmat, Rektor secara resmi mengukuhkan sejumlah pejabat fungsional dosen dan tenaga kependidikan. Pelantikan tersebut mencakup sejumlah jabatan fungsional tenaga kependidikan, di antaranya Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Pranata Keuangan APBN Penyelia, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, dan PLP Terampil. Sementara pada jabatan fungsional dosen, pengangkatan dilakukan untuk jenjang Lektor dan Asisten Ahli.

Dalam arahannya, Prof. Eduart menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa jabatan fungsional dan kepangkatan harus dimaknai lebih dari sekadar pencapaian karier.

Menurutnya, jabatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kontribusi yang telah diberikan kepada institusi. Karena itu, setiap pejabat fungsional dituntut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan etika.

“Bekerjalah dengan baik, jujur, dan menjunjung tinggi etika. Ketika dosen dan tendik memberikan kontribusi yang terbaik dengan cara yang benar, maka pangkat dan jenjang karier akan mengikuti dengan sendirinya,” pesan Rektor.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan seorang ASN tidak semata-mata dilihat dari gelar maupun pangkat yang melekat, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan melalui pekerjaan dan kontribusinya terhadap kemajuan lembaga.

“Bukan gelar atau pangkat yang dinilai orang, melainkan apa manfaat dan kontribusi yang kita berikan bagi kemajuan lembaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh jajaran ASN UNG untuk terus menumbuhkan empati dalam bekerja, menjaga integritas, serta menghindari orientasi kerja yang hanya berfokus pada tuntutan terhadap fasilitas. Menurutnya, kemajuan universitas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif dari seluruh sivitas akademika.

Melalui pelantikan tersebut, UNG tidak hanya menegaskan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan tata kelola sumber daya manusia. Para pejabat fungsional yang dilantik diharapkan mampu menjadikan jabatan sebagai ruang untuk memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat ekosistem UNG yang semakin maju dan berdampak.

Ikuti berita lainnya

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat
25 Sep 2026
04:27 WITA

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat

Abdul Wahid Rauf

Suasana penuh khidmat dan syahdu mewarnai lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ribuan jemaah memadati area kampus, untuk mengikuti kegiatan UNG Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan bulan lahir UNG, Rabu (23/9).Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi civitas akademika UNG dan masyarakat Gorontalo, untuk bersama-sama melantunkan dzikir dan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah.Pembacaan dzikir dan sholawat dipandu langsung oleh jemaah Majelis Arbain dengan menghadirkan empat penceramah sekaligus yakni, Dr. H. Abd. Rahman Abubakar Bahmid, Lc ,MH., Moh Fadly Aljufri, Lc., S.H., M.H., Dr. Husni Idrus, Lc., M.Si., dan KH. Yahya Salilama, S.Ag,. Lantunan sholawat yang menggema dari ribuan jemaah menciptakan suasana religius dan menambah kekhusyukan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di lingkungan kampus.Antusiasme tampak begitu besar, di mana dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar turut hadir dan larut dalam kebersamaan. Lapangan Rektorat UNG menjadi saksi bagaimana ribuan jemaah menyatu dalam lantunan doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, mencerminkan kecintaan yang mendalam kepada junjungan umat Islam.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan kegiatan UNG Bersholawat merupakan wujud syukur sekaligus upaya mempererat ukhuwah islamiyah di tengah civitas akademika dan masyarakat. Melalui momentum UNG bersholawat ini, diharapkan jemaah yang hadir dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah sekaligus memperkuat nilai spiritualitas dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Selain untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, UNG bersholawat juga menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial antara civitas akademika dengan seluruh lapisan masyarakat di Gorontalo,” ujarnya.Rektor menyampaikan harapannya kepada ribuan jemaah yang hadir dalam kegiatan UNG Bersholawat, agar senantiasa mendoakan kebaikan dan kemajuan kampus. Menurutnya, doa dari seluruh civitas akademika dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ikhtiar universitas, untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.“Dukungan spiritual melalui doa diharapkan semakin mengokohkan upaya UNG untuk terus bergerak maju, serta terus melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat. Terlebih UNG saat ini tengah bergerak maju berkembang, yang ditandai dengan berbagai capaian dan prestasi,” pungkas Rektor. (**)

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama
22 Sep 2026
07:25 WITA

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah untuk mendukung penguatan peran perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) di Gedung Rektorat UNG, Senin (21/9).Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mematangkan rencana kemitraan resmi antara UNG dengan KemenP2MI. Pertemuan difokuskan pada pembahasan substansi draf Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus mempersiapkan berbagai aspek teknis menuju agenda penandatanganan kerja sama.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa koordinasi tatap muka tersebut, menjadi bagian penting dalam menyelaraskan poin-poin kesepahaman sebelum dokumen kerja sama difinalisasi.“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto.Menurutnya, penyelarasan substansi menjadi penting agar kerja sama yang dibangun nantinya memiliki arah dan ruang lingkup yang jelas, serta dapat diimplementasikan secara optimal oleh kedua belah pihak. Karena itu, pembahasan dilakukan secara bersama dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masing-masing institusi.“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas,” terangnya.Bagi UNG, kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama kelembagaan.Pertemuan ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi terbangunnya kemitraan yang lebih konkret antara UNG dan KemenP2MI. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan mendukung kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
22 Sep 2026
07:17 WITA

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas

Abdul Wahid Rauf

Potensi hasil perikanan di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Jika diolah dan dipasarkan dengan baik, hasil perikanan juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi pengembangan UMKM pesisir di Kantor Desa Huangobotu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN Tematik Tahap II UNG yang bertajuk “Penguatan Pangan Keluarga Melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding, Kemasan, dan Kemitraan Pemasaran.”Kegiatan ini diikuti pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Sosialisasi menghadirkan akademisi UNG yakni Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., dan Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber.Dalam materinya, Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., mengangkat topik “Penguatan Pangan Keluarga melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding dan Kemasan.” Ia mengaitkan pemanfaatan ikan dengan ketahanan pangan keluarga sekaligus peluang pengembangan produk olahan skala rumah tangga.Peserta juga diperkenalkan pada berbagai aspek yang dapat meningkatkan daya saing produk, mulai dari pemilihan nama atau merek, desain dan jenis kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, hingga penyusunan label. Aspek legalitas dan jaminan mutu turut menjadi bagian penting agar produk yang dikembangkan tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki dasar yang mendukung kepercayaan konsumen.Selanjutnya, Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., membahas strategi pemasaran produk olahan hasil perikanan. Materi diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, seperti mengenali pasar, menghitung harga pokok produksi (HPP) secara tepat, menentukan saluran penjualan, membangun kemitraan pemasaran, serta memilih strategi promosi yang sesuai.Pencatatan penjualan juga menjadi bagian yang ditekankan agar pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Huangobotu, Sitty Ainsyah Habibie, S.Pi., M.Sc., mengatakan bahwa potensi hasil perikanan di wilayah pesisir, perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk dan memasarkannya. Menurutnya hasil perikanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, menjadi produk pangan keluarga sekaligus produk usaha.“Peningkatan daya saing tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan branding, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual,” ujarnya. Dengan adanya program ini,  Sitty berharap masyarakat Desa Huangobotu diharapkan semakin melihat hasil perikanan sebagai potensi yang dapat dikembangkan dari hulu hingga hilir. Produk yang berasal dari sumber daya lokal tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat pesisir. (**)

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum
19 Sep 2026
06:35 WITA

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berupaya mempersiapkan diri, dalam menyambut transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan pemahaman tata kelola PTN-BH yang menghadirkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Jumat (19/9).Kegiatan yang melibatkan jajaran pimpinan universitas, fakultas dan lembaga di lingkungan UNG, menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tata kelola PTN-BH sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penting dalam menopang kinerja institusi.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar UNG, dalam mempersiapkan seluruh elemen universitas menghadapi transformasi menuju PTN-BH. Kehadiran Rektor dan jajaran MWA Unhas diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pengalaman praktis dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum.“Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan diri menuju PTN-BH. Dengan hadirnya Rektor dan Pimpinan Majelis Wali Amanat Unhas, kami berharap pemahaman civitas akademika mengenai tata kelola universitas sebagai PTN-BH semakin kuat,” ujar Eduart.Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyebut pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sesi berbagi pengalaman mengenai tata kelola PTN-BH, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen bersama antara Unhas dan UNG sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.“Semangatnya kami bawa adalah bagaimana Unhas dan UNG bisa tumbuh bersama sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.Menurutnya, salah satu kunci dalam menjaga tata kelola PTN-BH di Unhas adalah membangun hubungan yang harmonis antara Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, dan Pimpinan Universitas. Ketiga unsur tersebut, kata Jamaluddin, perlu terus menjaga komunikasi dan saling mendukung agar tata kelola perguruan tinggi dapat berjalan secara efektif.Melalui kegiatan tersebut, UNG tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai konsep dan mekanisme tata kelola PTN-BH, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dari pengalaman Unhas yang telah menjalankan status sebagai PTN-BH. Penguatan kapasitas SDM dan pemahaman tata kelola diharapkan menjadi modal penting bagi UNG dalam membangun tata kelola universitas yang semakin adaptif, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi. (**)

Lihat Semua Berita